Sabtu, 11 Januari 2020

Jakarta, Dan Tentang Salah satu Mimpi (D-19)

Pagi ini pukul 02.30, gw gak bisa tidur. Gw memang bukan pecandu kopi sekarang, dan kemaren setelah meminum kopi dari kedai kebangsaan gw di Malang, gw enggak bisa tidur juga, padahal dulu biasa aja, tidur tinggal tidur. Meskipun pagi ini sebenernya gw ngantukk parah tapi enggak bisa merem. Gw merasa bersalah juga sama diri gw, karena gak tidur dengan baik, atau setidaknya istirahat sebentar.

Pagi ini gw mulai merencanakan what's the next? Rasa-rasanya pelik sekali, gw, di titik gw di minta ortu gw buat ikut CPNS tapi gw belum seniat itu dengan CPNS. Gw masih ingin ke Kota yang pernah jadi impian gw sebelumnya. Jakarta.

Kota seribu Mimpi katanya, ibu Kota yang lebih kejam dibanding ibu tiri juga kata banyak cerita. Tapi gw pernah jatuh cinta dengan Jakarta, gw pernah ngerasain how to survive di krl saat pulang kerja atau sekedar survive dengan panasnya Jakarta. Iya sih itu baru secuil kisah tentang Jakarta. Tapi rasa-rasanya Kota itu mulai banyak ngisi di pemikiran gw akhir-akhir ini. Gw jadi inget banyak temen gw yang ngegangutungin dirinya di Jakarta. Mereka semua bisa bertahan? Sejauh yang gue lihat sih bisa-bisa aja. Kalo di Tanya apa Salah satu harapanmu nanti? Gw bakal jawab, gw pengen nyobain kerasnya hidup di Jakarta, kerasnya nyari kerja, kerasnya jalan jauh kepanasan, kerasnya kehidupan corporate. Iya, gw jugaa masih pengen jadi budak corporate. Jalanin passion gw bidang SCM, belajarr banyak tentang distribusi Dan logistik dari perusahaan multinational. Impian. Bukankah Mimpi harus setinggi langit bukan?

Jakarta. Kota yang akan bakal gw selipin dalam doa akhirnya. 
Gw mau keluar dari zona nyaman gw dulu. Langkah gw masih panjang. Gw pengen nikmatin semua mimpi-mimpi gw.

Best Regards

Seseorang yang mulai menimbang semua pilihan.

How I've leaving D-20

Hey, ini akan panjang. H-20 gw akan berusahaa nyelesein semuanya. H-20 I'm leaving for good from this city. Mungkin sampai 2.5 tahun gw tinggal di Malang, Malang is not good enough for a good memory. But at least I have a lot of good things from this city. Bukan sebuah Kota terindah tapi setidaknya sebuah Kota yang mungkin akan selalu gw kenang.

Malang masih sama, hambar rasanya. Seperti sebuah Kota yang tidak banyak memberikan good things to keep staying. Tapi setidaknya, I have some value from this city. Ternyata peran lingkungan memang sengaruh itu dalam sebuah kehidupan. Meskipun, ya benar  we are not relly on other people, tapi tetap saja lingkungan itu berpengaruh banyak dalam perkembangan seseorang.

Tapi Saya mau mengucapkan terima kasih kepada diri Saya, setidaknya Ada banyak Hal yang perlu Saya syukur. At least, in this place I have to build my personality.

Lebih bisa mengenali diri Saya dibanding banyak mengenali orang lain, mengenali Saya bisa bekerja di bawah tekanan, bisa lebih tough buat banyak Hal, bisa lari juga ternyata Saya , bisa sadar batas kadang.

Malang bukan tempat yang membuat Saya mengenali banyak orang, tapi lebih banyak mengenali Saya ke diri Saya sendiri.

Hari ini di 20 Hari terakhir Saya akan meninggalkan Malang, Saya mau mengabadikan banyak moment kehidupan Saya, membuat banyak bucket list Dan belajarr berlari lebih kencang. Bucket list di Malang masih banyak yang belum Saya capai, tapi Tak mengapa. Masih Ada hri esok bukan?

Hari ini Salah satu buckets list Saya sudah tercapai, beli brown coffee Buble di pesen kopi. Besok Saya mau ke Wilis, nikmatin pecel kawi Dan ke perpustakaan Kota. Seru? I guess. So here I'm. New things with new journey, learning, and etc.




Popular Posts