Sabtu, 29 Oktober 2016

First Job After First Graduate

            
        Well okey, i think i have more time to leave this blog because my priority have been changed. I already done writen short story Musabah Diri, and i want to continue my last story. First Job after First graduate.I am like lucky people because of this. I have been change my idealism of live to be a realistic yes, i write in there after i changed everything target that i realize is more better than idealism i am. The target is my dream to be a good women karier in big city, Jabodetabek, is my precious dream in my mind several month ago before my graduation day. Why Jabodetabek? Ofcourse because opportunity in there more better than my beloved city right now, Yogyakarta, Jabodetabek have more company which any field job require, Jabodetabek have a more salary which offers, Jabodetabek give chance to expand my safety zone, and other wish. But i already changed my idealism, because of my priority and next target i wanna right now, is not about just salary, expand safety zone, opportunity and others. I believe wherever i am, if i have efforts and prayers i can get what i want. Yogyakarta doesn’t have a good opportunity to my passionate about food technology but yeah Yogyakarta have a good zone to other and new knowladge in my job that i want. So is my new target, ambisius, and dream in there. Doesn’t mean about big city which big salary but big dream with big other passion.
            So i want to introduce my new job  after i’m a fresh graduate. I looking for job like looking for love, made exhausted T.T but i always gratitute to my  God, i Got my job before my Graduation day, 16 Nov later *so if you want to look at me, you can came at gsp wkwkkw*. I accepted in one of company provide for digital marketing field. In there i was accepting in creative digital team, my job desk is make concept begin for indetify of company clien, make sure brand of company clien, creative campaign, conceptor for some program and etc. You know? I’m not graduatate from management or economic major or preferrence marketing entusiat, i came from Food Technology, yes of course i’m learned about marketing but is not detail and is not all about marketing just a part of marketing. From my new job i really happy and entusiast because i learn more knowladge what i need to develop. Marketing is important in all company in arround the world, every company of course have a marketing division, if i want improv or develop my karier marketing have a good opportunity. But marketing is not easy as my learned in my collage, practice of marketing is more of difficult than i’m thinking before. Influencer other people is more difficult than i thinking i can get A in all my examination. But Is live i like new live that i have, right now. When preassure like stone in my brain, when i have to learn-learn-and learn to improve myself and i want to niat in my new job to learn new things, new adventure and new experience like my friend said “You have capabilty to always thirsty of  new experience. Yeah, i, i’m in here to swim my new ambisiotion and passion of new target i drive and i do what i love, which make me happines for the first things after it, My Idealism want to drive for my a gregious Journey of My live.

Oke thank you, and See my new post later.

Musabah Diri


Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, "Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT". (HR. Imam Turmudzi)
                Setelah dari Pare beberapa minggu lalu, saya mulai sering menikmati Quality Time dengan diri saya. Lebih sering baca buku, nekuni hobi, improv bahasa inggris, CV dll.  Tapi ada satu kisah yang menarik dari semua hal-hal itu,  saya mau cerita dulu sedikit, dari dulu saya memang udah punya hobi sibuk dan benar-benar sibuk, pas jaman kuliah saya rasa, saya tidak memiliki waktu ngangur banyak. Saya selalu gunakan waktu itu sebaik mungkin mulai dari kuliah, praktikum, part time dibeberapa tempat, organisasi yang lebih dari 3, kepanitiaan setiap bulan, ngerjain tugas dan laporan, belum kalo saya niat ikut lomba atau kompetisi esay atau blog atau LKTI saya ikutin.  Sibuk kan? Tapi setelah lulus saya sama sekali tidak bangga dengan diri saya, selama ini saya terlalu salah dalam menilai segala sesuatu ternyata. Mungkin iya, saya punya banyak pengalaman, banyak networking, banyak achievment atau awards yang saya tulis di CV *Maaf songgong dikit* ettapi saya tidak menjaga pengalaman saya itu, saya lalai dengan networking yang saya miliki, sertifikat yang lebih 20 yang pernah saya kumpulkan juga gak berpengaruh banyak pada kehidupan saya sekrang, saya juga bukan orang yang prestisius dalam kemampuan berbicara yang sebaiknya dimiliki orang berorganisasi banyak, saya juga tidak memiliki ke-Wah-an selama berada di organisasi, saya juga jarang menang di lomba yang saya ikuti, IPK saya kurang dari impian saya saat saya lulus. Tapi selama ini saya ambisius untuk meraih semua itu!, keambisiusan dan idealis saya terhadap pencapaian diri saya melambung terlalu tinggi, hingga akhirnya saya jatuh dengan semua yang tidak sepenuhnya tercapai, tidak sepenuhnya bukan semuanya. Lalu selama ini saya salah? Salahnya apa? Saya sudah berusahaa sepenuhnya, selagi saya bisa, saya salah yang mana?. Pertanyaan itu sering saya ajukan dengan diri saya, apa yang salah selama masa kuliah, seperti dia awal tadi saya bilang saya salah dalam pandangan. Saya tidak menyalahkan pandangan ambisius dan idealis saya yang saya salahkan adalah saya banyak lalai dalam segala sesuatu tersebut.
                Lalai paling sangat yang saya miliki adalah saya lupa apa hakekatnya kehidupan yang saya miliki saat ini. Selama ini yang saya rasakan adalah saya selalu terpacu untuk mengejar, mengejar kebanggaan dan kepuasaan yang saya inginkan, seperti jika saya bisa mendapat IPK sekian maka saya bangga jadi saya bahagia, selalu hari-hari saya selalu saya isi dengan tulisan-tulisan target masa depan masa sekarang, target harian dll. Ternyata saat itu lambat laun tapi pasti saat saya meraih apa yang saya inginkan, ada keinginan yang malah menjauhkan diri saya sepenuhnya. Keinginan itu adalah tentang arti kehidupan saya sepunuhnya saat ini?. Apa yang benar-benar saya cari sebetulnya? Saya mencari kepuasan diri saya, setelah semua yang saya dapatkan itu apakah saya puas? Saya rasa tidak, saya selalu terpacu untuk meraih yang lain. Selama perenungan beberapa hari ini akhirnya saya mulai banyak belajar tentang arti kehidupan dan apa yang yang saya cari *mario te**h sekali ya bahasanya* maafkan. Saya mau nanya yang kalian cari dikehidupan dari kehidupan ini apa? Sedikit saya menemukan jawabannya, selama ini saya terlalu jauh dalam memandang dunia, selalu dan selalu banyak memberikan waktu kepada dunia, saya lupa hakekatnya hidup semestinya.
                Dunia itu fana, tapi akhirat yang kekal. Bukannya saya sok religius atau apa, tapi selama beberapa hari ini saya merenungi hal ini saya mendapatkan banyak sekali pencerahan, Selama ini
  1. Sholat saya jarang tepat waktu. Di agama saya, sholat adalah hal paling utama, jika guru saya bilang sholat adalah pondasinya, dan yang pertama dihisab dialam baka. Tapii, seringnya saya terlalu khilaf dan lalai, lebih mementingkan ontime rapat dibanding ontime sholat, lebih memintingkan sholat tergesa-gesa dibanding kuliah telat, dan masih sering nunda karena hal spele lain. Saya punya cerita tersendiri dengan ibadah saya yang ini akhir-akhir ini juga, dan yang menyadarkan saya, jadi saya punya kecenderungan nelat sholat, pokoknya ada aja syetan yg ngangu saya dalam sholat. Pas akhir-akhir ini saya sering ketemu temen-temen yg agamanya 100% lebih baik dari saya gitu, jadi seringnya saya curhat masalah saya, nah dia menyarankan untuk sholat tepat waktu. Saya yang emang dri dulu sering nyoba tapi lebih ke keinginan saya, jadi saya sholat tepat waktu karena saya inginkan sesuatu #janganditiru. Bedanya di episode saya kemaren itu, saya tidak memiliki keinginan dan ambisi yang harus banget saya dapat, dan saya malah dapat banyak sekali rizki yang jalannya saya dapat dengan mudah, dan gampang aja gitu ngejalaninya, mulai dari kebinggungan masa depan yang berangsur-angsur ada jalan. Saya kan juga jobseeker, baru 10 hari yang lalu saya kirim CV, tapi setelah itu saya sudah disuruh tes lalu interview. Dan kalian tahu? beberapa hari ini saya sudah training setelah itu, padahal sama sekali tidak ada dalam benak saya secepat itu berprosesnya saya mendapatkan tawaran training, dan lain kali akan saya curhatkann lebih dalam di episode berikutnya...
  2. saya jarang menyertakan Rab saya setiap harinya, misal nih pas mau brangkat kuliah, saya cuman punya tujuan nyari ilmu, padahal pendekatan lain ibadah itu bisa dengan aktivitas sehari-hari kita selama ini misal pas nyari ilmu niatnya buat ibadah, Kan Allah selalu beserta kita akhirnya.
  3. Dari hal-hal ambisius dan idealis yang saya miliki selama ini takaran untuk dunia lebih tinggi hingga akhirnya saya lupa daratan, apa sejatinya yang perlu saya perjuangkan lebih.
  4. Akhirat di Hati Dunia di tangan. Iya saya lupa lagi bahwa selama saya ingin mengengam dunia itu, saya lupa prioritas utama saya, akhirat, sehingga dua-duanya saya gak dapet.
  5. Sejatinya saya hidup untuk Rabb saya, dan yang sering saya pertanyakan pada diri saya sekarang adalah “emang yang kamu cari didunia ini apa aja sih tan, cuman sholat tepat waktu aja susah?”


Hemmmm.... Saya kira itu sedikit curhatan random, saya tentang prioritas, idealisme, dan kehidupan saya akhir-akhir ini.

Popular Posts