Rabu, 18 Desember 2019

Desember 19-19

Desember,
Semogaa Ada banyak kejutan Tak terduga yang melegakan satu-satu saja, hingga semua akan baik-baik saja pada akhirnya. Ya ataupun tidak segala sesuatunya. Hari ini besok ataupun nanti Intan masih ingin banyak belajarr. Tapi, setidaknya ada haru yang memuncak setelah semua terlewati, untuk Desember, semogaa Aku masih akn tetap baik-baik saja apapun premis kehidupan yang akan membawaku. Karena aku percaya Allah terlalu baik dibanding semua yang sudah terjadi. Selamat berlari mengejar mimpi gadisku! Kamu hebat dengan semua caramu. Tolong jangan pernah berhenti.

Senin, 25 November 2019

Generalist Vs Spesialist

Hello semestaa, long time no see. Rasanya udah lama banget gak nyampah disini.

Tau gak sekarang aku suka nyampah dimana?. twitter! Wkkwk. Miniblog. Banyak sih temen gw yang aktif lagi, tapi yaudah lah yang penting mereka gak julid dan gw lega, is precious moment hehe.

Kemaren gw abis sakit, keluarga dan temen gw berfikir krn gw terlalu banyak pikiran. Gak salah sih, toh emang gw dititik lagi banyak pikiran. Mereka juga berfikir krn gw kurang jaga pola makan dan istirahat. Enggak salah juga gw lagi males-malesnya olahraga, jaga pola makan, istirahat gak sesuai jam tidur berantakan, dan kata temen gw "jangan ambis-ambis". Hahah. Terlalu ambis (?), padahal kalian tahu? Meskipun saya dititik banyak deadline but gw gak seambis dulu. Kadang gw mikir, kenapa ya gw gak bisa seambis dulu. Meskipun itu gak sehat, tapi setidaknya gw bisa ngasih effort lebih dibanding yang lain. Sekarang gw baru sadar banget, gw tu generalis, gw bisa di banyak bidang. Tapi, di dunia yang super cepat nan kejam ini, ada banyak orang generalis. Ada banyak yg kemampuannya rata-rata. Jadi, kalo gw pengen ningkatin value diri gw, gw gak bisa yang cuman jadi generalis. Gw butuh effort lebih buat bisa jadi spesialist bidang yang gw minati.

Lucunya selama ini effort gw rata-rata ke banyak bidang. Tau dong hasilnya gimana? Yupss, rata-rata semua. Ada sih beberapa bidang yang lebih tapi tidak berdampak banyak.

Gw pengen banget ambis. Gw selalu ngeliat diri gw jalan rasa-rasanya kayak siput. Lambatt. Progress gw gak banyak malah gak banyak kurangnya.

Temen gw bilang sih, mungkin emang belum waktu/momentumnya aja dititik pencapaian dengan berjalan cepat. Bisa jadi, tapi Gw berfikir ya karena gw aja sih terlalu pelan. Tapi tau gak di balik jalan gw yang gw liat pelan banget itu, tiap harinya gw berprogress meskipun gw ngerasa kayak merangkak. Capekk ngeliat finishnya masih jauh tapi gw udah ngelakuin terbaik rasa-rasanya. Meskipun pelan, sambil merangkak.

Tapi hari ini gw mau berterima kasih sama diri gw. Ini buat Gadis Intan, tan makasih banget ya hari ini udah mau berusaha, udah mau berproses terus, udah mau merangkak, meskipun jalan lu harus merangkak gak bisa cepet. Kalo udah sampe finish pasti juga akan sampai pada waktunya. Gw bangga sama lo! Gw bangga lo pernah berusaha hingga dititik ini. Gw bangga banget. Meskipum lo hancur tapi lo masih berusaha terus. Terima kasih tann!!! I love youuu😘😘😘😘. Gakpapa kalo lo capek istirahat aja, kalo semua ini gak mudah, Allah emang nguji sama orang-orang yang kuat aja tan, yg gak kuat pasti gak diuji se pressure lo sekarang. Hahah. Tapi tetep jaga kesehatan ya tan, inget tan, salah satu investasi terbaik lo adalah tubuh lo yang sehat okee!!! gw yakin lo bisa hadepin semua ini.

Best Regards

Yang Selalu sayang sama Gadis Intan

Sabtu, 09 November 2019

Tentang Syukur

Hy!! Untuk siapapun yang membaca ini semoga kamu bahagia dimanapun kamu berada!.

Ini sebuah cerita, tentang anak manusia yang sedang banyak pelajaran di setiap perjalananya. 

Saya banyak bersyukur belakangan ini, saya tahu bukan karena saya terlalu banyak mendapatkan banyak hal yang menakjubkan lebih dari sekedar itu! banyak hal istimewa dan menakjubkan yang selama ini tidak saya sadari. Seperti kebahagian sederhana buat makan setiap harinya, mau makan tinggal beli tanpa saya harus mikir besok ada uang atau tidak. Tapi selama ini semua itu sering kali saya tidak syukuri, bagaimanapun itu salah satu previlege saya di dunia bukan?. Lebih dari semua itu, bisa kuliah di universitas bagus, bisa menentukan masa depan yang di inginkan tanpa terbebani dengan keinginan dan keharusan dar orang tua, bisa belajar nyaman tanpa banyak kendala itu juga banyak previlege yang saya dapatkan selama ini. Tapi taukah kalian, bahwa rasa syukur saya minim sekali, saya tidak banyak bersyukur dengan banyak kemudahan yang saya miliki, ada banyak rasa kurang setiap harinya. Selalu ada rasa "Cuman". Namanya juga manusia, dengan banyak hal yang dapatkan pun tidak serta merta kata syukur itu selalu terucap dan ter-yakini di hati saya, ada banyak rasa kurang. 

Itu salah?!. Tentu saja! Saya tahu previlege setiap orang berbeda-beda, tapii, tidak semua orang memiliki previlege seperti kita sekarang ini, jika kita mau melihat sekitar, ada banyak orang yang susah payah hanya untuk mendapatkan rejeki, dengan banyak previlege yang kita miliki termasuk otak, tangan dan kaki yang rasa-rasanya mencari rejeki tanpa harus kepanasan bisa dengan mudah kita lakukan, tanpa harus berjalan jauh, hanya duduk dan mengerjakan tugas kita. Saya tahu, terlalu cemen sekali bagi saya jika rasa syukur saya bandingin dengan orang di bawah saya, tapi  bukankah kita memang tidak hanya belajar melihat keatas? tapi selalu mau melihat kebawah, bahwa di titik ini Allah sudah terlalu baik dengan memberikan banyak hal, tapi yang kita sadari ada ronggo "Kufur" atau rasa kurang bersyukur itu hingga semua previlege yang kita miliki hanya sebuah anggan untuk orang lain, sedangkan kita seperti hal biasa saja tanpa makna dengan semua itu. 

Padahal sejatinya Tuhan tak pernah salah memberikan kita di titik kita sekarang, Allah pernah bilang 
"Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat." Qs. Asy-Syura [42]: 27
Ditengah-tengah gempuran sosial media dan di fase udah dewasa dan menghadapi banyak tantangan di luar sana, satu hal yang selalu ingin saya jaga. TENTANG SYUKUR.
Allah sebaik-baiknya pemberi dan perencana, di fase ini dan titik ini, tidak ada yang salah jika masih ada rasa selalu ingin memperjuangkan, berusaha, berdoa dan tawakal. 
Rejeki tidak harus berbentuk uang, rasa syukur, adalah sebuah rejeki juga bukan? 
dan sebaik-baiknya rejeki adalah yang selalu mendekatkan kita dengan Allah, ;')) krn sejatinya rejeki kita sudah diatur sama Allah berbeda dengan akhirat kita. "Allah telah mengatur rejeki kita tapi tidak dengan akhirat kita"-Ust Adi Hidayat lalu? 

Semoga sebaik-baiknya kita, adalah seorang khilafah yang sadar akan privelege yang kita miliki, dan mengupayakan banyak cara untuk memaksimalkan potensi dan previlege itu. 

Minggu, 27 Oktober 2019

Tentang Pagi (1)

Saya selalu jatuh cinta dengan pagi. Menikmati kicauan burung, udara Segar yang menyegarkan, waktu yang lebih panjang atau apapun tentang pagi. Bagiku pagi terlalu istimewa jika dideskripsikan dengan kata. Pagi selalu mengajarkan tentang bersyukur, ada hari baru, semangat baru dan cinta yang baru. 

Bagaimanapun buruknya cerita mimpiku tadi malam, rasa-rasanya pagi selalu punya banyak rasa dan syukur yang harus diucapkan. Hari ini, Hari senin, so excited for this week as always. 

Rasa-rasanya Saya punya banyak post cerita yang mau Saya bagi, tapi sedang di fase, ingin mensortir banyak tulisan. 

Semogaa kamu bahagia selalu! Pagi ini aku hanya mau mengucapkan itu. Sepucuk rindu yang selalu menjadi-jadi dan beradu, logikaku mungkin masih Tak seirama dengan rasa, tapi Tak mengapa! Mungkin Tuhan punya cerita mengharu biru nantinya. 

Selamat belajarr menyikapi rasa! 

Jumat, 18 Oktober 2019

Present

Hey!! Ini random, akhirnya Saya menulis tanpa rasa nano-nano seperti beberapa hari yang lalu.

Salahh satu pertanyaan ibuku yang selalu aku ingat "Hari ini gimana? Kamu bahagia Kan?"

Iyaa, sesimpeel menanyakan kebahagiaan, karena bagi kedua orang tua saya, Kita yang harus menciptakan kebahagiaan itu bukan karena Ada sebuah alasan. Itu kenapa pertanyaan itu selalu di utarakan ibu saat menelpon setiap waktu. 

Hari ini salah satu plan Saya satu minggu lalu tercapai, 1. Posting IG buat saya bahagia bukan karena saya ingin di notice orang lain, atau sekedar pamer! Jujur Ada keinginan itu, dinotice, tapi bagi saya ada yang lebih membuat saya bahagia, membuat orang lain bahagia!! Btw untuk dinotice memang dinotice "someone special" ya maksudnya disini. Finally, Hari ini Saya bodoamat Dan cuek aja mau nyampah di IG atau bikin banyak Hal random, karena bagi saya "menikmati dan membuat moment itu penting" salah satunya dengan post story IG, nyampah? Memang siapa sih yang ngeseen, toh hanya mereka-mereka ajaa wkkwk. Jadi ya mengapa tidak? 

2. Saya bahagia karena ketrima jadi volunteer auditor sertifikasi halal, salah satu achievement banget rasa-rasanya karena saya dari dulu memang ingin jadi bagian dari halal produk, karena kurangnya awareness dari semua pihak, padahal kehalalan produk itu mutlak harus di ketahui oleh semua pihak (bagi seorang Muslim) Dan belum tentu produk yang beredar dipasaran semuanya halal. 

3. Saya terbebas dari virus love-story beberapa waktu lalu, Saya tidak yakin sepenuhnya, tapi sepertinya Saya sudah bisa melepaskan sekarang, Saya sudah tidak berharap, karena saya yakin sekarang ini bukan waktunya love-story be like abg, Ada banyak peran Dan potensi yang bisa Saya lakukan so? Selamat menikmati setiap peran Intan, Saya yakin kamu akan melewati semua ini dengan setitik demi setitik karya yang bermanfaat. "Selamat berprosess"

Selasa, 01 Oktober 2019

What happened when being an Adult

Being an adult is suck
One highlight on media that I read. It is the thing I realize when everything happens the terrible moment that I’m feeling when I’m growing up to adults.

Though Is the thing I realize when everything happens the terrible moment that I'm feeling.

Life is such of blessing, but sometimes the truth moment like a bittersweet, sometimes bitter and sometimes Sweet. Thought truth or false of life as bad as we confirm that everything is black or white, but obviously, life is more colorful than we thoughts in the hard moment I guess. Between black or white is dark grey, we don't know when we just see with our pair eyes or sometimes we should see with "glasses's horse"/" Kacamata kuda" or new prespective

First things when I'm growing up :
Just because you don’t see the good in something doesn’t mean it’s not there. Allah has plan for everything. Something that seems bad at the moment can be the best thing that’s going to happen later on.

The most important things and the tenet I keep in mind is: be present and never take anything for granted ia :
be present and never take anything for granted. Age, moments, family’s presence, sleeps, trips, foods, morning texts, good marks.

We deserve to be grateful for every single thing that happens to our life. And that’s what makes us enough. Or at least feel enough, and content.


I'm happy growing older and adult though life is suck. Let’s get ready for another adventure, shall we?

Rabu, 25 September 2019

Untukmu yang Sedang Berjuang!

Hy apa kabar? Bagaiamana perjuanganmu hari ini? masihkah kau temui dirimu mengrutuki semua nasibmu hari ini? masih ingin menyerah dengan semua jalan yang sudah dilewati? apakah harimu terlalu lelah melihat realita? atau berfikir hasil yang selalu tak sesuai?

Mungkin saat ini kita mengalami kenyataan yang sama, sama-sama sedang berjuang dengan cara kita sendiri-sendiri, sedang lelah dengan banyak hal yang tak pasti, lelah membayangkan bagaimana jika hasil malah tak sesuai?, sedang banyak gemuruh tekanan dari luar atau dalam, merutuki hari-hari lalu, dan menyalahkan diri sendiri. 

Mungkin kita sedang mengalami hari yang sama, berat katanya, tapi memang begitulah jalannya.  Mungkin kita perlu sejenak untuk menepi, melihat kebelakang apa yang telah kita lalui, perjalanan jauh, berbagai jenis krikil, jalan terjal pernah kita lalui, atau melihat diri kita sekarang, jalan mencapai mimpi kita mungkin masih jauh, tapi.... jalan yang telah kita lalui juga sama-sama lebih jauh kan?. Menyerah? hey? Bukankah ini salah satu doamu yang dulu pernah kau minta kepada Tuhanmu, dititik ini dan saat ini.

Jika kau terlalu risau dengan masa depanmu, kenapa kau tak risau dengan waktumu yang kau buang berjam-jam hanya untuk sosial mediamu, waktu melihat masa lalu, waktu melihat kehiduan orang lain atau waktu yang habis dengan kesia-siaan

Katanya tak perlu melihat hasil, lakukan saja yang terbaik setiap waktunya. Dan akhirnya hasil lah yang akan selalu berkata jujur.. bukankah harusnya kau hanya perlu berjalan dan menikmati setiap waktumu? 

Beristirahatlah sebentar tapi bukan menyerah. Katanya "Jarak kemenangan hanya sejengkal dari kening dan sajadah". Jika masih kau temui dirimu, mencari alasan dengan mendewakan hasil, maka kau hanya perlu percaya, jika prosesnya sudah seperti yang kamu inginkan hasilpun begitu, atau sekedar yakin Tuhanmu tidak akan pernah tidur untuk memberikan yang terbaik kepadamu. 

Katanya tak perlu melihat hasil, lakukan saja yang terbaik setiap waktunya. Dan akhirnya hasillah yang akan selalu berkata jujur. Jika belum sesuai mungkin Tuhan kita punya cara dan jalan lain yang sama-sama terbaik. Jika masih kau temui dirimu, mencari pembenaran akan kemalasanmu mulailah melangkah sedikit saja, tak perlu banyak, hanya sekedar membuktikan bahwa kau mampu melawan kemalasanmu setiap waktu sampai akhirnya bertemu dengan mimpimu. 

Karena ku yakin, mimpi itu dibangun bukan hanya dari sifat optimis kita yang selalu berlari, tapi sekedar berjalan atau melangkahpun pasti akan sampai. Katanya hidup itu kayak maraton bukan lari sprint, tak perlu lari diawal tapi kecapean pada akhirnya, sedikit demi sedikit yakin pada akhirnya kita akan sampai. Tak Mengapa jika harus merangkak dengan penuh keringat atau air mata, ku yakin semua akan kita lalui. 

Jika kau masih merisaukan waktu bertumbuhmu yang selalu kalah dengan pertumbuhan orang lain, bukankah di negeri kitapun ada 3 jenis waktu? lalu kenapa harus risau dan mengeluhkan waktumu?

Terjal, kerikil, bebatuan, dan mungkin banyak ancaman seolah-olah kitalah yang paling menderita. Taukah kamu jika mereka juga sama seperti kita sedang menderita? tapi tidak semua orang mau berbicara penderitaannya, memang buat apa berbicara di sosial media tentang penderitaan? 

Hari ini besok ataupun nanti, semua orang sedang berjuang dengan caranya. Ada yang sedang berjuang dengan mendapatkan pekerjaan segera, berjuang untuk lulus di waktu yang tepat, berjuang untuk makan, berjuang dari sakitnya, ataupun perjuangan yang lain. Ingatlah, bahwa semua orang pada dasarnya sedang berjuang dan bertahan setiap harinya. Tak harus risau kapan waktumu sampai, Tenang.... kamu pasti akan sampai pada akhirnya, kamu hanya perlu yakin dan sedikit demi sedikit melangkah. Jika harimu terlalu berat hari ini semoga Allah yang mengganti setiapeluh dan air matamu ya!. 

Tulisan ini mungkin untukmu, untukku dan untuk semua orang yang sedang berjuang. Aku tahu kita mampu melewati semua ini, tenang pasti ada jalan, tenang semua akan lulus, tenang semua akan kerja, tenang semua akan menemukan the one-nya, tenang semua orang akan bahagia dengan caranya masing-masing. Kamu hanya harus percaya bahwa semua akan baik-baik saja, asal selalu berusaha, berdoa dan tawakal. 

Selamat menikmati kerikil-kerikil kehidupan, Allah selalu bersamamu. 






Rabu, 18 September 2019

Enjoy Your Live, as Long as You Can.

Hari ini saya mau insyaf, mau lebih hidup sehat dan lebih menghargai hidup.

Hari ini saya bisa lari 3putaran dan nikmatin ayunan. Sepi. Krn masih pagi sih dan udaranya bener-bener Malang banget bersih dan menyegrakan tapi tadi pagi jadi mikir. Can i get this chance? If i'm leaving this city? Big question. But everythings have some reason, when moving forward or just stay exhale inhale to breath for a while, everythings have some why, just we don't know that why, is not mean we are in bad situation or in otherwise. Just relaxe everythings have the best time to know.

Caption itu dibuat saat pikiran saya mencoba melayang dan berfikir apa yang terjadi dengan saya akhir-akhir ini. Saya tahu di luar akan saya temuin banyak hal yg mungkin tidak menyenangkan, seperti tadi pagi 6 deadline design, percayalah saya masih belum bisa tidur nyenyak tadi malam. Tapi hidup bukan apa yg perlu saya keluhkan. Saya harusnya berterima kasih dengan Tuhan, dengan himpitan banyak hal saya masih diberi banyak kesehatan dan kesempatan buat bekerja dan dapat uang. Alhamdullilah.

Lalu? Mari mulai melangkah kembali, meskipun masih tertatih, merangkak, dan banyak ratapan, hidup masih harus berjalan bukan? Is not just because of you, but for you, and for all people who loving you. Semangatt Intan.

Btw mulai pagi ini dan beberapa hari belakang saya memang mencoba untuk memperbaiki hidup saya. Bukan hanya dari habit tapi dari apa yang saya konsumsi. Hal ini karena di hari minggu lalu, saya konsultasi gizi, dan yang membuat saya terhenyak adalah gizi saya kurang untuk bisa dikatakan ideal. Setelah kejadian itu sih jadi mulai bersikeras untuk makan tiga kali sehari, dan diupayakan makan gizi seimbang. Beratnya adalah saya tu males buat sarapan atau saat saya mager mau yang instan-instan saja karena pada nyatanya, morning rutine yang menyenangkan adalah saat berangkat pagi tanpa ribet dan tanpa nyiapin. Namun, mulai kemaren saya mulai belajar untuk melakukan sebisa saya, mulai food preparation jauh-jauh hari, mulai bangun lebih pagi dan mulai persiapan di awal, dan pastinya mulai mengubah kebiasaan makan berantakan saya. Jadi apa aja sih highligh #Intanmulaihidupsehat

1. Bangun sebelum jam 5 
2. Beribadah, beres-beres, minum air putih 1gelas (dan saya pakek tumblr 500 ml)
3. Olahraga, joging dan jalan santai 15-30 menit
4. Nyiapin sarapan (ini yang rempong) meskipun saya masih menganut paham yang cepet krn waktu mepet. Jadi biasanya saya cuman makan roti tawar 4slice dan susu
5. Makan siang wajib bersayur ada protein nabati, hewani, dan jangan lupa air putih, ini saya bawa bekal sendiri juga karena saya berangkat maksimal jam 9 pagi ke markas buat (kerja)
6. Tidak terlalu menekan diri sendiri, jadi hidup dan melakukan banyak kegiatan secukuvnya saja
7. Belajar buat selalu makan atau nyemil, berat badan naik? itu yang saya harapkan karena saya kuruss bangett T.T
8. Stress secukupnya
9. Hidup sehat pasti bisa.

Hanya itu sih, semoga saya bisa istiqomah heheh. 



Rabu, 28 Agustus 2019

Day 5-Everything is Termprorary

Hello, is day 5th, i'm still discipline to write something that i can easy to expressing or saying. Again i have a lot of motivation to end this thesis. It will temproray i'm so confussed, bored, or in this climaks. Though, i'm dive in beautifull sea, a lot of fish that i seen, hahahah. LOL. But, in this down of this period, i feel how amazing Allah give me something, i feel how Allah is kind that i could said that word with. A lot of down side, but i'm still breath enough, i don't worry about my life, He know me, know what the best things for me, and always beside me, so what worrying about? In this day, i'm still striving of something that so wort to me, i'm still figuring out and so on. but, I always to be better person from yesterday, i wish.

Selasa, 27 Agustus 2019

DAY 3 AND 4 Tentang Asumsi dan Musim Bertumbuh


I think, i'm through of the hard moment in the couple of days. Absolutelt right now, i'm forgive myself. Now, i can to be a good friendship of me again, and now i promise to be what i have to be. Titik-titik kejadian kemaren banyak memberikan asam manis dikehidupan saya tapi menjadikan salah satu moment “connecting the dots” jadi banyak hikmah yang didapat. Terlebih, saat saya mampu menyadari kesalahan dan berteman dengan diri saya sendiri. saya tahu ini belum akan cukup untuk belajar dari banyak kesalahan tapi pelajaran in couple days or weeks ago give strength.

Salah satu pelajaran yang penting adalah semua bunga memiliki musimnya masing-masing untuk bertumbuh, jangan memaksakan pertumbuhan bunga satu dengan yang lain hanya karena ingin segera bertumbuh, padahal sudah ada waktu dan musimnya masing-masing. Saya jadi ingat kejadia dua bulan lalu saat saya bersikukuh untuk mengikuti tahap demi tahap keperusahaan impian saya, padahal jelas-jelas saya belum memiliki SKL, boro-boro SKL saat itu saya baru mau sempro dimana masih ada kompre dan yudisium. Tapi saya juga ingat, salah satu hal kenapa saya ingin mengikuti semua tahapan tes saat saya lolos adalah, saya hanya ingin membandingkan tes keperusahaan multinasional satu dengan yang lain apakah berbeda atau tidak dan apakah rangkaiannya sama. Dan Alhamdullilah sudah sedikit terjawab dari dua kali tes ke perusahaan multinasional. Yaa meskipun pertumbuhan bunga yang saya paksakan itu tidak berjalan dengan baik. Setidaknya saya mulai tahu hikmahnya bukan.

Akhir-akhir ini, Saya mulai sadar, saya kurang me time dengan diri saya, saya kurang deep talk dengan diri saya, sehingga saya mudah goyah. Padahal harusnya dimasa-masa genting seperti ini saya hanya perlu membiasakan diri untuk sering menanyakan diri saya, terlebih progress saya sendiri bukan progress orang lain.
 Mungkin saya akan mulai mempelajarinya, mulai hari ini dan sekarang-sekarang ini, mulai sering bilang tidak karena saya tahu, memang itu yang harus saya lakukan sekarang. Belajar memulai dari diri sendiri dan meninggalkan dari diri sendiri. GOOD LUCK INTAN. Tidak perlu risau hanya karena bingung dengan asumsi orang I do what I have to do. UKT KAMU MAHAL, JADI TOLONG CEPET LULUS!

Disatu sisi ataupun yang lain, saya mungkin mulai paham apa yang harus saya cari saat saya bosan, apa yang perlu saya lakukan saat saya bosan dan mudah stress. Sebenarnya mudah tapi selama ini saya memang kurang menjadikan kegiatan itu sebagai suatu kewajiban, hanya sebuah sunnah yang kalo mau dijalani kalo capek ya ngak ush padahal membuat saya mudah buat konsentrasi dan lebih sehat. Tau gak kegiatan itu apa? OLAHRAGA. LOL. Setelah dibanyak tititik terendah itu akhirnya saya mulai merasakan manfaat olahraga wkkwkwk. Menyenangkan sekali rasanya, saat endofirn dan dopamine keluar disaat tubuh fresh! So happy! Yeayyy!.


Sabtu, 24 Agustus 2019

Day 2-I'm Off my phone

Helloo, yesterday i posted something that is must done, lol. I know is just break down a lot of my problem, and yeah is more better today. And i have lot of the solver problem, ohyeahh!!!. btw in this posted i will share story about. I'M OFF INTERNET FOR A WHILE. not every time, i just figure out myself to be what i want to do right now, not distrub from ponsel, just i'm doing to wanna something that important and urgent. not to be productivity geek  but just doing a good things.

Day 1-Mencintai setiap peran

This post is dedecation to me, myself, and i'm. Is been a long day to said? Hy Gadis? are You fine in there? or just said, hy! is so awesome gadis, i'm totally proud of you. But i'm still doubt with all of the dark story in couple day, a lot story from my friend or just bcs i didn't do what should i do. I'm broke my promise to my dospem, i'm broke promise to myself, and the whole day i always said is my bad things, but flashback for two week ago, i'm sharpen myself, my skill, softskills and hardskill. I know is not enough to trough of the hardest world. I know, from this episode like swallow of bitter passion, is like this is real? but yeah is life dis, is real, you so slow in two weeks ago, but is oke. Just do it, i know you are deserve to something that should you get, before everything will fast going on. Just enjoy it, you deserve!! is oke, to be not ok. Is oke to be selow and take a lot of breath, but don't forget to jump and dive in beautifull sea. Mungkin semua ini bermuara pada banyak pertanyaan. Jadi akhirnya kamu mengenali diri mu lebih? apa yang kamu lakukan ketika benar-benar di titik jenuh? apa yang kamu lakukan jika sudah terlalu bosan? bagaimana cara untuk selalu semangat? dan Jawabannya ternyata hanya satu : Coba Cari Allah dan dekati Allah, is more than enough!

Sabtu, 29 Juni 2019

Menjaga Kewaran dengan bersikap "Bodo Amat"

       

      Ada masa kita memang harus bersikap BODO AMAT. Tidak membiarkan segala hal masuk dalam pikiran ataupun hati. Salah satu pembelajaran dari 2019 ini adalah, mungkin Gadis Intan sudah mulai belajar bagaiaman mengontrol perasaan dan pikirannya yang terlalu banyak sampah dan tidak membiarkan semua hal harus dipikirkan. Jadi post ini merupakan sedikit ilmu yang saya dapat, cara Bodo Amat, dari banyak pihak dan pastinya sedikit review tentang buku bestseller Mark Mason.

       Prinsip dan mindset dari bodo amat memang tidak serta merta bersikap bodo amat sih, Bodo amat itu tergantung konteksnya dan ada aturannya, karena di dunia ini sudah terlalu banyak orang yang bodo amat dan tidak banyak orang yang peduli. Ngomongin Bodo Amat, yang seharusnya dilakukan bagi saya pribadi adalah tidak perlu memikirkan apapun yang tidak dapat kita rubah, atau diluar batas kendali kita. Sehingga kita perlu let it flow dan bodo amat segala sesuatunya. Misalnya nih : saat kita UAS kita sudah mengerjakan ujian dengan sebaik mungkin, sudah berdoa, berusaha dan tawakal, tapi naasnya kita mendapatkan dosen yang killer dan pelit terhadap nilai, saat pembagian nilai, nilai kita gak sebaik yang kita harapkan, hal ini mungkin membuat kita kecewa dan akan uring-uringan. ehh tapi, disatu sisi kita akan lebih sakit hati, disitu diperlukan mensugesti diri untuk bodo amat.


       Belajar dari buku bestseller di 2019, The subtle art not giving a Fuck by Mark Mason, tidak semua hal didunia ini memang harus disugesti secara positif dan membiarkan segala sesuatu terlihat baik-baik saja, padahal nyatanya tidak sedang baik-baik saja, disana kita perlu menekankan untuk menerima hal-hal negatif itu karena pada nyatanya itu akan membuat kita lebih kuat dalam menghadapi masalah dan bersikap bodo amat disini dengan mencari solusi bukan mensugesti positif terus tanpa membuat solusi atas banyak permasalahan, dan membiarkan masalah tambah runyam dengan ilusi pikiran positif kita. Selain itu, selama ini banyak sekali value sampah yang kita miliki, well, boleh sependapat boleh tidak, tapi di suatu keadaan kita memang menekankan banyak nilai-nilai yang kadang diluar batas kendali kita. Nilai-nilai ini seperti kebahagiaan yang harus di ukur dari uang, menjalani kehidupan yang harus positif-positif terus, materialistik dalam melihat suatu keadaan, tidak diperbolehkan kecewa, kenikmatan yang palsu, dll. 

       Padahal menurut Mark, "nilai-nilai yang kita pegang menentukan hakikat permasalahan kita dan hakikat dari permasalahan kita menentukan kualitas hidup kita". Kalo kita terus menerus terjebak dalam delusi nilai-nilai yang berkembang di masyarakat atau mengikuti ekspektasi lingkungan, kita akan terjebak dalam lingkaran setan kebahagian ditentukan pada sesuatu hal. Itu mengapa kadang, kita memang dituntut untuk cuek dan masa bodoh untuk mengarahkan kembali ekspektasi hidup kita dan memilih apa yang penting ataupun tidak, dan memilih yang paling tepat buat kita. 

       Paradoks kegagalan/kesuksesan. Selama ini selalu melihat orang lain atau orang yang ada disosial media, yang sedang memamerkan kehidupan dan pencapainya kita mengangap bahwa meraka sudah sukses pada titik tertentu, padahal kita tidak tau bagaimana perjuangan dia mencapai titik itu, well ini juga dibahas oleh Mark, beliau berpendapat "Perbaikan dalam segala bidang, dilatarbelakangi oleh ribuan kesalahan kecil, dan besarnya kesuksesan anda berdasarkan pada beberapa kali anda gagal melakukan sesuatu. Jika seseorang lebih baik daripada anda mengenai segala sesuatu hal, sepertinya itu karena dia telah mengalami kegagalan yang lebih banyak". pada titik tertentu pula sebagian besar dari kita berhasil meraih suatu posisi mengkondisi kita untuk takut gagal, untuk menghindari kegagalan secara naluriah dan hanya terpaku pada suatu keadaan yang ada diddepan dan sudah kita kuasai. Hal inilah yang sebenarnya membatasi dan menghambat kita. Kita hanya benar-benar sukses kalo kita ada suatu bidang yang memungkinkan kita untuk rela gagal. Jika kita tidak bersedia untuk gagal, kitapun tidak bersedia untuk sukses. Selama ini kita terbiasa memilih nilai yang buruk, yang akhirnya menyebabkan kita merasa gagal,  misal dalam contohnya mark menyebutkan bahwa "Membuat semua orang menyukai saya" hal ini yang akan menjadikan kita cemas karena kegagalan ditentukan 100% oleh tindakan orang lain, bukan tindakan kita sendiri. Hal inilah yang diperlukan untuk bersikap Bodo Amat pada nilai-nilai buruk yang tidak perlu kita yakini. dan kita tidak memiliki kendali, karena penghargaan diri kita hanya berdasarkan belas kasih orang lain. Tidak mengapa jika kita memiliki nilai "membuat semua orang menyukai saya" karena ingin memperbaiki kehidupan sosial, sehingga kita perlu menjalin hubungan yang baik antar sesama, tapi kembali lagi. Jadi mulailah untuk memikirkan ulang antara ekspektasi dan nilai baik yang perlu kita anut, bukan serta merta mengiyakan banyak nilai buruk yang akan membuat kita cemas dan kecewa nantinya

Dari buku Mark Mason, akan ada banyak sekali nilai-nilai baru atau pengetahuan baru tentang bersikap Bodo Amat itu sendiri. Akan ada banyakk sekali pengetahuan baru yang saya dapat. Ambil yang baik dan buang yang buruk, meskipun tidak semua isi buku ini harus saya iyakan tapi, ada cara yang yang lebih waras dalam melihat suatu permasalahan atau kegagalan, ada pendekatan yang bisa memperbaiki sikap saya secara pribadi sebenarnya.

Sekian review nilai kehidupan yang sedikit banyak terilhami oleh Mark Mason, selamat membaca nilai keseluruhan 8/10.







6 Bulan di 2019



Helllooo, longg-long time no see blog. Akhirnya saya ingin kembali bercerita, jadi mari melanjutkan serpihan bahasan amburadul kehidupan yang memang tidak ada jalan mulusnya, tapi saya yakin pelaut yang hebat tidak terlahir dari ombak yang tenang.

Tentang bulan juni. Well, sebenarnya ada banya sekali ide yang ingin saya bahas di blog ini, tapi selalu sampe di draft dan saya ragu untuk mempublish, saya menamai diri saya sebagai seorang content creator freelancer sekarang karena itu memang pekerjaan serabutan saya tapi untuk berkicau di blog rasa-rasanya masih ada banyak barier yang akhirnya membenamkan ide-ide saya untuk tidak saya munculkan. Bukan kenapa-kenapa sih mungkin ini salah satunya karena, selama ini saya punya pandangan yang cukup ideal sebagai seorang content writer, dan tulisan-tulisan saya selama ini diblog hanya sebagai pembebasan sampah-sampah pikiran yang miliki dan jauh dari "keidealisme-an" saya dalam menulis. hmmmmm, sayangnya kalo ada batasan seperti ini terus dan saya membiarkan beranak-pinak mungkin saya tidak akan pernah mencoba untuk menulis lagi, jadi mari memulai menulis sampah kembali untuk menyehatkan pikiran, jiwa dan hati, tanpa menghiraukan apa esensi dari tulisan itu sesungguhnya. Jadi jika anda tidak sengaja ke blog ini, semoga anda tidak menyesal melanjutkan membaca tulisan ini.

Tentang Bulan Juni, entah kenapa saya tidak pernah mengerti dengan arah pikiran saya akhir-akhir ini, entah tentang bagaimana menjadi seseorang yang super duper random, dan banyak keputusan-keputusan yang jauh dari prioritas saya atau prioritas cadangan yang berakhir saya jadikan prioritas utama hemmmmmm.

Bulan ini saya pikir akan memberikan banyak oase untuk kehidupan di tahun 2019, tapi siapa sangka, ternyata saya lebih banyak menelan pil pahit karena ketidak hati-hatian saya dalam mencoba. Dimulai dari banyaknya drama skripsi saya, yaaa mungkin suatu saat nanti saya akan ceritakan, lalu berujung dengan banyaknya list competisi kegagalan saya, dan taraaa berakhir saya gagal dengan prioritas cadangan yang akhirnya saya jadikan prioritas utama.

Bulan yang cukup melelahkan ternyata :'))

  • Di mulai dari ramadhan dan lebaran di 2019 yang jatuh di bulan juni 2019, bagi saya ada banyak turning point yang membuat saya lebih terpacu untuk segera menyelesaikan skripsi saya, banyak sekali ide baru tentang usaha yang ingin saya rintis dan akan saya buat sembari skripsi di Malang atau setelah lulus, tapi jalan tidak semulus itu, ada banyak gejolak dalam kehidupan saya yang saya pikir salah satu bagian dari mencari jati diri. Di lebaran ini, saya belajar banyak tentang hal-hal diluar batas kemampuan saya sebelumnya, tentang bagaiamana lebaran banyak mengajarkan saya arti sebuah rasa sykur yang amat, karena saya dapat berkumpul lengkap dengan keluarga saya, masih bisa melihat tumbuh kembang keponakan atau sepupu yang tambah mengemaskan, atau malah menjadi pribadi yang lebih sadar tentang make up,  di lebaran ini juga saya belajar buat pakek eyeliner yang proper, ngeblush pipi, dan memberikan aksen glowing, tapi yang natural, please jangan ketawa saya masih menerka-nerka bagaimana ceritanya saya sampe di titik saya belajar make up -____- is not meehh anyway, tapi belajar make up ternyata seru jugaa, hahah, selain dapat pujian karena banyak yang pangkling tapi juga ngeliat muka yang lebih proper, wkwkwk. Hal lainnya adalah saya mulai belajar mencintai keluarga dan kehidupan saya sepenuhnya, lebaran ini banyak sekali menampar saya sepertinya, ada banyak hal yang berubah di sekitar saya, dan berakhir saya banyak merenung banyak moment yang sebenarnya saya lewatkan selama ini :'))) karena jarak dan waktu yang banyak tidak bersahabat. Meskipun di Lebaran ini juga banyak banget kode kapan saya pengen nikah? huhu emang nikah segampang itu tanteee? saya aja masih yang mbuh-mbuhan gini, disuruh nikah, wkwkkw. Tapi akhirnya sedikit saya tanggepin juga dengan senyuman dan banyak minta doa aja, padahal rencana awal kalo ditanyain kapan nikah, udah ada jawaban yang saya siapkan ehh tapi gak berani juga dijawab yang udah dipersiapkan, apalagi saat ibu yang kode behhhh, rasa-rasanya fix ini mah udah disuruh cepet-cepet mikirin tapi ibu gak berani langsung bilang, cuman bilang "Kalo pas doa ditambahin, semoga segera dipertemukan dengan jodohnya" ulalaa, saya iyain aja, padahal jauh dilubuk hati saya yang paling dalam kalo saya berdoa cuman minta semoga Intan punya banyak kesiapan buat nikah, karena sampe sekarang ngerasa belum siap sama sekali jadi belum pengen nikah gitu, jadi kalo doa kayak gitu takut jodohnya datang beneran dan saya merasa belum siap,  T.T 
  • Skripsi memiliki titik terang, yang tau jatuh bangunnya saya tentang skripsi pasti tau banget kalo banyak titik yang membuat saya super down dan bener-bener yang kehilangan jati diri, yang blur dan pengen realistis aja, tapi Allah tidak membiarkan saya untuk realistis meskipun dospem saya kayaknya udah enek banget ngeliat saya, kayaknya tuh, karena kalo konsul seringnya ganti perusahaan setelah banyak drama karena kebijakan-kebijakan yang membuat saya pengen ganti semua-muanyaa, tapi Alhamdullilahnya bulan ini sudah di acc, tinggal sidang, doakan penelitian saya lancar sajaa yaa, siapapun yang membaca tjurhatan saya ini
  • Bulan ini mengajarkan saya buat "deal with the failed moment", selama ini emang bercita-cita sih sebelum saya lulus harus dapet kerja lagi, jadi semua kesempatan yang ada didepan saya, saya hajar aja gituu, gak nanggung-nanggung sampai banyak hal yang membuat saya meninggalkan skripsi saya, dan memang ada pangilan tes kerja, dan bodohnya ada banya momen yang saya failed karena emang kurangnya persiapan sya dan bagaimana cara membagi prioritas saya terhadap arah masa depan dan keadaan sekarang. Moment di bulan juni ini adalah saat saya failed karena saya gak keterima di tahap 3 di salah satu perusahaan impiann saya, saya down sih seminggu terakhir karena bagaimanapun saya pengen banget kerja diperusahaan itu, ehh saya gak lolos karena kesalahan fatal saya, hemmm, ya mungkin ini salah satu namanya belum rejeki. Hal kegagalan kedua di bulan ini adalah saya gagal buat keterima beasiswa pelatihan Big Data Analisis dari Kemenkoinfo :((( sedih bangett juga dan ini terjadi pas seminggu saya gagal di paragon, rasa-rasanya udah sakit masih ketimpa tangga. Karena saya bener-bener pengen banget sih keterima, yaaa meskipun saya gak tau sih ngatur jadwal buat belajarnya gimana karena masih ada tanggung jawab skripsi jadi akhirnya saya optimis aja, Allah udah tau yang terbaik bagi hambanya, tugas kita hanya berusaha, berdoa dan tawakal. 
  • Gimana kalo saya patah hati? well, ini norakk dan kok bisa sih? karena saya belum pernah jatuh cinta rasa-rasanya di 2019 ini, tapi ada saat saya bisa naksir orang, hmmmmmm! damn-nya adalah orang itu nggak mungkin naksir saya balik!!!! ketika saya bercerita ini dengan sahabat saya, sahabat saya malah bilang "kamu terlalu gak percaya diri" tapi emang benerr sih, saya cukup cupu dan orang paling pesimis dengan hal-hal berkaitan dengan relationship. Dan berakhir saya membuat asumsi-asumsi yang membuat perasan saya patah sendiri. Asumsi saya adalah orang yang saya taksir kayaknya udah deket sama salah satu role model saya dari dulu, seperti pengen bilang "Yahh elu mah siapa tan!!!" sedihh dan sakit sih tapi belum berdarah-darah kok, satu hal yang saya tekankan dalam diri saya adalah saya pengen berkolaborasi dengan beliau suatu saat nanti, emmm bikin sebuah project pemberdayaan gitu kalo bisa, jadi kalo beliau bisa sama role model saya kan saya bahagia karena bakal banyak dampak positif yang bisa diberikan, InsyaAllah, dan insyaAllah juga saya mengesampingkan perasaan saya, santaee, saya udah sering ngalamin ini jadi kalo untuk ngembaliin diri saya sepenuhnya bakal dengan mudah kok Insya Allah. 

Selasa, 29 Januari 2019

Two days Story

Hy? is two days i'm trying to write in this platform. I think with this platform is like escape in beautiful place, but i'm still in the same place. Well today is so fun, a mental breakdown after consult my disertation with my Lecture. Everyone know how idealist i am with my topic, a lot people said is difficult, and several friends just smile with doubtfully and stay said Semangat dis. Well, i feel like a same perspective with them sometimes :'), i feel like, why you take a lot the risk dis? why you always always and always idealist for anythings. Hufft the question is abundantly hear in my mind. But yeah, everythings that i have been begin, i should to be finishing this story. I should to be finishing my disertation. Whatever a lot of risk i take, whatever world say is so difficult. But i still believe to my self, i believe that this disertation will be finish in the right time. I know i have to learn more than before, i have to expand my capability than my friend who take the same disertation with different topic, i will stay following my heart, coz with topic i learn how enegizer in ourlife can unexpected coming on. I know is still long journey, several month from now i just want to thanks for myself because stay idealist whatever life give termendeous choice to be realistic. i just want to thanks myself stay take a lot risk, challage, and obstackle that i know is never easy, but i promising to myself never blaming whatever the life can breakdown, give me downside and so on, i will always proud with myself. Thanks Gadis Intan for always cherrfull, stay trying to figure out what you want, always take risk, never blaming yourself, and stay idealist. :).

Senin, 28 Januari 2019

The Begining (?)

Hy how are you Dis?  Sometimes to be commitment with everything that your desire are difficult, there is gap in idealist to comit and realistic the story say. but 

Dear Me! I know your path is more rough than you think before, you are not just walk and let it flow anything, but you have to run, you have to encourage yourself more than before, to grow up extreamly and significantly, strive to knock all the door which open, I know you have a lot of ambision, when you wake up in the morning please stay ahead in your day like you just have a little bit time, is not just enough which difficult separates time with a lot of your priority, but dis, wherever and whatever you are just stay calm He will manage your time if He is always your priority. Cacth up your dream, to long journey ahead. One thing that you must to believe is, is really joyfull journey that you want dis! You get your passion, passion about focus on your topic dissertation which calling on your desire, passion with creativpreneur that you growing up. I know is still little by little to grow up, step by step, leap by leap or whatever about that, but I believe in you! You can responsibility with step by step that you do. Dear Gadis! I feel like, you have a lot of new energy  at the recent time, may be is calling on Ikigai or passion that you need to courage your life, but I’m so glad to see you right now. How ambisius you are, how strive you are to cacth up your dream, how the passion can wake up you mind and body to be morning routine person, how you believe with yourself and your God first than your mouth people around you whatever is it, how you track yourself to be better and improve anythings in your time you have. Please believe, everything will be past! And you just to give best towards present time you have. Please in 2019 you going on 23th it will be more rough if you don’t think anything before you getting closer with quarter life crisis, but Let It Flow and Let it Go anythings you think and your worrying about something perhaps cannot happens someday. Just rileks and Joy your present time you have!

This story begin because new resolution I have in 2019. Is weird, rough and maybe difficult to realese. But someone tell me about : Dream Big or High if you can’t catch up your dream even Allah have best plan for us and i believe i have energy to always strive for your God. Coz with dream, I just to grow this dream because my God. Right  now I’m so agree with it, with new dream I have, my enegy to going on everyday. With my dream I feel like I have a lot of mood boaster. With new my dream I realize that life is joyfull. I know with new path I desire ahead is more rough, difficult and I have to give a lot of trade off the something big. But Allah know the battrey of trade off that I give with result if Allah said no, is not your best path. Is quite fine I will always gratefull and bloom new dream again, and again till Allah said yess is best your path, or if Allah said “This is your best path, instead is not your plan” is okee, I will be realize that He know the best for me and for us too. But the dream giving me more energizer to through the time in the world. And one purpose that I’m in here is to my absolutely God just because to Ibadah or prayer to Allah. I wish I’m not to be a futur person because dunya aamiin. 

I'm sorry i have a lot of gramatical eror, i'm still a learner :)

Selasa, 01 Januari 2019

Tentang 2018 dengan Sedikit Ceritanya

   
   Helllo semesta, selamat malam buat kamu, yang mungkin tidak sengaja membaca cerita ini. Akhirnya saya ingin kembali menulis. Project tulisan ini sebenarnya baru tercetus di desember akhir saat seseorang berkata “Kamu gak menyempatkan saja bukan karena gak ada waktu” dan saya mulai memikirkan ulang kata-katanya. Sekiranya memang seperti itu, selama ini saya kurang menyempatkan menulis, karena saya sadar pekerjaan lepas saya mendesign sekarang, dan tulisan saya hanya akan dibaca oleh beberapa orang, itupun tanpa ada sponsor post ataupun adsense lagi, emang siapa yang mau ngiklan di blog kayak gini sekarang? Haha. Padahal menulis itu tentang self-healing tersendiri bagi saya. Hmm. akhirnya saya memutuskan mau menulis 30 hari kedepan. Seperti orang-orang pada umumnya akan dimulai pada tanggal 1 dan berakhir 30. Doakan istiqomah saja ya!.

        Ini bukan tentang apa-apa sekiranya hanya hal antah brantah yang ingin saya bagi untuk melegakan, mengiklaskan, menerima dan memberikan lebih pencerahan bagi diri saya ataupun untuk kamu yang sedang membaca. 2018. Tentang refleksi, evaluasi, ambisi dan kenyataan akhir cerita. Bagi saya 2017 lebih memberikan pil asam manis menarik yang sekiranya pencapaian saya dapat saya perhitungkan, saya ingat dimalam tahun baru 2018 saat saya mengevaluasi resolusi saya hampir sebagian besar target saya tercapai. Entah hanya target ketrima dikampus impian, bisa katam al-qur’an beberapa kali, sholat lebih tepat waktu, resign kerja, mendapat pekerjaan impian, beli barang, solo travelling ataupun lainyya. Sedangkan 2018. Saya mulai merenungi diri saya di malam tahun baru kemaren, apa yang dapat saya banggakan ditahun ini? sholat masih sering gak tepat waktu, Bacaan al-qur’an saya mulai berantakan, keistiqomahan dalam membacanya super fluktuatif, kalo pas rajin rajin bangett kalo pas males hmmm seminggu al-qur’an saya gak saya buka juga sering :(, puasa sunnah jarang, sholat sunnah jarang, Tabungan finansial gak berubah banyak, gak membeli barang impian saya ditahun ini, solo travelling? Hanya sekali itupun dalam kota. Tapi setelah saya pikir ulang, tahun ini juga terlalu banyak down side hingga akhirnya semua hal yang saya impikan itu banyak tidak tercapainya dan ini beberapa hal yang saya pelajari dari 2018. 
1. Survive dari Tipes beberapa kali.
Adaptasi di Malang ternyata sesusah ini, baru benar-benar yang sadar banget saat saya harus melewati hari-hari saya setiap bulan dengan cek-up kedokter hanya karena saya sakit tipes ataupun sakit-sakit yang lain. 2018 ini saya banyak belajar nikmat yang sering disepelekan oleh sebagian besar orang tentang nikmat sehat dan sempat. Betapa kufurnya saya selama saya sehat,  makan sering gak dijaga, pola hidup berantakan, jarang olahraga dan lainnya. Tapi saya survive melewati semua ini. Saya survive melewati banyak laporan dan deadline dengan bantuan obat-obat itu, tapi yang lebih membantu dan menguatkan saya adalah Tuhan dan orang-orang disekitar saya. Teruntuk kalian terima kasih banyak sudah banyak membantu intan, terima kasih sudah membantu Intan sembuh sedia kala.

2. Menerima diri sendiri Sepenuhnya
2018 ini sisi downside saya mungkin bukan hanya dari kesehatan saya, tapi dari masalah yang rasa-rasanya juga luar biasa bagi saya. Tapi disatu sisi, saya benar-benar sadar ini tahap pendewasaan, pendewasaan utama saya adalah saya menemukan diri saya yang mulai sadar percuma diterima banyak orang kalo dirinya sendiri tidak bisa menerima. Saya banyak belajar di 2018, untuk menerima saya sepenuhnya, tidak peduli orang-orang mau menerima saya sepenuhnya ataupun tidak, urusan saya sekarang ini adalah menerima saya sepenuhnya dengan menjadi versi terbaik saya setiap harinya. Dan mungkin dengan saya yang sering bilang “tidak”, membiarkan ruang nyaman penerimaan bahwa ini hidup saya pada hal-hal yang sekiranya tidak bisa saya kompromikan untuk bilang “Ya”.

3. Banyak yang datang, tapi cuman singgah
2018 ini juga rasa-rasanya ada beberapa orang baru yang bisa mengetuk hati saya. Entah karena selama ini memang sejatinya hati saya kosong atau gimana saya tidak tahu tapi yang saya sadari masih ada lakon lawas yang masih ada, jadi? Rumit amat cerita ini. Hmmm. Intinya saya tipe-tipe yang mudah buat naksir atau kagum tapi tidak untuk jatuh cinta. Dan mereka datang tanpa permisi bisa membuat saya kagum dan membuat hari saya lebih berwarna di Malang, saya bahagia? Cukup bahagia, apalagi saat saya mulai menderita dengan banyak hal, rasa-rasanya saya punya alasan untuk bilang Malang cukup menyenangkan. Tapi semua hal-hal manis ini tidak bertahan lama! Berakhirnya sama, setiap kali saya libatkan perasaan saya sama yang Punya perasaan (Allah) perasaan dan orang itu lama-lama akan menghilang begitu saja. Mungkin satu dua hari saya kecewa tapi ya pada akhirnya saya belajar untuk, yaudah emang bukan dia jodoh saya, mau gimana lagi? Meskipun 2018 ini saya belajar banget tentang patah hati juga sih hahahah. Serius saya ngrasa saya gak akan kecewa dengan orang yang pernah mengetuk perasaan saya, apalagi cuman saya taksir dan kagum, tapi enggak buat dia, bagi saya dia satu-satunya pria yang mampu saya sebut dalam doa saya, pria yang membuat saya selalu yakin saya mau belajar jadi wanita yang lebih baik, yang membuat saya lebih dekat sama Allah. Iya, saya salah besar disini, niat saya konyol dan berantakan. Dan Allah menjawab doa-doa saya selama ini dengan melihat postingan teman dia, bahwa dia menikah. Hahahah. Tahu perasaan saya saat itu membacanya? Saya hanya diam bingung dan merasa masih baik-baik saja lalu beberapa detik kemudian saya sesengukan ambil tisu. Patah hati ter-ah gak tau saya bingung nyebutnya tapi ya udah gitu hari berikutnya saya bisa bahagia lagi, dan sudah gak mau bahas ini, saya sudah baik-baik saja, dan berakhir mengkosongkan hati lagi di tahun 2019 yeay!

4. Lebih Mencintai diri saya sendiri
Well 2018 Ini saya benar-benar lebih bahagia dibanding 2017 rasanya, saya pikir hal ini karena tahun ini saya bisa melewati segala sesuatunya. Dimana saya mampu meredakan ego saya yang cukup tinggi dalam banyak hal. Lalu membiarkan semuanya berlalu begitu saja. Apakah Saya kecewa sama diri saya? Tidak sama sekali! Tahun ini bagi saya sudah berusaha dengan banyak hal itu, tapi tak mudah memang untuk mencapai semuanya, yang saya selalu ingat nasihat Umar bin Khattab “Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku" – Umar bin Khattab -” Hari-hari saya sama sekali tidak tertekan dengan harapan, nilai idealis yang saya anut, ataupun ekspektasi yang berlebihan, saya benar-benar hidup dengan mengandalkan kalimat “Yaudah, Jalani aja”. Mungkin yang kenal saya sebelum-sebelumnya banyak yang meragukan, tapi inilah saya, prinsip saya bukan lagi api yang pada setiap harinya berkobar-kobar dalam banyak hal. Hingga akhirnya tahun 2018 Saya berprinsip seperti air, yang mengalir apa adanya, let it flow, meskipun pada nyatanya air selalu mengalir dari aliran tinggi kerendah. Tak mengapa, ada saat saya harus menjadi api, tapi kadang juga menjadi air.

5. Mengiklaskan kesempatan
2018 ini juga saya belajar untuk mengiklaskan kesempatan yang datang, well ini sedih sih, tapi memang begitu adanya. Ada beberapa kesempatan yang sekiranya datang tapi saya tidak jadi ambil karena banyak pertimbangan. Salah satunya conference di Eropa, saya mencoba benar-benar ngiklasin hal ini, doakan saja saya mendapatkan penggantinya segera!!!!.

6. Gadis Intan’s Project Running
Yeayy, tahun ini cukup membuat saya bahagia dengan kehadiran project yang saya buat, untuk sedikit ceritanya bisa dicek dipost saya sebelumnya Klik disini. Bagi saya cukup banyak pelajaran juga dimana ada titik upside dan down, tapi cukup membuat saya lebih yakin, saya akan selalu mencintai apapun yang saya lakukan dan membuat project-project kecil yang sekiranya diakhirat nanti bisa memberatkan timbangan amal saya.

7. Mulai sadar sama Kesehatan
Mungkin ini saya cukup telat sih karena baru sadar dengan kesehatan saya setelah saya tipes survivor wkwkw lol. Setelah itu, saya mulai aware sama makanan yang saya makan, pola hidup saya, mulai mengurangi kopi, begadang, dan lebih rajin olahraga setiap minggunya. Yeay!. Mungkin pencapaian lain saya adalah, saya mulai sadar pentingnya make up :(( sungguh ini tu, hal yang sama sekali gak pernah ada dalam kamus besar kehidupan Intan, tapi sebagai seorang yang belajar akan profenalitas dan krn banyak virus yang berperan lol. Akhirnya saya mau belajar buat pakek lipstick everyday, kalo dulu? Wahhh saya ngantor aja kalo gak pas meeting saya males pakek lipstick, tapi sekarang jadi hal yang wajib dilakukan disetiap hari, ataupun sekedar pakek skincare. huaaa. Ini saya baru sadar banget sih di akhir 2018 kalo wajah lebih cerah tu meningkatkan mood diri sendiri, apalagi nemu lipcream yang sesuai, semangat naik beberapa tingkat sih buat melalui hari yang kadang melelahkan.

8. Sosial Media Toksik?
Tidak untuk tahun ini, saya benar-benar merasa kehadiran social media tahun ini sebagai hal yang perlu saya syukuri, salah satu cara yang masih saya gunakan untuk memaksimalkan social media adalah dengan mute orang-orang yang menurut saya tidak memberikan dampak positif di story, jadi saya cuman seen story orang-orang yang menurut saya penting. Dampaknya saya sama sekali tidak suka membandingkan kehidupan saya dengan orang lain, lebih banyak dapat insight baru ataupun hal-hal positif yang lain. Terima kasih instagram, dan semua social media di 2018.

Rasa-rasanya tahun ini cukup berarti dalam mendewasakan pola pikir saya, tentang upside and down kehidupan, tentang orang-orang yang hadir tanpa permisi, tentang kehidupan yang tak selamanya mulus tapi berarti, tentang satu persatu tanggung jawab yang terselesaikan dengan amat membahagiakan pada akhirnya. hey Intan! You have done the great things in 2018! Buat kamu Intan hari ini diawal 2019. Terima kasih banyak kamu sudah banyak berjuang, terima kasih telah mengurangi keluhan tidak berfaedah kamu, terima kasih sudah banyak bekerja keras, terima kasih untuk selalu tidak menyerah dengan semua hal yang terjadi. Intan, besok di 2019 akan banyak badai petir dan banyak hal menantang kedepan, jangan takut! Bahumu akan selalu kuat, kamu akan selalu bahagia dengan apapun yang terjadi, selalu bersyukur, dan selalu mau mengiklaskan yang memang bukan rejekimu pada akhirnya. Intan, tahun ini patah hatimu cukup beragam bukan? Terima kasih masih mau membuka hati yang baru untuk orang lain, terima kasih sudah mau belajar kenapa kamu sebaiknya menikah, terima kasih sudah mau berusaha kuat dan bertanggung jawab dengan setiap pilihan yang kamu buat. 2019 nanti kamu akan bertemu banyak persimpangan bukan? Ketuk semua pintu kesempatan itu! Segera tuntaskan tanggung jawab terbesarmu, jangan malas dan santai-santai lagi. Ada banyak kesempatan besar diluar sana setelah kamu menyelesaiakan satu persatu tanggung jawabmu sekarang ini, tapi Intan jangan gegabah, tidak semua kesempatan harus kamu ambil juga! Selalu sadar akan kapasitas diri dan libatkan Dia (Allah) yang selalu ada buat kamu tan. Untuk Intan, selamat menebar kebermanfaatan sebesar-besarnya diBumiNya, selamat berjuang dan berproses. 


                                                                                                                                                                                                                     

Popular Posts