Pelajaran PKN atau P4 atau Kewarganaegaraan atau Pancasila merupakan pelajaran yang membosankan bagi sebagian besar orang-orang. Hal ini dikarenakan berbagai macam penyebab yang mengakibatkan pelajaran tersebut terasa membosankan. Mulai dari metode konevensional dalam penyampaian, teori yang terdengar hanya sebatas akademisi tanpa implementasi yang jelas, ideologi yang bermacam-macam, panjangnya narasi yang disampaiakan atau lain sebagainya. Namun, pada hakekatnya landasan Pancasila, UUD 45 , Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan aspek yang syarat makna untuk memaknai identitas kita sebagai bagian dari Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai kepulauan, bahasa, etnis, agama, suku dan lain sebagainya. Jika Perbedaan adalah masalah yang harus dihadapi oleh bangsa, lalu apakah persamaan yang dapat menyatukan dan membiaskan kesalahan?. Renungan tentang kewarga negaraan yang selama ini telah ditinggalkan, dan bukan sebagai hal yang penting dimasyarakat menjadikan konsep Kebangsaan, Kebhinekaan, Ideologi yang terkandung dari Pancasila, hal yang tidak perlu dimaknai atau dipelajari. MPR RI salah satu lembaga yang memiliki bertanggung jawab terhadap berperan strategis dalam membangun karakter bangsa melalui Empat Pilar yang kita miliki. Sosialisasi dengan berbagai cara pernah dilakukan, mulai dari konvensional hingga kekinian. Salah satu cara yang sekarang ini dilakukan dengan menyebar luaskan nilai kebangsaan untuk mencerdaskan dan mensejahterakan anak bangsa adalah dengan Netizen Gathering. Netizen Gathering merupakan implementasi dari visi MPR RI menjadi rumah kebangsaan, pengawal ideologi pancasila, untuk Kedaulatan rakyat. Sosialisasi secara strategis dengan mengajak pengguna internet terkhusus blogger untuk memaknai, memahami, menerapkan Empat Pilar di kehidupan sehari-hari. Diera digital sekarang ini sosialisasi yang dapat berkembang pesat adalah melalui media online, hal inilah yang dilakukan MPR RI untuk mensosialisasikan Empat Pilar dan Ini Baru Indonesianya, acara ini merupakan acara yang telah dilakukan beberapa kali di beberapa kota besar mulai dari Jakarta, Solo dan Jogjakarta. Acara dihadiri oleh netizen dari beberapa kota bukan hanya dari Jogjakarta. Sosialisasi ini bersifat strategis dengan mengikikuti perkembangan jaman tutur Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menyampaikan sambutanya dihadapan peserta Netizen Jogja di EastParc Hotel Yogyakarta.
Sambutan dari Bapak
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menuturkan bahwa perbedaan bukan suatu masalah, karena
kita memiliki satu kesatuan mimpi yang sama Berdaulatnya NKRI. Perbedaan
menjadikan sebuah keindahan peran
Kebhinka Tunggal ikaan yang dapat di implementasi. Secara umum penyampaian dari
bapak MPR RI Zulkifli Hasan tentang GBHN di Indonesia dengan arah akademisi dan
praktisi yang beliau sampaiakan. Acara diskusi kedua dengan Bapak Ma’aruf
Cahyono selaku Sekertaris Jendral MPR RI menegaskan peran EmpatPilar dalam
kehidupan sehari-hari. Beliau mengajak netizen berdiskusi tentang karakter
bangsa yang dapat dibentuk melalui peran Empat Pilar itu sendiri. Sedangkan
acara yang terakhir tentang Radikalisme dibawakan oleh Bapak Sumandjaja.
Dari kita sendiri untuk diri kita. Jika
saya menyimpulkan sosialisasi yang bersifat strategis dari MPR RI menjadikan
saya pribadi sadar ada banyak implementasi yang dapat kita lakukan sehari-hari
dengan landasan Empat Pilar itu sendiri. Contoh
Implementasinya adalah Berhenti saling menyakiti mulailah saling
menghargai implemetasi dari Sila Ke 1 Pancasila
-
Karena
mulai kini nilai-nilai itu
Kita lahirkan kembali
Kita Bunyikan dan Kita Bumikan
Menjadi jiwa dan raga setiap
manusia Indonesia
Salah satu bait yang disampaikan Bapak
Ma’ruf Cahyono, tentang implementasi yang dapat kita lakukan bukan sebagai
doktrinasi teori.


