Senin, 25 November 2019

Generalist Vs Spesialist

Hello semestaa, long time no see. Rasanya udah lama banget gak nyampah disini.

Tau gak sekarang aku suka nyampah dimana?. twitter! Wkkwk. Miniblog. Banyak sih temen gw yang aktif lagi, tapi yaudah lah yang penting mereka gak julid dan gw lega, is precious moment hehe.

Kemaren gw abis sakit, keluarga dan temen gw berfikir krn gw terlalu banyak pikiran. Gak salah sih, toh emang gw dititik lagi banyak pikiran. Mereka juga berfikir krn gw kurang jaga pola makan dan istirahat. Enggak salah juga gw lagi males-malesnya olahraga, jaga pola makan, istirahat gak sesuai jam tidur berantakan, dan kata temen gw "jangan ambis-ambis". Hahah. Terlalu ambis (?), padahal kalian tahu? Meskipun saya dititik banyak deadline but gw gak seambis dulu. Kadang gw mikir, kenapa ya gw gak bisa seambis dulu. Meskipun itu gak sehat, tapi setidaknya gw bisa ngasih effort lebih dibanding yang lain. Sekarang gw baru sadar banget, gw tu generalis, gw bisa di banyak bidang. Tapi, di dunia yang super cepat nan kejam ini, ada banyak orang generalis. Ada banyak yg kemampuannya rata-rata. Jadi, kalo gw pengen ningkatin value diri gw, gw gak bisa yang cuman jadi generalis. Gw butuh effort lebih buat bisa jadi spesialist bidang yang gw minati.

Lucunya selama ini effort gw rata-rata ke banyak bidang. Tau dong hasilnya gimana? Yupss, rata-rata semua. Ada sih beberapa bidang yang lebih tapi tidak berdampak banyak.

Gw pengen banget ambis. Gw selalu ngeliat diri gw jalan rasa-rasanya kayak siput. Lambatt. Progress gw gak banyak malah gak banyak kurangnya.

Temen gw bilang sih, mungkin emang belum waktu/momentumnya aja dititik pencapaian dengan berjalan cepat. Bisa jadi, tapi Gw berfikir ya karena gw aja sih terlalu pelan. Tapi tau gak di balik jalan gw yang gw liat pelan banget itu, tiap harinya gw berprogress meskipun gw ngerasa kayak merangkak. Capekk ngeliat finishnya masih jauh tapi gw udah ngelakuin terbaik rasa-rasanya. Meskipun pelan, sambil merangkak.

Tapi hari ini gw mau berterima kasih sama diri gw. Ini buat Gadis Intan, tan makasih banget ya hari ini udah mau berusaha, udah mau berproses terus, udah mau merangkak, meskipun jalan lu harus merangkak gak bisa cepet. Kalo udah sampe finish pasti juga akan sampai pada waktunya. Gw bangga sama lo! Gw bangga lo pernah berusaha hingga dititik ini. Gw bangga banget. Meskipum lo hancur tapi lo masih berusaha terus. Terima kasih tann!!! I love youuu😘😘😘😘. Gakpapa kalo lo capek istirahat aja, kalo semua ini gak mudah, Allah emang nguji sama orang-orang yang kuat aja tan, yg gak kuat pasti gak diuji se pressure lo sekarang. Hahah. Tapi tetep jaga kesehatan ya tan, inget tan, salah satu investasi terbaik lo adalah tubuh lo yang sehat okee!!! gw yakin lo bisa hadepin semua ini.

Best Regards

Yang Selalu sayang sama Gadis Intan

Sabtu, 09 November 2019

Tentang Syukur

Hy!! Untuk siapapun yang membaca ini semoga kamu bahagia dimanapun kamu berada!.

Ini sebuah cerita, tentang anak manusia yang sedang banyak pelajaran di setiap perjalananya. 

Saya banyak bersyukur belakangan ini, saya tahu bukan karena saya terlalu banyak mendapatkan banyak hal yang menakjubkan lebih dari sekedar itu! banyak hal istimewa dan menakjubkan yang selama ini tidak saya sadari. Seperti kebahagian sederhana buat makan setiap harinya, mau makan tinggal beli tanpa saya harus mikir besok ada uang atau tidak. Tapi selama ini semua itu sering kali saya tidak syukuri, bagaimanapun itu salah satu previlege saya di dunia bukan?. Lebih dari semua itu, bisa kuliah di universitas bagus, bisa menentukan masa depan yang di inginkan tanpa terbebani dengan keinginan dan keharusan dar orang tua, bisa belajar nyaman tanpa banyak kendala itu juga banyak previlege yang saya dapatkan selama ini. Tapi taukah kalian, bahwa rasa syukur saya minim sekali, saya tidak banyak bersyukur dengan banyak kemudahan yang saya miliki, ada banyak rasa kurang setiap harinya. Selalu ada rasa "Cuman". Namanya juga manusia, dengan banyak hal yang dapatkan pun tidak serta merta kata syukur itu selalu terucap dan ter-yakini di hati saya, ada banyak rasa kurang. 

Itu salah?!. Tentu saja! Saya tahu previlege setiap orang berbeda-beda, tapii, tidak semua orang memiliki previlege seperti kita sekarang ini, jika kita mau melihat sekitar, ada banyak orang yang susah payah hanya untuk mendapatkan rejeki, dengan banyak previlege yang kita miliki termasuk otak, tangan dan kaki yang rasa-rasanya mencari rejeki tanpa harus kepanasan bisa dengan mudah kita lakukan, tanpa harus berjalan jauh, hanya duduk dan mengerjakan tugas kita. Saya tahu, terlalu cemen sekali bagi saya jika rasa syukur saya bandingin dengan orang di bawah saya, tapi  bukankah kita memang tidak hanya belajar melihat keatas? tapi selalu mau melihat kebawah, bahwa di titik ini Allah sudah terlalu baik dengan memberikan banyak hal, tapi yang kita sadari ada ronggo "Kufur" atau rasa kurang bersyukur itu hingga semua previlege yang kita miliki hanya sebuah anggan untuk orang lain, sedangkan kita seperti hal biasa saja tanpa makna dengan semua itu. 

Padahal sejatinya Tuhan tak pernah salah memberikan kita di titik kita sekarang, Allah pernah bilang 
"Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat." Qs. Asy-Syura [42]: 27
Ditengah-tengah gempuran sosial media dan di fase udah dewasa dan menghadapi banyak tantangan di luar sana, satu hal yang selalu ingin saya jaga. TENTANG SYUKUR.
Allah sebaik-baiknya pemberi dan perencana, di fase ini dan titik ini, tidak ada yang salah jika masih ada rasa selalu ingin memperjuangkan, berusaha, berdoa dan tawakal. 
Rejeki tidak harus berbentuk uang, rasa syukur, adalah sebuah rejeki juga bukan? 
dan sebaik-baiknya rejeki adalah yang selalu mendekatkan kita dengan Allah, ;')) krn sejatinya rejeki kita sudah diatur sama Allah berbeda dengan akhirat kita. "Allah telah mengatur rejeki kita tapi tidak dengan akhirat kita"-Ust Adi Hidayat lalu? 

Semoga sebaik-baiknya kita, adalah seorang khilafah yang sadar akan privelege yang kita miliki, dan mengupayakan banyak cara untuk memaksimalkan potensi dan previlege itu. 

Minggu, 27 Oktober 2019

Tentang Pagi (1)

Saya selalu jatuh cinta dengan pagi. Menikmati kicauan burung, udara Segar yang menyegarkan, waktu yang lebih panjang atau apapun tentang pagi. Bagiku pagi terlalu istimewa jika dideskripsikan dengan kata. Pagi selalu mengajarkan tentang bersyukur, ada hari baru, semangat baru dan cinta yang baru. 

Bagaimanapun buruknya cerita mimpiku tadi malam, rasa-rasanya pagi selalu punya banyak rasa dan syukur yang harus diucapkan. Hari ini, Hari senin, so excited for this week as always. 

Rasa-rasanya Saya punya banyak post cerita yang mau Saya bagi, tapi sedang di fase, ingin mensortir banyak tulisan. 

Semogaa kamu bahagia selalu! Pagi ini aku hanya mau mengucapkan itu. Sepucuk rindu yang selalu menjadi-jadi dan beradu, logikaku mungkin masih Tak seirama dengan rasa, tapi Tak mengapa! Mungkin Tuhan punya cerita mengharu biru nantinya. 

Selamat belajarr menyikapi rasa! 

Jumat, 18 Oktober 2019

Present

Hey!! Ini random, akhirnya Saya menulis tanpa rasa nano-nano seperti beberapa hari yang lalu.

Salahh satu pertanyaan ibuku yang selalu aku ingat "Hari ini gimana? Kamu bahagia Kan?"

Iyaa, sesimpeel menanyakan kebahagiaan, karena bagi kedua orang tua saya, Kita yang harus menciptakan kebahagiaan itu bukan karena Ada sebuah alasan. Itu kenapa pertanyaan itu selalu di utarakan ibu saat menelpon setiap waktu. 

Hari ini salah satu plan Saya satu minggu lalu tercapai, 1. Posting IG buat saya bahagia bukan karena saya ingin di notice orang lain, atau sekedar pamer! Jujur Ada keinginan itu, dinotice, tapi bagi saya ada yang lebih membuat saya bahagia, membuat orang lain bahagia!! Btw untuk dinotice memang dinotice "someone special" ya maksudnya disini. Finally, Hari ini Saya bodoamat Dan cuek aja mau nyampah di IG atau bikin banyak Hal random, karena bagi saya "menikmati dan membuat moment itu penting" salah satunya dengan post story IG, nyampah? Memang siapa sih yang ngeseen, toh hanya mereka-mereka ajaa wkkwk. Jadi ya mengapa tidak? 

2. Saya bahagia karena ketrima jadi volunteer auditor sertifikasi halal, salah satu achievement banget rasa-rasanya karena saya dari dulu memang ingin jadi bagian dari halal produk, karena kurangnya awareness dari semua pihak, padahal kehalalan produk itu mutlak harus di ketahui oleh semua pihak (bagi seorang Muslim) Dan belum tentu produk yang beredar dipasaran semuanya halal. 

3. Saya terbebas dari virus love-story beberapa waktu lalu, Saya tidak yakin sepenuhnya, tapi sepertinya Saya sudah bisa melepaskan sekarang, Saya sudah tidak berharap, karena saya yakin sekarang ini bukan waktunya love-story be like abg, Ada banyak peran Dan potensi yang bisa Saya lakukan so? Selamat menikmati setiap peran Intan, Saya yakin kamu akan melewati semua ini dengan setitik demi setitik karya yang bermanfaat. "Selamat berprosess"

Selasa, 01 Oktober 2019

What happened when being an Adult

Being an adult is suck
One highlight on media that I read. It is the thing I realize when everything happens the terrible moment that I’m feeling when I’m growing up to adults.

Though Is the thing I realize when everything happens the terrible moment that I'm feeling.

Life is such of blessing, but sometimes the truth moment like a bittersweet, sometimes bitter and sometimes Sweet. Thought truth or false of life as bad as we confirm that everything is black or white, but obviously, life is more colorful than we thoughts in the hard moment I guess. Between black or white is dark grey, we don't know when we just see with our pair eyes or sometimes we should see with "glasses's horse"/" Kacamata kuda" or new prespective

First things when I'm growing up :
Just because you don’t see the good in something doesn’t mean it’s not there. Allah has plan for everything. Something that seems bad at the moment can be the best thing that’s going to happen later on.

The most important things and the tenet I keep in mind is: be present and never take anything for granted ia :
be present and never take anything for granted. Age, moments, family’s presence, sleeps, trips, foods, morning texts, good marks.

We deserve to be grateful for every single thing that happens to our life. And that’s what makes us enough. Or at least feel enough, and content.


I'm happy growing older and adult though life is suck. Let’s get ready for another adventure, shall we?

Rabu, 25 September 2019

Untukmu yang Sedang Berjuang!

Hy apa kabar? Bagaiamana perjuanganmu hari ini? masihkah kau temui dirimu mengrutuki semua nasibmu hari ini? masih ingin menyerah dengan semua jalan yang sudah dilewati? apakah harimu terlalu lelah melihat realita? atau berfikir hasil yang selalu tak sesuai?

Mungkin saat ini kita mengalami kenyataan yang sama, sama-sama sedang berjuang dengan cara kita sendiri-sendiri, sedang lelah dengan banyak hal yang tak pasti, lelah membayangkan bagaimana jika hasil malah tak sesuai?, sedang banyak gemuruh tekanan dari luar atau dalam, merutuki hari-hari lalu, dan menyalahkan diri sendiri. 

Mungkin kita sedang mengalami hari yang sama, berat katanya, tapi memang begitulah jalannya.  Mungkin kita perlu sejenak untuk menepi, melihat kebelakang apa yang telah kita lalui, perjalanan jauh, berbagai jenis krikil, jalan terjal pernah kita lalui, atau melihat diri kita sekarang, jalan mencapai mimpi kita mungkin masih jauh, tapi.... jalan yang telah kita lalui juga sama-sama lebih jauh kan?. Menyerah? hey? Bukankah ini salah satu doamu yang dulu pernah kau minta kepada Tuhanmu, dititik ini dan saat ini.

Jika kau terlalu risau dengan masa depanmu, kenapa kau tak risau dengan waktumu yang kau buang berjam-jam hanya untuk sosial mediamu, waktu melihat masa lalu, waktu melihat kehiduan orang lain atau waktu yang habis dengan kesia-siaan

Katanya tak perlu melihat hasil, lakukan saja yang terbaik setiap waktunya. Dan akhirnya hasil lah yang akan selalu berkata jujur.. bukankah harusnya kau hanya perlu berjalan dan menikmati setiap waktumu? 

Beristirahatlah sebentar tapi bukan menyerah. Katanya "Jarak kemenangan hanya sejengkal dari kening dan sajadah". Jika masih kau temui dirimu, mencari alasan dengan mendewakan hasil, maka kau hanya perlu percaya, jika prosesnya sudah seperti yang kamu inginkan hasilpun begitu, atau sekedar yakin Tuhanmu tidak akan pernah tidur untuk memberikan yang terbaik kepadamu. 

Katanya tak perlu melihat hasil, lakukan saja yang terbaik setiap waktunya. Dan akhirnya hasillah yang akan selalu berkata jujur. Jika belum sesuai mungkin Tuhan kita punya cara dan jalan lain yang sama-sama terbaik. Jika masih kau temui dirimu, mencari pembenaran akan kemalasanmu mulailah melangkah sedikit saja, tak perlu banyak, hanya sekedar membuktikan bahwa kau mampu melawan kemalasanmu setiap waktu sampai akhirnya bertemu dengan mimpimu. 

Karena ku yakin, mimpi itu dibangun bukan hanya dari sifat optimis kita yang selalu berlari, tapi sekedar berjalan atau melangkahpun pasti akan sampai. Katanya hidup itu kayak maraton bukan lari sprint, tak perlu lari diawal tapi kecapean pada akhirnya, sedikit demi sedikit yakin pada akhirnya kita akan sampai. Tak Mengapa jika harus merangkak dengan penuh keringat atau air mata, ku yakin semua akan kita lalui. 

Jika kau masih merisaukan waktu bertumbuhmu yang selalu kalah dengan pertumbuhan orang lain, bukankah di negeri kitapun ada 3 jenis waktu? lalu kenapa harus risau dan mengeluhkan waktumu?

Terjal, kerikil, bebatuan, dan mungkin banyak ancaman seolah-olah kitalah yang paling menderita. Taukah kamu jika mereka juga sama seperti kita sedang menderita? tapi tidak semua orang mau berbicara penderitaannya, memang buat apa berbicara di sosial media tentang penderitaan? 

Hari ini besok ataupun nanti, semua orang sedang berjuang dengan caranya. Ada yang sedang berjuang dengan mendapatkan pekerjaan segera, berjuang untuk lulus di waktu yang tepat, berjuang untuk makan, berjuang dari sakitnya, ataupun perjuangan yang lain. Ingatlah, bahwa semua orang pada dasarnya sedang berjuang dan bertahan setiap harinya. Tak harus risau kapan waktumu sampai, Tenang.... kamu pasti akan sampai pada akhirnya, kamu hanya perlu yakin dan sedikit demi sedikit melangkah. Jika harimu terlalu berat hari ini semoga Allah yang mengganti setiapeluh dan air matamu ya!. 

Tulisan ini mungkin untukmu, untukku dan untuk semua orang yang sedang berjuang. Aku tahu kita mampu melewati semua ini, tenang pasti ada jalan, tenang semua akan lulus, tenang semua akan kerja, tenang semua akan menemukan the one-nya, tenang semua orang akan bahagia dengan caranya masing-masing. Kamu hanya harus percaya bahwa semua akan baik-baik saja, asal selalu berusaha, berdoa dan tawakal. 

Selamat menikmati kerikil-kerikil kehidupan, Allah selalu bersamamu. 






Popular Posts