Source : Freepik
Masih melanjutkan topik sebelumnya tentang mengenal diri, saya memulai mencoba lebih peka terhadap diri saya, meskipun masih banyak kurangnya. Mengenai hal ini saya teringat dengan salah satu kebiasan yang bisa membuat saya bahagia dan nggak uring-uringan saat menjalani hari-hari saya. Biasanya saya selalu memiliki ritual setiap harinya. Ritual atau kebiasaan ini yang membuat saya merasa lebih baikan ketika sedang mengalami badmood tiba-tiba, atau mengalami banyak ketidakpastian yang menyebabkan saya akan kesel sendiri. Kebiasaan ini ternyata hanya dengan membaca buku. Efeknya secara langsung bisa meningkatkan mood saya, dan menjadikan suatu tanda pada hal-hal kecil yang saya lakukan nantinya. Saya selalu menyebut baca buku adalah salah satu healing saya di beberapa tahun terakhir. Meskipun sebenernya saya baru menyadarinya akhir-akhir ini.
Nyatanya hanya kegiatan duduk diam dan mulai membaca buku adalah salah satu healing atau escaping murah buat saya. Salah satu kebiasaan membaca buku saya biasanya saat mulai masuk ke dalam mobil, saat perjalanan Dinas Luar yang mengharuskan saya commute dari kantor ke tempat klien, meskipun saya menyukai pekerjaan saya, biasanya saya cukup kesel sendiri dengan kemacetan jalanan atau diperjalanan tanpa ngapa-ngapain, dan untuk menghilangkan bad mood itu ternyata saya cukup mulai membaca buku di perjalanan. Membaca buku juga jadi salah satu reward setelah saya melakukan hal-hal kecil, misalnya setelah saya bisa menyelesaikan suatu pekerjaan atau setelah saya mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan, maka buku adalah sarana hadiah kecil-kecilan kepada saya. Saya juga mencoba mulai lebih dekat dengan membaca buku dibandingkan dengan scrolling medsos, meskipun efek Bahagia secara instan yang dihasilkan dari scrolling medsos akan lebih cepat dibandingkan membaca buku. Karena saya melihat ke diri saya, meskipun membaca buku membuat saya healing, efek Bahagia instan yang cepat didapatkan dengan scroll gambar yang memanjakan mata juga tidak bisa ditampik. Namun, nyatanya emosi yang tercipta akan selalu berbeda, buku akan lebih memberikan dampak Bahagia yang Panjang atau rasa menyenangkan yang tahan lama bagi saya dibandingkan media social hanya akan memberikan kesenangan namun sementara. Membaca buku ternyata bisa menjadi terapi bagi saya untuk jadi lebih bahagia, terarah dan punya tujuan. Selamat berproses lebih banyak dengan membaca.

0 comments:
Posting Komentar