Selasa, 01 Januari 2019

Tentang 2018 dengan Sedikit Ceritanya

   
   Helllo semesta, selamat malam buat kamu, yang mungkin tidak sengaja membaca cerita ini. Akhirnya saya ingin kembali menulis. Project tulisan ini sebenarnya baru tercetus di desember akhir saat seseorang berkata “Kamu gak menyempatkan saja bukan karena gak ada waktu” dan saya mulai memikirkan ulang kata-katanya. Sekiranya memang seperti itu, selama ini saya kurang menyempatkan menulis, karena saya sadar pekerjaan lepas saya mendesign sekarang, dan tulisan saya hanya akan dibaca oleh beberapa orang, itupun tanpa ada sponsor post ataupun adsense lagi, emang siapa yang mau ngiklan di blog kayak gini sekarang? Haha. Padahal menulis itu tentang self-healing tersendiri bagi saya. Hmm. akhirnya saya memutuskan mau menulis 30 hari kedepan. Seperti orang-orang pada umumnya akan dimulai pada tanggal 1 dan berakhir 30. Doakan istiqomah saja ya!.

        Ini bukan tentang apa-apa sekiranya hanya hal antah brantah yang ingin saya bagi untuk melegakan, mengiklaskan, menerima dan memberikan lebih pencerahan bagi diri saya ataupun untuk kamu yang sedang membaca. 2018. Tentang refleksi, evaluasi, ambisi dan kenyataan akhir cerita. Bagi saya 2017 lebih memberikan pil asam manis menarik yang sekiranya pencapaian saya dapat saya perhitungkan, saya ingat dimalam tahun baru 2018 saat saya mengevaluasi resolusi saya hampir sebagian besar target saya tercapai. Entah hanya target ketrima dikampus impian, bisa katam al-qur’an beberapa kali, sholat lebih tepat waktu, resign kerja, mendapat pekerjaan impian, beli barang, solo travelling ataupun lainyya. Sedangkan 2018. Saya mulai merenungi diri saya di malam tahun baru kemaren, apa yang dapat saya banggakan ditahun ini? sholat masih sering gak tepat waktu, Bacaan al-qur’an saya mulai berantakan, keistiqomahan dalam membacanya super fluktuatif, kalo pas rajin rajin bangett kalo pas males hmmm seminggu al-qur’an saya gak saya buka juga sering :(, puasa sunnah jarang, sholat sunnah jarang, Tabungan finansial gak berubah banyak, gak membeli barang impian saya ditahun ini, solo travelling? Hanya sekali itupun dalam kota. Tapi setelah saya pikir ulang, tahun ini juga terlalu banyak down side hingga akhirnya semua hal yang saya impikan itu banyak tidak tercapainya dan ini beberapa hal yang saya pelajari dari 2018. 
1. Survive dari Tipes beberapa kali.
Adaptasi di Malang ternyata sesusah ini, baru benar-benar yang sadar banget saat saya harus melewati hari-hari saya setiap bulan dengan cek-up kedokter hanya karena saya sakit tipes ataupun sakit-sakit yang lain. 2018 ini saya banyak belajar nikmat yang sering disepelekan oleh sebagian besar orang tentang nikmat sehat dan sempat. Betapa kufurnya saya selama saya sehat,  makan sering gak dijaga, pola hidup berantakan, jarang olahraga dan lainnya. Tapi saya survive melewati semua ini. Saya survive melewati banyak laporan dan deadline dengan bantuan obat-obat itu, tapi yang lebih membantu dan menguatkan saya adalah Tuhan dan orang-orang disekitar saya. Teruntuk kalian terima kasih banyak sudah banyak membantu intan, terima kasih sudah membantu Intan sembuh sedia kala.

2. Menerima diri sendiri Sepenuhnya
2018 ini sisi downside saya mungkin bukan hanya dari kesehatan saya, tapi dari masalah yang rasa-rasanya juga luar biasa bagi saya. Tapi disatu sisi, saya benar-benar sadar ini tahap pendewasaan, pendewasaan utama saya adalah saya menemukan diri saya yang mulai sadar percuma diterima banyak orang kalo dirinya sendiri tidak bisa menerima. Saya banyak belajar di 2018, untuk menerima saya sepenuhnya, tidak peduli orang-orang mau menerima saya sepenuhnya ataupun tidak, urusan saya sekarang ini adalah menerima saya sepenuhnya dengan menjadi versi terbaik saya setiap harinya. Dan mungkin dengan saya yang sering bilang “tidak”, membiarkan ruang nyaman penerimaan bahwa ini hidup saya pada hal-hal yang sekiranya tidak bisa saya kompromikan untuk bilang “Ya”.

3. Banyak yang datang, tapi cuman singgah
2018 ini juga rasa-rasanya ada beberapa orang baru yang bisa mengetuk hati saya. Entah karena selama ini memang sejatinya hati saya kosong atau gimana saya tidak tahu tapi yang saya sadari masih ada lakon lawas yang masih ada, jadi? Rumit amat cerita ini. Hmmm. Intinya saya tipe-tipe yang mudah buat naksir atau kagum tapi tidak untuk jatuh cinta. Dan mereka datang tanpa permisi bisa membuat saya kagum dan membuat hari saya lebih berwarna di Malang, saya bahagia? Cukup bahagia, apalagi saat saya mulai menderita dengan banyak hal, rasa-rasanya saya punya alasan untuk bilang Malang cukup menyenangkan. Tapi semua hal-hal manis ini tidak bertahan lama! Berakhirnya sama, setiap kali saya libatkan perasaan saya sama yang Punya perasaan (Allah) perasaan dan orang itu lama-lama akan menghilang begitu saja. Mungkin satu dua hari saya kecewa tapi ya pada akhirnya saya belajar untuk, yaudah emang bukan dia jodoh saya, mau gimana lagi? Meskipun 2018 ini saya belajar banget tentang patah hati juga sih hahahah. Serius saya ngrasa saya gak akan kecewa dengan orang yang pernah mengetuk perasaan saya, apalagi cuman saya taksir dan kagum, tapi enggak buat dia, bagi saya dia satu-satunya pria yang mampu saya sebut dalam doa saya, pria yang membuat saya selalu yakin saya mau belajar jadi wanita yang lebih baik, yang membuat saya lebih dekat sama Allah. Iya, saya salah besar disini, niat saya konyol dan berantakan. Dan Allah menjawab doa-doa saya selama ini dengan melihat postingan teman dia, bahwa dia menikah. Hahahah. Tahu perasaan saya saat itu membacanya? Saya hanya diam bingung dan merasa masih baik-baik saja lalu beberapa detik kemudian saya sesengukan ambil tisu. Patah hati ter-ah gak tau saya bingung nyebutnya tapi ya udah gitu hari berikutnya saya bisa bahagia lagi, dan sudah gak mau bahas ini, saya sudah baik-baik saja, dan berakhir mengkosongkan hati lagi di tahun 2019 yeay!

4. Lebih Mencintai diri saya sendiri
Well 2018 Ini saya benar-benar lebih bahagia dibanding 2017 rasanya, saya pikir hal ini karena tahun ini saya bisa melewati segala sesuatunya. Dimana saya mampu meredakan ego saya yang cukup tinggi dalam banyak hal. Lalu membiarkan semuanya berlalu begitu saja. Apakah Saya kecewa sama diri saya? Tidak sama sekali! Tahun ini bagi saya sudah berusaha dengan banyak hal itu, tapi tak mudah memang untuk mencapai semuanya, yang saya selalu ingat nasihat Umar bin Khattab “Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku" – Umar bin Khattab -” Hari-hari saya sama sekali tidak tertekan dengan harapan, nilai idealis yang saya anut, ataupun ekspektasi yang berlebihan, saya benar-benar hidup dengan mengandalkan kalimat “Yaudah, Jalani aja”. Mungkin yang kenal saya sebelum-sebelumnya banyak yang meragukan, tapi inilah saya, prinsip saya bukan lagi api yang pada setiap harinya berkobar-kobar dalam banyak hal. Hingga akhirnya tahun 2018 Saya berprinsip seperti air, yang mengalir apa adanya, let it flow, meskipun pada nyatanya air selalu mengalir dari aliran tinggi kerendah. Tak mengapa, ada saat saya harus menjadi api, tapi kadang juga menjadi air.

5. Mengiklaskan kesempatan
2018 ini juga saya belajar untuk mengiklaskan kesempatan yang datang, well ini sedih sih, tapi memang begitu adanya. Ada beberapa kesempatan yang sekiranya datang tapi saya tidak jadi ambil karena banyak pertimbangan. Salah satunya conference di Eropa, saya mencoba benar-benar ngiklasin hal ini, doakan saja saya mendapatkan penggantinya segera!!!!.

6. Gadis Intan’s Project Running
Yeayy, tahun ini cukup membuat saya bahagia dengan kehadiran project yang saya buat, untuk sedikit ceritanya bisa dicek dipost saya sebelumnya Klik disini. Bagi saya cukup banyak pelajaran juga dimana ada titik upside dan down, tapi cukup membuat saya lebih yakin, saya akan selalu mencintai apapun yang saya lakukan dan membuat project-project kecil yang sekiranya diakhirat nanti bisa memberatkan timbangan amal saya.

7. Mulai sadar sama Kesehatan
Mungkin ini saya cukup telat sih karena baru sadar dengan kesehatan saya setelah saya tipes survivor wkwkw lol. Setelah itu, saya mulai aware sama makanan yang saya makan, pola hidup saya, mulai mengurangi kopi, begadang, dan lebih rajin olahraga setiap minggunya. Yeay!. Mungkin pencapaian lain saya adalah, saya mulai sadar pentingnya make up :(( sungguh ini tu, hal yang sama sekali gak pernah ada dalam kamus besar kehidupan Intan, tapi sebagai seorang yang belajar akan profenalitas dan krn banyak virus yang berperan lol. Akhirnya saya mau belajar buat pakek lipstick everyday, kalo dulu? Wahhh saya ngantor aja kalo gak pas meeting saya males pakek lipstick, tapi sekarang jadi hal yang wajib dilakukan disetiap hari, ataupun sekedar pakek skincare. huaaa. Ini saya baru sadar banget sih di akhir 2018 kalo wajah lebih cerah tu meningkatkan mood diri sendiri, apalagi nemu lipcream yang sesuai, semangat naik beberapa tingkat sih buat melalui hari yang kadang melelahkan.

8. Sosial Media Toksik?
Tidak untuk tahun ini, saya benar-benar merasa kehadiran social media tahun ini sebagai hal yang perlu saya syukuri, salah satu cara yang masih saya gunakan untuk memaksimalkan social media adalah dengan mute orang-orang yang menurut saya tidak memberikan dampak positif di story, jadi saya cuman seen story orang-orang yang menurut saya penting. Dampaknya saya sama sekali tidak suka membandingkan kehidupan saya dengan orang lain, lebih banyak dapat insight baru ataupun hal-hal positif yang lain. Terima kasih instagram, dan semua social media di 2018.

Rasa-rasanya tahun ini cukup berarti dalam mendewasakan pola pikir saya, tentang upside and down kehidupan, tentang orang-orang yang hadir tanpa permisi, tentang kehidupan yang tak selamanya mulus tapi berarti, tentang satu persatu tanggung jawab yang terselesaikan dengan amat membahagiakan pada akhirnya. hey Intan! You have done the great things in 2018! Buat kamu Intan hari ini diawal 2019. Terima kasih banyak kamu sudah banyak berjuang, terima kasih telah mengurangi keluhan tidak berfaedah kamu, terima kasih sudah banyak bekerja keras, terima kasih untuk selalu tidak menyerah dengan semua hal yang terjadi. Intan, besok di 2019 akan banyak badai petir dan banyak hal menantang kedepan, jangan takut! Bahumu akan selalu kuat, kamu akan selalu bahagia dengan apapun yang terjadi, selalu bersyukur, dan selalu mau mengiklaskan yang memang bukan rejekimu pada akhirnya. Intan, tahun ini patah hatimu cukup beragam bukan? Terima kasih masih mau membuka hati yang baru untuk orang lain, terima kasih sudah mau belajar kenapa kamu sebaiknya menikah, terima kasih sudah mau berusaha kuat dan bertanggung jawab dengan setiap pilihan yang kamu buat. 2019 nanti kamu akan bertemu banyak persimpangan bukan? Ketuk semua pintu kesempatan itu! Segera tuntaskan tanggung jawab terbesarmu, jangan malas dan santai-santai lagi. Ada banyak kesempatan besar diluar sana setelah kamu menyelesaiakan satu persatu tanggung jawabmu sekarang ini, tapi Intan jangan gegabah, tidak semua kesempatan harus kamu ambil juga! Selalu sadar akan kapasitas diri dan libatkan Dia (Allah) yang selalu ada buat kamu tan. Untuk Intan, selamat menebar kebermanfaatan sebesar-besarnya diBumiNya, selamat berjuang dan berproses. 


                                                                                                                                                                                                                     

0 comments:

Posting Komentar

Popular Posts