Dear
Kamu 5 Tahun yang akan datang
Dari
Aku sekarang ini
Pesan
:
Selamat
pagi nona
Hari
ini tepat 5 tahun yang akan datang aku menulis sajak terpanjang untuk kamu nona
(diriku sendiri). Bukan kata yang mendamaikan seperti prosa karangan Sapardji
Djoko Damono. Hanya sebatas aksara yang nantinya akan aku kenang. Untuk
mendeklarasikan perjuanganku. Jadi bagaimana perjuangan selama 5 tahun nanti
nona? Aku yakin kamu harus berjuang lebih, memberikan yang terbaik untuk setiap
proses kehidupan yang bukan hanya berat namun aku yakin kamu telah
memperjuangkanya. Bagaimana harapan kamu untuk mendapatkan pencapaian yang
pernah kamu tulis sebagai resolusi di kertas tempo lalu. Tepat 21 April 2021 nanti
akan sudah banyak daftar yang kamu coret dari daftar resolusimu bukan?. Resolusi
pertama tentang Keimanan dan ketaqwaanmu, Kamu pasti sudah tersenyum lega
karena tidak lagi menjadi orang yang sering menunda Sholatmu bukan? dengan
kebaikan yang selalu kamu tabur disepanjang harimu. 5 tahun yang akan datang aku akan melihat kamu telah mendapatkan gelar
Sarjanamu. Bukankah perjuangan yang terlalu panjang untuk mencapainya?
Bagaiaman nona kamu lega? Ah aku rasa belom sepenuh masih ada ratusan resolusi
bukan? Ataukamu sedang melakukan pekerjaanmu sebagai manager hebat di
Perusahaan ternama yang sering kamu ceritkan pada Tuhanmu?. Tunggu atau kamu
masih sedang proses apply untuk beasiswa MBA (Master Bussines Administration)? atau plan A kamu yang kamu dapat, sedang mendengarkan study case di Universitas yang sering kamu sanjung, dibelahan benua lain kamu menjadi bagian dari HBS 2019? Semoga cerita di HBS segera kamu sanjungkan.
Sebagai
seorang Anak yang membanggakan orang tua, selama 5 tahun nanti pasti kamu telah
berusaha untuk menjadi orang yang menaruh kedua orang tuamu didaftar paling
atas setelah Tuhanmu telah memberikan senyum kebanggan itu dibalik gelar yang
mereka impikan, dibalik hapalan alqur’an yang selalu mereka harapkan, dan
dibalik karir kamu yang bukan hanya dipandang rendah oleh orang lain. Sebagai
kakak yang membanggakan dan menjadi tauladan untuk adiknya, 5 tahun nanti aku
yakin kamu dapat mengemban amanat itu, merangkul amanat yang tidak semudah yang
kamu bayangkan dahulu sebelom kamu melihat dirimu sekarang bukan hanya
mengajari adikmu untuk mengayuh sepeda, melukis pemandangan, dan memasak
melainkan menjadi kakak yang memiliki standart yang tinggi untuk kehidupan,
mempertaruhkan keidealisan untuk mencapai tahta tertinggi kebanggaan kakak yang
telah ditauladani dan dilampaui adikmu. Sebagai seorang teman yang terhormat 5
tahun nanti aku yakin temanmu sering menceritakan namamu diantara
teman-temannya yang lain sebagai teman yang selalu mengayomi, teman sukses yang
tak melupakan dan meninggalkan kawannya, dan seorang teman yang hebat yang
selalu ringan untuk membantu. Sebagai seorang istri yang taat untuk suaimi, 5
tahun nanti bukan lagi sebuah status single yang akan melengkapi hari-harimu
ada tanggung jaawab yang lebih besar ketika status Istri itu telah kamu sandang,
ah aku yakin kamu akan mempersiapkanya dengan sangat matang untuk mendapatkan
gelar terbaik yang akan membawamu kesurga nanti menjadi seorang istri yang taat
untuk suami.
5
tahun nanti akan kamu lihat foto dan piala yang terpajang di lemari rak
kebanggaanmu. Piala dan pencapaian yang selalu kamu ingin dapatkan sebagai
seorang entreprenuer hebat, seorang peneliti bidang keuangan yang mendapatkan
Nobel, seorang wanita yang berpengaruh untuk masyarakat disekitar terlebih
untuk negaranya, sebagai pemuda penggerak perubahan, sebagai wanita karir yang
karirnya tak dapat diragukan, sebagai seorang penulis yang memiliki banyak
tulisan best seller, dan sebagai seorang yang akan mengelilingi dunia untuk pencari
ilmu. Dibalik pencapaianmu 5 tahun yang akan datang aku yakin kamu akan melihat
dirimu ditimpa masalah yang hebat, kamu lelah menapaki jejak kerasnya dunia, kamu luka dimana-mana, kamu
ditinggalkan oleh orang-orang yang kamu sayang, kamu dicaci dan dihina,
keimanan kamu di uji. Ingatlah hari ini kamu pernah menulis surat untuk dirimu
sendiri, bangunlah tapaki dunia yang terjal itu dengan senyum dan keiklasan,
bangkitlah segera setelah kamu ditengelamkan, kamu harus berpijak menapaki
jalan degan harapan-harapan yang selalu kamu lantunkan dalam doa. Ingatlah hari
ini pencapaian itu tidak ada ketika kamu tak memperjuangkan semuanya. 1000 kali
kamu gagal kamu hanya harus mencoba 1001 kali untuk berhasil, habiskan
kegagalanmu dimasa ini hingga dimasa yang akan datang kamu akan tersenyum lega
dengan pencapaian yang kamu miliki. Selalu semangatlah untuk menabur benih
kebaikan dan keiklasan setiap harinya nona.
Yang
Selalu Mencintaimu
Aku di 2016

0 comments:
Posting Komentar