Mungkin itu adalah pertanyaan yang tergiang-giang dalam benak saya hari ini, mungkin saya selalu bahagia setiap harinya tapi tidak untuk akhir-akhir ini terlalu banyak tanjakan, bukit, jurang yang membuat air mata saya sering menetes setiap harinya. Harus tidak tidur, semua konsentrasi terpecah hanya karena masalah. Dan saya ingin menyerah saja rasanya tidur saja, membiarkan mimpi itu seperti gantungan, tak begitu tertarik bersenda gurau dengan cerita yang telah saya perjuangkan. Lelah? tentu. Berkali-kali saya harus menyakinkan diri saya untuk tidak menyerah, Hiruk pikuk kesedihan mulai terekam jelas. Dibalik semua itu hari ini hari yang berkesaan sekali rasanya untuk saya. Teman saya wisuda, bangga, bahagia, menjadi satu. Teman paling diam dulu saat pertama kali saya kenal, tak begitu saya kenal jelas dengannya, sebatas say hy, tapi perjalaanan perkulihan menjadikan fase-fase say hy berubah menjadi hal-hal yang tak jelas, menjadi orang yang tau sekali tentang saya, yang selalu ngebuly saya yang sering ngeliat saya menangis, yang sering bikin saya harus tereak-tereak kalo ngomong #suatusaatnaantisayaakanmenceritakan. Tapi hari ini saya menemukan dia, dengan Rona kebahagiaan menyinari wajahnya, bahagiaa sekali rasaanya melihat orang yang kita sayangi bahagia.
Dibalik semua canda tawa dan tanya hari ini ada satu kisah yang masih bisa membuat saya tersenyum. Sebait rasa yang tak pernah tertimbun oleh rasa yang saya berikan kepada orang lain. Dibalik euforia GSP siang tadi, saya menemukan anda, Euforia GSP siang tadi, saya menemukan anda, Dari ribuan orang yang datang di GSP, dari semua orang yang tadi saya cari dan banyak yang tidak dapat saya temukan satu persatu, mata saya tertuju dengan anda. Degup itu mungkin masih sama, membuat tangan saya harus tremor saat berfoto, harus memakai masker dengan panasnya Jogja yang menyengat tadi, dengan caraNya hari ini saya bertemu dengan anda. Mungkin kesempatan terakhir dibalik semua ini, tertegun dengan banyaknya manusia di GSP. Entah kali terakhir ke-dua terakhir atau kesempatan keberapa kali lagi bertemu. Perjalanan hidup itu masih mengintai, panjang berduri, mulai ragu dan mulai tersenyum lagi dibalik pertemuan absurd hari ini. Terima kasih untuk secuil cerita dibalik kebahagiaan hari ini, Terima kasih menawarkan gusi saya terlihat jelas lagi dibalik tawa yang sering saya tutupi, terima kasih telah menawarkan racun yang selalu ingin membunuh saya karena kerinduhan yang bertubi-tubi akan hadir, tapi biarkan ucapan selamat tinggal saya kepada Jogja dan Anda akan saya ucapkan sebentar lagi, dan izinkan hati saya berkelana sampai saya tahu siapa yang akan membuat saya kembali dan bertahan saya perjuangkan. Meskipun melupakan anda dengan jarak itu, saya yakini akan lebih susah.

0 comments:
Posting Komentar