Salah satu “palu gada” pekerjaanku selain auditor (tupoksi utama) adalah jadi mbak-mbak admin pengaduan dan konsultasi. Bahkan beberapa teman kantor sudah merasa kasihan sama load pekerjaanku dan sering bilang, “Udah, lepas aja adminnya.” Tapi entah kenapa aku selalu meyakinkan atasan untuk tetap menjadikanku admin, bahkan di tengah banyaknya pekerjaan lain.
Buatku yang anaknya word of affirmation, peran ini justru jadi semacam escape di sela-sela mencari ketidaksesuaian saat audit atau verifikasi dokumen. Apalagi kalau dapat ucapan sederhana dari pelaku usaha, meskipun cuma “terima kasih”. Rasanya capek seharian langsung hilang karena merasa masih punya sedikit peran dan manfaat untuk orang lain.
Selama 5 tahun dan dari peran ini juga, aku banyak belajar tentang komunikasi yang berempati. Aku belajar bahwa komunikasi bukan sekadar mengeluarkan isi pikiran. Komunikasi yang baik adalah memastikan pesan diterima sesuai maksudnya, dengan mempertimbangkan konteks, timing, bahasa, dan kondisi lawan bicara. Karena ternyata, menjadi benar saja tidak cukup cara menyampaikan juga sangat penting.
Aku juga belajar untuk lebih sabar menghadapi pelaku usaha dengan berbagai gap kompetensinya. Ada yang pintar banget, cepat memahami semuanya. Tapi ada juga yang benar-benar masih kesulitan mengoperasikan Ms. Word, sementara seluruh pendaftaran sudah menggunakan OSS 🥹
Belajar tetap santun saat rasanya ingin tantrum. Belajar tetap profesional saat menghadapi berbagai tingkah pelaku usaha yang kadang bikin pengen “nampol online” rasanya 😠Tapi tetap berusaha sesopan mungkin, tetap open minded, dan tidak merasa paling benar. Karena namanya manusia, semuanya masih sama-sama belajar dan punya salah.
Dari situ juga aku belajar bahwa kecerdasan tidak selalu berbanding lurus dengan empati. Aku selalu tertarik dengan orang yang pengetahuannya luas, tapi ternyata tidak semua orang mampu menggunakan empatinya dengan baik, sebesar apa pun wawasannya.
Di dunia yang serba hiruk-pikuk ini, semoga kita bisa menjadi salah satu orang yang tidak hanya punya pikiran luas, tapi juga hati yang luas.
0 comments:
Posting Komentar