Kamis, 20 September 2018

Crazy Rich Asians : Romansa Basi dengan Bumbu cerita yang Menarik




Setelah berabad-abad saya males banget ngereview suatu film, hari ini saya mau mencoba nulis kembali maaf ya kalo berantakan, I’m still a learner. review ini adalah film terakhir yang saya tonton, Crazy Rich Asian, salah satu film bergenre komedi romantic, film yang diadaptasi dari novel best seller, Kevin Kwan. Karena sedari awal saya memang belum baca novelnya saya hanya sedikit tau dari membaca review novelnya yang banyak banget yang bilang bagus., dan akhirnya saya tertarik untuk datang ke bioskop dengan buy one get one (masih #crazycheapasians banget gw mah wkwkkw) 

Akan lebih menarik membaca review ini dengan mendengarkan soundtrack Crazy Rich Asians dan maaf akan sedikit Spoiler dibeberapa bagian 

Cerita Sinopsis
Ketika Rachel Chu, dosen ekonomi keturunan Cina, setuju untuk pergi ke Singapura bersama kekasihnya, Nick, ia membayangkan rumah sederhana, jalan-jalan keliling pulau, dan menghabiskan waktu bersama pria yang mungkin akan menikah dengannya itu. Ia tidak tahu bahwa rumah keluarga Nick bagai istana, bahwa ia akan lebih sering naik pesawat pribadi daripada mobil, dan dengan pria incaran se-Asia dalam pelukannya, Rachel seperti dimusuhi semua wanita.

Di dunia yang kemewahannya tak pernah terbayangkan oleh Rachel itu, ia bertemu Astrid, si It Girl Singapura; Eddie, yang keluarganya jadi penghuni tetap majalah-majalah sosialita Hong Kong; dan Eleanor, ibu Nick, yang punya pendapat sangat kuat tentang siapa yang boleh—dan tidak boleh—dinikahi putranya.

Dengan latar berbagai tempat paling eksklusif di Timur Jauh—dari penthouse-penthouse mewah Shanghai hingga pulau-pulau pribadi di Laut Cina Selatan—Crazy Rich Asians bercerita tentang kalangan jet set Asia, dengan sempurna menggambarkan friksi antara golongan Orang Kaya Lama dan Orang Kaya Baru, serta antara Cina Perantauan dan Cina Daratan. (Sinopsis from Novel CRA) 

Yupss, cerita di film ini tentang perjuangan cinta Rachel Chu seorang ABC (American Born Chinnes) dan seorang Crazy Rich (Kaya Tujuh Turunan) Nick Young. Mungkin buat kamu sudah dapat ditebak bagaimana cerita dari akhir dari film ini, Seperti dugaan akan berakhir dengan Happy Ending, dan cerita inipun cerita intinya related sama kehidupan orang asia kebanyakan. Dimana orang kaya harus menikah dengan orang kaya, dan konflik cerita seputaran tentang perjuangan seorang gadis dari kalangan biasa yang mencintai konglomerat, klise? Buat sebagian besar dari kita pasti sudah dapat menebak-nebak jalan ceritanya yang klise dan umum terjadi dikehidupan per-asiaan, romansa basi yang dihadirkan, dan bagaimana membosankan ceritanya, wkwkkw. Tapi tenangg kevin kwan memiliki bumbu-bumbu unik yang bisa memperlihatkan ketidak bosenan dalam cerita ini, kenapa? Karena jalan cerita yang klise dari konflik di susun dengan cerita yang lumayan unik, gak cheesy-cheesy banget hahah. Karena saya pengemar komedi romantic ini salah satu rekomendasi yang amat menarik dengan bumbu konflik yang dikemas lumayan epic, Sepanjang cerita. Cerita ini banyak di berikan bumbu-bumbu lawakan yang ditawarkan, perbedaan kultur yang amat mencolok antara Amerikaa dengan asia, ilusi kebahagiaan antara amerika dan asia, bagaimana orang kaya harus menikah juga dengan orang kaya ataupun kebudayaan yang sangat banyak terjadi di Asian. 

Genre komedi romantic tidak akan pernah lepas dari kekuatan tokohnya, tanpa kekuatan tokohnya genre ini pasti akan terkesan hambar. 
Jika saya ditanya siapa orang yang paling berkesan di cerita ini, pastinya Rachel Chu. Bagi saya, Bagaimana kevin menceritakan Rachel Chu  sebagai seorang Profesor Ekonomi, yang cantik, cerdas, percaya diri, dan benar-benar tangguh. Memperjuangkan apapun yang diinginkannya. Tapi dibalik ketangguhannya itu, ada sisi-sisi Rachel yang amat sangat releted dengan kehidupan kita, hahahha. Dimaana menyerah adalah pilihan yang harus diambil jika berada diposisi dan tertekan seperti dia. Meskipun air mata saya engak ada keluar sama sekali sepanjang film, (entah kenapa saya juga bingung), padahal perasaan saya cukup keaduk-aduk dibeberapa scane, apalagi di scane dengan Sound Track Cover lagu Cold Play (Yellow) yang diganti bahasa mandarin saat pertemuan terakhir Ibu Nick Young dengan Rachel dan pertemuan dipesawat antara Nick Young dan Rachel Chu, saya bener-benar ngerasa Cerdasss bangett si Rachel, atau saat pesta bujang dimana disuatu kejadian tragis scane itu Rachel bilang “Saya tidak mau menjadi orang yang banyak dilihat dan menarik perhatian” di scane yang cukup bikin omg! Orang kaya jahat itu gampang banget ya berasa nonton sinetron, tapi disini bukannya Rachel berteriak histeris ala sinetron klise, dia amat tenang dan elegan menghadapi terror. Atau discane yang dia benar-benar sekuat itu menghadapi tatapan merendahkan dari semua orang yang ditemuinya dan saat dia menghadapi dengan elegann dan percaya diri banget saat dengan ibu Nick yang amat jahat tetapi masih ada santunnya, How Great She did! Kalo di film genre komedi romantic saya selalu jatuh hati sama tokoh prianya, ini saya ngefanss banget sama tokoh perempuannya. 

Henry Golding sebagai Nick Young, Gantenggg bangett! Difinisi ganteng orang asia bangett, dengan kulit kuning langsat, dan senyum manis yang amaat sungguh bikin saya meleleh setiap dia senyum, apalagi pembawaan dia yang mengayomi gitu emmmm gilasihh! Rachel tidak akan sekuat itu tanpa nick yang mau sama-sama berjuang dengan dia tentunya, dan scane favorite jika nick menatap Rachel dengan tatapan Cinta yang rasa-rasanya pengen banget w sholawatin wkwkkw lol. 

Elenor Young, Seorang ibu Nick young super kejam di cerita ini, ibu-ibu bersifat asia banget, seorang ibu yang akan melakukan apapun untuk membentuk anaknya sesuai dengan yang diharapkannya! Disini banyak bumbu-bumbu pergulatan kultur yang diberikan di konflik cerita bukan hanya perbedaan kekayaan, selama ini Rachel dibesarkan di Amerika, adanya perbedaan kultur ataupun prinsip di keluarga Rachel, dimana Memberikan kebebasan dalam memilih segala sesuatu, dan berkedok Passion. Bagi Ibu nick ini sebuah kesalahan, karena bagi kebanyakan orang “Asia” seorang anak yang membentuk harus keluarganya, jadi lingkaran kehidupannya ya akan sesuai dengan apa yang diharapkan keluarganya bukan kemauannya sendiri, seperti saat Ibu Nick bilang “Bahagia hanya sebuah Ilusi, Kalian tidak tau cara mempertahankan kekayaan”.  atau pas bilang "I choose to raise a family. for me, it was a privilege. But for you, you may think its old-fashioned' salah satu ucapan yang cukup tajam dan meaningful

Astrid, Saudara Nick, yang juga memiliki porsi lumayan di film ini dimana diceritan astrid adalah seorang yang sempurna, cantik, anggun, memiliki standar fashion yang berkelas, pintar, pembawaan yang menawan dengan ketenangannya, dan sangat baik dengan beberapa kegiatan social yang dia lakukan dan dia salah satu orang yang tidak pernah membeda-bedakan orang lain termasuk kepada Rachel, disini konflik terjadi saat pernikahan astrid yang berantakan dengan suaminya, yang bukan dari kalangan konglomerat. Perbedaan perjuangan akan ketara antara Rachel dan Mickel (Suami Astrid). Cheesy? But related!. 

Peik Lin dan Keluarga, Peik lin merupakan teman Rachel yang berada di singapura dimana Peik lin dan keluarga memiliki peran penting, karena bumbu-bumbu komedi banya diberikan dari Peik lin, humor dan lawakannya yang bikin ngakak, meskipun porsinya sedikit kurang entah mengapa.

Latar Film
Crazy Rich, dari judul filmnya sudah ada gambarankan?! Tepatnya ploting tempat dicerita ini bener-bener bikin sadar jurang antara orang kaya tujuh turunan dengan kaum jelata itu emang amaaattt bedaa jauhh. Terpukau? Saya terpukau dengan sederet tempat yang super banget di film ini, mulai dari setiap mata memandang keindahan tempat-tempat eksekutif di Singapur, garden by singapure yang bikin nyolawatin teruss lol (krn dari 2015 lalu salah satu impian saya ke tempat ini, doain taun depan gak wacana ya! Wkwkkw), Private beach, holikopter pribadi, pesawat kelas vip 1, dan sebagainya, jadi kalo kamu satu diantara orang yang ingin ke singapura? Ini salah satu film yang saya rekomendasiin karena semua tempat 90% di Singapura yang mana pengambilan gambarnya sungguh menakjubkan! 

Soundtrack 
Everyone who wacth this film always melting with the sountrack, me too heheh. Salah satu sountrack yang memukau pasti pas adegan pernikahan Colin “Can’t Wait Falling in Love” sedangkan saya pribadi lebih menyukai di scane dengan Sound Track Cover lagu Cold Play (Yellow) yang diganti bahasa mandarin, saat scane yang semua orang kebanyakan nyeka air mata, kebanyakan sountrack menggunakan bahasa mandarin, hanya beberapa yang berbeahasa inggris, tapi itu perbedaan yang cukupp cool dengan film-film comedi romantic yang diproduksi dari Hollywood. Meskipun saya tidak begitu banyak feel sountrack yang sekilas nanggung tidak banyak chemistry yang dihadirkan saat film, I don’t know why. dan ini salah satu alasan yang saya pertimbangkan why I’m not tears padahal perasaan saya cukup teraduk-aduk. 

Namun dibalik beberapa rasa nanggung yang dihadirkan saya cukup setuju ini salah satu film yang cukup menarik untuk ditonton! Bagaimana romansa basi dikemas ceritanya dengan epic dan akan memberikan banyak cerita yang menarik termasuk lawakan yang banyak terjadi disekitar kita. Dan salah satu hal menarik lainnya kalo kata ko Ernest sih how brilliant about Mahjoung, dan setelah koh ernest bilang itu saya langsung googling tentang mahjong, dan saya setujuuuu berattttt!!! Karena permainan ini benar-benar di berikan sentuhan yang berkelas dan gak klise untuk ending suatu film romantic yang akan banyak tebakan jalan ceritanya. Meskipun pada akhirnya kejar-kejaran di pesawat dan bandara salah satu adegan yang rasa-rasanya cukup wajib untuk film romantic (I don’t know why?) but always I see this scane di beberapa film romantic, adegan kejar-kejaran. Tapi karena saya penyuka film genre ini ya oke-oke aja wkkwkw, ending yang super menarik dan sweet moment, dimana Nick melamar Rachel dan bilang “Menikahlah dengan ku, dan jadikan aku pria paling bahagia sedunia” eaaps 

Sekian review film kali ini, jika saya meranting 7,5/10 setelah pemikiran ulang memberikan ranting, karena diawal saya berpikir 8/10 tapi setelah saya membandingkan dengan beberapa film komedi romantic yang saya tonton ada beberapa kekurangan dan kenangguangan yang diberikan yang membuat saya sedikiit menurunkan nilainya, meskipun ini salah satu film yang Menarik dan rekomended untuk ditonton. 

0 comments:

Posting Komentar

Popular Posts