Tempo lalu saya berjalan dengan teman saya di salah satu mall di Yogyakarta, yang merupakan salah satu mall yang paling dekat dengan kos kita. Menyusuri beberapa toko, teman saya tertarik dengan High Heels di Matahari, tempo lalu dia telah mengincar satu barang disana. Kami mendatangi tempat tersebut, high heels tersebut akan di gunakan dalam salah satu acara diangkatan kami nanti, salah satu hal yang lumayan menyita perhatian untuk acara tersebut. Kami menimbang-nimbang heels tersebut, saya yang memang awam dengan perheels’an karena tidak pernah memakai, cenderung suka dan tidak dengan pilihan teman saya, mungkin karena saya lebih menyukai yang tertutup didaerah kaki, jadi high heels itu tidak mengetarkan hati saya untuk bilang “Yes I like it”. Namun tidak juga memberikan antipati “I don’t like” . Kami memiliki berbagai pandangan disitu mulai dari warna, model, mainsterm, dll *namanya juga wanita yang rempong* Pindah ketempat lain, dan belom ketemu dengan incaran yang sesuai, Akhirnya setelah muter-muter kami capek, dan membiarkan teman saya untuk mencari yang dia inginkan tanpa mempedulikan omongan kami. Saya duduk ditempat yang disediakan dan foilaa tidak banyak waktu dia menemukan pilihan heels tambatan hatinya (tidak banyak waktu) seandainya dari tadi suruh pilih dan tidak menggunakan berbagai asumsi dan perspektive kami temannya mungkin pemilihan heels tidak akan lama-lama. Dari cerita ini saya menarik berbagai kesimpulan Dengan mulai dari Jangan libatkan semua orang yang memang berbeda dalam keinginan untuk pemilihan barang yang kita inginkan, ya meskipun saat itu kita lagi buntu apa yang baiknya untuk dibeli, dengan dasar semua orang memiliki kecenderungan dalam berbagai aspek yang akan berdampak pada pemilihan, misalnya tentang harga,warna kesukaan, model dari produk, tipe dalam diri yang lebih menonjolkan elegan, simpel atau yang lain jangan memiliki sikap close minded dengan mengutamakan keinginan, karena belom tentu pilihan dari orang lain adalah kesalahan meskipun awalnya kita tidak suka.. Mungkin pemilihan tersebut akan membuka hal lain seperti misalnya barang ini akan mudah rusak karena bahan x, Lebih memiliki prinsip namun open minded. Keterbukaan itu yang akan mengantarkan kita pada berbagai hal yang kita tidak tahu atau perspektive orang lain namun prinsip akan mengantarkan pada satu pilihan yang memang kita inginkan. Yang begitu berat dari kehidupan yang
-Selamat Sore dari Langit Jogja Yang Berurai air mata (read : Hujan)-



