Selamat datang di area Quarter Life
Crisis. Do you know about Quarter life Crisis? Menurut Dr.
Robinson menyebutkan Quarter-Life Crisis adalah pengalaman positif, sebuah
katalisator untuk perubahan yang konstruktif dan akhirnya menjadi pondasi untuk
kehidupan baru, mengalami quarter life crisis akan mengurangi resiko menderita
min-life crisis nantinya di usia 40an atau 50an. Quarter life Crisis sendiri dapat terjadi mulai dari 20tahun-30tahunan. Setiap orang pasti pernah ataupun akan menikmati fase ini. Termasuk gue, yang sekarang mungkin sedang mengalami tahapan fase ini. Ada orang yang berproses tanpa
merasakan kegalauan yang paling ketara dalam hidup di fase ini, tapi ada yang
galau sampai stres tak ada ujungnya juga ada, dan gue nulis semua disini tujuannya
buat merapikan pikiran-pikiran liar gue karena gue ngerasa sedang mengalami
fase ini, especially after graduate from university. tahun ini menjadi banyak
sekali moment yang mempertaruhkan itu semua. Quarter Life Crisis awal bagi diri gue adalah tahap seseorang banyak mempertimbangkan pilihan yang
nantinya di bawa sampai dia Mati ataupun Sampai di alam yang kekal (Akhirat).
Pertimbangan-pertimbangan itu pasti banyak banget seperti –Setelah Lulus Kuliah
mau kemana, mau berprofesi apa, sesuai dengan passion atau belum, sesuai dengan
keinginan ataupun kebutuhan, mau lanjut kuliah lagi atau tidak, ada tekanan
dari banyak pihak tentang jodohlah, masa depan mau di bawa kemana dll, fase ini
menjadi fase teror untuk orang yang baru beranjak dari labil mau menjadi
stabil. Fase yang terjadi karena realita saat ini tidak sesuai dengan
ekspektasi. Dr. Oliver Robinson dari University of Greenwich menulis dalam
risetnya yang berjudul Early Adulthood and Wuarter Life Crisis, menyebutkan ada
5 fase Quarter-Life Crisis.
- Fase Pertama : Kamu merasa terjebak oleh pilihan hidupmu, exactly!! Saat semua expektasi dan imaginasi liar kita tak sejalan dengan realita! Buruknya dilema dan galau berkelanjutan. Seperti hidup adalah kejutan tapi kita kurang persiapan dengan pilihan yang akan kita ambil, seperti merasakan di kapal karam di tengah laut tanpa siapapun yang dapat menolong.
- Fase kedua : Merasakan “Aku harus keluar dari situasi ini” dan ada perasaan kalau perubahan itu mungkin jika kamu yakin. Di fase ini kita merasa kita mulai yakin dengan diri sendiri.
- Fase ketiga ; Kamu keluar dari pekerjaanmu, mengakhiri hubunganmu , atau bahkan menyudahi komitment yang membuatmu merasa terjebak. Lalu, kamu memasuki zona menjauh” dimana kamu memilih menyendiri dan mencari tahu siapa dirimu dan apa yang kamu inginkan.
- Fase ke empat kamu mulai memmbangun kembali hidupmu dengan pelan namun pasti
- Fase kelima : kamu mengembangkan komitmen baru yang sejalan dengan aspirasi dan keinginan.
Quarter-life crisis, mungkin ini awal
permulaan gue menikmati fase ini, fase awal mempertanyakan kehidupan mau dimana
kehidupan gue selanjutnya. Goals apa yang mau gue capai kedepannya. Ternyata
life plan dan life goals yang sering gue tulis di papan deket meja belajar gue
ngak banyak memberikan insight gue gak galau mengalami masa ini. Karena
akhirnya gue masih aja mempertanyakan ini semua. Kalo untuk menjadi settle
life, gue belom yakin dengan kemampuan yang gue miliki sekarang. Tapi untuk
survive-life dengan kerjaan gue ataupun kehidupan gue saat ini, mungkin gue
bisa aja, tapi balik lagi, hidup bukan hanya tentang seberapa survive kita kan? oke itu untuk masalah karir dan pekerjaan, atau settle dalam kehidupan, tapi ada juga yang katanya urgent selain itu semua, Tentang Jodoh. Well, of course di fase ini gue ngalamin galau karena dorongan temen ataupun orang-orang sekitar gue yang sering banget bahas ini -___- gue yang emang pada titik ini, pasti juga mikir kan, meskipun presentasenya gak sebanyak yang lain.
Fase Quarter Life Crisis tentang teman hidup. kalo buat gue sendiri lebih serius mikirin karir sih dibanding tentang ini . Gue ngejalani fase tentang ini dengan biasa wae, temen gue yang nikah duluan juga udah banyak dan gue belum merasa di teror fase ini, karena jodoh. Tapi balik lagi gue manusia biasa sih, ada saat gue mikir serius juga mhahaha. Pertanyaan kapan menikah itu pasti ada dan gue masih sering jawab dengan jujurnya dan b***nya : saat udah ada calon wkwkkw, tapi buat berada di titik tertentu mungkin, mau serius sering konsultasi sama Allah dulu hahah. *kok gakserius dari tadi*. To be honest sekarang belum kepikiran tentang membangun rumah dibelakangnya ada tangga-nya :D Mungkin lebih mengedepankan apa yang sekarang bisa gue lakuin kalik ya, target nikah gue juga masih abis 26tahun kok seloow masih 6th lagi, saat gue udah settle dalam kehidupan gue. So to be honest for everyone who want me soon *kalik aja dia baca kan wkkwkw* i'm sorry, i think you must waiting for 5th years later after i finish my master degree, tapi engak menutup kemungkinan lebih cepet dari target gue, Lho??.
Semua
orang akan mengalami masa ini, tinggal pintar-pintarnya kita menyelami diri
untuk menyesuaikan ekspektasi dan relatita yang ada di kehidupan,
karena ini sebuah fase naik turun kehidupan, akan ada saatnya kita menertawakan
fase ini suatu saat nanti, karena saat itu kita telah melewati semua fase ini.
Fase Quarter-life Crisis, buat gue sendiri seperti berkaca dari seberapa besar
pertimbangan pilihan kehidupan yang kita ambil sekarang, karena pada
pilihan di fase ini banyak mempengaruhi gue di masa depan. Sejurus dengan itu
semua, gue mulai sedikit merangkum What I need before i settle and after i start this fase.
1. Berpikiran
Positiv
2. Menghadapi
dengan santai
3. Melakukan hal
yang positif
4. Bercita-cita
sewajarnya
5. Berhenti
membandingkan
6. Menyesuaikan
imaginasi dan ekspektasi sesuai dengan realita yang kita terima
7. Open
minded
8. Belajar
terbuka untuk menerima kritikan ataupun memberikan kritikan dengan belajar
mengungkapkan perasaan *read curhat*
Mungkin
pembahasan Quarter Life Crisis disini enggak semenarik yang pernah kalian baca,
tapi
semoga Quarter Life kita menarik. Cheers!! Thank You udah baca
curhatan gak jelas gue....












