Memulai lembar baru tak harus diawali di awal bulan ataupun di awal tahun kan. Ini salah satu lembar baru setelah banyak mencari, meskipun sampai sekarang masih harus menentukan arah, tapi tidak ada salahnya mulai mengawali hal baru meskipun bukan di bulan baru.#31Harimenulis ini adalah edisi perdana dan baru di blog yang sebenarnya tidaklah berpengaruh sekali di mesin pencarian, tapi sangat berpengaruh dalam hidup saya. mhahahah. well mulai tanggal 11 Februari ini saya ingin posting sekali setiap har, bukan-bukan untuk sekedar iseng ataupun peningkat ranting Google lebih ke memulai dari #31harilebihbermanfaat #31harimempertajamvisi #31harimerangkaiarahbaru.
20tahun!! Usia peralihan ke dewasa yang sudah tidak bisa di bilang Abg. Menginjak usia 20tahun 6Bulan sekarang ini, ambisi ataupun nyali seperti dipertanggung jawabkan dengan waktu. Waktu juga lah yang mengiring saya hingga akhirnya menjadi saya yang sekarang ini. Jika saya sedikit belajar dari bos saya di tempat bekerja saya sekarang, beliau selalu bilang selain mentarget juga harus membuat indikator, di random thought saya kali ini, saya ingin menulis sedikit titik indikator dengan waktu yang sudah Tuhan saya titipkan ke saya di 20tahun ini. Indikator selama 20tahun ini lebih mengarah apa yang telah saya hasilkan?. Tentunya indikator saya di sini lebih menagarah ke duniawi yang terlihat secara objectivie. Bagi sebagian orang 20 tahun pasti sudah banyak sekali pencapaian yang di hasilkan, mulai dari pencapaian skala nasional ataupun internasional, bukan hanya pencapaian tetapi juga sebuah prestisius dalam hal-hal tertentu, seperti tingkat transkrip nilai ataupun nilai saldo yang ada di ATM ataupun hal-hal lainnya. Atau ada juga yang masih stagnan dengan berbagai dalil kehidupannya, alias ngak move on-move on levelnya. Bagi saya 20years adalah fase awal untuk start dalam good choice tapi tida dapat dipungkiri, bad result yang sering akan kita dapatkan. Pun indikator ini lebih mengarah ke apa yang telah telah saya berikan untuk saya pribadi ataupun orang. Indikator dan katalisator ini juga mengarah bukan hanya dari target yang yang impikan tapi juga mengarah ke orang lainnya seusia saya.
Saya mau cerita sedikit, selama saya SD-SMP saya sama sekali tidak memiliki indikator dan katalisator ataupun seseorang yang dapat memberikan saya insight, inspirasi ataupun memberikan saya pacuan dalam kehidupan saya, saya sadar sekali, karena lingkungan saya memang tidak menawarkan orang yang dapat saya jadikan pacuan, dan saya memang masih pasif dalam hal self management. Berbeda dengan saat saya SMA, saya dapat kenal dari beberapa lingkungan luar sekolah karena di SMA saya juga sama dengan lingkungan SD-SMP yang tidak memberikan insight banyak untuk lebih berkembang. Tapi saat SMA, saya lebih sering mencari indikator-indikator-Katalisator darimanapun itu, terlebih orang-orang diluar zona kenalan saya, mulai dari temen sesama bimbel, sekolah lain, ataupun saya sering saya orang-orang kenalan yang saya dapatkan dari internet. Puncaknya di Kuliah, dari segi mental pencarian jati diri saya aktive berkembang, saya sudah mendrive diri saya, dan Lingkungan yang totaly berbeda dari SD-SMA. Dari SD-SMA saya dari desaa banget, dan saat kuliah saya di Jogja notabene udah Perkotaan dan berada dilingkungan dari universitas paling Top di Indonesia *maaf bangga dikit* itu mengapa pandangan saya terhadap “Indikator” saya ini berubah drastisss sekalii!!. Indikator dan katalisator saya dari orang-orang yang saya sekarang mungkin bukan titik klimaks tentang inspirasi ataupun insight yang saya ingin selalu gali, tapi setidaknya ini gambaran orang-orang yang akhir-akhir ini bikin saya gregetan selama saya 20tahun apa aja yang sudah saya perbuat kok jika dibandingin kurvanya beda banget T.T Oke lets seee, tapi saya belum bisa mention namanya karena saya belum meminta izin, mungkin lain kali saya edit ulang jika sudah di acc saya postingan ini.
Oke mungkin itu baru sedikit ataupun secuil orang yang menjadi indikator dan katalisator saya selama ini, tapi dari mereka saya mulai menyukai apa yang namanya “Self Management”. Bagi saya orang-orang diatas adalah orang-orang hebat yang tak pernah meninggalkan apa itu “Self Management” malah bagi saya orang hebat seperti mereka adalah orang yang sangat sukses tentang value self management dengan EQ yang mereka miliki, bukan hanya dari segi pencapaian dengan IQ. Pencapaian diri! 20tahun ini juga saya mulai berpikir, saya termasuk orang-orang “merugi” karena sejatinya saya juga sedang merugi dengan waktu yang saya gunakan, saya yang sering mengabaikan waktu yang sejatinya harus saya usahakan namun yang saya dapatkan hanya kekosongan belaka.
- Dokter PTT dari Unsoed
- Banking di CIMB, Founder Dreamdellion
- Mahasiswa Fisipol Jurusan PSDK
- Mapres Tekhnik 2012
- Presma Tekhnik 2015
- Presma UGM 2013
- Mahasiswa di Bem KM UGM
- Presma UGM 2016
- Presma UGM 2014
- Mahasiswa FK
- Mhasiswa UGM lupa jurusannya
- Mahaswa PHD UK
- Beberapa penghuni setia tumblr
- Orang-orang FIM
- Semua orang di sekitar saya selama 4 tahun kebelakang
- PPSDMS RK
Jadi memasuki usia-usia kritis semua hal sekarang ini, tentunya saya butuh katalisator dan indikator untuk membuat saya lebih terpacu menentukan arah kehidupan. Nah darisanalah saya ingin menuliskan orang-orang hebat yang sering menginspirasai saya saat saya merasa lelah akan kehidupan dunia heheh. Well orang pertama yang ingin saya bagikan cerita adalah salah satu orang yang pernah menduduki deretan pemimpin di Fak Tehnik UGM. Dan ini bukan Firts indikator ataupun katalisator saya sebetulnya tapi, saya lagi mood nyeritain dia di hari ini, karena abis kepo yang terlalu terinspirasi. Panggil aja A, salah satu orang yang bisa menginspirasi saya karena kuatnya karakter yang beliau miliki. Mungkin sama dengan yang lainnya, saya menyukainya karena prestisiusnya ataupun betapa bersinarnya dia saat kata masih muda itu masih di sandang. Yang saya taksir dari dia mungkin bukan cuman tentang kehidupannya saat ini, tapi pendidikannya dari saat dia Lahir. Menariknya, saya menyukai cara orang tuanya dalam mendidik hingga menjadi dia yang sekarang.
Like Father like Son, sering dengar quote itu? Mungkin sekrang ini, Ayahnya sedang merasa bangga dengan sesosok anaknya yang satu ini karena 11 duabelas dengan dia sekarang. Dia mungkin seorang kakak dan adik yang bisa jadi panutan untuk keluarganya ataupun untuk orang lain. Kalo saya lihat-lihat dari kacamata kuda saya dia bisa seperti sekrang karena orang tuanya sukses mendidik dia. Hemmm berbicara cara mendidik orang tuanya, hal pertama yang soroti adalah dari karakter keluarga dia yang mirip-mirip, bersahaja, santun, kualitas keimanan secara kasat mata subhanallah dan masih ada banyak hal lain yang so amazed dari dia. Sedikit yang baru saya pelajari dari kehidupannya dari keluarganya, ketika kita ingin memiliki anak dengan Karakter A, ya kita harus sudah memiliki karakter ataupun sikap A secara maksimal, jadi anak punya contoh kongkret suri tauladan mana yang harus bisa iya jadikan panutan.
Selalu mementingkan Orang lain. Selain dari keluarga, bagi saya dia memiliki jiwa kepemimpinan dan kepahlawanan yang luar biasa, mungkin di lingkungan kampus saya dulu orang-orang seperti tidaklah sulit untuk ditemukan. Saya belajar dari dia, mengiklaskan peran itu susah susah gampang, ketika kita terjun untuk mementingkan orang lain saat itu kita seperti belajar untuk merelakan diri untuk menomor sekiankan kehidupan kita. Mungkin sedikit yang saya pelajari adalah Mengiklaskan peran itu bisa dilakukan siapa aja, terlepas status kita sekarang mau dari seorang siswa, mahasiswa, kuli ataupun apapun. Yang harusnya kita lakukan adalah bagaimana cara kita berperan dengan kemampuan yang kita miliki, karena sebenarnya bermanfaat itu tidaklah harus membagikan uang, Belajar mengiklaskan peran dan bermanfaat bagi orang lain dengan impact yang luar biasa mungkin bagi sekarang saya akan kesusahan sendiri bukannya saya mau menyerah sebelum berperang tapi itu nyatanya. hahahha. Wait, tapi saya masih bisa berperan untuk orang sekitar dan lingkungan saya kan? mungkin cerita tentang ini akan saya tulis lain waktu.
Tulisan itu juga sering menginspirasi tapi juga bisa memicu rasa di hati. Oke beranjak dari Why I should to be inspired by him because his writtten, about his life, and the other. Seringnya saya terinspirasi dari setiap celah kata yang selalu ditulis dengan epicnya seorang tokoh, dan itu berlaku dengan dia, dia mengajarkan saya, bahwa tulisan itu darimanapun itu meskipun hanya secuil caption dari Instagram bisa memicu hal lain dari orang lain entah bisa membuat orang lain menjadi bahagia, semangat, ataupun malah dilema, Secarik Caption!. Dia sering menginspirasi saya tapi tulisannya juga ada yang berbau memicu rasa #mahahha iya, hakikatnya semua orang bisa melakukan itu tapi sedikit yang saya kurang sukai, dia sering bikin baper semua ukhti diUGM! Catet! dia tampan, sholeh, karakter keren, calon orang mapan, sering jadi panutan, pintar nan rupawan, hayoo ukhti mana yang ngak baper kalo liat captionnya yang berbau sendu, romantis, tapi saklek seperti akhi idaman?, mungkin ini termasuk saya. #maaaf. makanya kadang saya meghindari stalking yang udah semangat-semangat karena yang lainnya, ini jadi melow trus kebawa perasaaanya kemana-mana. hemmmm.
Mungkin ini sedikit tulisan untuk mengawali #31harimenulis. Selamat bermalam Minggu Happy Satnight. Meskipun rancu, semoga sedikit tulisan saya lebih memicu kita untuk selalu bermanfaat meskipun hanya secarik tulisan lugu nan wagu ini.
Yang selalu ingin menginspirasi
Gip
