Minggu, 27 Oktober 2019

Tentang Pagi (1)

Saya selalu jatuh cinta dengan pagi. Menikmati kicauan burung, udara Segar yang menyegarkan, waktu yang lebih panjang atau apapun tentang pagi. Bagiku pagi terlalu istimewa jika dideskripsikan dengan kata. Pagi selalu mengajarkan tentang bersyukur, ada hari baru, semangat baru dan cinta yang baru. 

Bagaimanapun buruknya cerita mimpiku tadi malam, rasa-rasanya pagi selalu punya banyak rasa dan syukur yang harus diucapkan. Hari ini, Hari senin, so excited for this week as always. 

Rasa-rasanya Saya punya banyak post cerita yang mau Saya bagi, tapi sedang di fase, ingin mensortir banyak tulisan. 

Semogaa kamu bahagia selalu! Pagi ini aku hanya mau mengucapkan itu. Sepucuk rindu yang selalu menjadi-jadi dan beradu, logikaku mungkin masih Tak seirama dengan rasa, tapi Tak mengapa! Mungkin Tuhan punya cerita mengharu biru nantinya. 

Selamat belajarr menyikapi rasa! 

Jumat, 18 Oktober 2019

Present

Hey!! Ini random, akhirnya Saya menulis tanpa rasa nano-nano seperti beberapa hari yang lalu.

Salahh satu pertanyaan ibuku yang selalu aku ingat "Hari ini gimana? Kamu bahagia Kan?"

Iyaa, sesimpeel menanyakan kebahagiaan, karena bagi kedua orang tua saya, Kita yang harus menciptakan kebahagiaan itu bukan karena Ada sebuah alasan. Itu kenapa pertanyaan itu selalu di utarakan ibu saat menelpon setiap waktu. 

Hari ini salah satu plan Saya satu minggu lalu tercapai, 1. Posting IG buat saya bahagia bukan karena saya ingin di notice orang lain, atau sekedar pamer! Jujur Ada keinginan itu, dinotice, tapi bagi saya ada yang lebih membuat saya bahagia, membuat orang lain bahagia!! Btw untuk dinotice memang dinotice "someone special" ya maksudnya disini. Finally, Hari ini Saya bodoamat Dan cuek aja mau nyampah di IG atau bikin banyak Hal random, karena bagi saya "menikmati dan membuat moment itu penting" salah satunya dengan post story IG, nyampah? Memang siapa sih yang ngeseen, toh hanya mereka-mereka ajaa wkkwk. Jadi ya mengapa tidak? 

2. Saya bahagia karena ketrima jadi volunteer auditor sertifikasi halal, salah satu achievement banget rasa-rasanya karena saya dari dulu memang ingin jadi bagian dari halal produk, karena kurangnya awareness dari semua pihak, padahal kehalalan produk itu mutlak harus di ketahui oleh semua pihak (bagi seorang Muslim) Dan belum tentu produk yang beredar dipasaran semuanya halal. 

3. Saya terbebas dari virus love-story beberapa waktu lalu, Saya tidak yakin sepenuhnya, tapi sepertinya Saya sudah bisa melepaskan sekarang, Saya sudah tidak berharap, karena saya yakin sekarang ini bukan waktunya love-story be like abg, Ada banyak peran Dan potensi yang bisa Saya lakukan so? Selamat menikmati setiap peran Intan, Saya yakin kamu akan melewati semua ini dengan setitik demi setitik karya yang bermanfaat. "Selamat berprosess"

Selasa, 01 Oktober 2019

What happened when being an Adult

Being an adult is suck
One highlight on media that I read. It is the thing I realize when everything happens the terrible moment that I’m feeling when I’m growing up to adults.

Though Is the thing I realize when everything happens the terrible moment that I'm feeling.

Life is such of blessing, but sometimes the truth moment like a bittersweet, sometimes bitter and sometimes Sweet. Thought truth or false of life as bad as we confirm that everything is black or white, but obviously, life is more colorful than we thoughts in the hard moment I guess. Between black or white is dark grey, we don't know when we just see with our pair eyes or sometimes we should see with "glasses's horse"/" Kacamata kuda" or new prespective

First things when I'm growing up :
Just because you don’t see the good in something doesn’t mean it’s not there. Allah has plan for everything. Something that seems bad at the moment can be the best thing that’s going to happen later on.

The most important things and the tenet I keep in mind is: be present and never take anything for granted ia :
be present and never take anything for granted. Age, moments, family’s presence, sleeps, trips, foods, morning texts, good marks.

We deserve to be grateful for every single thing that happens to our life. And that’s what makes us enough. Or at least feel enough, and content.


I'm happy growing older and adult though life is suck. Let’s get ready for another adventure, shall we?

Rabu, 25 September 2019

Untukmu yang Sedang Berjuang!

Hy apa kabar? Bagaiamana perjuanganmu hari ini? masihkah kau temui dirimu mengrutuki semua nasibmu hari ini? masih ingin menyerah dengan semua jalan yang sudah dilewati? apakah harimu terlalu lelah melihat realita? atau berfikir hasil yang selalu tak sesuai?

Mungkin saat ini kita mengalami kenyataan yang sama, sama-sama sedang berjuang dengan cara kita sendiri-sendiri, sedang lelah dengan banyak hal yang tak pasti, lelah membayangkan bagaimana jika hasil malah tak sesuai?, sedang banyak gemuruh tekanan dari luar atau dalam, merutuki hari-hari lalu, dan menyalahkan diri sendiri. 

Mungkin kita sedang mengalami hari yang sama, berat katanya, tapi memang begitulah jalannya.  Mungkin kita perlu sejenak untuk menepi, melihat kebelakang apa yang telah kita lalui, perjalanan jauh, berbagai jenis krikil, jalan terjal pernah kita lalui, atau melihat diri kita sekarang, jalan mencapai mimpi kita mungkin masih jauh, tapi.... jalan yang telah kita lalui juga sama-sama lebih jauh kan?. Menyerah? hey? Bukankah ini salah satu doamu yang dulu pernah kau minta kepada Tuhanmu, dititik ini dan saat ini.

Jika kau terlalu risau dengan masa depanmu, kenapa kau tak risau dengan waktumu yang kau buang berjam-jam hanya untuk sosial mediamu, waktu melihat masa lalu, waktu melihat kehiduan orang lain atau waktu yang habis dengan kesia-siaan

Katanya tak perlu melihat hasil, lakukan saja yang terbaik setiap waktunya. Dan akhirnya hasil lah yang akan selalu berkata jujur.. bukankah harusnya kau hanya perlu berjalan dan menikmati setiap waktumu? 

Beristirahatlah sebentar tapi bukan menyerah. Katanya "Jarak kemenangan hanya sejengkal dari kening dan sajadah". Jika masih kau temui dirimu, mencari alasan dengan mendewakan hasil, maka kau hanya perlu percaya, jika prosesnya sudah seperti yang kamu inginkan hasilpun begitu, atau sekedar yakin Tuhanmu tidak akan pernah tidur untuk memberikan yang terbaik kepadamu. 

Katanya tak perlu melihat hasil, lakukan saja yang terbaik setiap waktunya. Dan akhirnya hasillah yang akan selalu berkata jujur. Jika belum sesuai mungkin Tuhan kita punya cara dan jalan lain yang sama-sama terbaik. Jika masih kau temui dirimu, mencari pembenaran akan kemalasanmu mulailah melangkah sedikit saja, tak perlu banyak, hanya sekedar membuktikan bahwa kau mampu melawan kemalasanmu setiap waktu sampai akhirnya bertemu dengan mimpimu. 

Karena ku yakin, mimpi itu dibangun bukan hanya dari sifat optimis kita yang selalu berlari, tapi sekedar berjalan atau melangkahpun pasti akan sampai. Katanya hidup itu kayak maraton bukan lari sprint, tak perlu lari diawal tapi kecapean pada akhirnya, sedikit demi sedikit yakin pada akhirnya kita akan sampai. Tak Mengapa jika harus merangkak dengan penuh keringat atau air mata, ku yakin semua akan kita lalui. 

Jika kau masih merisaukan waktu bertumbuhmu yang selalu kalah dengan pertumbuhan orang lain, bukankah di negeri kitapun ada 3 jenis waktu? lalu kenapa harus risau dan mengeluhkan waktumu?

Terjal, kerikil, bebatuan, dan mungkin banyak ancaman seolah-olah kitalah yang paling menderita. Taukah kamu jika mereka juga sama seperti kita sedang menderita? tapi tidak semua orang mau berbicara penderitaannya, memang buat apa berbicara di sosial media tentang penderitaan? 

Hari ini besok ataupun nanti, semua orang sedang berjuang dengan caranya. Ada yang sedang berjuang dengan mendapatkan pekerjaan segera, berjuang untuk lulus di waktu yang tepat, berjuang untuk makan, berjuang dari sakitnya, ataupun perjuangan yang lain. Ingatlah, bahwa semua orang pada dasarnya sedang berjuang dan bertahan setiap harinya. Tak harus risau kapan waktumu sampai, Tenang.... kamu pasti akan sampai pada akhirnya, kamu hanya perlu yakin dan sedikit demi sedikit melangkah. Jika harimu terlalu berat hari ini semoga Allah yang mengganti setiapeluh dan air matamu ya!. 

Tulisan ini mungkin untukmu, untukku dan untuk semua orang yang sedang berjuang. Aku tahu kita mampu melewati semua ini, tenang pasti ada jalan, tenang semua akan lulus, tenang semua akan kerja, tenang semua akan menemukan the one-nya, tenang semua orang akan bahagia dengan caranya masing-masing. Kamu hanya harus percaya bahwa semua akan baik-baik saja, asal selalu berusaha, berdoa dan tawakal. 

Selamat menikmati kerikil-kerikil kehidupan, Allah selalu bersamamu. 






Rabu, 18 September 2019

Enjoy Your Live, as Long as You Can.

Hari ini saya mau insyaf, mau lebih hidup sehat dan lebih menghargai hidup.

Hari ini saya bisa lari 3putaran dan nikmatin ayunan. Sepi. Krn masih pagi sih dan udaranya bener-bener Malang banget bersih dan menyegrakan tapi tadi pagi jadi mikir. Can i get this chance? If i'm leaving this city? Big question. But everythings have some reason, when moving forward or just stay exhale inhale to breath for a while, everythings have some why, just we don't know that why, is not mean we are in bad situation or in otherwise. Just relaxe everythings have the best time to know.

Caption itu dibuat saat pikiran saya mencoba melayang dan berfikir apa yang terjadi dengan saya akhir-akhir ini. Saya tahu di luar akan saya temuin banyak hal yg mungkin tidak menyenangkan, seperti tadi pagi 6 deadline design, percayalah saya masih belum bisa tidur nyenyak tadi malam. Tapi hidup bukan apa yg perlu saya keluhkan. Saya harusnya berterima kasih dengan Tuhan, dengan himpitan banyak hal saya masih diberi banyak kesehatan dan kesempatan buat bekerja dan dapat uang. Alhamdullilah.

Lalu? Mari mulai melangkah kembali, meskipun masih tertatih, merangkak, dan banyak ratapan, hidup masih harus berjalan bukan? Is not just because of you, but for you, and for all people who loving you. Semangatt Intan.

Btw mulai pagi ini dan beberapa hari belakang saya memang mencoba untuk memperbaiki hidup saya. Bukan hanya dari habit tapi dari apa yang saya konsumsi. Hal ini karena di hari minggu lalu, saya konsultasi gizi, dan yang membuat saya terhenyak adalah gizi saya kurang untuk bisa dikatakan ideal. Setelah kejadian itu sih jadi mulai bersikeras untuk makan tiga kali sehari, dan diupayakan makan gizi seimbang. Beratnya adalah saya tu males buat sarapan atau saat saya mager mau yang instan-instan saja karena pada nyatanya, morning rutine yang menyenangkan adalah saat berangkat pagi tanpa ribet dan tanpa nyiapin. Namun, mulai kemaren saya mulai belajar untuk melakukan sebisa saya, mulai food preparation jauh-jauh hari, mulai bangun lebih pagi dan mulai persiapan di awal, dan pastinya mulai mengubah kebiasaan makan berantakan saya. Jadi apa aja sih highligh #Intanmulaihidupsehat

1. Bangun sebelum jam 5 
2. Beribadah, beres-beres, minum air putih 1gelas (dan saya pakek tumblr 500 ml)
3. Olahraga, joging dan jalan santai 15-30 menit
4. Nyiapin sarapan (ini yang rempong) meskipun saya masih menganut paham yang cepet krn waktu mepet. Jadi biasanya saya cuman makan roti tawar 4slice dan susu
5. Makan siang wajib bersayur ada protein nabati, hewani, dan jangan lupa air putih, ini saya bawa bekal sendiri juga karena saya berangkat maksimal jam 9 pagi ke markas buat (kerja)
6. Tidak terlalu menekan diri sendiri, jadi hidup dan melakukan banyak kegiatan secukuvnya saja
7. Belajar buat selalu makan atau nyemil, berat badan naik? itu yang saya harapkan karena saya kuruss bangett T.T
8. Stress secukupnya
9. Hidup sehat pasti bisa.

Hanya itu sih, semoga saya bisa istiqomah heheh. 



Rabu, 28 Agustus 2019

Day 5-Everything is Termprorary

Hello, is day 5th, i'm still discipline to write something that i can easy to expressing or saying. Again i have a lot of motivation to end this thesis. It will temproray i'm so confussed, bored, or in this climaks. Though, i'm dive in beautifull sea, a lot of fish that i seen, hahahah. LOL. But, in this down of this period, i feel how amazing Allah give me something, i feel how Allah is kind that i could said that word with. A lot of down side, but i'm still breath enough, i don't worry about my life, He know me, know what the best things for me, and always beside me, so what worrying about? In this day, i'm still striving of something that so wort to me, i'm still figuring out and so on. but, I always to be better person from yesterday, i wish.

Popular Posts