Sabtu, 28 Mei 2016

Surat Untuk Diriku 5 Tahun yang Akan datang


Dear Kamu 5 Tahun yang akan datang
Dari Aku sekarang ini
Pesan :
Selamat pagi nona
Hari ini tepat 5 tahun yang akan datang aku menulis sajak terpanjang untuk kamu nona (diriku sendiri). Bukan kata yang mendamaikan seperti prosa karangan Sapardji Djoko Damono. Hanya sebatas aksara yang nantinya akan aku kenang. Untuk mendeklarasikan perjuanganku. Jadi bagaimana perjuangan selama 5 tahun nanti nona? Aku yakin kamu harus berjuang lebih, memberikan yang terbaik untuk setiap proses kehidupan yang bukan hanya berat namun aku yakin kamu telah memperjuangkanya. Bagaimana harapan kamu untuk mendapatkan pencapaian yang pernah kamu tulis sebagai resolusi di kertas tempo lalu. Tepat 21 April 2021 nanti akan sudah banyak daftar yang kamu coret dari daftar resolusimu bukan?.   Resolusi pertama tentang Keimanan dan ketaqwaanmu, Kamu pasti sudah tersenyum lega karena tidak lagi menjadi orang yang sering menunda Sholatmu bukan? dengan kebaikan yang selalu kamu tabur disepanjang harimu. 5 tahun yang akan datang  aku akan melihat kamu telah mendapatkan gelar Sarjanamu. Bukankah perjuangan yang terlalu panjang untuk mencapainya? Bagaiaman nona kamu lega? Ah aku rasa belom sepenuh masih ada ratusan resolusi bukan? Ataukamu sedang melakukan pekerjaanmu sebagai manager hebat di Perusahaan ternama yang sering kamu ceritkan pada Tuhanmu?. Tunggu atau kamu masih sedang proses apply untuk beasiswa MBA (Master Bussines Administration)? atau plan A kamu yang kamu dapat, sedang mendengarkan study case di Universitas yang sering kamu sanjung, dibelahan benua lain kamu menjadi bagian dari HBS 2019? Semoga cerita di HBS segera kamu sanjungkan.
Sebagai seorang Anak yang membanggakan orang tua, selama 5 tahun nanti pasti kamu telah berusaha untuk menjadi orang yang menaruh kedua orang tuamu didaftar paling atas setelah Tuhanmu telah memberikan senyum kebanggan itu dibalik gelar yang mereka impikan, dibalik hapalan alqur’an yang selalu mereka harapkan, dan dibalik karir kamu yang bukan hanya dipandang rendah oleh orang lain. Sebagai kakak yang membanggakan dan menjadi tauladan untuk adiknya, 5 tahun nanti aku yakin kamu dapat mengemban amanat itu, merangkul amanat yang tidak semudah yang kamu bayangkan dahulu sebelom kamu melihat dirimu sekarang bukan hanya mengajari adikmu untuk mengayuh sepeda, melukis pemandangan, dan memasak melainkan menjadi kakak yang memiliki standart yang tinggi untuk kehidupan, mempertaruhkan keidealisan untuk mencapai tahta tertinggi kebanggaan kakak yang telah ditauladani dan dilampaui adikmu. Sebagai seorang teman yang terhormat 5 tahun nanti aku yakin temanmu sering menceritakan namamu diantara teman-temannya yang lain sebagai teman yang selalu mengayomi, teman sukses yang tak melupakan dan meninggalkan kawannya, dan seorang teman yang hebat yang selalu ringan untuk membantu. Sebagai seorang istri yang taat untuk suaimi, 5 tahun nanti bukan lagi sebuah status single yang akan melengkapi hari-harimu ada tanggung jaawab yang lebih besar ketika status Istri itu telah kamu sandang, ah aku yakin kamu akan mempersiapkanya dengan sangat matang untuk mendapatkan gelar terbaik yang akan membawamu kesurga nanti menjadi seorang istri yang taat untuk suami.
5 tahun nanti akan kamu lihat foto dan piala yang terpajang di lemari rak kebanggaanmu. Piala dan pencapaian yang selalu kamu ingin dapatkan sebagai seorang entreprenuer hebat, seorang peneliti bidang keuangan yang mendapatkan Nobel, seorang wanita yang berpengaruh untuk masyarakat disekitar terlebih untuk negaranya, sebagai pemuda penggerak perubahan, sebagai wanita karir yang karirnya tak dapat diragukan, sebagai seorang penulis yang memiliki banyak tulisan best seller, dan sebagai seorang yang akan mengelilingi dunia untuk pencari ilmu. Dibalik pencapaianmu 5 tahun yang akan datang aku yakin kamu akan melihat dirimu ditimpa masalah yang hebat, kamu lelah menapaki jejak  kerasnya dunia, kamu luka dimana-mana, kamu ditinggalkan oleh orang-orang yang kamu sayang, kamu dicaci dan dihina, keimanan kamu di uji. Ingatlah hari ini kamu pernah menulis surat untuk dirimu sendiri, bangunlah tapaki dunia yang terjal itu dengan senyum dan keiklasan, bangkitlah segera setelah kamu ditengelamkan, kamu harus berpijak menapaki jalan degan harapan-harapan yang selalu kamu lantunkan dalam doa. Ingatlah hari ini pencapaian itu tidak ada ketika kamu tak memperjuangkan semuanya. 1000 kali kamu gagal kamu hanya harus mencoba 1001 kali untuk berhasil, habiskan kegagalanmu dimasa ini hingga dimasa yang akan datang kamu akan tersenyum lega dengan pencapaian yang kamu miliki. Selalu semangatlah untuk menabur benih kebaikan dan keiklasan setiap harinya nona.

                                                                                    Yang Selalu Mencintaimu
                                                           

                                                                                                Aku di 2016

0 comments:

Posting Komentar

Popular Posts