Selasa, 21 Februari 2023

“Merasa Cukup” dan “Menjadi Ambisius”

    


    Selama ini kita sering menemui banyak kontradiktif dalam berbagai hal salah satunya tentang “merasa cukup” dan “Menjadi Ambisius”. Tidak ada yang salah untuk keduanya, yang salah adalah ketika saya merasa mudah cukup dengan apa yang saya miliki yang sebenarnya saya hanya sedang malas saja untuk berusaha lebih, Saya tidak mau repot melakukan apa pun, saya hanya ingin hidup dalam zona nyaman saya, yang enggan untuk memperluas zona nyaman. Karena di beberapa fase ternyata fase tidak memperjuangkan apa-apa, tidak memiliki ambisi dan berada di zona nyaman enggan untuk memperluas zona nyaman adalah salah satu fase saya kehilangan diri saya. Meskipun begitu ambisius selama ini sering kali identik dengan hal yang negative “Ambis banget sih”, “Jangan ambis-ambis” dan berbagai kontradiksi terkait seorang yang ambis, seolah-olah seorang yang ambis yang dikejar adalah dunia dan seisinya. 

    Sebenernya ambisius itu apa sih? Menilik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ambisius adalah berkeinginan keras mencapai sesuatu tujuan, harapan, atau cita-cita. Sikap ambisius bisa juga berarti melakukan sesuatu dengan penuh ambisi. Sementara ambisi sendiri dalam KBBI diartikan sebagai keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (seperti pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu. Sedangkan “Merasa Cukup/Being Content” Artinya adalah dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan dan sebagainya; tidak kurang.

    Dari dua konteks diatas Ambisius dan Merasa Cukup, apakah melihat kontradiksinya? Setelah saya cermati dan saya refleksikan dikehidupan saya, ternyata tidak banyak kontradiksi antara kedua konsep tersebut. Keadaan “Ambisius” dan “Merasa cukup” adalah suatu dorongan untuk menjadi yang terbaik. Di manakah letak kontradiksinya? Kontradiksinya terletak pada kesalahpahaman kita bahwa merasa cukup berarti tidak ingin mencapai lebih banyak, dan berambisi untuk mencapai lebih banyak adalah tanda bahwa kita tidak merasa cukup. Padahal seharusnya kita perlu menjadi ambisius dan merasa cukup. Karena menjadi ambis berarti mendorong kita untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik dan  “Merasa cukup” membuat kita bisa menikmati perjalanan yang kita miliki. Saat ini, saya sedang berusaha untuk menjaga keseimbangan, salah satunya menjaga keseimbangan menjadi ambisius dan merasa cukup dengan apa yang diusahakan, karena hal ini bukanlah kontrakdiksi yang tidak bisa berjalan beriiringan, kita bisa menjadi seorang yang ambis tapi juga merasa cukup dengan apa yang telah diperjuangkan dan dimiliki, yang penting kita tahu bahwa perjalan terbaik kita hanya untukNya, dan berusaha menjadi umat terbaikNya versi diri kita (Best version of ourself), karena ini salah satu tujuan saya di muka bumi bagi saya pribadi. Terakhir saya menyukai salah satu hadist ini “Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051).

#30DWCJilid41 #30DWC #Day5

0 comments:

Posting Komentar

Popular Posts