Senin, 06 Juni 2016

Sheila On 7 Tak Lekang Oleh Waktu


Sejurus dengan semua cerita saya yang telah lalu saya cuman mau bagi cerita tentang Band asal Jogja ini, bukan untuk ngeriview panjang lebar. Mungkin ini band udah lamaaaa bangeeet dari tahun 90an berdiri tepat hari saya lahir didunia :)) tapi entah gimana ceritanya masih kece dengan semua lagunya dan lagunya tak pernah lekang oleh waktu. Dimulai dari jaman saya SD saya jatuh cinta dengan Sheila On 7 karena sepupu saya, yang notabene adalah tetangga sebrang rumah, namanya mbak Yuli dan mbak Indah mereka selalu nyetel radio kalo gak dvd kencengg banget sampe satu RT denger, dan saya tentunya lama kelamaaan tau tentang band itu meskiupun saat itu masih SD, tapi Sheila on 7 sudah berada di hati saya paling dalam. Nah saking dalamnya itu ketimbun sama band-band yang sedang booming saat itu salah satunya Peterpan, saya salah satu pecandu Peterpan dulu, saya fansss beratnya tapi tidak sampai sekarang, sama dengan halnya Ungu, ST12, Kangen Band, Letto, Ada Band etc saya juga pernah ngefanss tapi ya itu kembali lagi mereka mengisi relung hati saya yang diluar jadi tidak sedalam Sheila On 7. Hal ini banyak sih latar belakangnya seperti karena saya hanya menikmati musiknya tanpa liriknya, “Ketika kita Bahagia kita akan menikmati musik, sedangkan saat kita sedih hanya menikmati liriknya” Tutur guru saya pas SMA, dan Benarr sekali saya menikmati mereka semua karena musik dan sedang boomingnya saat itu, jadi tidak memiliki banyak feel yang paling dalem. Pas SMP Sheila ON 7 keganti dengan band-band yang saat itu sedang booming sih, sering dengernya musik ngalir aja tidak banyak ngefans sama band tertentu malah pas SMP, dan masih naksir sama ST12, Kangen Band, etc itu. Nah pas SMA baruuu timbunan rasa dengan band lain itu dibersihkan oleh seseorang dan akhirnya saya ngefansss banget Sheila On 7 (Lagi) wkkwkwk, thank you mas btw *Uhuk* ((Bukan sedang membuka rasa lama)) *abaikan*. Dari SMA sampai sekarang jadi sheila  Genk wkwkkwkw. Sampai saya kuliah saya tidak pernah bosan menjadikan playlist Sheila On 7 menjadi playlist utama dibanding grup band lain, dan tentu setiap kali mereka manggung di Jogja saya selalu usahakan untuk melihat tanpa bosan, dan selalu gila dengan penampilan mereka  :D ......
Mungkin untuk semua pecinta Sheila On 7 udah tau lah kenapa mereka benar-benar masih gandrung sama Sheila On 7, entah saya yang salah atau gimana, pecinta Sheila On 7 lebih langgeng untuk band 90an dibanding band-band lain iya ngak?  Kalo saya pribadi karena semua lagu sheila kebanyakan tidak menciptakan lagu yang saat itu, tapi selamanya. Hal ini dapat dibuktikan dengan lirik dan musiknya, Bagi saya Eros setiap kali menciptakan lirik berkesan, mendalam dan tidak pasaran untuk saaat itu. Meskipun beberapa kemasan lagu sheila On 7 dikemas dengan nada melankolis ala-ala romantis tapi tidak membosankan untuk musik yang diciptkan. 
Well Sheila on 7 adalah bukti kejayaan band Indonesia yang tidak lekang oleh waktu, bagi saya. Sejurus dengan lagu yang bukan hanya menawarkan rasa tentang cinta namun dengan rasa untuk sahabat dan keluarga juga menarik dan lagu yang selalu sarat akan makna. Bukan hanya dengan musik yang akan membuat kita mengenalnya namun dengan lirik dan musik yang berkesaaan yang akan selalu mencintainya. 

Sabtu, 28 Mei 2016

Surat Untuk Diriku 5 Tahun yang Akan datang


Dear Kamu 5 Tahun yang akan datang
Dari Aku sekarang ini
Pesan :
Selamat pagi nona
Hari ini tepat 5 tahun yang akan datang aku menulis sajak terpanjang untuk kamu nona (diriku sendiri). Bukan kata yang mendamaikan seperti prosa karangan Sapardji Djoko Damono. Hanya sebatas aksara yang nantinya akan aku kenang. Untuk mendeklarasikan perjuanganku. Jadi bagaimana perjuangan selama 5 tahun nanti nona? Aku yakin kamu harus berjuang lebih, memberikan yang terbaik untuk setiap proses kehidupan yang bukan hanya berat namun aku yakin kamu telah memperjuangkanya. Bagaimana harapan kamu untuk mendapatkan pencapaian yang pernah kamu tulis sebagai resolusi di kertas tempo lalu. Tepat 21 April 2021 nanti akan sudah banyak daftar yang kamu coret dari daftar resolusimu bukan?.   Resolusi pertama tentang Keimanan dan ketaqwaanmu, Kamu pasti sudah tersenyum lega karena tidak lagi menjadi orang yang sering menunda Sholatmu bukan? dengan kebaikan yang selalu kamu tabur disepanjang harimu. 5 tahun yang akan datang  aku akan melihat kamu telah mendapatkan gelar Sarjanamu. Bukankah perjuangan yang terlalu panjang untuk mencapainya? Bagaiaman nona kamu lega? Ah aku rasa belom sepenuh masih ada ratusan resolusi bukan? Ataukamu sedang melakukan pekerjaanmu sebagai manager hebat di Perusahaan ternama yang sering kamu ceritkan pada Tuhanmu?. Tunggu atau kamu masih sedang proses apply untuk beasiswa MBA (Master Bussines Administration)? atau plan A kamu yang kamu dapat, sedang mendengarkan study case di Universitas yang sering kamu sanjung, dibelahan benua lain kamu menjadi bagian dari HBS 2019? Semoga cerita di HBS segera kamu sanjungkan.
Sebagai seorang Anak yang membanggakan orang tua, selama 5 tahun nanti pasti kamu telah berusaha untuk menjadi orang yang menaruh kedua orang tuamu didaftar paling atas setelah Tuhanmu telah memberikan senyum kebanggan itu dibalik gelar yang mereka impikan, dibalik hapalan alqur’an yang selalu mereka harapkan, dan dibalik karir kamu yang bukan hanya dipandang rendah oleh orang lain. Sebagai kakak yang membanggakan dan menjadi tauladan untuk adiknya, 5 tahun nanti aku yakin kamu dapat mengemban amanat itu, merangkul amanat yang tidak semudah yang kamu bayangkan dahulu sebelom kamu melihat dirimu sekarang bukan hanya mengajari adikmu untuk mengayuh sepeda, melukis pemandangan, dan memasak melainkan menjadi kakak yang memiliki standart yang tinggi untuk kehidupan, mempertaruhkan keidealisan untuk mencapai tahta tertinggi kebanggaan kakak yang telah ditauladani dan dilampaui adikmu. Sebagai seorang teman yang terhormat 5 tahun nanti aku yakin temanmu sering menceritakan namamu diantara teman-temannya yang lain sebagai teman yang selalu mengayomi, teman sukses yang tak melupakan dan meninggalkan kawannya, dan seorang teman yang hebat yang selalu ringan untuk membantu. Sebagai seorang istri yang taat untuk suaimi, 5 tahun nanti bukan lagi sebuah status single yang akan melengkapi hari-harimu ada tanggung jaawab yang lebih besar ketika status Istri itu telah kamu sandang, ah aku yakin kamu akan mempersiapkanya dengan sangat matang untuk mendapatkan gelar terbaik yang akan membawamu kesurga nanti menjadi seorang istri yang taat untuk suami.
5 tahun nanti akan kamu lihat foto dan piala yang terpajang di lemari rak kebanggaanmu. Piala dan pencapaian yang selalu kamu ingin dapatkan sebagai seorang entreprenuer hebat, seorang peneliti bidang keuangan yang mendapatkan Nobel, seorang wanita yang berpengaruh untuk masyarakat disekitar terlebih untuk negaranya, sebagai pemuda penggerak perubahan, sebagai wanita karir yang karirnya tak dapat diragukan, sebagai seorang penulis yang memiliki banyak tulisan best seller, dan sebagai seorang yang akan mengelilingi dunia untuk pencari ilmu. Dibalik pencapaianmu 5 tahun yang akan datang aku yakin kamu akan melihat dirimu ditimpa masalah yang hebat, kamu lelah menapaki jejak  kerasnya dunia, kamu luka dimana-mana, kamu ditinggalkan oleh orang-orang yang kamu sayang, kamu dicaci dan dihina, keimanan kamu di uji. Ingatlah hari ini kamu pernah menulis surat untuk dirimu sendiri, bangunlah tapaki dunia yang terjal itu dengan senyum dan keiklasan, bangkitlah segera setelah kamu ditengelamkan, kamu harus berpijak menapaki jalan degan harapan-harapan yang selalu kamu lantunkan dalam doa. Ingatlah hari ini pencapaian itu tidak ada ketika kamu tak memperjuangkan semuanya. 1000 kali kamu gagal kamu hanya harus mencoba 1001 kali untuk berhasil, habiskan kegagalanmu dimasa ini hingga dimasa yang akan datang kamu akan tersenyum lega dengan pencapaian yang kamu miliki. Selalu semangatlah untuk menabur benih kebaikan dan keiklasan setiap harinya nona.

                                                                                    Yang Selalu Mencintaimu
                                                           

                                                                                                Aku di 2016

Rabu, 25 Mei 2016

Random Story I


Yeaay akhirnya blog ini jadi sampah saya lagi, meskipun diawal pembuatan domain sendiri pakek .com ini diinisiasi tanpa sampah curhatan random, ternyata hanya sebatas keinginan. Dan rasanya gak plong gitu kalo nyerocos tidak diblog ataupun tumblr. Jadi yaudahlah ya jalani aja seperti cerita yang mau saya ceritakan ini. Tentang tujuan hidup, klise sih sebenarnya saat semua yang ada dihadapan saya benar-benar berongga dan kosong seperti akhir-akhir ini. Saya sadar dari kecil saya seorang yang ambisius dan lumayan idealis. Selama ini sifat itu masih menempel kuat didalam ingatan saya, hingga pada akhirnya semua itu goyah saya tidak memiliki keseimbangan untuk bersikap idealis saya harus realitis. Cerita itu adalah fase yang membuat saya harus menyeka air mata, sedih sekali rasanya harus menepis setiap target hanya karena berbagai hal salah satunya realitis. Hingga akhirnya saya merubah berbagai tujuan hidup dan berbagai target yang ingin saya jalankan. Saya mulai pasrah tanpa adanya target dan tujuan yang pasti. Diawal sih belom saya rasakan dampaknya, tapi akhir-akhir ini rongga itu benar-benar nyata membuat saya benar-benar kosong sekali, tujuan hidup mulai kabur dan tidak jelas. Impian-impian mulai terkubur rapi hanya berada dicatatan dan Saya mulai lelah luar biasa menjalani hidup yang tanpa kejelasan seperti itu. Hingga akhirnya saya putuskan untuk tidur, dan mengistirahatkan diri, pergi ketempat yang menurut saya dapat mengurangi kekecewaan saya,  berakhir saya stalking random dan blogwalking. Dari perjalanan panjang itu saya memiliki banyak sekali hikmahnya, kadang roda itu meminta saya untuk berada paling bawah bukan untuk mengecewakan diri atau menghapus target dan mimpi melainkan lebih bersyukur menjalani kehidupan, Menjadi orang yang idealis dan ambisius luar biasa memang tidak salah namun memiliki kerendahan hati lebih dibutuhkan untuk menjalani target, Saya bukan orang yang bisa berdiam dan menjalani kehidupan yang ‘let it flow’ jadi jangan sok-sok’an untuk let it flow. Perjalanan saya belom berakhir dengan realistis saya, arah dari pergerakan roda harus saya putar kembali, bergegas memberikan yang terbaik untuk tujuan hidup, mencangkan terget dan impian yang lebih jelas, dan memberikan doa serta usaha terbaik. Mimpi itu akan menjadi nyata sebentar lagi.


Rabu, 18 Mei 2016

Hari ini, Bolehkan (Lebih) Bahagia?

                                            
Mungkin itu adalah pertanyaan yang tergiang-giang dalam benak saya hari ini, mungkin saya selalu bahagia setiap harinya tapi tidak untuk akhir-akhir ini terlalu banyak tanjakan, bukit, jurang yang membuat air mata saya sering menetes setiap harinya. Harus tidak tidur, semua konsentrasi terpecah hanya karena masalah. Dan saya ingin menyerah saja rasanya tidur saja, membiarkan mimpi itu seperti gantungan, tak begitu tertarik bersenda gurau dengan cerita yang telah saya perjuangkan. Lelah? tentu. Berkali-kali saya harus menyakinkan diri saya untuk tidak menyerah,   Hiruk pikuk kesedihan mulai terekam jelas. Dibalik semua itu hari ini hari yang berkesaan sekali rasanya untuk saya. Teman saya wisuda, bangga, bahagia, menjadi satu. Teman paling diam dulu saat pertama kali saya kenal, tak begitu saya kenal jelas dengannya, sebatas say hy, tapi perjalaanan perkulihan menjadikan fase-fase say hy berubah menjadi hal-hal yang tak jelas, menjadi orang yang tau sekali tentang saya, yang selalu ngebuly saya yang sering ngeliat saya menangis, yang sering bikin saya harus tereak-tereak kalo ngomong #suatusaatnaantisayaakanmenceritakan. Tapi hari ini saya menemukan dia, dengan Rona kebahagiaan menyinari wajahnya,  bahagiaa sekali rasaanya melihat orang yang kita sayangi bahagia.

       Dibalik semua canda tawa dan tanya hari ini ada satu kisah yang masih bisa membuat saya tersenyum. Sebait rasa yang tak pernah tertimbun oleh rasa yang saya berikan kepada orang lain. Dibalik euforia GSP siang tadi, saya menemukan anda, Euforia GSP siang tadi, saya menemukan anda, Dari ribuan orang yang datang di GSP, dari semua orang yang tadi saya cari dan banyak yang tidak dapat saya temukan satu persatu, mata saya tertuju dengan anda. Degup itu mungkin masih sama, membuat tangan saya harus tremor saat berfoto, harus memakai masker dengan panasnya Jogja yang menyengat tadi, dengan caraNya hari ini saya bertemu dengan anda. Mungkin kesempatan terakhir dibalik semua ini, tertegun dengan banyaknya manusia di GSP. Entah kali terakhir ke-dua terakhir atau kesempatan keberapa kali lagi bertemu. Perjalanan hidup itu masih mengintai, panjang berduri, mulai ragu dan mulai tersenyum lagi dibalik pertemuan absurd  hari ini. Terima kasih untuk secuil cerita dibalik kebahagiaan hari ini, Terima kasih menawarkan gusi saya terlihat jelas lagi dibalik tawa yang sering saya tutupi, terima kasih telah menawarkan racun yang selalu ingin membunuh saya karena kerinduhan yang bertubi-tubi akan hadir, tapi biarkan ucapan selamat tinggal saya kepada Jogja dan Anda akan saya ucapkan sebentar lagi, dan izinkan hati saya berkelana sampai saya tahu siapa yang akan membuat  saya kembali dan bertahan saya perjuangkan. Meskipun melupakan anda dengan jarak itu,  saya yakini akan lebih susah. 

Selasa, 10 Mei 2016

Review Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2)



Judul Film           : Ada Apa Dengan Cinta 2
Pemeran             : Dian Sastro (Cinta), Nicholas Saputra (Rangga), Adinia Wirasti (Karmen),  Titi Kamal (Maura), Sissy Priscillia (Milly)
Penulis Naskah    : Mira Lesmana
Sutradara               : Riri Riza

            Well kali ini saya akan mereview sedikit tentang film yang akhir-akhir ini hitzz bangeet,  dengan penanyangan 2jt penonton untuk 8harinya SOO DAEBAK. Dan daebaknya saya bisa nonton sendiri (lagi) di Bioskop #bahagiamaks. Film Ada Apa Dengan Cinta 2 ini merupakan film kedua dari sekuelnya yang dulu Ada Apa Dengan Cinta Tahun 2001. Gejolak ceritanya masih berkelanjut dari pemasalahan Cinta dan Rangga. Jika mengulas sedikit cerita dari AADC 1,  Cinta di tinggal oleh Rangga yang akan melanjutkan sekolah ke New York, dengan perpisahan dramatis banget di Bandara, Rangga juga memberikan untaian puisi sedikit baitnya adalah “aku akan kembali dalam satu purnama untuk mempertanyakan kembali cintanya” .
  1. AADC 2
            Bermula dari geng cinta yang liburan di Jogja, saat yang bersamaan Rangga juga datang ke Jogja untuk menemui Ibunya. Saat itu Cinta sudah memiliki Tunangan dengan Tristan, cerita berlanjut saat Mili dan Karmen membeli sesuatu disalah satu toko tak terduga mereka melihat Rangga. Diikutilah Rangga, oleh Mili dan Karmen. Malamnya pada acara pagelaran seni Eko Nugroho, Rangga menemui Cinta dengan bantuan Karmen, namun Cinta tak menanggapi Rangga. Cinta masih berfikir bahwa dia masih sakit hati akibat Rangga yang memutuskan Cinta secara sepihak tanpa kejelasan pada tahun 2006 silam. Pagi hari berikutnya Mili dan Karmen menceritakan semuanya kepada Cinta, Cinta yang masih merasa disakiti oleh Rangga bersikukuh tidak mau menemui Rangga, namun dengan bujukan Cinta Geng akhirnya Cinta mau menemui Rangga. Beberapa perdebatan masih mewarnai jalan cerita Rangga dan cinta saat itu, penjelasan dari Rangga sedikit demi sedikit mulai mencairkan perasaan Cinta, Meskipun begitu jalan ceritanya tak semulus paha SNSD. *Spoilernya sampai disini aja ya*
  1. Setting
            AADC 2 berlatar 3 tempat Jakarta, Jogjakarta, dan Broklyn (NY) tapi kebanyakan berlatar di Jogja. Mau cerita yang di Jogja, Gweeelaaak kereen bangget ngambil scene di Jogjanya, khas dan feelnya Jogja dapet bangeet,  saya yang udah tinggal 3 tahun di Jogja aja masih terkagum-kagum dengan scenenya yang berlatar di Jogjaa, mulai dari  Di daerah malioboro yang banyak banget penginapannya itu setau saya, Green Host Hotel, di Rumah doa Rhema (Gereja Ayam)  yang hitzz bangget di Ig akhir-akhir ini, di Ratu Boko, Klinik Kopi, Puthuk Setumbu, Papermoon Puppet Theatre, Pantai parang tritis, Sate klatak pak Bari, Pojok Bentheng dan selli Coffe dan masih banyak lagi. Sedikit tentang anjuran-anjuran di Jogja yang ditempel didinding gang-gang sempit as like ngebut benjot, Awas A*U, yang kental banget roman Jogjanya.
  1. Pemain
             Nikholas Sahputra Sebagai Rangga Untuk penokohan rangga disini tidak banyak berubah dengan Rangga di AADC 1, seorang yang Cool, cuek, pujangga, jalan hidupnya tak dapat ditebak, membinggungkan *Cowok emang gitu ngebinggungin bikin bete*, banyak banget minta maafnya difilm. Tapii coolnya Rangga lebih dapet di AADC 1 sih mungkin karena jalan ceritanya kalik ya, jadi kesan Rangga COOL maks itu dapet banget kalo yang sekarang sih ya cool tapi keliatan menye-menye gimana gitu kurang greget sih kalo saya sendiri masih kurang nampol dihati ini Rangga Sang Pujangga ahhah.   Rangga menjadi sesosok pria banget sih tapi kebanyakn minta maaf,  tapi wibawa seorang cowok dapet lah pokoknya, meskipun derajat coolnya turun 49%. Dian Sastrowardoyo  sebagai  Cinta, Masih samaaa dengan AADC 1 bedanya pembawaan Cinta yang dulu abg SMA yang kalo ngomong enggak begitu dramatis mirip versi Dian Sastro  seperti pas di film 7 Hari 24 Jam, saat dian sastro bermain film dengan Lukman Sahri. Tapi pas di AADC 2 feel Dian Sastro seperti Cuek, dan dramatis banget kalo ngomong. Tapi Akting Dian Sastro masih dapet 2 Jempol, pemikirannya mulai seperti Rangga tidak dapat ditebak. Geng Cinta masih tetep samaa mereka keren-keren banget persahabatanya, Mili yang masih polos kayak di AADC 1, Maura yang lebih keibuaan karena sudah punya 3 anak, dan Karmen yang lebih dewasa aku liatnya, dibanding dengan AADC 1 tapi keliatan banget karmen mengantikan posisi Alya yang notabene dulu paling ngerti Cinta banget, Tristan Tunangan Cinta sikapnya keras gitu kalo aku liat, cemburuan, Sibuk banget, Eksekutif muda.  Masih ada banyak pemain sih tapi cuman sedikit di liatin di film , jadi pemain figuran, jadi males buat nulis satu persatu *maafkan*
  1. Tambahan
            Jika berbicara tentang AADC yang adalah balutan romantis dengan puisi legendarisnya Rangga, puisinya sendiri di tulis oleh Aan Mansyur. Jalan ceritanya seperti yang telah saya pikirkan di Jalan, dengan melihat Trailernya dan saya tidak banyak kecolongan sih. Meskipun adegan di Bandara itu saya pikir bakal ada lagi tapi ternyata cuman ada di Iklan Line, mungkin diawal cerita ada yang gak begitu langsung kena sih malah pas awal-awal ngantuk, tapi pas mulai scene diJogja udah yang bener-bener antusias sama jalan ceritanya dan nunggu endingnya. Btw banyak banget dari Rangga dan Cinta yang bilang “Lalu” saya itung lebih dari 4 kali kayaknya dari film ini selalu bilang “LALU” hahah. Melihat jalan cerita yang ada sih semua orang yang udah mau nonton pasti udah nebak Happy Ending kan pasti, tapi buat Happy ending itu harus ada lautan yang harus disebrangi, jarak yang harus ditepis, batuan terjal yang harus dilewati, naik bukit, turun bukit, dan selanjutnya menyerah mungkin salah satu cerita AADC 2 ini tapi dengan pembahasaan yg lebay maksimal, tapi dibalik semua itu jalannya tidak harus turbulensi dengan menggunakan pesawat jadi tidak senancep AADC 1 jika saya bilang. Penokohan dari pemainnya banyak yang berubah tapi masih mengikat kuat dengan jalan cerita di AADC 1 sih. Film AADC 2 juga enggak cuman menawarkan romantisme semata, ada komedi yang banyak diperankan antar pemain yang enggak bikin ngantuk gara-gara keromantisan. Komedinya banyak di perankan oleh Mili (Sisi Priscila) yang polos bikin ngakak :’D. Dan dari keseluruhan jalan ceritanya AADC menang di karakter dan cerita yang dekat dengan kita sehari-hari, seseorang yang belom bisa move on sepenuhnya dari mantan, pemilik ego yang sama-sama tinggi diantara kedua belah pihak, keputusan Rangga yang secara sepihak, sahabat-sahabat yang luar biasa seperti Geng Cinta, yang akan disajikan dengan romantisnya Jogja, dengan keindahan kata setiap pemaiannya terlebih Rangga dan Cinta.  Yah pokoknya tipe film Romantis Baper tapi belom bisa bikin saya ngusap air mata hahah J. Meskipun cerita klise dengan berbagai cara film AADC dapat ditebak, film ini memiliki setting tempat, soundtrack, dan penokohan yang menarik dengan kemasaan romantisnya.
            -Yah akhirnya saya menyelesaiakan Review AADC juga, karena sebenarnya Review ini sudah saya tulis dari hari Sabtu kemaren tapi belom saya selesaiakan dengan masih banyaknya hal yang perlu diselesaikan satu persatu, I hope you Like it. Dan nantikan Review Captain America : Civil War selanjutnya Stay Tune ya, See You-





Selasa, 26 April 2016

Bicara Tentang Penantian

    
  
Tempo lalu teman saya bercerita tentang seseorang, someone special for her. She tell about his bravery in our age said seriously about marriage, maybe is some stuff which make me wondering but till no i don’t have some bravery to talk someone about of this because don’t have or other, is one of problem wkkwkw, though i often writing about it its doesn’t mean i’m going to marriage in my age right now or sooner oh no i can’t imagine of this. Though my friend tell to me, he have been brave to propose her with her parent. After this my friend tell story why, how, what can make him to propose her. And its so sweet moment, make me wondering 5w+1h about of this. If we talk about of this, this it not far from mate. One of best make me comfort zone if my friend and other writer in tumblr talking of this. I just wondering of this but i know its so very dini to know, because my age and my priority in the now. Well my priority i have is how? doesn't Who. Who in this is who my mate or a half of my lifee *eeeaa* . I have been wondering because its one of the urgently topic whoever have to know sooner or latter.            
Yesterday i read about “Pernikahan TANPA Cinta” Tidak jauh dari hakekat pernikahan, ideologi, dan berbagai hal latar belakang why she write about of this. And of course its open some thing about dien To me. malah saya suka dengan tulisanya. Menikah tidak melulu tentang cinta, ah its not about story of love in marriage. Tidak melulu tentang perkenalan yang berbelit-belit, pendekatan yang lebih 5thaun. Its just simple talking about pernikahan tanpa pengenalan, tapi pemilihan yang tepat. As long as i just think someday i want meet someone who love me and i love him and build rumah tangga dengan ikatan yang bernama pernikahan. Itu yang dinamakan jodoh dunia ketika kita telah bertemu dengan tambatan hati, but till now when i love someone and he don’t love me back saya harus giman? Enggak mau nikah gitu? Kan tidak juga, seseorang pernah berkata bahwa sejatinya wanita diciptakan untuk dipilih tapi bukan berarti tidak dapat memilih. Dengan hakekat simpel itu saya mulai berfikir ulang bahwa jodoh memang tidak selalu tentang  seseorang yang kita cintaikan?. Jodoh selalu seseorang yang tidak jauh dari kita tentu, tidak jauh amal perbuatanya, tidak jauh dari sifatnya, tidak jauh berbeda dengan akhlaknya. Seperti diAl-quar’an kan Orang baik untuk orang baik, dan yang keji untuk orang yang keji. Which is tinggal milih mau jodoh yang seperti apa tergantung kitanya, jika ingin jodoh kelas yang kita inginkan, kita juga harus memantaskan diri untuk memperbaiki diri sesuai dengan kelas yang diinginkan bukan? Wait, tapi bukan semata-mata berubah jadi orang yang berkelas karena jodoh juga sih, karena berubah adalah cara kita memantaskan diri hanya untuk Allah SWT not for someone else. I ‘m so worried to myself  #selfreminder sejak dini because of that haha J.                                                                                                                    
Jika saya dapat menarik beberapa hal dari tulisan tersebut adalah 1. . Cinta akan tumbuh dengan seiringnya waktu berjalan 2.  Hati dikontrol oleh otak kanan, yang berarti dapat dikontrol dan dikendalikan 3. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino  4. Jodoh adalah cermin kita. Berbicara hati yang dapat dikontrol saya setuju, selama ini saya serig mengendalikan perasaan saya dengan berbagai dorongan intern dan ekstern, dan buktinya saya bisaa mengendalikan sampai sejauh ini meskipun i need space and time to adaptation, tapi sejauh ini i don’t worry because responsibily of heart i just worried someone whom i love #alahapasih.well jika hati udah mau di kendalikan dengan kita. Tentang cinta yang akan tumbuh seiringnya waktu, Pak Anis Baswedan di acara Mata Najwa tempo lalu berkata “Jika anda mencintai seseorang jangan biarkan cinta itu penuh diseluruh hati anda, tapi berikan ruang untuk cinta itu tumbuh  dengan seiringnya waktu” Well jika kita berbicara tentang pernikahan tanpa cinta, tentu dengan seseorang yang belom kita cinta, tapi hati kita dapat mengendalikan jadi biarkan saja perasaan itu tumbuh nantinya dengan berjalanya waktu,dengan pepatah jawa “witing tresno jalaran soko kulino”. Jika dengan berbagai dalih tentang perasaan, sampai kapanpun saya berfikir dengan embel-embel cinta dan kemunafikan kita selalu tidak akan puas dengan yang kita dapat. I mean semua orang memiliki expektasi tersendiri dengan future  yang diharapkan, tapi jika kita tidak berfikir lilahitaa’ala dan pasrah dengan niat suci dari pernikahan apa yang dapat diperbuat?. Pernikahan juga tidak melulu soal perasaan kok bagi saya pribadi, toh buktinya banyak yang nikah dijodohin tapi awet sampai sekarang dan bikin iri seperti  orang tua saya misalnya, tapi yang berembel-embel cinta, udah say goodbye tengah jalan karena menikah sebagai cara membangun cinta.                                  
Saya pribadi yang notabene masih 19th pernikahan terlalu jauh jika harus memikirkanya. Namun, ini adalah salah satu topik penting untuk maasa depan sih kalo bagi saya. Jika ngomongin tentang pernikahan yang tanpa cinta, tanpa mengerti betul perasaan kita, hanya keyakinan bahwa yes he is trust my half of my life, *yang keyakinanya entah cari dimana, karena sampai sekarang saya belom tertarik untuk mencari* Yang berlandaskan dengan hukum jadi kalo bukan untuk menyalurkan rasa cinta kita kepada seseorang kenapa kita harus menikah,?  *pemikiran saya yang masih awam*. Karena menikah bukan hanya berlatar penyaluran perasaan, hasrat, ataupun hawa nafsu. Lebih dari sekedar itu semua ketika kita memilih untuk menikah saya berfikir bahwa saya ingin menyempurnakan agama saya seperti sunnah rasul, saya juga tidak yakin suatu saat nanti saya dapat terbebas dari fitnah dengan menjadi perawan tua, saya ngin menikah karena Allah SWT. Selain berdalih agama, saya yakin diusia saya yang mungkin 30th akan adatang adalah usia dimana jati diri telah saya dapat, tapi saya takut tanpa seseorang yang berada disamping saya seumur hidup saya, saya dapat melalui semuanya dengan baik-baik saja. Saya membutuhkan orang yang mengerti saya, mengayomi, penstabil jiwa dan menopang saya nantinya. Lebih kepada bagiamana saya harus menjalani hidup saya dengan mempercayai orang lain seratus persen yang dapat menjadi pengerti,pengayom, penstabil, dan penopang jiwa saya tentu saja.                                     
Siapapun anda tuan, saya akan menanti anda sampai tangan anda berjabat tangan dengan ayah saya, untuk ikrar janji suci.



                                                                        -Yang selalu ingin memperbaiki diri-

Popular Posts