Senin, 30 Januari 2017

Produktivenya si Creative digital dengan Notebook Mutakhir Asus



            Dunia blogger sudah saya geluti dari tahun 2012, hal ini saya lakukan karena dari kecil saya mencintai tulis menulis. Tahun puncaknya di 2015 lalu, saya menghadiri salah satu undangan dari intansi pemerintahan karena blog saya ini, dari sanalah saya mengenal tentang dunia blog sesungguhnya. Dengan sedikitnya pengalaman dan pengetahuan saya tentang dunia perblogan, membuat saya lebih tertantang untuk belajar tentang dunia blogging sekarang ini. Salah satunya dengan membuat sebuah kontent yang menarik bukan hanya karena tulisan namun juga karena content visual yang disajikan. Hal ini senada dengan pekerjaan yang sekarang ini sedang saya geluti.  Design adalah salah satu hal yang selalu ada di sekeliling saya. Berhadapan dengan Adobe Ilustratrator, Photoshop, dan Corel Draw menjadi teman terbaik saya setiap harinya.
            Berbicara membuat content yang menarik, dengan tuntutan jaman dan keinginan client bagi saya susah-susah gampang. Hal ini dikarenakan saya memang bukan terlahir dengan bakat seni yang tinggi, namun hal tersebut juga bukan menjadi salah satu penghalang saya dalam membuat content yang menarik sesuai dengan keinginan client, ataupun content yang menarik yang sering saya bagikan di blog saya ini. Hal yang membuat saya kesusahan selanjutnya dalam membuat content yang menarik adalah, kemampuan laptop yang sekarang ini saya gunakan. Selama saya bekerja hal yang membuat saya jengkel adalah kelemotan laptop saya sekarang, padahal deadline selalu menghampiri saya setiap waktu. Bukan hanya sering lemot atau not responding laptop saya juga memiliki visual yang kurang intensif dalam menangkap warna, mengakibtkan banyaknya kesalahan warna dalam hal design grafis.
            Menganti Laptop baru, menjadi salah satu resolusi saya di tahun 2017 ini, beberapa hari yang lalu saat saya iseng mencari tahu tentang notebook saya menemukan sebuah artikel menarik disini, artikel ini tentang ASUS Pro P2430 Dari satu artikel ini membuat saya sangat antusias mengumpulkan gaji saya untuk mencoret salah satu resolusi saya tahun ini menganti laptop baru. Hal ini dikarenakan Asus Pro P2430 memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan saya untuk menghasilkan content yang creative. Ada berbagai alasan mengapa saya jatuh hati dengan asus Pro yang dapat memudahkan saya dalam pembuatan content creative

  1. Gesit dalam pembuatan Content dengan Fitur One Piece Keybord Chiclet Asus Pro
         Di pekerjaan saya sekarang, menulis dan mendesign adalah hal utama yang harus saya lakukan, itu mengapa kecepatan pengetikan dengan 10 jari mutlak harus saya gunakan, fitur one piece keybord chiclet di notebook asus pro bagi saya sangat menarik karena Asus menawarkan kenyamanan dalam pengetikan agar menghindari  typo dengan menggunakan Chicklet Keyboard dimana jarak antar tombol lebih lebar so say goodbye untuk typo. Fitur chicklet ini juga memudahkan kita dalam pembersihan kotoran yang sering menempel disekital tombol keybord.

2.      Membuat kontent dengan visualisasi yang tajam



Content Creative tidak dapat dipisahkan dari visualisasi, pembuatan gambar yang tajam, dengan grafis yang mumpuni salah satu hal yang penting diperhatikan dalam pembuatan content. Hal inilah yang bikin saya tambah kepincut dengan notebook asus pro karena notebook ini mendukung Produktivitas yang tinggi dengan Intel Generasi ke-6 icore 6-i7. Kelebihan Intel Core i7 Processor sendiri adalah Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tanpa VGA di dalam prosesor ini, namun 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor. Hal ini akan membuat perfoma notebook kita dapat bersaing dengan destop. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus. Jadi, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), akan sangat didukung oleh Core i7. Bukan hanya dari segi prosesor yang mutakhir, Asus Pro P2430 juga mendukung grafis yang mumpuni dengan discrete grafis berbasis Nvidia Gefprce 920M. Notebook ini juga didukung dengan menggunakan kartu grafis sebesar 2 GB di dalamnya. So, buat design yang ciamik tidak akan dapat halangan dari notebook  yang satu ini.

3.      Efisiensi dalam bekerja


Pembuatan content creative juga tidak dapat dipisahkan dari file client ataupun data external diluar dari laptop kita, Perpindahan file dari komputer satu dengan komputer yang lain adalah hal yang sering banget melakukan itu, apalagi untuk produk dari clint, oper-operan file menjadi rutinitas sebelum memulai bekerja, dengan Asus Pro tidak perlu repot karena kehabisan port usb karena notebook Asus Pro memiliki 4 buah port. Jadi menunggu ngantri pemindahan data tidak akan terjadi dengan Asus Pro, bukan hanya itu port usb-nya juga menawarkan kecepatan data 10 kali lipat lebih cepat dibandingkan USB 2.0. Sering kehabisan colokan di kantor? Tenang Asus Pro P2430 USB 3.0 juga mendukung USB charge yang pastinya akan memudahan dalam melakukan charge gadget kita, tak perlu repot-repot lagi nyari terminal tambahan atau yang lainnya. Kan bikin tambah gak sabar gajian buat beli asus pro ini, kalo udah nerangin keungulan Asus Pro P2430u

4.      Keamanan yang Terjamin


           Seorang pekerja yang setiap waktu menggunakan Notebook, data yang dimiliki untuk pekerjaan seperti sebuah uang, jika di curi ataupun hilang sakitnyaa pasti ngak ketulungan. Sebagai notebook untuk segmentasi korporat, Asus Pro P2430u telah dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan yang terpasang pada hardware dan sistemnya. Sistem keamanan ini dapat diatur melalui aplikasi Asus Pro P2430 Business Manager, dengan menyetel fitur Security. Kita dapat mengunci fungsi USB dengan password, sehingga orang lain tidak bisa mentransfer maupun mengambil data pribadi dari notebook Asus Pro P2430 tanpa seizin kita. Harddisk-nya dapat di-lock menggunakan password dengan cara mengaktifkan fitur HDD user password protection. Wah keren banget kan?

5.      Jangan lupa menjaga kesehatan mata selama bekerja


      Melihat laptop lebih dari 12 jam setiap hari adalah pekerjaan dan hobi saya, apalagi untuk blogwalking mencari inspirasi 24 jam pun hanya disela mandi ataupun makan saya bisa!!  tapi seringnya mata saya akan memerah jika saya mengetik ataupun membuat design berjam-jam. Kelebihan lain dari notebook ini yaitu menawarkan disain display anti glare, yang mana permukaan layar matte di laptop ini dapat mencegah refleksi yang tidak diinginkan, jadi mata merah karena kelamaan di depan notebook dapat diminimalisir

6.      Membuat Content dengan Jari yang multi tasking.


Mouse adalah teman setia laptop setelah charge bagi saya, karena pembuatan design akan sangat berhubungan dengan drag, tapping, zoom in, scroling. Asus Pro P2430u saya pilih karena menawarkan design yang menarik juga menawarkan Multi Geasture Toucpad. Dengan Multi Geasture Toucpad ini kita tidak perlu repot-repot membawa mouse setiap waktu.

7.      Portabilitas Tinggi dengan Desain Penuh Gaya


Bagi saya yang ini juga penting, enggak cuman fasilitas pendukung korporat aja, Asus juga mengususng desain penuh gaya. Nah bagi generasi milineal “desain” menjadi hal yang sama-sama penting fasilitas utama yang diberikan, dengan asus pro memiliki desain solid, profesional namun di balik ke profesionalannya dalam hal komponen dan fasilitas, ASUS  Pro P2430 memmiliki desain yang simpel namun tetap terkesan elegan. Posturnya yang tipis dengan balutan warna gelap juga mendukung kebutuhan penggunanya akan style dengan cita rasa tinggi. Apalagi didukung dengan desain casing-nya yang ketjeh. Dengan travel distance sekitar 2,3mm, ia akan terasa lebih mantap saat digunakan. Adapun ketebalan yang hanya 2,3 sampai 2,6cm dan bobot yang relatif ringan, hanya 1,95Kg so mudah dalam penggunaan dan pembawaan itu pasti.

Well itu semua adalah alasan mengapa ASUS pro P243 ini mendukung pekerjaan saya dalam pembuatan Content Creative



Daftar Pustaka Gambar dan Referensi
1. http://www.anangbastomi.com/2016/11/asuspro-p2430u-dibekali-teknologi.html
2. https://www.facebook.com/ASUSIdOfficial/
3.http://bloggerperempuan.com/asus/
4. www.asus.com/id
5. https://www.asus.com/id/Commercial-Notebooks/ASUSPRO-P2430UA/

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.




Pria Di Bawah Hujan


Hujan sore ini dibalik koridor jendela kuamati hujan yang selalu hadir tanpa permisi, menjadikan ketidak pastian selalu ada saat ia datang begitu saja. Kopi pekat yang baru kupesan diantar waiters yang sudah hapal dengan kebiasanku di cafe ini. Lucu saja rasanya melihat gelagapan orang yang sering kecewa dengan ketidakpastian hujan, gelagapan tanpa persiapan ketika basah menjadi hal yang harus dilalui. Seorang pria jakung memasuki pelataran cafe, pria yang sama setiap harinya selalu sama di jam sama, keadaan yang sama dan pesanan kopi yang tak pernah berubah setiap hari, Expresso, Dengan wajah yang selalu sama menatap layar smarth phone dengan kebinggungan ketika hujan melanda. Tanpa berpikir panjang dia duduk di depanku, memberikan salam permisi lewat mata dan tanganya yang meminta perizinan duduk dikursi depan, aku hanya menganguk mengiyakan, senyumnya masih sama tulus dan berpemanis. Dengan hembusan napas berat dia mengeluarkan buku hitam yang sering ia bawa kemana-mana. Aku memang telah mengenalnya jauh-jauh hari sebelum aku tahu kebiasaanya menunggu hujan reda atau sekedar menengelamkan diri bersama kopinya di tempat ini.
Lucu rasanya, mengenal tanpa dikenal sekedar tahu tanpa ingin diketahui. Mencuri pandang dibalik buku tebal yang aku gunakan untuk menutupi mataku yang sering liar memandang kearahnya. Aku selalu melihatnya, keseriusanya mencorat-coret bukunya. Duduk di hadapanya adalah hal pertama dalam sejarah kehidupan paling istimewa yang sering aku tunggu. Meskipun ketakutan itu ada saat detak jantungku diketahuinya secara nyata, mungkin. Rasanya mengetahui semua orang yang menceritakanya dengan nama harum yang selalu ia bawa dibalik wajah tampannya, membuatku sadar hanya sebuah butiran tanpa kepercayaan saat aku mengetahui persaanku. Aku tersenyum menatap jendela.
“Apa yang istimewa dibalik jendela kaca yang selalu sama sepertinya?” ucapnya membuyarkan lamunanku
“Tidak ada, hanya menyukai orang yang menunggu hujan reda, atau sekedar membasahkan diri dengan derasnya ketidakastian hujan”
“Jadi anda menyukai kesusahan orang lain?” ucapnya
‘Tidak juga hujan bukan malapetaka untuk mengidentifikasi hujan adalah kesusahan”
“Untuk pecandu sastra iya? Untuk para penggila kerja? Hujan hanya sebuah permasalahaan semata”
“Jadi hujan salah?”
            “Aku tidak menyalahkan hujan, hanya kurang menyukai hujan dibalik permasalahan yang ia timbulkan”
“Mungkin anda disuruh menunggu atau memberikan jeda”
“Membosankan hidup seperti itu, memberikan jeda tanpa kepastian”
“Mungkin anda tidak pernah memberikan jeda dalam hidup, jadi terkesan kehidupan hanya harus diisi oleh hal yang pasti. Pasti menyisakan tawa atau malah luka”
“Bukankah itu lebih baik dibanding ketidak pastian, yang membuat orang-orang bertanya-tanya atau malah kepura-puraan saja”
“Mungkin?” Ucapku mengakhiri pernyataan klise filosofis yang baru kita buat.
1 tahun berlalu, Aku telah meninggalkan Jogja. Dengan berbagai cara aku membuang ketidakpastian perasaanku sendiri, mungkin benar aku terlalu menikmati sebuah jeda tapi lupa ada kepastian yang harus aku rasa. Mungkin hujan kali ini bukan sebagai jeda dalam hariku, melainkan sebuah cara harus melewatinya bukan sebuah masalah besar untuk ditunggu. Mungkin itu sama dengan perasaanku selama satu tahun ini menunggu tuan yang aku kenal tapi sama sekali tak mengenalku, dibalik jendela kaca yang sering aku tunggu. Namun, jika aku tetap menunggu dia aku lupa hakekatnya rasa itu sendiri. Ada saat menunggu tanpa kepastian adalah sebuah jeda yang menyenangkan dengan harapan palsu yang selalu aku biarkan mengerogoti logika yang tak semestinya. Kembali lagi, itu hanya sebuah ketidak pastian!. Dan ketidak pastian hanya dicintai orang yang tidak ingin terlukai oleh kenyataan, mungkin itu aku. Aku takut terluka. Selama satu tahun ini aku menata perasaanku sendiri menengalamkan rindu yang tiba-tiba muncul dengan fokus kepekerjaanku sekarang, selama itu artinya setiap detik ketika aku melewati waktu. Dia masih selalu terngiang dibalik harapan-harapan ketidak pastian yang selalu aku agung-agungkan tanpa kejelasan. Mungkin sekarang dia telah bersama orang lain, memadu cinta seperti semua orang harapkan. Pun aku juga ingin seperti itu, tentu dengan melupakan orang yang yang tak pernah benar-benar mengenalku, tapi rasanya semakin aku ingin melupakanya, semakin aku sadar rasa itu lebih mengikat diperasaanku.
Hujan mengguyur Jakarta, aku berjalan dengan payung yang selalu aku bawa ditasku, tidak ada lagi kata menunggu yang syarat akan kenangan bersama hujan deras, aku melepaskan diri bersama butiran hujan yang turun dari langit. Seorang pria berjalan mendekatiku menutup payungnya dan berjalan beriringan denganku, senyum tulus berpamanisnya masih sama tak pernah berubah meski satu tahun telah berlalu.
“Jadi, sekarang sudah menjadi seorang yang mencintai kepastian ucapnya”
“Tidak, hanya tidak mungkin membuang kesempatan hanya karena menunggu ketidakpastian”
“Bagaimana dengan Cappucino dicafe sebrang jalan?, sekedar penunggu ketidakpastian hujan yang katanya jeda sebuah rencana?”
“Bukankah itu sama saja membuang waktu dan membuang kesempatan dibuku agendaku?”
“Bukannya ini waktu yang kamu tunggu? Membuang ketidak pastian didalam benakmu?”
          Aku hanya tersenyum berjalan beriringan dengannya  dibawah hujan                        
-TAMAT-









Senin, 09 Januari 2017

Coretan 2016, dan sedikit cerita untuk 2017


               Setelah vakum beberapa minggu dari perblog, postingan ini menjadi salah satu postingan awal tahun di 2017, dan menjadi salah satu postingan tentang rangkuman jatuh bangun di 2016. 2016 menjadi tahun penuh ambisi, asumsi ataupun ekspektasi bagi saya, dan tahun 2017 ini menjadi salah  sesuatu banget, sesuai sedikit tentang curhatan saya tentang Quarter life Crisis disini, fiuhh :”, jadi saya mau cerita tahun 2016 yang lalu waktu yang di titipin Tuhan ke saya buat apa aja, tujuannya simpel buat ingetin aku untuk lebih mengupgrade diri di tahun 2017 sebagai seorang yang lebih baik.  
  1.  Agama
Well, tahun 2016, kondisi agama saya menurut saya gak banget, banyak banget kejadiaan saat saya marah dengan Tuhan cuman karena cobaan, padahal jika saya pikir lagi dan melihat kebelakang, ujian itu masih secuil banget engak ada ipity-ipitnya dengan yang lainnya ataupun sekarang. Tapi ya itu, semakin dewasa kita pasti pemahaman kehidupan kita akan lebih berkembang dan ini yang saya dapatkan setelah beberapa bulan kejadian semua itu.
2.      Kehidupan
Tahun ini jadi tahun paling penting buat start di hal-hal yang baru bagi saya. Banyak sekali kejadian yang akhirnya gue banting setir dari hal yang paling penting sampai gak penting-penting amat. Sulit ditebak, tapi dapat di usahakan ya itu salah satu caption  2016. Di mulai dari awal tahun saya merombah domain di blog ini, mendapatkan berbagai kesempatan kerja part time dan freelance bergengsi mulai dari kerja dengan Ditmawa, BNPT, dan MPR, menurut saya itu adalah sedikit yang istimewa di 2016. Di balik itu semua, ada kegagalan saya mencoret salah satu impian terbesar saya tahun ini, saya melanjutkan kuliah. Kejadian ini bermula ketika saya lebih asik untuk berpart time dan freelance ria, menunda kewajiban menyelesaikan Tugas Akhir saya segera hingga akhirnya harusnya saya Juli bisa yudisium, saya harus menunda sampai bulan Agustus. Mungkin itu waktu yang cukup sedikit hanya berjarak 1 bulan, tapi tidak untuk plan saya selanjutnya, periode satu bulan itu mengakibatkan banyak pilihan besar yang harusnya saya lakukan tahun ini, terpaksa harus saya tunda. Jujur saya sempet kecewa dengan diri saya sendiri saat itu, saya sering nangis didepan temen saya saat curhat, padahal jika saya pikir-pikir saya jarang sekali curhat sampe nangis sebelumnya mau putus pun ngak nangis tapi pas ini, berasa gue males nyelesein tahun 2016, karena akhirnya gue ngeliat 2016 seperti 2015 juga,bulan agustus ngasih liat kegagalan gue. Tapi dari bulan agustus itu saya mulai banting plan-plan saya, Jika Plan A tidak berhasil, masih ada plan A-Z yang bisa kita laksanain, SO?. Daari situ gue mulai nyusun plan baru, mulai dari saya pengen melanjutkan pendidikan menjadi seorang pekerja. Saya mulai plan perusahaan mana saja yang saya inginkan dan berbagai target baru lainnya. Kehidupan masih harus saya lanjutkan dengan berbagai tantangan, september 2016 saya putuskan untuk ke Pare, salah satu fase upgrade diri di 2016 bagi saya, sebelum dari pare, saya sudah merencanakan apa yang akan saya lakukan setelah lulus, salah satunya mendapatkan pekerjaan segera,!! Target utama saya setelah saya dari pare, saya mendapatkan pekerjaan, malah keinginan saya, Pare sebagai tempat mengisi waktu luang sebelum di panggil kerja. Tapi, lagi-lagi saya harus membanting setir kehidupan saya, di awal setelah yudisium saya ingin kerja di JABODETABEK, tapi tidak diridhoi oleh orang tua, dan naasnya, saat mendaftar beberapa perusahaan saya juga tidak dapat kelanjutan, akhirnya saya manut dengan pilihan orang tua yang menginginkan saya bekerja di solo-jogja-semarang. Setelah dari pare, saya pulang kerumah beberapa hari. Setelah itu kembali ke Jogja, karena saya takut akan kelamaan di zona nyaman jika dirumah, itu kenapa saya balik ke Jogja. Di Jogja, saya banyak menikmati quality time saat itu, tapi hanya 7 hari :”(. Setelah saya galau karena males jadi penganguran, Allah langsung turunkan pekerjaan saat itu juga, disaat saya pengen bekerjaa sekali, akhirnya dari beberapa tawaran pekerjaan, dan beberapa analisis papassion yang saya miliki saya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dnegan minat saya yeaah!! After this, menikmati menjadi seorang karyawan, ternyata tak semenarik yang pernah saya bayangkan. Di tempat pertama saya bekerjaa itu banyak sekali habit buruk yang saya miliki, karena lingkungan yang  memang mendukung, belum lagi dengan banyaknya hal-hal yang menurut saya tidak sesuai hingga akhirnya saya mengambil keputusan untuk resign. Setelah ssekitar 2 bulan kurang saya menjadi karyawan tempat itu.. Resign  disini yang saya inginkan adalah saya tahu dan ingin tahu who i’m, terutama, karena jelas saat ini saya sedang mencari jati diri itu kenapa saya pikir itu semua adalah hal urgent untuk saya lakukan, Beberapa hari saya masih sering di kamar, setelah itu quality time dengan diri saya, ketempat yang sering saya kunjungi dan lain sebagainya. Resign saat itu juga keputusan besar bagi saaya, tapi saat itu saya pikir sudah tidak ada pilihan mau bagaimana lagi. So i did this. After it, gue yang saat itu emang berkeiginan untuk enggak bekerja dulu dan pengen pulang kerumah buat quality time dengan keluarga dirumah, belum bisa!! Setelah beberapa hari resign saya dipanggil interview lagi, dengan berbagai pertimbangan dan sholat isthikharah akhirnya fix gue mau nerima kerjaan disana, dan tepat sekarang gue jadi karyawan lagi hahah. Bolak balik amat ya cerita hidup di 2016 ini bagian yang ini.
3.      Teman
Saya ngerasain banget kehilangan temen di 2016 juga, hal paling saya takuti dan beneran terjadi di 2016 adalah satu persatu temen saya ningalin saya buat ngejar cita-cita meraka, ternya mereka yang ningalin saya bukan saya yang ninggalin mereka hahaha, karena sampai sekarang saya masih di Jogja. Fase yang menurut gue ngedewasain saya banget, dan buat saya baper banget. Tahun ini saya udah gak ada buat tahun baruan karena biasanya kita sering punya acara entah ngecamp atau yang lainnya. Saya kangen banget nikmatin jogja bareng mereka, jogja sekarang bukan lagi berasa Jogja yang dulu bagi saya. T.T. Meskipun dari semua itu saya juga punya banyak temen baru, tapi tetep aja, mereka enggak pernah keganti sampai kapanpun itu. Mereka terlalu istimewa.
4.      Relathishionshitt
Di tahun 2016, saya masih jomblo dan stay cool, masih tetep sama lebih milih jomblo dibanding nyakitin orang lain lagi kayak tahun-tahun sebelumnya efek saya ngak bisa move on-_-. Tapi kabar gembiranya di tahun ini saya udh 70% move on dari orang yang udah ngisi 3,5 tahun di hati saya. Akhirnya tan, salah satu prestise tersendiri yang bikin saya ngetawain masalah ginian. Daebaak diss!!! Hahah. Karena pada akhirny saya tahu kunci itu saya taruh dimana, dan saya bisa ngebuka gemboknya lagi, meskipun belum sukses besar sih. Tapi tetep aja kan bikin saya bahagia. Semua ini di awali dari saya ke pare, Pare emang oke banget buat pelarian ternyataa hahah, mujarab saya bisa move on 50% dari sana, dari sana juga gue bisa sedikit keketuk hatinya oleh orang lain pernah gue tulis disini... tapi gak sukses juga sih karena balik di jogja saya masih sering dilema sama perasaan saya sendiri. Dan akhirnya ada seseorang yang bisa ngetuk perasaan gue lagi dengan pelan tapi pasti, -____- radak gak terima sih, karena gue paling gak bisa baper sama orang kayak gitu, tapi saat itu entah karena apa gue bisa baper banget, dan setelah kejadi itu semua akhirnya gue sedikit ngibiasain perasaan gue sama tu cecenguk 3,5th gue taksir T.T.
5.      Kesehatan
Yeaah tahun ini Alhamdullilah saya lebih sedikit punya banyak habit baru yang lebih bagus dibanding tahun sebelumnya, mulai kesadaran saya buat ke Gym ataupun yoga, kalo yang ini emang pas masih jadi mahasiswa sih karena sekarang udah gak ada kartu sakti KTM buat nge-GYM dan Yoga cuman 2k wkwkkw. Saya juga mulai sedikit sadar akan minum air putih setiap hari, joging, dan kebiasaan bangun lebih pagi yeaaah!!!
6.      Keuangan
Tahun 2016 menurut saya tahun paling boroos dibanding tahun sebelumnya, karena tabungan saya lebih dikit banget dibanding tahun sebelumnya, T.T tapi semoga uang itu saya manfaatin sebaik mungkin aamiin
7.      Yang lain
Tahun ini, saya masih memiliki tempat ternyaman seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu di perpustakaan pusat, satu-satunya tempat yang selalu dapat membuat saya tenang meskipun saya sedang sebete apapun, tempat yang sampai sekarang dapat menetralkan diri saya segera, saat saya suntuk, gak jelas, absurd tempat itu adalah satu-satunya tempat yang dapat mengembalikan enegergi positif saya segera, i’m so glad know you so well my fav place, Perpustakaan Pusat UGM. Dan tahun ini juga tahun aplikasi spotify buat gue. spotify punya kenangan banyak banget dengan gue. Dan satu-satunya aplikasi yang tahun ini bisa bikin gue bapernya selalu keulang *loh?* di bagian relathionshit tadi gue sempet nyinggung tentang perasaan 3,5th Nah dia orang di balik aplikasi ini, bukan yang nemuin atau bikin. Jadi ceritanya gue nemuin spotify dia karena kita temenan di fb, dari situ gue ngeliat playlist dia, dan you know? 80% playlist dia adalah semua lagu yang gue sukain. Gue paling anti nyamain kesukaan musik, tapi kalo ini beneran sukaa -____-. Dia punya banyak genre musik yang sama kayak gue, apa emang karena kita yang pasaran ya sukanya? Wkkwkw tapi cuman dari dia ada playlist lagu lawas yang I love it banget!! Semacam Weslife, Air supply, All 4 One, Natasha Bedigfield, Train, Iwan false, Sheila on 7, sampe Crisye dia adaa hahah. LOL


Hikmah 2016
Setiap kejadian pasti ada hikmahnya dan gue nysuun sedikit hikmah itu
1.      Kehidupan
a.       Tahun ini saya memang gagal untuk melanjutkan pendidikan saya, tapi Allah mengntikannya lebih dari apa yang sebenarnya saya butuhkan. Dunia kerja!!! Proses yang sama sekali saya rasa lebih memberikan saya banyak ilmu dan banyak waktu untuk tau apa sejaatinya yang saya cari. Mungkin sedikit gambar tentang Who i want di dunia kerja pernah saya tulis disini, dan sekarang 50% dari semua itu sudah saya dapat. Yeahh!!! 
b.  Berproses lebih baik dan lebih cepat, setelah semua proses patah arrah dan bangkit berkali-kali itu, Allah banyak mendewasakan saya lewat banyak hal yang sering saya tidak sadari selama ini. The Power of 2016 adalah saat banyak sekali keajaiban yang saya tidak pernah menyangkanya, dan semua itu karena skenario terhebat Tuhan saya
3.      Teman
Sekarang teman saya satu persatu telah meninggalkan saya, tapi saya bahagia, ternyata teman saya seambisius itu semua ya :”) i’m so glad hear them resolution or them status, is so amazing when your friend said about their happines. And I’m realize that mereka se mandiri-mandiri dan amazing itu semua. Saya juga banyak belajar tentang pertemenan tahun ini.
4.      Relationship(t)
Tahun ini banyak belajar, ternyata Tuhan ngasih tau perasaan yang dulu karena saya banyak belajar dari dia. Dia yang mengajarkan saya untuk selalu mengupgrade diri saya, dan saya melakukan itu, saya mempelajari apa passion saya dan apa yang saya inginkan dan salah satunya design! Karenanya, saya bisa mencintai dunia unik dari design meskipun saya paling nol besar bidang seni tapi saya akan mencobanya, thank you untuk 2016-nya kamu mengajarkanku banyak hal :)

Popular Posts