Hy apa kabar? Bagaiamana perjuanganmu hari ini? masihkah kau temui dirimu mengrutuki semua nasibmu hari ini? masih ingin menyerah dengan semua jalan yang sudah dilewati? apakah harimu terlalu lelah melihat realita? atau berfikir hasil yang selalu tak sesuai?
Mungkin saat ini kita mengalami kenyataan yang sama, sama-sama sedang berjuang dengan cara kita sendiri-sendiri, sedang lelah dengan banyak hal yang tak pasti, lelah membayangkan bagaimana jika hasil malah tak sesuai?, sedang banyak gemuruh tekanan dari luar atau dalam, merutuki hari-hari lalu, dan menyalahkan diri sendiri.
Mungkin kita sedang mengalami hari yang sama, berat katanya, tapi memang begitulah jalannya. Mungkin kita perlu sejenak untuk menepi, melihat kebelakang apa yang telah kita lalui, perjalanan jauh, berbagai jenis krikil, jalan terjal pernah kita lalui, atau melihat diri kita sekarang, jalan mencapai mimpi kita mungkin masih jauh, tapi.... jalan yang telah kita lalui juga sama-sama lebih jauh kan?. Menyerah? hey? Bukankah ini salah satu doamu yang dulu pernah kau minta kepada Tuhanmu, dititik ini dan saat ini.
Jika kau terlalu risau dengan masa depanmu, kenapa kau tak risau dengan waktumu yang kau buang berjam-jam hanya untuk sosial mediamu, waktu melihat masa lalu, waktu melihat kehiduan orang lain atau waktu yang habis dengan kesia-siaan
Katanya tak perlu melihat hasil, lakukan saja yang terbaik setiap waktunya. Dan akhirnya hasil lah yang akan selalu berkata jujur.. bukankah harusnya kau hanya perlu berjalan dan menikmati setiap waktumu?
Beristirahatlah sebentar tapi bukan menyerah. Katanya "Jarak kemenangan hanya sejengkal dari kening dan sajadah". Jika masih kau temui dirimu, mencari alasan dengan mendewakan hasil, maka kau hanya perlu percaya, jika prosesnya sudah seperti yang kamu inginkan hasilpun begitu, atau sekedar yakin Tuhanmu tidak akan pernah tidur untuk memberikan yang terbaik kepadamu.
Katanya tak perlu melihat hasil, lakukan saja yang terbaik setiap waktunya. Dan akhirnya hasillah yang akan selalu berkata jujur. Jika belum sesuai mungkin Tuhan kita punya cara dan jalan lain yang sama-sama terbaik. Jika masih kau temui dirimu, mencari pembenaran akan kemalasanmu mulailah melangkah sedikit saja, tak perlu banyak, hanya sekedar membuktikan bahwa kau mampu melawan kemalasanmu setiap waktu sampai akhirnya bertemu dengan mimpimu.
Karena ku yakin, mimpi itu dibangun bukan hanya dari sifat optimis kita yang selalu berlari, tapi sekedar berjalan atau melangkahpun pasti akan sampai. Katanya hidup itu kayak maraton bukan lari sprint, tak perlu lari diawal tapi kecapean pada akhirnya, sedikit demi sedikit yakin pada akhirnya kita akan sampai. Tak Mengapa jika harus merangkak dengan penuh keringat atau air mata, ku yakin semua akan kita lalui.
Jika kau masih merisaukan waktu bertumbuhmu yang selalu kalah dengan pertumbuhan orang lain, bukankah di negeri kitapun ada 3 jenis waktu? lalu kenapa harus risau dan mengeluhkan waktumu?
Terjal, kerikil, bebatuan, dan mungkin banyak ancaman seolah-olah kitalah yang paling menderita. Taukah kamu jika mereka juga sama seperti kita sedang menderita? tapi tidak semua orang mau berbicara penderitaannya, memang buat apa berbicara di sosial media tentang penderitaan?
Hari ini besok ataupun nanti, semua orang sedang berjuang dengan caranya. Ada yang sedang berjuang dengan mendapatkan pekerjaan segera, berjuang untuk lulus di waktu yang tepat, berjuang untuk makan, berjuang dari sakitnya, ataupun perjuangan yang lain. Ingatlah, bahwa semua orang pada dasarnya sedang berjuang dan bertahan setiap harinya. Tak harus risau kapan waktumu sampai, Tenang.... kamu pasti akan sampai pada akhirnya, kamu hanya perlu yakin dan sedikit demi sedikit melangkah. Jika harimu terlalu berat hari ini semoga Allah yang mengganti setiap peluh dan air matamu ya!.
Tulisan ini mungkin untukmu, untukku dan untuk semua orang yang sedang berjuang. Aku tahu kita mampu melewati semua ini, tenang pasti ada jalan, tenang semua akan lulus, tenang semua akan kerja, tenang semua akan menemukan the one-nya, tenang semua orang akan bahagia dengan caranya masing-masing. Kamu hanya harus percaya bahwa semua akan baik-baik saja, asal selalu berusaha, berdoa dan tawakal.
Selamat menikmati kerikil-kerikil kehidupan, Allah selalu bersamamu.
0 comments:
Posting Komentar