Day I Refleksi Rahmadhan : Reset-Refocus-Recharger. Momen terbaik untuk merest kehidupan bagiku adalah saat rahmadhan. Alhamdulillah tahun ini masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk kembali menemui rahmadhan. Untuk banyak prihal yang akupun ragu kalo bukan karena Allah gak tau akan kuat atau tidak untuk menjalani semua ujian di tahun ini, tapi diberikan Allah ketemu lagi dengan rahmadhan rasanya bahagia sekali. Momentum sebulan setiap tahun untuk recharger iman. Seperti rahmadhan tahun ini rasanya cuman pengen kembali ke Allah, setelah banyak peristiwa yang rasa-rasanya sudah sejauh itu dengan Allah, tapi aku selalu ingat dengan salah satu hadist ini
Nabi SAW meriwayatkan dari Rabb-nya (hadis qudsi) bahwa Dia telah berfirman, ”Jika seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Dan jika ia mendekatkan diri kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR Bukhari)
Bahkan ketika kita banyak dosa sering melakukan kesalahan gitu, Allah masih tetap mau berlari saat kita mau berjalan mendekat kepadaNya🥹
Mungkin sama dengan rahmadhan-rahmadhan tahun-tahun sebelumnya yang akan ada banyak rencana dan target ibadah, kita coba usahakan untuk beribadah sebaik mungkin itu, mencoba untuk membuat plan sebaik mungkin “If You Fail To Plan you are planning to fail”. Mengusahakan dan merencanakan rahmadhan ini akan menjadi rahmadhan terbaik untuk Intan
Untuk Intan di akhir Ramadhan 1447 H :
Terima kasih sudah bertahan, sudah berusaha hadir, dan sudah memilih untuk kembali pulang, lagi dan lagi kepada Allah SWT, di setiap sujud yang mungkin tidak selalu sempurna, di setiap doa yang kadang masih berantakan, dan di setiap niat baik yang pelan-pelan kamu rawat.
Semoga di Ramadhan ini bukan sekadar banyaknya ibadah yang tercapai, tetapi kualitas terbaiknya yang tumbuh di dalam hati. Ibadah yang membuatmu lebih lembut, lebih tenang, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah. Ibadah yang tidak hanya terasa di sajadah, tapi juga terlihat dalam caramu memandang hidup, memandang orang lain, dan memandang dirimu sendiri.
Semoga Ramadhan ini benar-benar menjadi ruang reset untukmu membersihkan luka lama, melepaskan beban yang tidak perlu kamu bawa, dan menenangkan pikiran yang terlalu sering bekerja keras. Semoga kamu belajar bahwa kamu tidak harus selalu kuat sendirian, karena ada tempat pulang paling aman yang selalu terbuka: kepada Allah.
Jika nanti setelah Ramadhan berakhir kamu kembali merasa lelah, ingatlah versi dirimu di bulan ini yang bangun lebih awal, yang menahan diri, yang belajar ikhlas, yang percaya bahwa setiap usaha kecil tidak pernah sia-sia.
Intan, kamu tidak harus menjadi sempurna. Kamu hanya perlu terus kembali. Dan Semoga tahun ini merupakan salah satu rahmadhan terbaikmu🥹
Dan semoga setelah Ramadhan ini, kamu tidak hanya menjadi pribadi yang lebih taat, tapi juga lebih damai.
Tertanda
Dengan penuh sayang dan harap, Diriku yang sedang belajar pulang.
