Kamis, 05 Maret 2020

Menyederhanakan Pilihan


   Menjadi dewasa ternyata tak semenyenangkan kukira. Dulu kupikir setelah Aku mengerti tujuan hidup dan apa yang Aku inginkan kedepannya semua akan lebih mudah untuk diraih. Ternyata tidak semudah itu, ada banyak persimpangan, termasuk sebuah realita. Ada banyak pertimbangan termasuk semua masukan dari banyak orang, ternyata ada banyak pilihan yang sekiranya jauh dari angan-angan tapi menarik untuk dilakukan. 

      Hari ini di tempat Les aku belajar tentang wisdom Dan wise, sebuah seni untuk menentukan pilihan terbaik. Disebuah sesi pertanyaan, Ada sebuah pertanyaan tentang lacking of wisdom. Rasa-rasanya aku ingin menjawab aku dititik itu. Sedang banyak lacking of wisdom. Merasa semua pilihan baik-baik saja untuk sekarang. Tapi tidak tahu untuk nanti. 

       Rasa-rasanya ada tembok tinggi yg sudah Aku bangun tapi tidak sekuat itu menipis angin kencang. Atau sekadar tak mengapa jika roboh bisa dibangun lagi. Tapi aku masih ingin menemui jawaban terbaik 1 bulan nanti, bagaimana semua keraguan ada disebuah muara. Jika memang disana yg terbaik mari ikhtiarkan yg terbaik. Semua sudah ada banyak jalannya. Tapi Aku merasa semakin banyak jalan dan pilihan, semakin malas untuk menyakinkan diri mana yg terbaik karena semuanya baik, dan berakhirr belum juga memilih.

      Tapi aku bersyukur aku punya pilihan. Setidaknya ada harap yg perlu disemai, ada usaha dan doa yg tercurah setiap Hari, Ada jeda disetiap jengkal waktu yg bisa dihargai, ada tujuan-tujuan baru yg perlu di isi. Jangan menyerah ini baru mulai masih panjang, disana jauh didepan ada persimpangan yg perlu kau menangkan dengan pilihan terbaikmu!

0 comments:

Posting Komentar

Popular Posts