Mau bersyukur sudah melewati Quarter 1 dengan berbahagia dan merayakan sepenuhnya meskipun banyak menghadehnya, dan ini beberapa hal yang aku pelajari serta aku syukuri di Triwulan Pertama (Quater 1) 2023
- Finally meskipun menghadeh-hadeh setiap hari aku sudah bisa memulai beradaptasi dengan kebiasaan baru yang seru. Akhir-akhir ini aku bisa memasak, food preparation dan memikirkan gizi seimbang di makananku. Meskipun aku masih harus tertatih dengan semua itu, setidaknya aku sudah berbahagia dengan sedikit pencapaianku. Aku mulai beradaptasi dengan hal itu di awal tahun sebenernya tapi gagal, karena sakit, dan baru memulai kembali di bulan maret lalu setelah Februai hiatus. Alasan utamanya memulai konsisten masak karena akhir-akhir ini merasa sudah cukup jarang makan sayur jika sering beli, ada kebosenan dengan warung makan deket kost meskipun enak dan murah menunya kurang bervariasi, selain itu karena budgeting ketat akhir-khir ini, dan voila akhirnya saya bisa masak dengan proper sesuai dengan keseimbangan gizi.
- Bisa melakukan alokasi budgeting, dan perencanaan keuangan yang sesuai. Belajar banyak terkait dengan excel dan spreed sheet gonta ganti, dan voila akhirnya menemukan cara budgeting yang tepat. Seru sekali akhirnya gak menyusahkan diri sendiri dengan spreadsheet buat manajemen keuangan yang dimiliki.
- Selain itu tentu saja ada 2 buku yang bisa aku selesaikan di Q1 ini, meskipun kurang dari target tapi tidak apa-apa yang penting kan implementasi dari membaca bukunya yaa kan, dan tidak lelah dalam berproses sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit
- Bisa mengikuti career class dengan tertatih, saya masih berusaha adaptasi untuk tidak pernah absen masuk kelas, meskipun seringnya absen, mencoba mendengarkan rekaman dan mencatatnya dengan seksama namun, begitulah namanya juga hidup, usaha suka mengkhianati hasil memang. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil itu memang jarang terjadi, meskipun begitu berproses dan berprogress tidak harus berhasil adalah salah satu mottoku di 2023. Sampai sejauh ini, aku masih berusaha memperbaiki semua catatanku di career class dan berusaha sedikit demi sedikit mengimplementasikan keilmuan di CC. Setidaknya aku berusaha untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap diriku, termasuk bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah aku buat. Meskipun rasa-rasanya aku sering menghadeh-hadeh sepanjang waktu, semua hal yang aku dapat hari ini adalah doaku yang dulu pernah aku panjatkan, jadi mengapa tidak untuk selalu berproses menjadi yang lebih baik.
- Aku bisa membeli beberapa barang yang aku impikan, yang notabene sudah menjadi bucket listku sejak 2021, tapi aku baru bisa merealisasikan di 2023., dan semua itu tanpa disengaja hal yang sebenarnya aku sudah lupa pernah mendoakannya, tapi Allah selalu memberikan sama dengan permintaanku sesuai doaku. What an Amazing, masyaAllah
- Merayakan ketidakbecusan hidup, dengan berbagai hahahihi di 2023, ada banyak ketidakbecusan yang sering dibuat. Tapi tak mengapa! memang siapa sih yang bisa sempurna dengan berbagai hal di dunia ini, pekerjaan, kehidupan, sosial, hubungan, dll. Pasti ada celah ketidak berdayaan dan kurangnya, 2023 aku berusaha menerima diriku yang masih banyak kurangnya itu, meskipun aku tau selama ini aku pernah melakukannya, tapi 2023 aku lebih berusaha untuk tidak lari dan meninggalkan kekuranganku, ingin aku peluk kurangku dan bilang bahwa aku baik-baik saja dengan berbagai kekurangan yang aku miliki.
- Belajar mengendalikan diri, mengendalikan diri dari omongan orang lain entah positif ataupun negatif, bahwa sejatinya yang bisa mengotrol diri kita adalah kita sendiri, bagaimana kita merespon segala sesuatunya, karena semuanya yang ada di dunia ini netral, kita sendirilah yang punya peran untuk mengontrolnya, membuatnya menjadi hal yang berarti atau malah menjadi sakit hati. Itu mengapa pentingnya mengendalikan diri.
- Jangan membalas pesan atau merespon sesuatu saat kondisi sedang marah atau ada berbagai emosi yang ada di dalam diri berkumpul seperti kecewa, marah, sedih dll, meskipun menjadi seorang fight tidak serta merta salah, nyatanya kondisi freeze at the moment itu juga penting, kondisi saat kita bisa berusaha meregulasi emosi kita seperti apa dan tindakan apa yang paling penting untuk dilakukan, tidak yang langsung memberikan respon apa yang sedang kita rasakan dan memberikan justifikasi mengapa kita melakukan hal tersebut, karena sejatinya kita manusia biasa ada banyak kesalahan yang bisa kita perbuat tanpa sengaja.
- Tidak semua kesempatan harus digunakan, 2023 mengajarkan aku bahwa ada berbagai kesempatan yang memang aku lewatkan, aku merasa aku sudah mengalami berbagai macam hal dan sedang berjuang untuk hal-hal yang memang aku semogakan dan menjadi prioritasku, thats why, aku belajar untuk tidak gegabah menerima semua kesempatan yang aku miliki. Aku juga berusaha menyiapkan diri agar ketika ada kesempatan yang lebih baik aku bisa memberikan yang terbaik dan telah siap mengemban amanah itu.
- Nyatanya move on tidak bisa serta merta, rasanya aku masih harus tertatih-tatih buat bilang bahwa aku sudah lupa dengan perasaanku dan aku sudah mengiklaskan perasaanku, ramadhan tahun 2022 adalah moment pertama aku mengenalnya, dan ramadhan pula jadi salah satu titik-titik ada garis yang bersingungan dan bisa dibuat garis baru yang menyenangkan di tahun 2022 tapi itu hanya harapku, hal-hal yang aku pikir dulu Tuhan sedang membuat titik-titik yang bisa aku jadikan garis untuk masa depanku, tapi rasa-rasanya moment di 2022 itu adalah moment aku ingin menghapus titik-titik yang pernah aku buat. Hal yang selama ini aku syukuri menjadi salah satu hal yang aku sesali. Lucu bukan? apakah akhirnya aku belum berdamai dengan keadaan itu? Tbh, aku masih meramu perasaan apa yang saat ini aku rasakan dan bagaimana aku harus bersikap, yang aku tau selama 3 bulan ini aku berusaha menyibukan diriku dengan berbagai macam hal, agar aku bisa membuat momen-momen baru yang menyenangkan sehingga aku lupa dengan perihnya kejadian di akhir 2022 hingga sekarang. Nyatanya, aku masih disuruh banyak berusaha dan berdoa lagi, karena hal-hal itu tidak bisa serta merta aku lupakan dan aku iklaskan. Meskipun ada ratusan jenis alasan bahwa titik itu tidak dapat aku jadikan ke garis masa depan yang mau aku tuju, tetap saja ketika harus bersingungan atau melihat ulang kejadian-kejadian di suatu tempat dengannya aku masih tetap harus merasakan rasa sakit yang selalu aku hindari. Aku sudah berusaha untuk menerima, menyembunyikan story-storynya, menghindari komunikasiku atau tidak pernah lagi stalking, tapi entah angin darimana aku juga sering memimpikannya, hal yang selalu aku hindari di dunia nyata ataupun maya, namun nyatanya aku bertemu di dunia mimpi. Berdamai dengan masa lalu itu tidak bisa serta merta, jadi setelah ini, aku ingin bilang kepada diriku bahwa nanti suatu saat kita sama-sama belajar buat menyakini bahwa rencana dan takdirNya adalah selalu yang terbaik ya tan, tidak perlu tau sekarang alasannya biar waktu yang menjawab :'))
Sekian lesson learned dari Triwulan pertama 2023.
0 comments:
Posting Komentar