Minggu, 08 Januari 2023

Tentang Ujian

Salah satu resolusi di 2023 adalah pengeluaran sesuai budget tapi tetep bisa mindfulness eating or my food. Dari seminggu lalu tu udah bisa banget njalanin plan A, masak, trus ngatur pola makan, ngatur budget keuangan, dll. Tapi tiba-tiba aja kupingku sakit berdenging, dan kayak gak bisa denger sebelah (ini karena aku ngebersihin kuping pakek cotton bath tapi kekerasan) Akhirnya Ke dokter, ternyata harga perawatan dan pengobatannya lumayan banget, akhirnya radak kesel lahh ini aku udah hemat selama seminggu ini, tiba-tiba ada pengeluaran out of budget yang mayan, padahal kemren udah berusah ngehemat-hemat, T.T tapi ternyata disitu ujiannya wkwkkw. 

Di fase Aku yg ngerasa alah udah out of budget gitu, gak usah deh repot-repot masak lagi, toh nantinya yg dikeluarin paling sama aja banyaknya, gak usahlah hemat-hemat toh nanti yang dikeluarin bakalan banyak juga dll. Siang ini ngedengerin beberapa rekaman kajian, krn dari kemren gak bisa ikut zoom bcs of something, salah satu kontemplasinya ternyata buat istiqomah tu ujiannya banyak ya :” ya kali mau berubah gak ada ujiannya, dan emang bener sih “Memulai itu lebih gampang dari istiqomah” jadi gimana tan? masih mau lanjut plannya apa dapet ujian kek gitu langsung puter jalan?

Senin, 02 Januari 2023

Lesson Learned From 2022

        2022 mungkin bukan salah satu tahun tahun akselerasi kehidupan, bukan salah satu tahun dengan berbagai pencapaian, dan bukan tahun yang bisa menceklist semua target yang telah di buat.  Seperti menaiki roller coaster, Ada banyak letupan emosi dan perasaan campur aduk yang membuncah di tahun ini. Selain itu tentu saja ada banyak kejadian ups and down yang menegangkan tapi menyenangkan setelah sedikit demi sedikit bisa terlalui dan bisa dimaknai.  Recap lesson learnead 2022 ini,  Aku dedikasikan untuk orang ini, orang yang sudah aku mintai waktunya untuk memberikan berbagai kesan dan pesan dari 2022, di curahkan semua emosinya di berbagai macam tulisan dan ini salah satu tulisannya. Pertama-tama aku pengen bilang terimakasih banyak dulu buat orang ini, orang pertama yang selalu aku sebut dalam doa, orang pertama yang selalu membuat aku yakin aku bisa melewati semuanya dengannya, orang pertama yang ada disampingku saat aku lelah dan ingin menyerah, orang yang tidak pernah lelah berproses dan bertumbuh dengan versinya, dan orang itu adalah diriku sendiri. Terimakasih ya Intan, untuk daya juangmu di tahun ini, terimakasih untuk proses yang telah kamu lalui, terimakasih untuk tidak pernah menyerah dengan berbagai hal yang telah dilewati. And Here we go 8 Lesson learned i got from 2022!


1. Mencintai dan Memaknai Proses bukan Hasil
Tahun ini aku belajar untuk berproses lebih banyak, tidak terhitung berapa jumlah kelas di luar kuliah yang aku ambil, jumlah kursus pengembangan diri ataupun skill yang aku ikuti. Aku juga masih kuliah dan  belajar di kampus setiap hari. Apakah aku sudah bisa menuai yang aku pelajari? aku merasa makin hari makin aku mengalami kemunduran, semakin belajar semakin banyak yang aku tidak paham. Semakin sadar aku bukan siapa-siapa, semakin hari impostor syndromku makin menjadi-jadi. Lelah sekali awalnya, aku merasa sudah selalu memberikan lebih tapi hasilnya masih selalu sama. KPI yang aku buat secara pribadi tidak mengalami peningkatan yang berarti, malah lebih banyak stuck. dan akhirnya aku belajar juga setelah berkomplentasi, Bambu butuh 5 tahun untuk menguatkan akarnya baru bisa langsung tumbuh panjang 2 Meter selama 6 minggu. Aku mengenalnya dari buku Atomic Habit tentang daya laten. Disana juga diberikan contoh “Mengeluhkan kesuksesan yang tidak kunjung tercapai meski sudah bekerja keras sama seperti mengeluhkan balok es yang tidak meleleh meskipun sudah dipanaskan dari suhu minus 3,5 sampai minus 0,5 derajat. Usaha kita tidak sia-sia hanya tersimpan. karena semua terjadi pada suhu nol derajat” see? semua proses punya daya lecut/dataran potensi latennya masing-masing! Selamat melanjutkan proses yang baik tan!

2. Kembali ke Allah
Setelah banyak belajar, belajar pengembangan diri, belajar buat skill digital marketing, ui-ux, sampe segala macem skill baru di 2022. Aku lupa, bahwa yang utama dari sekian banyak pembelajaran muaranya cuman buat Allah. I mean, aku belajar buat apa sih? tujuannya buat apa? buat lebih pinter? buat side hustle? memangnya dari sekian banyak rangkaiannya itu apa tujuan utama yang mau aku dapat?. Dan aku jadi belajar bahwa sejatinya ilmu itu dari Allah, aku terlalu memusatkan perhatianku ke usahaku, tanpa banyak melibatkanNya, aku sering lupa sejatinya aku mencari ilmu itu tujuan utamanya buat apa, dan siapa yang ngasih ilmu itu. Tujuan mengenal Allah dan kembali ke Allah gak sih?. Bahwa aku bukan siapa-siapa, ilmu, dan segala hal yang aku dapat itu titipan dariNya, bagaimana kita bisa menggunakan sebaik-baiknya, buat diri kita dan orang lain nantinya. 

3. I found Myself
Tahun ini mungkin salah satu tahun titik terendah dalam hal relationship setelah 2019 lalu. Semuanya ini, bermuara pada Q2 2022, hal terkonyol yang aku selalu tampik, dulu memang sedari awal aku tidak ingin mencoba menggunakan hatiku, malah aku sudah berkali-kali sholat hajat dan sholat istikharah untuk memasrahkan hatiku, menggunakan segala jenis tools agar aku bisa menghilangkan perasaanku, mencari semua redflagnya, berkali-kali menghapus nomornya, tapi nihil. Perasaan itu masih tetap ada, meskipun begitu 2022, mengajariku bahwa perasaan itu valid, aku hanya perlu menerimanya secara utuh, utuh dan perlahan-lahan mencari tahu, kenapa sih Allah kirimkan perasaan ini? kenapa sih Allah nggak menghilangkan perasaan ini, padahal jelas-jelas sedari awal aku sudah sholat istikharah dan sholat hajat  buat dilepasin aja perasaannya, dan aku baru sadar setelah akhir tahun, yang mau Allah bilang kemaren itu tentang ini, Tahun yang mengajariku bahwa pada akhirnya titik itu bukan cuman buat aku, bahwa ternyata dari sekian titik kesamaan itu, itu cuman sekedar titik-titik yang Allah pengen bilang "Kalo aku tidak menjatuhkan hatimu, kamu masih akan berkutat dengan masalah yang sama". Nyatanya caraNya mendewasakan ku lewat dirinya, pada akhirnya memang cerita akhir bakalan sama aja, tapi prosesnya yang beda, proses itu mengenalkan aku sama diriku, tentang apa yang aku butuhkan, apa yg hanya aku inginkan, mengenalkan aku tentang keberhargaan diriku seutuhnya bukan hanya karena dipilih ataupun tidak, tentang self worthy and esteem ku dan pada nyatanya aku memang masih harus mendeskripsikan rumah yang seperti apa yg aku butuhkan untukku mengangkasa bersama nantinya, terimakasih telah memberikan salah satu pelajaran yang berharga di 2022ku. 

4. Tentang Prioritas
Kayaknya hal utama yang aku soroti di 2022 adalah tentang prioritas, dunia yang sementara aku yang terlalu banyak ingin dicapai, hingga akhirnya prioritas yang aku ingin jadikan utama, banyak bergesernya. Refleksi utama di tahun ini sepertinya tentang ini. Tentang banyaknya hal yang aku kehilangan di dalamnya, disaat harusnya aku memberikan prioritas utama disana. Hingga akhirnya aku mulai mengubah titik balik prioritasku, menjadikan 5 prioritas utama yang aku cuman pengen lebih aku utamain dibandingkan dengan yang lainnya dulu. Mungkin kamu jadi salah satunya! #eh (Read Kamu : Diriku sendiri)

5. Memaknai Cukup
Sejatinya setiap tahun aku berhadapan dengan hal-hal di luar ekspektasiku, mungkin akunya yang terlalu berekspektasi, terlalu berekspektasi hasil, berekspektasi dengan diri sendiri, berekspektasi dengan orang lain, ataupun lainnya, dan akhirnya aku mulai kecewa dengan ekspektasi-ekspektasi yang sudah aku buat. Awalnya berat sekali menerima kejadian demi kejadian yang aku sama sekali tidak pernah aku harapkan dan akan mendapatkannya di tahun ini. 

Ternyata dari semua rentetan masalah itu aku diajarkan tentang makna cukup dan melepas keterikatanku, di beberapa bulan terakhir di akhir 2022 ada banyak rasa tenang dengan saat aku bisa melepaskan keterikatanku pada suatu hal ; entah pertemanan, barang ataupun impian, merasa cukup dengan apa yang telah dimiliki dan tidak banyak berekspektasi apapun dengan berbagai hal. Tidak berekspektasi bukan berarti tidak berharap tapi lebih ke tawakal dengan banyak runtutan kejadian dan target yang telah dibuat, berdamai dengan diri dan berdamai dengan banyak realita disekitar. Meskipun aku masih punya banyak PR juga didalamnya, tapi aku belajar untuk mulai menata harapan, dan memaknai kata cukup yang sesungguhnya, Tentang dunia hanya di tangan bukan di hati itu yang utama, mantraku setiap harinya “Whats Yours will always find you”. 

6. Tentang Support System
2022, ini daiajarin ketemu banyak orang, ketemu dengan berbagai macam orang baru, yang nanonano banget rasanya. Salah satu hal yang kerasa, banyak banget pelajaran dari mereka. Dari mereka yang masyaAllah daya juang untuk akselerasi akhiratnya ataupun daya juang diberbagai aspek. Satu hal yang pasti aku mulai belajar buat melepaskan keterikatanku ke mereka, letting go everythings about us or them and Not expectation of anythings. Aku mulai membuka diriku ke banyak circle tapi gak mau yang mengikat atau terikat ke mereka aku punya batasan sikap dan bagaimana aku harus bersikap, rasa-rasanya aku ketemu diriku yang lebih dewasa dalam hal ini. Kayaknya aku bisa sampe ditahap ini karena aku belajar dari 2021, yang mana aku kecewa banget sama circle yang aku pikir merupakan salah satu support system terbaik tapi mereka meninggalkan aku saat aku berada di titik terendahku. Hingga akhirnya, 2022 aku tidak punya bayangan support system yang seperti apa yang aku harapkan, hingga akhirnya aku diketemukan dengan mereka support system yang bisa mewarnai hari-hari ku di 2022. Terimakasih ya kalian, warna 2022ku yang aku anggap pucat jadi berwarna sekali dengan kalian.

7. Berani ke Psikolog
2022, ngajarin buat memvalidasi perasaanku dan tidak lari dari masalah, termasuk beban dan kegagalan, dulu aku pikir aku bisa menyelesaikan ke rumitan pikiranku dan beban-bebanku tanpa bantuan orang lain, ternyata tidak!. Meskipun sudah sering meminta bantuan ke teman dan sering curhat, ada hal-hal yang memang hanya bisa diselesaikan dengan ahlinya. Ada beberapa blind spot yang baru aku sadarin setelah dari psikolog, pun ada hal-hal yang memang aku harus di sadarin secara objektif scientific based tidak bisa yang menerka-nerka aku ini kenapa dan kayaknya aku harus gini deh.

8. Choose What I Thought and Mindfulness
2022 ngajarin aku buat "Hadir" dengan "Kesadaran Penuh" Saat ini dan sekarang. Sebagai orang yang cukup thinker dalam berbagai hal ada masa-masa aku merasa jiwaku berada di tempat tersebut tapi tidak dengan pikirannya, itu kenapa salah satu bahan evaluasi aku dari diri aku pribadi dan orang lain yang udah isi di NGL maupun di gform, disuruh lebih mengurangi overthinking. 2022, ngajarin aku buat lebih bisa memanage pikiran aku, meskipun tentu saja ini juga masih PR buat aku pribadi sampe di 2023. Aku mulai mencoba memilih apa yang perlu aku pikirin dan apa yang memang rasanya gak penting-penting amat buat dipikirin. Terlebih tentang kekhawatiran aku pada suatu hal, pun aku mau belajar untuk lebih hadir di saat ini, apa yang aku lakukan dan apa yang sekarang terjadi. Indikator keberhasilan mindfulness versi ku kayaknya gampang, salah satunya dengan mengucap bashmallah di aktivitas keseharian, kenapa mengucap bashmallah? bagi kami sebagai umat muslim, basmallah bermakna bahwa kami telah menyertakan Allah SWT dalam kegiatan kami. Pun, bagik,u jika aku hadir di kegiatan itu, saya akan otomatis mengucapkannya, beda saat saya tidak hadir di kegiatan tersebut, kemungkinan aku akan lebih banyak lupa mengucapkannya dan terburu-buru tanpa dinikmati. 


Sekian sedikit pembelajaran yang didapat dari 2022 versiku part 1 mungkin kalo ada tambahan akan aku up selanjutnya, kalo versimu kayak gimana? semoga entah apapun pembelajarannya kita bisa sama-sama memaknai banyak proses di dalamnya yaa dan tentunya diberikan kelapangan hati untuk mencari banyak hikmahnya, meskipun pada nyatanya ada kejadian yang memang tidak bisa langsung kita tahu jawaban mengapa kita di titik itu. Kadang waktu yang hanya bisa menjawab semuanya, tidak perlu buru-buru karena tidak ada yang memburu kita, nikmati saja prosesnya! Happy New Year.  

Popular Posts