-Saya suka menikmati hal baru, mengunjungi tempat baru, menghirup aroma baru, melakukan hal yang berbeda setiap saya mulai merasakan bosan, atau mendengarkan sebuah playlist baru setiap hari, yeah!! Itu mood terbaik saya!. Waktu itu Tuhan punya cerita seru untuk saya, di berikan kesempatan menikmati udara di kota baru, baru pertama kalinya saya mengunjunginya, baru mencoba travelling seorang diri tanpa ditemani kerabat ataupun teman terdekat, baru perjalanan terjauh dengan modal minim backpacker budget. Tapppii Tuhan menghadirkan berbagai rasa baru yang seru, unik dan menarik, ah baru-baru ini saya ingin mengulangnya lagi!.
Hari itu
hari kamis, setelah menyelesaikan pekerjaan kantor terakhir saya buru-buru ke
stasiun dengan persiapan yang super-duper dadakan! Iyaa bukaan Intan Namanya
jika ngakk dadakan! Pesen tiket inipun dengan dadakan pulaaa. Nyaris ngak dapet
tiket murah sesuai kantong karena kejepit long weekend. Kereta berangkat pukul
18.15 saya berada 15 menit lebih awal distasiun. Kereta yang saya tumpangi
adalah kereta ekonomi tak khayal kita harus berhadap-hadapan tempat duduknya,
ada 4 tempat duduk di kerata dekat saya, dan naasnya saya barengan
dengan para cowok-cowok strong didekat saya. Yahh tapi ini perjalanan yang baru
juga buat saya, baru pertama kalinya saya seorang diri perempuan sendiri yang
diapit para pria yang belom pernah saya kenal.
Dari
dulu, kereta api adalah salah satu moda transportasi favorite saya, menggunakan
kereta selalu memberikan kenyamaanan entah mengapa. Selama di kereta saya
seperti menikmati waktu me time yang lebih intim dengan diri saya, how
filosofis am? Hahahha. But trust me I always already to do filosofis journey
in Bandung. Meskipun dengan perisapan yang dadakan perjalanan ini adalah
perjalanan dengan berbagai tujuan yang saya impikan. Ada berbagai alasan absurd
yang mengiringi perjalanan sendiri saya tanpa siapa-siapa di 3 kota yang akan
datangi, ada berbagai filosofis yang saya gunakan diperjalanan ini, dan ada
alasan saya merinduhkan “freedom choice”. Ah jika membahas ini tak akan ada
ujungnya bagi saya.
Sepanjang
perjalanan hanya beberapa kali saya mengobrol tidak banyak dengan beberapa
orang di samping saya ditemani satu buku agenda kecil tentang rangkaian plan
saya selanjutnya, cuaca malam dengan
gerimisnya lebih menawarkan rasa kantuk, tapi saya masih mencoba membaca salah
satu novel dan menikmati lagu kesukaan saya di spotify karena belom begitu
larut bagi saya saat itu, baru pukul 9 malam, beberapa waktu berlalu ditemani
dengan bantal pinjeman dari KAI akhirnya saya terlelap juga. Pukul 1 malam saya
dibangunkan bapak disamping saya untuk pindah posisi karena orang di depan saya
sudah sampai ditujuan mereka masing-masing. Saya menselonjorkan kaki saya, ahh
ini rasanyaaa nikmatt tak terkiraa bagi saya saat itu. Pukul 03.00 kereta
sampai di Stasiun Terakhir keberangkatan, stasiun Kiara Condong. Dengan mata berbinar-nbinar
saya sampai di stasiun pertama #expedisiGadisIntan. Stasiun Kiara Condong. Saya
memberanikan diri memasuki wilayah utama di stasiun Kiara condong yang mengingatkan
saya dengan kisah absurd backpackeran bersama kedua kawan saya 2 tahun silam
Jogja-Surabaya-Malang mungkin lain kali saya akan ceritakan lagi. Saya langsung
ke mushola untuk rebahan, tapi tidak dapat tidur T.T mungkin karena posisi yang
kurang nyaman ataupun pikiran-pikiran absurd saya yang lain.
Pukul 4 saat subuh tiba saya kekamar mandi, untuk mandi dan beres-beres dan setelah selesaai semua-muanyaa saya balik kemushola lagi karena nunggu motor yang akan diantar jam 8, masih lamaaa, akhirnya saya memutuskan untuk jalan sekeliling stasiun Kircon, deket kircon ada pasar tapi saya tidak tertarik memasuki pasar karena takutnya bakal kelamaan dan akang yang nganterin motor udah nungguin, jadinya saya sarapan dideket Kircon. Ada berbagai jajanan ataupun sarapan khas yang di tawarkan deket Kircon, dan saya memilih Tahu kupat khas Sumedang. Rasaanya lumayaan, tapii tahu kupatnya beda dengan tahu kupat daerah saya di Sragen, Magelang dan beberapa wilayah Jogja *karena gak semua* yang menggunakan sambal kecap asem bukan sambal kacang, so faar lumayan penganjal peruut yang murah 8k dengan teeh hangat tawar karena sama sekali tanpa gula, *jika diJabar setau saya harus bilang teh manis jika ingin dibuatkan teh manis, bukan teh tawar* Setelah menyantap penganjal perut di pagi ini saya ke staisun kircon kembali untuk bertemu dengan akang pengantar motor.
Saya
menyewa motor di hari pertama di bandung karena tujuan hari pertama saya di
Lembang yang notabene akan sedikit kesusahan jika
saya menggunakan transport umum, meskipun diawal saya berfikir ingin
menggunakan transport umum tapi setelah nanya-nanya sama temen-temen yang ada
di Bandung akhirnya saya menggunakan motor yang saya pikir lebih effective. Saya
menyewa motor di saverental, 24 jam dengan biaya 85k, motor beat, tapi jika
yang injection beda 5k menjadi 90k, akan ada kurir yang mengantar motor tanpa
kita mengambilnya, dan so worth it rental bagi saya.
Ohiya saya punya cerita lucu difoto ini saat berfoto di Gedung Sate, tunggu kelanjutannya yaa!!
Oke ini
pembukaan untuk solo traveler edisi 1 di Bandungnya ya, tunggu cerita tentang
Lembang dan Bandung Kota serta 3 kota lainnya : Bogor, Depok, Jakarta ! See Ya!




