This post is dedecation to me, myself, and i'm. Is been a long day to said? Hy Gadis? are You fine in there? or just said, hy! is so awesome gadis, i'm totally proud of you. But i'm still doubt with all of the dark story in couple day, a lot story from my friend or just bcs i didn't do what should i do. I'm broke my promise to my dospem, i'm broke promise to myself, and the whole day i always said is my bad things, but flashback for two week ago, i'm sharpen myself, my skill, softskills and hardskill. I know is not enough to trough of the hardest world. I know, from this episode like swallow of bitter passion, is like this is real? but yeah is life dis, is real, you so slow in two weeks ago, but is oke. Just do it, i know you are deserve to something that should you get, before everything will fast going on. Just enjoy it, you deserve!! is oke, to be not ok. Is oke to be selow and take a lot of breath, but don't forget to jump and dive in beautifull sea. Mungkin semua ini bermuara pada banyak pertanyaan. Jadi akhirnya kamu mengenali diri mu lebih? apa yang kamu lakukan ketika benar-benar di titik jenuh? apa yang kamu lakukan jika sudah terlalu bosan? bagaimana cara untuk selalu semangat? dan Jawabannya ternyata hanya satu : Coba Cari Allah dan dekati Allah, is more than enough!
Sabtu, 24 Agustus 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Menjaga Kewaran dengan bersikap "Bodo Amat"
Ada masa kita memang harus bersikap BODO AMAT. Tidak membiarkan segala hal masuk dalam pikiran ataupun hati. Salah satu pembelajaran dari 2019 ini adalah, mungkin Gadis Intan sudah mulai belajar bagaiaman mengontrol perasaan dan pikirannya yang terlalu banyak sampah dan tidak membiarkan semua hal harus dipikirkan. Jadi post ini merupakan sedikit ilmu yang saya dapat, cara Bodo Amat, dari banyak pihak dan pastinya sedikit review tentang buku bestseller Mark Mason.
Prinsip dan mindset dari bodo amat memang tidak serta merta bersikap bodo amat sih, Bodo amat itu tergantung konteksnya dan ada aturannya, karena di dunia ini sudah terlalu banyak orang yang bodo amat dan tidak banyak orang yang peduli. Ngomongin Bodo Amat, yang seharusnya dilakukan bagi saya pribadi adalah tidak perlu memikirkan apapun yang tidak dapat kita rubah, atau diluar batas kendali kita. Sehingga kita perlu let it flow dan bodo amat segala sesuatunya. Misalnya nih : saat kita UAS kita sudah mengerjakan ujian dengan sebaik mungkin, sudah berdoa, berusaha dan tawakal, tapi naasnya kita mendapatkan dosen yang killer dan pelit terhadap nilai, saat pembagian nilai, nilai kita gak sebaik yang kita harapkan, hal ini mungkin membuat kita kecewa dan akan uring-uringan. ehh tapi, disatu sisi kita akan lebih sakit hati, disitu diperlukan mensugesti diri untuk bodo amat.
Belajar dari buku bestseller di 2019, The subtle art not giving a Fuck by Mark Mason, tidak semua hal didunia ini memang harus disugesti secara positif dan membiarkan segala sesuatu terlihat baik-baik saja, padahal nyatanya tidak sedang baik-baik saja, disana kita perlu menekankan untuk menerima hal-hal negatif itu karena pada nyatanya itu akan membuat kita lebih kuat dalam menghadapi masalah dan bersikap bodo amat disini dengan mencari solusi bukan mensugesti positif terus tanpa membuat solusi atas banyak permasalahan, dan membiarkan masalah tambah runyam dengan ilusi pikiran positif kita. Selain itu, selama ini banyak sekali value sampah yang kita miliki, well, boleh sependapat boleh tidak, tapi di suatu keadaan kita memang menekankan banyak nilai-nilai yang kadang diluar batas kendali kita. Nilai-nilai ini seperti kebahagiaan yang harus di ukur dari uang, menjalani kehidupan yang harus positif-positif terus, materialistik dalam melihat suatu keadaan, tidak diperbolehkan kecewa, kenikmatan yang palsu, dll.
Padahal menurut Mark, "nilai-nilai yang kita pegang menentukan hakikat permasalahan kita dan hakikat dari permasalahan kita menentukan kualitas hidup kita". Kalo kita terus menerus terjebak dalam delusi nilai-nilai yang berkembang di masyarakat atau mengikuti ekspektasi lingkungan, kita akan terjebak dalam lingkaran setan kebahagian ditentukan pada sesuatu hal. Itu mengapa kadang, kita memang dituntut untuk cuek dan masa bodoh untuk mengarahkan kembali ekspektasi hidup kita dan memilih apa yang penting ataupun tidak, dan memilih yang paling tepat buat kita.
Paradoks kegagalan/kesuksesan. Selama ini selalu melihat orang lain atau orang yang ada disosial media, yang sedang memamerkan kehidupan dan pencapainya kita mengangap bahwa meraka sudah sukses pada titik tertentu, padahal kita tidak tau bagaimana perjuangan dia mencapai titik itu, well ini juga dibahas oleh Mark, beliau berpendapat "Perbaikan dalam segala bidang, dilatarbelakangi oleh ribuan kesalahan kecil, dan besarnya kesuksesan anda berdasarkan pada beberapa kali anda gagal melakukan sesuatu. Jika seseorang lebih baik daripada anda mengenai segala sesuatu hal, sepertinya itu karena dia telah mengalami kegagalan yang lebih banyak". pada titik tertentu pula sebagian besar dari kita berhasil meraih suatu posisi mengkondisi kita untuk takut gagal, untuk menghindari kegagalan secara naluriah dan hanya terpaku pada suatu keadaan yang ada diddepan dan sudah kita kuasai. Hal inilah yang sebenarnya membatasi dan menghambat kita. Kita hanya benar-benar sukses kalo kita ada suatu bidang yang memungkinkan kita untuk rela gagal. Jika kita tidak bersedia untuk gagal, kitapun tidak bersedia untuk sukses. Selama ini kita terbiasa memilih nilai yang buruk, yang akhirnya menyebabkan kita merasa gagal, misal dalam contohnya mark menyebutkan bahwa "Membuat semua orang menyukai saya" hal ini yang akan menjadikan kita cemas karena kegagalan ditentukan 100% oleh tindakan orang lain, bukan tindakan kita sendiri. Hal inilah yang diperlukan untuk bersikap Bodo Amat pada nilai-nilai buruk yang tidak perlu kita yakini. dan kita tidak memiliki kendali, karena penghargaan diri kita hanya berdasarkan belas kasih orang lain. Tidak mengapa jika kita memiliki nilai "membuat semua orang menyukai saya" karena ingin memperbaiki kehidupan sosial, sehingga kita perlu menjalin hubungan yang baik antar sesama, tapi kembali lagi. Jadi mulailah untuk memikirkan ulang antara ekspektasi dan nilai baik yang perlu kita anut, bukan serta merta mengiyakan banyak nilai buruk yang akan membuat kita cemas dan kecewa nantinya
Dari buku Mark Mason, akan ada banyak sekali nilai-nilai baru atau pengetahuan baru tentang bersikap Bodo Amat itu sendiri. Akan ada banyakk sekali pengetahuan baru yang saya dapat. Ambil yang baik dan buang yang buruk, meskipun tidak semua isi buku ini harus saya iyakan tapi, ada cara yang yang lebih waras dalam melihat suatu permasalahan atau kegagalan, ada pendekatan yang bisa memperbaiki sikap saya secara pribadi sebenarnya.
Sekian review nilai kehidupan yang sedikit banyak terilhami oleh Mark Mason, selamat membaca nilai keseluruhan 8/10.
6 Bulan di 2019
Helllooo, longg-long time no see blog. Akhirnya saya ingin kembali bercerita, jadi mari melanjutkan serpihan bahasan amburadul kehidupan yang memang tidak ada jalan mulusnya, tapi saya yakin pelaut yang hebat tidak terlahir dari ombak yang tenang.
Tentang bulan juni. Well, sebenarnya ada banya sekali ide yang ingin saya bahas di blog ini, tapi selalu sampe di draft dan saya ragu untuk mempublish, saya menamai diri saya sebagai seorang content creator freelancer sekarang karena itu memang pekerjaan serabutan saya tapi untuk berkicau di blog rasa-rasanya masih ada banyak barier yang akhirnya membenamkan ide-ide saya untuk tidak saya munculkan. Bukan kenapa-kenapa sih mungkin ini salah satunya karena, selama ini saya punya pandangan yang cukup ideal sebagai seorang content writer, dan tulisan-tulisan saya selama ini diblog hanya sebagai pembebasan sampah-sampah pikiran yang miliki dan jauh dari "keidealisme-an" saya dalam menulis. hmmmmm, sayangnya kalo ada batasan seperti ini terus dan saya membiarkan beranak-pinak mungkin saya tidak akan pernah mencoba untuk menulis lagi, jadi mari memulai menulis sampah kembali untuk menyehatkan pikiran, jiwa dan hati, tanpa menghiraukan apa esensi dari tulisan itu sesungguhnya. Jadi jika anda tidak sengaja ke blog ini, semoga anda tidak menyesal melanjutkan membaca tulisan ini.
Tentang Bulan Juni, entah kenapa saya tidak pernah mengerti dengan arah pikiran saya akhir-akhir ini, entah tentang bagaimana menjadi seseorang yang super duper random, dan banyak keputusan-keputusan yang jauh dari prioritas saya atau prioritas cadangan yang berakhir saya jadikan prioritas utama hemmmmmm.
Bulan ini saya pikir akan memberikan banyak oase untuk kehidupan di tahun 2019, tapi siapa sangka, ternyata saya lebih banyak menelan pil pahit karena ketidak hati-hatian saya dalam mencoba. Dimulai dari banyaknya drama skripsi saya, yaaa mungkin suatu saat nanti saya akan ceritakan, lalu berujung dengan banyaknya list competisi kegagalan saya, dan taraaa berakhir saya gagal dengan prioritas cadangan yang akhirnya saya jadikan prioritas utama.
Bulan yang cukup melelahkan ternyata :'))
- Di mulai dari ramadhan dan lebaran di 2019 yang jatuh di bulan juni 2019, bagi saya ada banyak turning point yang membuat saya lebih terpacu untuk segera menyelesaikan skripsi saya, banyak sekali ide baru tentang usaha yang ingin saya rintis dan akan saya buat sembari skripsi di Malang atau setelah lulus, tapi jalan tidak semulus itu, ada banyak gejolak dalam kehidupan saya yang saya pikir salah satu bagian dari mencari jati diri. Di lebaran ini, saya belajar banyak tentang hal-hal diluar batas kemampuan saya sebelumnya, tentang bagaiamana lebaran banyak mengajarkan saya arti sebuah rasa sykur yang amat, karena saya dapat berkumpul lengkap dengan keluarga saya, masih bisa melihat tumbuh kembang keponakan atau sepupu yang tambah mengemaskan, atau malah menjadi pribadi yang lebih sadar tentang make up, di lebaran ini juga saya belajar buat pakek eyeliner yang proper, ngeblush pipi, dan memberikan aksen glowing, tapi yang natural, please jangan ketawa saya masih menerka-nerka bagaimana ceritanya saya sampe di titik saya belajar make up -____- is not meehh anyway, tapi belajar make up ternyata seru jugaa, hahah, selain dapat pujian karena banyak yang pangkling tapi juga ngeliat muka yang lebih proper, wkwkwk. Hal lainnya adalah saya mulai belajar mencintai keluarga dan kehidupan saya sepenuhnya, lebaran ini banyak sekali menampar saya sepertinya, ada banyak hal yang berubah di sekitar saya, dan berakhir saya banyak merenung banyak moment yang sebenarnya saya lewatkan selama ini :'))) karena jarak dan waktu yang banyak tidak bersahabat. Meskipun di Lebaran ini juga banyak banget kode kapan saya pengen nikah? huhu emang nikah segampang itu tanteee? saya aja masih yang mbuh-mbuhan gini, disuruh nikah, wkwkkw. Tapi akhirnya sedikit saya tanggepin juga dengan senyuman dan banyak minta doa aja, padahal rencana awal kalo ditanyain kapan nikah, udah ada jawaban yang saya siapkan ehh tapi gak berani juga dijawab yang udah dipersiapkan, apalagi saat ibu yang kode behhhh, rasa-rasanya fix ini mah udah disuruh cepet-cepet mikirin tapi ibu gak berani langsung bilang, cuman bilang "Kalo pas doa ditambahin, semoga segera dipertemukan dengan jodohnya" ulalaa, saya iyain aja, padahal jauh dilubuk hati saya yang paling dalam kalo saya berdoa cuman minta semoga Intan punya banyak kesiapan buat nikah, karena sampe sekarang ngerasa belum siap sama sekali jadi belum pengen nikah gitu, jadi kalo doa kayak gitu takut jodohnya datang beneran dan saya merasa belum siap, T.T
- Skripsi memiliki titik terang, yang tau jatuh bangunnya saya tentang skripsi pasti tau banget kalo banyak titik yang membuat saya super down dan bener-bener yang kehilangan jati diri, yang blur dan pengen realistis aja, tapi Allah tidak membiarkan saya untuk realistis meskipun dospem saya kayaknya udah enek banget ngeliat saya, kayaknya tuh, karena kalo konsul seringnya ganti perusahaan setelah banyak drama karena kebijakan-kebijakan yang membuat saya pengen ganti semua-muanyaa, tapi Alhamdullilahnya bulan ini sudah di acc, tinggal sidang, doakan penelitian saya lancar sajaa yaa, siapapun yang membaca tjurhatan saya ini
- Bulan ini mengajarkan saya buat "deal with the failed moment", selama ini emang bercita-cita sih sebelum saya lulus harus dapet kerja lagi, jadi semua kesempatan yang ada didepan saya, saya hajar aja gituu, gak nanggung-nanggung sampai banyak hal yang membuat saya meninggalkan skripsi saya, dan memang ada pangilan tes kerja, dan bodohnya ada banya momen yang saya failed karena emang kurangnya persiapan sya dan bagaimana cara membagi prioritas saya terhadap arah masa depan dan keadaan sekarang. Moment di bulan juni ini adalah saat saya failed karena saya gak keterima di tahap 3 di salah satu perusahaan impiann saya, saya down sih seminggu terakhir karena bagaimanapun saya pengen banget kerja diperusahaan itu, ehh saya gak lolos karena kesalahan fatal saya, hemmm, ya mungkin ini salah satu namanya belum rejeki. Hal kegagalan kedua di bulan ini adalah saya gagal buat keterima beasiswa pelatihan Big Data Analisis dari Kemenkoinfo :((( sedih bangett juga dan ini terjadi pas seminggu saya gagal di paragon, rasa-rasanya udah sakit masih ketimpa tangga. Karena saya bener-bener pengen banget sih keterima, yaaa meskipun saya gak tau sih ngatur jadwal buat belajarnya gimana karena masih ada tanggung jawab skripsi jadi akhirnya saya optimis aja, Allah udah tau yang terbaik bagi hambanya, tugas kita hanya berusaha, berdoa dan tawakal.
- Gimana kalo saya patah hati? well, ini norakk dan kok bisa sih? karena saya belum pernah jatuh cinta rasa-rasanya di 2019 ini, tapi ada saat saya bisa naksir orang, hmmmmmm! damn-nya adalah orang itu nggak mungkin naksir saya balik!!!! ketika saya bercerita ini dengan sahabat saya, sahabat saya malah bilang "kamu terlalu gak percaya diri" tapi emang benerr sih, saya cukup cupu dan orang paling pesimis dengan hal-hal berkaitan dengan relationship. Dan berakhir saya membuat asumsi-asumsi yang membuat perasan saya patah sendiri. Asumsi saya adalah orang yang saya taksir kayaknya udah deket sama salah satu role model saya dari dulu, seperti pengen bilang "Yahh elu mah siapa tan!!!" sedihh dan sakit sih tapi belum berdarah-darah kok, satu hal yang saya tekankan dalam diri saya adalah saya pengen berkolaborasi dengan beliau suatu saat nanti, emmm bikin sebuah project pemberdayaan gitu kalo bisa, jadi kalo beliau bisa sama role model saya kan saya bahagia karena bakal banyak dampak positif yang bisa diberikan, InsyaAllah, dan insyaAllah juga saya mengesampingkan perasaan saya, santaee, saya udah sering ngalamin ini jadi kalo untuk ngembaliin diri saya sepenuhnya bakal dengan mudah kok Insya Allah.
Selasa, 29 Januari 2019
Two days Story
Hy? is two days i'm trying to write in this platform. I think with this platform is like escape in beautiful place, but i'm still in the same place. Well today is so fun, a mental breakdown after consult my disertation with my Lecture. Everyone know how idealist i am with my topic, a lot people said is difficult, and several friends just smile with doubtfully and stay said Semangat dis. Well, i feel like a same perspective with them sometimes :'), i feel like, why you take a lot the risk dis? why you always always and always idealist for anythings. Hufft the question is abundantly hear in my mind. But yeah, everythings that i have been begin, i should to be finishing this story. I should to be finishing my disertation. Whatever a lot of risk i take, whatever world say is so difficult. But i still believe to my self, i believe that this disertation will be finish in the right time. I know i have to learn more than before, i have to expand my capability than my friend who take the same disertation with different topic, i will stay following my heart, coz with topic i learn how enegizer in ourlife can unexpected coming on. I know is still long journey, several month from now i just want to thanks for myself because stay idealist whatever life give termendeous choice to be realistic. i just want to thanks myself stay take a lot risk, challage, and obstackle that i know is never easy, but i promising to myself never blaming whatever the life can breakdown, give me downside and so on, i will always proud with myself. Thanks Gadis Intan for always cherrfull, stay trying to figure out what you want, always take risk, never blaming yourself, and stay idealist. :).
Senin, 28 Januari 2019
The Begining (?)
Hy how are you Dis? Sometimes to be commitment with everything that your desire are difficult, there is gap in idealist to comit and realistic the story say. but
Dear Me! I know your path is more rough than you think before, you are not just walk and let it flow anything, but you have to run, you have to encourage yourself more than before, to grow up extreamly and significantly, strive to knock all the door which open, I know you have a lot of ambision, when you wake up in the morning please stay ahead in your day like you just have a little bit time, is not just enough which difficult separates time with a lot of your priority, but dis, wherever and whatever you are just stay calm He will manage your time if He is always your priority. Cacth up your dream, to long journey ahead. One thing that you must to believe is, is really joyfull journey that you want dis! You get your passion, passion about focus on your topic dissertation which calling on your desire, passion with creativpreneur that you growing up. I know is still little by little to grow up, step by step, leap by leap or whatever about that, but I believe in you! You can responsibility with step by step that you do. Dear Gadis! I feel like, you have a lot of new energy at the recent time, may be is calling on Ikigai or passion that you need to courage your life, but I’m so glad to see you right now. How ambisius you are, how strive you are to cacth up your dream, how the passion can wake up you mind and body to be morning routine person, how you believe with yourself and your God first than your mouth people around you whatever is it, how you track yourself to be better and improve anythings in your time you have. Please believe, everything will be past! And you just to give best towards present time you have. Please in 2019 you going on 23th it will be more rough if you don’t think anything before you getting closer with quarter life crisis, but Let It Flow and Let it Go anythings you think and your worrying about something perhaps cannot happens someday. Just rileks and Joy your present time you have!
This story begin because new resolution I have in 2019. Is weird, rough and maybe difficult to realese. But someone tell me about : Dream Big or High if you can’t catch up your dream even Allah have best plan for us and i believe i have energy to always strive for your God. Coz with dream, I just to grow this dream because my God. Right now I’m so agree with it, with new dream I have, my enegy to going on everyday. With my dream I feel like I have a lot of mood boaster. With new my dream I realize that life is joyfull. I know with new path I desire ahead is more rough, difficult and I have to give a lot of trade off the something big. But Allah know the battrey of trade off that I give with result if Allah said no, is not your best path. Is quite fine I will always gratefull and bloom new dream again, and again till Allah said yess is best your path, or if Allah said “This is your best path, instead is not your plan” is okee, I will be realize that He know the best for me and for us too. But the dream giving me more energizer to through the time in the world. And one purpose that I’m in here is to my absolutely God just because to Ibadah or prayer to Allah. I wish I’m not to be a futur person because dunya aamiin.
This story begin because new resolution I have in 2019. Is weird, rough and maybe difficult to realese. But someone tell me about : Dream Big or High if you can’t catch up your dream even Allah have best plan for us and i believe i have energy to always strive for your God. Coz with dream, I just to grow this dream because my God. Right now I’m so agree with it, with new dream I have, my enegy to going on everyday. With my dream I feel like I have a lot of mood boaster. With new my dream I realize that life is joyfull. I know with new path I desire ahead is more rough, difficult and I have to give a lot of trade off the something big. But Allah know the battrey of trade off that I give with result if Allah said no, is not your best path. Is quite fine I will always gratefull and bloom new dream again, and again till Allah said yess is best your path, or if Allah said “This is your best path, instead is not your plan” is okee, I will be realize that He know the best for me and for us too. But the dream giving me more energizer to through the time in the world. And one purpose that I’m in here is to my absolutely God just because to Ibadah or prayer to Allah. I wish I’m not to be a futur person because dunya aamiin.
I'm sorry i have a lot of gramatical eror, i'm still a learner :)
Selasa, 01 Januari 2019
Tentang 2018 dengan Sedikit Ceritanya
Helllo semesta, selamat malam buat kamu, yang mungkin tidak sengaja membaca cerita ini. Akhirnya saya ingin kembali menulis. Project tulisan ini sebenarnya baru tercetus di desember akhir saat seseorang berkata “Kamu gak menyempatkan saja bukan karena gak ada waktu” dan saya mulai memikirkan ulang kata-katanya. Sekiranya memang seperti itu, selama ini saya kurang menyempatkan menulis, karena saya sadar pekerjaan lepas saya mendesign sekarang, dan tulisan saya hanya akan dibaca oleh beberapa orang, itupun tanpa ada sponsor post ataupun adsense lagi, emang siapa yang mau ngiklan di blog kayak gini sekarang? Haha. Padahal menulis itu tentang self-healing tersendiri bagi saya. Hmm. akhirnya saya memutuskan mau menulis 30 hari kedepan. Seperti orang-orang pada umumnya akan dimulai pada tanggal 1 dan berakhir 30. Doakan istiqomah saja ya!.
Ini bukan tentang apa-apa sekiranya hanya hal antah brantah yang ingin saya bagi untuk melegakan, mengiklaskan, menerima dan memberikan lebih pencerahan bagi diri saya ataupun untuk kamu yang sedang membaca. 2018. Tentang refleksi, evaluasi, ambisi dan kenyataan akhir cerita. Bagi saya 2017 lebih memberikan pil asam manis menarik yang sekiranya pencapaian saya dapat saya perhitungkan, saya ingat dimalam tahun baru 2018 saat saya mengevaluasi resolusi saya hampir sebagian besar target saya tercapai. Entah hanya target ketrima dikampus impian, bisa katam al-qur’an beberapa kali, sholat lebih tepat waktu, resign kerja, mendapat pekerjaan impian, beli barang, solo travelling ataupun lainyya. Sedangkan 2018. Saya mulai merenungi diri saya di malam tahun baru kemaren, apa yang dapat saya banggakan ditahun ini? sholat masih sering gak tepat waktu, Bacaan al-qur’an saya mulai berantakan, keistiqomahan dalam membacanya super fluktuatif, kalo pas rajin rajin bangett kalo pas males hmmm seminggu al-qur’an saya gak saya buka juga sering :(, puasa sunnah jarang, sholat sunnah jarang, Tabungan finansial gak berubah banyak, gak membeli barang impian saya ditahun ini, solo travelling? Hanya sekali itupun dalam kota. Tapi setelah saya pikir ulang, tahun ini juga terlalu banyak down side hingga akhirnya semua hal yang saya impikan itu banyak tidak tercapainya dan ini beberapa hal yang saya pelajari dari 2018.
Ini bukan tentang apa-apa sekiranya hanya hal antah brantah yang ingin saya bagi untuk melegakan, mengiklaskan, menerima dan memberikan lebih pencerahan bagi diri saya ataupun untuk kamu yang sedang membaca. 2018. Tentang refleksi, evaluasi, ambisi dan kenyataan akhir cerita. Bagi saya 2017 lebih memberikan pil asam manis menarik yang sekiranya pencapaian saya dapat saya perhitungkan, saya ingat dimalam tahun baru 2018 saat saya mengevaluasi resolusi saya hampir sebagian besar target saya tercapai. Entah hanya target ketrima dikampus impian, bisa katam al-qur’an beberapa kali, sholat lebih tepat waktu, resign kerja, mendapat pekerjaan impian, beli barang, solo travelling ataupun lainyya. Sedangkan 2018. Saya mulai merenungi diri saya di malam tahun baru kemaren, apa yang dapat saya banggakan ditahun ini? sholat masih sering gak tepat waktu, Bacaan al-qur’an saya mulai berantakan, keistiqomahan dalam membacanya super fluktuatif, kalo pas rajin rajin bangett kalo pas males hmmm seminggu al-qur’an saya gak saya buka juga sering :(, puasa sunnah jarang, sholat sunnah jarang, Tabungan finansial gak berubah banyak, gak membeli barang impian saya ditahun ini, solo travelling? Hanya sekali itupun dalam kota. Tapi setelah saya pikir ulang, tahun ini juga terlalu banyak down side hingga akhirnya semua hal yang saya impikan itu banyak tidak tercapainya dan ini beberapa hal yang saya pelajari dari 2018.
1. Survive dari Tipes beberapa kali.
Adaptasi di Malang ternyata sesusah ini, baru benar-benar yang sadar banget saat saya harus melewati hari-hari saya setiap bulan dengan cek-up kedokter hanya karena saya sakit tipes ataupun sakit-sakit yang lain. 2018 ini saya banyak belajar nikmat yang sering disepelekan oleh sebagian besar orang tentang nikmat sehat dan sempat. Betapa kufurnya saya selama saya sehat, makan sering gak dijaga, pola hidup berantakan, jarang olahraga dan lainnya. Tapi saya survive melewati semua ini. Saya survive melewati banyak laporan dan deadline dengan bantuan obat-obat itu, tapi yang lebih membantu dan menguatkan saya adalah Tuhan dan orang-orang disekitar saya. Teruntuk kalian terima kasih banyak sudah banyak membantu intan, terima kasih sudah membantu Intan sembuh sedia kala.
2. Menerima diri sendiri Sepenuhnya
2018 ini sisi downside saya mungkin bukan hanya dari kesehatan saya, tapi dari masalah yang rasa-rasanya juga luar biasa bagi saya. Tapi disatu sisi, saya benar-benar sadar ini tahap pendewasaan, pendewasaan utama saya adalah saya menemukan diri saya yang mulai sadar percuma diterima banyak orang kalo dirinya sendiri tidak bisa menerima. Saya banyak belajar di 2018, untuk menerima saya sepenuhnya, tidak peduli orang-orang mau menerima saya sepenuhnya ataupun tidak, urusan saya sekarang ini adalah menerima saya sepenuhnya dengan menjadi versi terbaik saya setiap harinya. Dan mungkin dengan saya yang sering bilang “tidak”, membiarkan ruang nyaman penerimaan bahwa ini hidup saya pada hal-hal yang sekiranya tidak bisa saya kompromikan untuk bilang “Ya”.
3. Banyak yang datang, tapi cuman singgah
2018 ini juga rasa-rasanya ada beberapa orang baru yang bisa mengetuk hati saya. Entah karena selama ini memang sejatinya hati saya kosong atau gimana saya tidak tahu tapi yang saya sadari masih ada lakon lawas yang masih ada, jadi? Rumit amat cerita ini. Hmmm. Intinya saya tipe-tipe yang mudah buat naksir atau kagum tapi tidak untuk jatuh cinta. Dan mereka datang tanpa permisi bisa membuat saya kagum dan membuat hari saya lebih berwarna di Malang, saya bahagia? Cukup bahagia, apalagi saat saya mulai menderita dengan banyak hal, rasa-rasanya saya punya alasan untuk bilang Malang cukup menyenangkan. Tapi semua hal-hal manis ini tidak bertahan lama! Berakhirnya sama, setiap kali saya libatkan perasaan saya sama yang Punya perasaan (Allah) perasaan dan orang itu lama-lama akan menghilang begitu saja. Mungkin satu dua hari saya kecewa tapi ya pada akhirnya saya belajar untuk, yaudah emang bukan dia jodoh saya, mau gimana lagi? Meskipun 2018 ini saya belajar banget tentang patah hati juga sih hahahah. Serius saya ngrasa saya gak akan kecewa dengan orang yang pernah mengetuk perasaan saya, apalagi cuman saya taksir dan kagum, tapi enggak buat dia, bagi saya dia satu-satunya pria yang mampu saya sebut dalam doa saya, pria yang membuat saya selalu yakin saya mau belajar jadi wanita yang lebih baik, yang membuat saya lebih dekat sama Allah. Iya, saya salah besar disini, niat saya konyol dan berantakan. Dan Allah menjawab doa-doa saya selama ini dengan melihat postingan teman dia, bahwa dia menikah. Hahahah. Tahu perasaan saya saat itu membacanya? Saya hanya diam bingung dan merasa masih baik-baik saja lalu beberapa detik kemudian saya sesengukan ambil tisu. Patah hati ter-ah gak tau saya bingung nyebutnya tapi ya udah gitu hari berikutnya saya bisa bahagia lagi, dan sudah gak mau bahas ini, saya sudah baik-baik saja, dan berakhir mengkosongkan hati lagi di tahun 2019 yeay!
4. Lebih Mencintai diri saya sendiri
Well 2018 Ini saya benar-benar lebih bahagia dibanding 2017 rasanya, saya pikir hal ini karena tahun ini saya bisa melewati segala sesuatunya. Dimana saya mampu meredakan ego saya yang cukup tinggi dalam banyak hal. Lalu membiarkan semuanya berlalu begitu saja. Apakah Saya kecewa sama diri saya? Tidak sama sekali! Tahun ini bagi saya sudah berusaha dengan banyak hal itu, tapi tak mudah memang untuk mencapai semuanya, yang saya selalu ingat nasihat Umar bin Khattab “Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku" – Umar bin Khattab -” Hari-hari saya sama sekali tidak tertekan dengan harapan, nilai idealis yang saya anut, ataupun ekspektasi yang berlebihan, saya benar-benar hidup dengan mengandalkan kalimat “Yaudah, Jalani aja”. Mungkin yang kenal saya sebelum-sebelumnya banyak yang meragukan, tapi inilah saya, prinsip saya bukan lagi api yang pada setiap harinya berkobar-kobar dalam banyak hal. Hingga akhirnya tahun 2018 Saya berprinsip seperti air, yang mengalir apa adanya, let it flow, meskipun pada nyatanya air selalu mengalir dari aliran tinggi kerendah. Tak mengapa, ada saat saya harus menjadi api, tapi kadang juga menjadi air.
5. Mengiklaskan kesempatan
2018 ini juga saya belajar untuk mengiklaskan kesempatan yang datang, well ini sedih sih, tapi memang begitu adanya. Ada beberapa kesempatan yang sekiranya datang tapi saya tidak jadi ambil karena banyak pertimbangan. Salah satunya conference di Eropa, saya mencoba benar-benar ngiklasin hal ini, doakan saja saya mendapatkan penggantinya segera!!!!.
6. Gadis Intan’s Project Running
Yeayy, tahun ini cukup membuat saya bahagia dengan kehadiran project yang saya buat, untuk sedikit ceritanya bisa dicek dipost saya sebelumnya Klik disini. Bagi saya cukup banyak pelajaran juga dimana ada titik upside dan down, tapi cukup membuat saya lebih yakin, saya akan selalu mencintai apapun yang saya lakukan dan membuat project-project kecil yang sekiranya diakhirat nanti bisa memberatkan timbangan amal saya.
7. Mulai sadar sama Kesehatan
Mungkin ini saya cukup telat sih karena baru sadar dengan kesehatan saya setelah saya tipes survivor wkwkw lol. Setelah itu, saya mulai aware sama makanan yang saya makan, pola hidup saya, mulai mengurangi kopi, begadang, dan lebih rajin olahraga setiap minggunya. Yeay!. Mungkin pencapaian lain saya adalah, saya mulai sadar pentingnya make up :(( sungguh ini tu, hal yang sama sekali gak pernah ada dalam kamus besar kehidupan Intan, tapi sebagai seorang yang belajar akan profenalitas dan krn banyak virus yang berperan lol. Akhirnya saya mau belajar buat pakek lipstick everyday, kalo dulu? Wahhh saya ngantor aja kalo gak pas meeting saya males pakek lipstick, tapi sekarang jadi hal yang wajib dilakukan disetiap hari, ataupun sekedar pakek skincare. huaaa. Ini saya baru sadar banget sih di akhir 2018 kalo wajah lebih cerah tu meningkatkan mood diri sendiri, apalagi nemu lipcream yang sesuai, semangat naik beberapa tingkat sih buat melalui hari yang kadang melelahkan.
8. Sosial Media Toksik?
Tidak untuk tahun ini, saya benar-benar merasa kehadiran social media tahun ini sebagai hal yang perlu saya syukuri, salah satu cara yang masih saya gunakan untuk memaksimalkan social media adalah dengan mute orang-orang yang menurut saya tidak memberikan dampak positif di story, jadi saya cuman seen story orang-orang yang menurut saya penting. Dampaknya saya sama sekali tidak suka membandingkan kehidupan saya dengan orang lain, lebih banyak dapat insight baru ataupun hal-hal positif yang lain. Terima kasih instagram, dan semua social media di 2018.
Rasa-rasanya tahun ini cukup berarti dalam mendewasakan pola pikir saya, tentang upside and down kehidupan, tentang orang-orang yang hadir tanpa permisi, tentang kehidupan yang tak selamanya mulus tapi berarti, tentang satu persatu tanggung jawab yang terselesaikan dengan amat membahagiakan pada akhirnya. hey Intan! You have done the great things in 2018! Buat kamu Intan hari ini diawal 2019. Terima kasih banyak kamu sudah banyak berjuang, terima kasih telah mengurangi keluhan tidak berfaedah kamu, terima kasih sudah banyak bekerja keras, terima kasih untuk selalu tidak menyerah dengan semua hal yang terjadi. Intan, besok di 2019 akan banyak badai petir dan banyak hal menantang kedepan, jangan takut! Bahumu akan selalu kuat, kamu akan selalu bahagia dengan apapun yang terjadi, selalu bersyukur, dan selalu mau mengiklaskan yang memang bukan rejekimu pada akhirnya. Intan, tahun ini patah hatimu cukup beragam bukan? Terima kasih masih mau membuka hati yang baru untuk orang lain, terima kasih sudah mau belajar kenapa kamu sebaiknya menikah, terima kasih sudah mau berusaha kuat dan bertanggung jawab dengan setiap pilihan yang kamu buat. 2019 nanti kamu akan bertemu banyak persimpangan bukan? Ketuk semua pintu kesempatan itu! Segera tuntaskan tanggung jawab terbesarmu, jangan malas dan santai-santai lagi. Ada banyak kesempatan besar diluar sana setelah kamu menyelesaiakan satu persatu tanggung jawabmu sekarang ini, tapi Intan jangan gegabah, tidak semua kesempatan harus kamu ambil juga! Selalu sadar akan kapasitas diri dan libatkan Dia (Allah) yang selalu ada buat kamu tan. Untuk Intan, selamat menebar kebermanfaatan sebesar-besarnya diBumiNya, selamat berjuang dan berproses.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Pernah dengar tentang “red string theory” ? keyakinan bahwa orang lama yang dipertemukan kembali adalah bagian dari takdir masa depan. Tah...
-
Dulu salah satu targetku sebelum 30th adalah punya rumah sendiri. Apakah ini berlaku untuk saat ini? entah kenapa impian dan target s...
-
Kalo ditanya kamu milih September 2024 atau 2025 tentu aku tanpa pikir panjang akan memilih September 2024 tanpa tapi! Tapi entah gim...
-
Siapa yang tak mengenal kota ini? Kota dengan seribu hal yang akan selalu istimewa tanpa harus disebutnya satu persatu. Kota romantis d...
-
Helllo semesta, selamat malam buat kamu, yang mungkin tidak sengaja membaca cerita ini. Akhirnya saya ingin kembali menulis. Proje...
-
Kalo di pikir-pikir, hidup banyak gak sesuai rencananya dibanding sesuai, banyak nylenehnya dibanding teratur nya, banyak absurdnya dibandi...
-
Mau bersyukur sudah melewati Quarter 1 dengan berbahagia dan merayakan sepenuhnya meskipun banyak menghadehnya, dan ini beberapa hal yang ak...
-
Tentang jeda, sekiranya hari ini aku memberikan jeda dalam beberapa waktu belakangan. Sebuah cara menstimulasi diri kadang santai dengan...

