Rabu, 27 Juli 2016

Hanya Butuh Waktu 11 menit untuk Jatuh cinta dengan -Critical Eleven By Ika Natassa-


           
-Dalam Dunia Penerbangan dikenal istilah Critical Eleven-
Sebelas menit paling kritis di dalam pesawat-tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing- Karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.
-Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya-
            Teh Ika Natasa memang selalu amazing untuk membuat orang gemes dengan jalan ceritanya, karena kemasan dari novel, hal yang menarik dinovel ini adalah  2 plot yang sanggup bikin penasaaran bikin tergiang-giang apa yang akan terjadi nanti, dan Teh Ika berhasil membuat saya orang yang cenderung melompat ke bagian ending dalam suatu novel tidak saya lakukan di novel ini, karena semua kunci tidak berada di ending tentu kepenasaran dan keinginan saya untuk mendalami semua cerita enjadi kunci kesuksesan novel yang membuat saya senyum bahagia setelah membaca novel ini. Teh Ika juga masih samaaa seperti di novel-novel sebelumnya, setiap kata yang di tulis pastikan akan selalu bermakna, quatable, tapi sama sekali ngak menye-menye. 
                                                    -Aldebaran Risjad Atau Ale-
Posisi Beno dari seri Divortier teh Ika keganti sama Ale dihati saya. Ale seorang Petroleum Engineer yang menghabiskan 5 minggu di Rigg, sebuah tempat pengeboran minyak lepas pantai, dan 5 minggu berikutnya di rumah, hal itu berlaku selama 1 tahun, 5 minggu di Rigg dan 5 Minggu selanjutnya di Rumah. Ale seorang anak pertama dari 5 bersaudara sekaligus anak kesayangan di keluarga Risjad. Entah kenapa dari seorang Beno di Divortier keganti ke Ale karena tentu penokohan dari Ale yang sama sekali tidak ada cacat bagi saya untuk seorang pria. Cowok kalem, cool, pengetahuan luas, tinggi, senyum manis, tenang, romantis dan tidak se-player Haris adik dari Ale. Dan karena pembawaan kebapak-an dan ke-yang lain dari Ale mengantikan Beno dari hati saya wkwkkw.
                                                                -Tanya Baskoro-
Seorang management consultan, Wanita karir yang merupakan anak tunggal dari keluarga besar Baskoro. Jika melihat Tanya, ingatan pertama saya pada Alexandra Wicaksono yang bermain di Divortier, seorang wanita karir, independent, cekatan, gesit, terawat, dan tentu cantik.
Yang paling saya sukai dicerita ini adalah saat Pertemuan pertama mereka di Pesawat ternyata membuat Ale ataupun Tanya,  saling penasaran. Tentu karena pembawaan mereka yang nge-clik saat mereka saling berbicara, dan first impression disini menjadi first love sigh juga. Cerita berlanjut satu bulan setelah kejadian mereka bertemu di pesawat Ale, mulai menghubungi Tanya dan mengajamakan di Ketoprak Ciragil

 -Kutipan-
"Hidup ini jangan dibiasakan menikmati yang instan-instan, Le, jangan mau gampangnya saja. Hal-hal terbaik dalam hidup justru seringnya harus melalui usaha yang lama dan menguji kesabaran dulu
"Marriage is a little bit like gambling, isn't it? Bahkan lebih berisiko daripada berjudi. Waktu kita duduk di depan meja poker atau blackjack atau dice, kita bisa memilih ingin mempertaruhkan seberapa banyak. Sedikit, sepertiga, setengah, atau semua, kemenangan yang bisa kita peroleh atau kekalahan yang harus kita tanggung semua tergantung dari seberapa besar risiko yang berani kita ambil. Tapi pernikahan tidak begitu. saat kita duduk di depan meja penghulu dan melaksanakan ijab kabul, semua kita "pertaruhkan". In marriage, when we win, we win big. But when we lost, we lost more than everything. We lost ourselves, and there's nothing sadder than that"
          Kesan dramatis dalam pdkt sama sekali tidak ada di novel ini karena novel ini memang bukan novel teenlit yang lebih membuat penasaran di awal-awal cerita pdkt. Diawal cerita para pembaca digiring untuk menyelami permasalahan dianatara mereka berdua namun tidak diberitahu apa yang benar-benar terjadi. Hingga akhirnya setelah dipertengahan awal kita mengetahui masalah-masalah yang membuat seorang Tanya Baskoro membenci Ale Risjad yang nota bene masih menjadi suaminya, akting menjadi suami istri idaman juga
          Teh Ika sanggup mengaduk-ngaduk pikiran dan perasaan saya dengan novel ini, pembawaan Ale disini apalagi. Diatas saya menyebutkan saya menyukai sikap Ale, Ale adalah sesosok pria yang benar-benar Pria bagi saya di novel ini, tergambar jelas saat dia melalui semua masalanya dengan istrinya bagaiamana dia mau memperbaiki semuanya meskipun Tanya memerlukan waktu dan pemakluman yang sangat lama, dia juga orang yang mampu meeredamkan hatinya dengan perseruan dengan Ayahnya dulu karena tidak mau Ibunya terluka. Plot ale adalah plot yang serius bikin saya melelh dengan pembawaan Ale disini mhahahah.
          4.5 dari skala 5 untuk novel ini, kurang tebal! salah satu caption untuk mengambarkan ke ekecewaan saya terhadap novel ini, dengan dimensi antara Tanya dan Ale, 344 halaman bagi sayaa kurang. Hal pertama yang saya sukai dari novel ini adalah  penokohan yang di jelaskkan secara detail teh Ika. Teh ika biisa berperan ganda memainkan penokohan Ale ataupun Tanya tanpa cacat, dengan berbagai tempat unik yang selalu dapat teh Ika gambarkan secara detail dan menarik, ah itu yang selalu saya tunggu dari novel-novel teh ika selanjutnya, penulisan novel yang tidak monoton dan selalu bikin penasaraan.
                                   -Harapan dan Bayangan Critical Eleven untuk Film-
Yeaay salah satu hal yang di tunggu dari 2017 ini adalah Critical Eleven akan di film, dan menjadi salah satu list film yang harus ditonton. Harapannya di film ini, untuk pemainnya saya ingin request Adipati Dolken untuk Ale sedangkan untuk peran tanya saya pengen dengan Maudy Ayunda, 2 karakter jempolan yang menurut saya nge-clic untuk memainkan peran Ale seorang Petroleum Engineer, yang tegas, kebapak-an, tapi memiliki sisi lembut di balik, pembawaan kerasnya. Sedangkan Maudy Ayunda saya pilih karena pembawaan dia yang smart, asik di ajak bicara seperti Tanya, dan memiliki sikap independent tergambar dari dirinya. Untuk permasalahan sendiri saya ingin menambahkan bumbum masalah lebih ditajamkan lagi, bukan hanya konflik antar Tanya ataupun Ale yang di usung tapi di tambah dengan sedikit bumbu-bumbu adik Ale (Hari). Untuk gaya bahasa harapannya gaya bahasa Mbak Ika Natassa yang quateble, gak menye-menye, dan selalu memberikan makna semoga selalu di munculkan dalam filmnya nanti. Harapannya yang terakhir semoga cepat rilis Teaser untuk filmnya. Ketika di tanya bayangan tentang di film kan Critical Eleven yang pertama saya bayangkan adalah sikap Ale yang mampu mengalahkan Rangga di Ada Apa Dengan Cinta 1, yang di lebih cuek tapi berwibawa, tegas, cool, dan sikapnya yang kebapakan masih akan tercermin, bayangkan selanjutnya adalah keseruan dan keromantasian dalam film yang akan bikin baperr tingkat dewa dengan interaksi antara Tanya dan Ale, dan waktu 90 menit tidak akan cukup untuk melihat setiap scane di film, butuh waktu 11 menit untuk menyelami sedikit tentang novel ini bagus, butuh lebih dari 90 menit untuk menonton filmnya, dan butuh lebih dari beberapa tahun untuk move on dari sesosok Ale.

Senin, 06 Juni 2016

Sheila On 7 Tak Lekang Oleh Waktu


Sejurus dengan semua cerita saya yang telah lalu saya cuman mau bagi cerita tentang Band asal Jogja ini, bukan untuk ngeriview panjang lebar. Mungkin ini band udah lamaaaa bangeeet dari tahun 90an berdiri tepat hari saya lahir didunia :)) tapi entah gimana ceritanya masih kece dengan semua lagunya dan lagunya tak pernah lekang oleh waktu. Dimulai dari jaman saya SD saya jatuh cinta dengan Sheila On 7 karena sepupu saya, yang notabene adalah tetangga sebrang rumah, namanya mbak Yuli dan mbak Indah mereka selalu nyetel radio kalo gak dvd kencengg banget sampe satu RT denger, dan saya tentunya lama kelamaaan tau tentang band itu meskiupun saat itu masih SD, tapi Sheila on 7 sudah berada di hati saya paling dalam. Nah saking dalamnya itu ketimbun sama band-band yang sedang booming saat itu salah satunya Peterpan, saya salah satu pecandu Peterpan dulu, saya fansss beratnya tapi tidak sampai sekarang, sama dengan halnya Ungu, ST12, Kangen Band, Letto, Ada Band etc saya juga pernah ngefanss tapi ya itu kembali lagi mereka mengisi relung hati saya yang diluar jadi tidak sedalam Sheila On 7. Hal ini banyak sih latar belakangnya seperti karena saya hanya menikmati musiknya tanpa liriknya, “Ketika kita Bahagia kita akan menikmati musik, sedangkan saat kita sedih hanya menikmati liriknya” Tutur guru saya pas SMA, dan Benarr sekali saya menikmati mereka semua karena musik dan sedang boomingnya saat itu, jadi tidak memiliki banyak feel yang paling dalem. Pas SMP Sheila ON 7 keganti dengan band-band yang saat itu sedang booming sih, sering dengernya musik ngalir aja tidak banyak ngefans sama band tertentu malah pas SMP, dan masih naksir sama ST12, Kangen Band, etc itu. Nah pas SMA baruuu timbunan rasa dengan band lain itu dibersihkan oleh seseorang dan akhirnya saya ngefansss banget Sheila On 7 (Lagi) wkkwkwk, thank you mas btw *Uhuk* ((Bukan sedang membuka rasa lama)) *abaikan*. Dari SMA sampai sekarang jadi sheila  Genk wkwkkwkw. Sampai saya kuliah saya tidak pernah bosan menjadikan playlist Sheila On 7 menjadi playlist utama dibanding grup band lain, dan tentu setiap kali mereka manggung di Jogja saya selalu usahakan untuk melihat tanpa bosan, dan selalu gila dengan penampilan mereka  :D ......
Mungkin untuk semua pecinta Sheila On 7 udah tau lah kenapa mereka benar-benar masih gandrung sama Sheila On 7, entah saya yang salah atau gimana, pecinta Sheila On 7 lebih langgeng untuk band 90an dibanding band-band lain iya ngak?  Kalo saya pribadi karena semua lagu sheila kebanyakan tidak menciptakan lagu yang saat itu, tapi selamanya. Hal ini dapat dibuktikan dengan lirik dan musiknya, Bagi saya Eros setiap kali menciptakan lirik berkesan, mendalam dan tidak pasaran untuk saaat itu. Meskipun beberapa kemasan lagu sheila On 7 dikemas dengan nada melankolis ala-ala romantis tapi tidak membosankan untuk musik yang diciptkan. 
Well Sheila on 7 adalah bukti kejayaan band Indonesia yang tidak lekang oleh waktu, bagi saya. Sejurus dengan lagu yang bukan hanya menawarkan rasa tentang cinta namun dengan rasa untuk sahabat dan keluarga juga menarik dan lagu yang selalu sarat akan makna. Bukan hanya dengan musik yang akan membuat kita mengenalnya namun dengan lirik dan musik yang berkesaaan yang akan selalu mencintainya. 

Sabtu, 28 Mei 2016

Surat Untuk Diriku 5 Tahun yang Akan datang


Dear Kamu 5 Tahun yang akan datang
Dari Aku sekarang ini
Pesan :
Selamat pagi nona
Hari ini tepat 5 tahun yang akan datang aku menulis sajak terpanjang untuk kamu nona (diriku sendiri). Bukan kata yang mendamaikan seperti prosa karangan Sapardji Djoko Damono. Hanya sebatas aksara yang nantinya akan aku kenang. Untuk mendeklarasikan perjuanganku. Jadi bagaimana perjuangan selama 5 tahun nanti nona? Aku yakin kamu harus berjuang lebih, memberikan yang terbaik untuk setiap proses kehidupan yang bukan hanya berat namun aku yakin kamu telah memperjuangkanya. Bagaimana harapan kamu untuk mendapatkan pencapaian yang pernah kamu tulis sebagai resolusi di kertas tempo lalu. Tepat 21 April 2021 nanti akan sudah banyak daftar yang kamu coret dari daftar resolusimu bukan?.   Resolusi pertama tentang Keimanan dan ketaqwaanmu, Kamu pasti sudah tersenyum lega karena tidak lagi menjadi orang yang sering menunda Sholatmu bukan? dengan kebaikan yang selalu kamu tabur disepanjang harimu. 5 tahun yang akan datang  aku akan melihat kamu telah mendapatkan gelar Sarjanamu. Bukankah perjuangan yang terlalu panjang untuk mencapainya? Bagaiaman nona kamu lega? Ah aku rasa belom sepenuh masih ada ratusan resolusi bukan? Ataukamu sedang melakukan pekerjaanmu sebagai manager hebat di Perusahaan ternama yang sering kamu ceritkan pada Tuhanmu?. Tunggu atau kamu masih sedang proses apply untuk beasiswa MBA (Master Bussines Administration)? atau plan A kamu yang kamu dapat, sedang mendengarkan study case di Universitas yang sering kamu sanjung, dibelahan benua lain kamu menjadi bagian dari HBS 2019? Semoga cerita di HBS segera kamu sanjungkan.
Sebagai seorang Anak yang membanggakan orang tua, selama 5 tahun nanti pasti kamu telah berusaha untuk menjadi orang yang menaruh kedua orang tuamu didaftar paling atas setelah Tuhanmu telah memberikan senyum kebanggan itu dibalik gelar yang mereka impikan, dibalik hapalan alqur’an yang selalu mereka harapkan, dan dibalik karir kamu yang bukan hanya dipandang rendah oleh orang lain. Sebagai kakak yang membanggakan dan menjadi tauladan untuk adiknya, 5 tahun nanti aku yakin kamu dapat mengemban amanat itu, merangkul amanat yang tidak semudah yang kamu bayangkan dahulu sebelom kamu melihat dirimu sekarang bukan hanya mengajari adikmu untuk mengayuh sepeda, melukis pemandangan, dan memasak melainkan menjadi kakak yang memiliki standart yang tinggi untuk kehidupan, mempertaruhkan keidealisan untuk mencapai tahta tertinggi kebanggaan kakak yang telah ditauladani dan dilampaui adikmu. Sebagai seorang teman yang terhormat 5 tahun nanti aku yakin temanmu sering menceritakan namamu diantara teman-temannya yang lain sebagai teman yang selalu mengayomi, teman sukses yang tak melupakan dan meninggalkan kawannya, dan seorang teman yang hebat yang selalu ringan untuk membantu. Sebagai seorang istri yang taat untuk suaimi, 5 tahun nanti bukan lagi sebuah status single yang akan melengkapi hari-harimu ada tanggung jaawab yang lebih besar ketika status Istri itu telah kamu sandang, ah aku yakin kamu akan mempersiapkanya dengan sangat matang untuk mendapatkan gelar terbaik yang akan membawamu kesurga nanti menjadi seorang istri yang taat untuk suami.
5 tahun nanti akan kamu lihat foto dan piala yang terpajang di lemari rak kebanggaanmu. Piala dan pencapaian yang selalu kamu ingin dapatkan sebagai seorang entreprenuer hebat, seorang peneliti bidang keuangan yang mendapatkan Nobel, seorang wanita yang berpengaruh untuk masyarakat disekitar terlebih untuk negaranya, sebagai pemuda penggerak perubahan, sebagai wanita karir yang karirnya tak dapat diragukan, sebagai seorang penulis yang memiliki banyak tulisan best seller, dan sebagai seorang yang akan mengelilingi dunia untuk pencari ilmu. Dibalik pencapaianmu 5 tahun yang akan datang aku yakin kamu akan melihat dirimu ditimpa masalah yang hebat, kamu lelah menapaki jejak  kerasnya dunia, kamu luka dimana-mana, kamu ditinggalkan oleh orang-orang yang kamu sayang, kamu dicaci dan dihina, keimanan kamu di uji. Ingatlah hari ini kamu pernah menulis surat untuk dirimu sendiri, bangunlah tapaki dunia yang terjal itu dengan senyum dan keiklasan, bangkitlah segera setelah kamu ditengelamkan, kamu harus berpijak menapaki jalan degan harapan-harapan yang selalu kamu lantunkan dalam doa. Ingatlah hari ini pencapaian itu tidak ada ketika kamu tak memperjuangkan semuanya. 1000 kali kamu gagal kamu hanya harus mencoba 1001 kali untuk berhasil, habiskan kegagalanmu dimasa ini hingga dimasa yang akan datang kamu akan tersenyum lega dengan pencapaian yang kamu miliki. Selalu semangatlah untuk menabur benih kebaikan dan keiklasan setiap harinya nona.

                                                                                    Yang Selalu Mencintaimu
                                                           

                                                                                                Aku di 2016

Rabu, 25 Mei 2016

Random Story I


Yeaay akhirnya blog ini jadi sampah saya lagi, meskipun diawal pembuatan domain sendiri pakek .com ini diinisiasi tanpa sampah curhatan random, ternyata hanya sebatas keinginan. Dan rasanya gak plong gitu kalo nyerocos tidak diblog ataupun tumblr. Jadi yaudahlah ya jalani aja seperti cerita yang mau saya ceritakan ini. Tentang tujuan hidup, klise sih sebenarnya saat semua yang ada dihadapan saya benar-benar berongga dan kosong seperti akhir-akhir ini. Saya sadar dari kecil saya seorang yang ambisius dan lumayan idealis. Selama ini sifat itu masih menempel kuat didalam ingatan saya, hingga pada akhirnya semua itu goyah saya tidak memiliki keseimbangan untuk bersikap idealis saya harus realitis. Cerita itu adalah fase yang membuat saya harus menyeka air mata, sedih sekali rasanya harus menepis setiap target hanya karena berbagai hal salah satunya realitis. Hingga akhirnya saya merubah berbagai tujuan hidup dan berbagai target yang ingin saya jalankan. Saya mulai pasrah tanpa adanya target dan tujuan yang pasti. Diawal sih belom saya rasakan dampaknya, tapi akhir-akhir ini rongga itu benar-benar nyata membuat saya benar-benar kosong sekali, tujuan hidup mulai kabur dan tidak jelas. Impian-impian mulai terkubur rapi hanya berada dicatatan dan Saya mulai lelah luar biasa menjalani hidup yang tanpa kejelasan seperti itu. Hingga akhirnya saya putuskan untuk tidur, dan mengistirahatkan diri, pergi ketempat yang menurut saya dapat mengurangi kekecewaan saya,  berakhir saya stalking random dan blogwalking. Dari perjalanan panjang itu saya memiliki banyak sekali hikmahnya, kadang roda itu meminta saya untuk berada paling bawah bukan untuk mengecewakan diri atau menghapus target dan mimpi melainkan lebih bersyukur menjalani kehidupan, Menjadi orang yang idealis dan ambisius luar biasa memang tidak salah namun memiliki kerendahan hati lebih dibutuhkan untuk menjalani target, Saya bukan orang yang bisa berdiam dan menjalani kehidupan yang ‘let it flow’ jadi jangan sok-sok’an untuk let it flow. Perjalanan saya belom berakhir dengan realistis saya, arah dari pergerakan roda harus saya putar kembali, bergegas memberikan yang terbaik untuk tujuan hidup, mencangkan terget dan impian yang lebih jelas, dan memberikan doa serta usaha terbaik. Mimpi itu akan menjadi nyata sebentar lagi.


Rabu, 18 Mei 2016

Hari ini, Bolehkan (Lebih) Bahagia?

                                            
Mungkin itu adalah pertanyaan yang tergiang-giang dalam benak saya hari ini, mungkin saya selalu bahagia setiap harinya tapi tidak untuk akhir-akhir ini terlalu banyak tanjakan, bukit, jurang yang membuat air mata saya sering menetes setiap harinya. Harus tidak tidur, semua konsentrasi terpecah hanya karena masalah. Dan saya ingin menyerah saja rasanya tidur saja, membiarkan mimpi itu seperti gantungan, tak begitu tertarik bersenda gurau dengan cerita yang telah saya perjuangkan. Lelah? tentu. Berkali-kali saya harus menyakinkan diri saya untuk tidak menyerah,   Hiruk pikuk kesedihan mulai terekam jelas. Dibalik semua itu hari ini hari yang berkesaan sekali rasanya untuk saya. Teman saya wisuda, bangga, bahagia, menjadi satu. Teman paling diam dulu saat pertama kali saya kenal, tak begitu saya kenal jelas dengannya, sebatas say hy, tapi perjalaanan perkulihan menjadikan fase-fase say hy berubah menjadi hal-hal yang tak jelas, menjadi orang yang tau sekali tentang saya, yang selalu ngebuly saya yang sering ngeliat saya menangis, yang sering bikin saya harus tereak-tereak kalo ngomong #suatusaatnaantisayaakanmenceritakan. Tapi hari ini saya menemukan dia, dengan Rona kebahagiaan menyinari wajahnya,  bahagiaa sekali rasaanya melihat orang yang kita sayangi bahagia.

       Dibalik semua canda tawa dan tanya hari ini ada satu kisah yang masih bisa membuat saya tersenyum. Sebait rasa yang tak pernah tertimbun oleh rasa yang saya berikan kepada orang lain. Dibalik euforia GSP siang tadi, saya menemukan anda, Euforia GSP siang tadi, saya menemukan anda, Dari ribuan orang yang datang di GSP, dari semua orang yang tadi saya cari dan banyak yang tidak dapat saya temukan satu persatu, mata saya tertuju dengan anda. Degup itu mungkin masih sama, membuat tangan saya harus tremor saat berfoto, harus memakai masker dengan panasnya Jogja yang menyengat tadi, dengan caraNya hari ini saya bertemu dengan anda. Mungkin kesempatan terakhir dibalik semua ini, tertegun dengan banyaknya manusia di GSP. Entah kali terakhir ke-dua terakhir atau kesempatan keberapa kali lagi bertemu. Perjalanan hidup itu masih mengintai, panjang berduri, mulai ragu dan mulai tersenyum lagi dibalik pertemuan absurd  hari ini. Terima kasih untuk secuil cerita dibalik kebahagiaan hari ini, Terima kasih menawarkan gusi saya terlihat jelas lagi dibalik tawa yang sering saya tutupi, terima kasih telah menawarkan racun yang selalu ingin membunuh saya karena kerinduhan yang bertubi-tubi akan hadir, tapi biarkan ucapan selamat tinggal saya kepada Jogja dan Anda akan saya ucapkan sebentar lagi, dan izinkan hati saya berkelana sampai saya tahu siapa yang akan membuat  saya kembali dan bertahan saya perjuangkan. Meskipun melupakan anda dengan jarak itu,  saya yakini akan lebih susah. 

Selasa, 10 Mei 2016

Review Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2)



Judul Film           : Ada Apa Dengan Cinta 2
Pemeran             : Dian Sastro (Cinta), Nicholas Saputra (Rangga), Adinia Wirasti (Karmen),  Titi Kamal (Maura), Sissy Priscillia (Milly)
Penulis Naskah    : Mira Lesmana
Sutradara               : Riri Riza

            Well kali ini saya akan mereview sedikit tentang film yang akhir-akhir ini hitzz bangeet,  dengan penanyangan 2jt penonton untuk 8harinya SOO DAEBAK. Dan daebaknya saya bisa nonton sendiri (lagi) di Bioskop #bahagiamaks. Film Ada Apa Dengan Cinta 2 ini merupakan film kedua dari sekuelnya yang dulu Ada Apa Dengan Cinta Tahun 2001. Gejolak ceritanya masih berkelanjut dari pemasalahan Cinta dan Rangga. Jika mengulas sedikit cerita dari AADC 1,  Cinta di tinggal oleh Rangga yang akan melanjutkan sekolah ke New York, dengan perpisahan dramatis banget di Bandara, Rangga juga memberikan untaian puisi sedikit baitnya adalah “aku akan kembali dalam satu purnama untuk mempertanyakan kembali cintanya” .
  1. AADC 2
            Bermula dari geng cinta yang liburan di Jogja, saat yang bersamaan Rangga juga datang ke Jogja untuk menemui Ibunya. Saat itu Cinta sudah memiliki Tunangan dengan Tristan, cerita berlanjut saat Mili dan Karmen membeli sesuatu disalah satu toko tak terduga mereka melihat Rangga. Diikutilah Rangga, oleh Mili dan Karmen. Malamnya pada acara pagelaran seni Eko Nugroho, Rangga menemui Cinta dengan bantuan Karmen, namun Cinta tak menanggapi Rangga. Cinta masih berfikir bahwa dia masih sakit hati akibat Rangga yang memutuskan Cinta secara sepihak tanpa kejelasan pada tahun 2006 silam. Pagi hari berikutnya Mili dan Karmen menceritakan semuanya kepada Cinta, Cinta yang masih merasa disakiti oleh Rangga bersikukuh tidak mau menemui Rangga, namun dengan bujukan Cinta Geng akhirnya Cinta mau menemui Rangga. Beberapa perdebatan masih mewarnai jalan cerita Rangga dan cinta saat itu, penjelasan dari Rangga sedikit demi sedikit mulai mencairkan perasaan Cinta, Meskipun begitu jalan ceritanya tak semulus paha SNSD. *Spoilernya sampai disini aja ya*
  1. Setting
            AADC 2 berlatar 3 tempat Jakarta, Jogjakarta, dan Broklyn (NY) tapi kebanyakan berlatar di Jogja. Mau cerita yang di Jogja, Gweeelaaak kereen bangget ngambil scene di Jogjanya, khas dan feelnya Jogja dapet bangeet,  saya yang udah tinggal 3 tahun di Jogja aja masih terkagum-kagum dengan scenenya yang berlatar di Jogjaa, mulai dari  Di daerah malioboro yang banyak banget penginapannya itu setau saya, Green Host Hotel, di Rumah doa Rhema (Gereja Ayam)  yang hitzz bangget di Ig akhir-akhir ini, di Ratu Boko, Klinik Kopi, Puthuk Setumbu, Papermoon Puppet Theatre, Pantai parang tritis, Sate klatak pak Bari, Pojok Bentheng dan selli Coffe dan masih banyak lagi. Sedikit tentang anjuran-anjuran di Jogja yang ditempel didinding gang-gang sempit as like ngebut benjot, Awas A*U, yang kental banget roman Jogjanya.
  1. Pemain
             Nikholas Sahputra Sebagai Rangga Untuk penokohan rangga disini tidak banyak berubah dengan Rangga di AADC 1, seorang yang Cool, cuek, pujangga, jalan hidupnya tak dapat ditebak, membinggungkan *Cowok emang gitu ngebinggungin bikin bete*, banyak banget minta maafnya difilm. Tapii coolnya Rangga lebih dapet di AADC 1 sih mungkin karena jalan ceritanya kalik ya, jadi kesan Rangga COOL maks itu dapet banget kalo yang sekarang sih ya cool tapi keliatan menye-menye gimana gitu kurang greget sih kalo saya sendiri masih kurang nampol dihati ini Rangga Sang Pujangga ahhah.   Rangga menjadi sesosok pria banget sih tapi kebanyakn minta maaf,  tapi wibawa seorang cowok dapet lah pokoknya, meskipun derajat coolnya turun 49%. Dian Sastrowardoyo  sebagai  Cinta, Masih samaaa dengan AADC 1 bedanya pembawaan Cinta yang dulu abg SMA yang kalo ngomong enggak begitu dramatis mirip versi Dian Sastro  seperti pas di film 7 Hari 24 Jam, saat dian sastro bermain film dengan Lukman Sahri. Tapi pas di AADC 2 feel Dian Sastro seperti Cuek, dan dramatis banget kalo ngomong. Tapi Akting Dian Sastro masih dapet 2 Jempol, pemikirannya mulai seperti Rangga tidak dapat ditebak. Geng Cinta masih tetep samaa mereka keren-keren banget persahabatanya, Mili yang masih polos kayak di AADC 1, Maura yang lebih keibuaan karena sudah punya 3 anak, dan Karmen yang lebih dewasa aku liatnya, dibanding dengan AADC 1 tapi keliatan banget karmen mengantikan posisi Alya yang notabene dulu paling ngerti Cinta banget, Tristan Tunangan Cinta sikapnya keras gitu kalo aku liat, cemburuan, Sibuk banget, Eksekutif muda.  Masih ada banyak pemain sih tapi cuman sedikit di liatin di film , jadi pemain figuran, jadi males buat nulis satu persatu *maafkan*
  1. Tambahan
            Jika berbicara tentang AADC yang adalah balutan romantis dengan puisi legendarisnya Rangga, puisinya sendiri di tulis oleh Aan Mansyur. Jalan ceritanya seperti yang telah saya pikirkan di Jalan, dengan melihat Trailernya dan saya tidak banyak kecolongan sih. Meskipun adegan di Bandara itu saya pikir bakal ada lagi tapi ternyata cuman ada di Iklan Line, mungkin diawal cerita ada yang gak begitu langsung kena sih malah pas awal-awal ngantuk, tapi pas mulai scene diJogja udah yang bener-bener antusias sama jalan ceritanya dan nunggu endingnya. Btw banyak banget dari Rangga dan Cinta yang bilang “Lalu” saya itung lebih dari 4 kali kayaknya dari film ini selalu bilang “LALU” hahah. Melihat jalan cerita yang ada sih semua orang yang udah mau nonton pasti udah nebak Happy Ending kan pasti, tapi buat Happy ending itu harus ada lautan yang harus disebrangi, jarak yang harus ditepis, batuan terjal yang harus dilewati, naik bukit, turun bukit, dan selanjutnya menyerah mungkin salah satu cerita AADC 2 ini tapi dengan pembahasaan yg lebay maksimal, tapi dibalik semua itu jalannya tidak harus turbulensi dengan menggunakan pesawat jadi tidak senancep AADC 1 jika saya bilang. Penokohan dari pemainnya banyak yang berubah tapi masih mengikat kuat dengan jalan cerita di AADC 1 sih. Film AADC 2 juga enggak cuman menawarkan romantisme semata, ada komedi yang banyak diperankan antar pemain yang enggak bikin ngantuk gara-gara keromantisan. Komedinya banyak di perankan oleh Mili (Sisi Priscila) yang polos bikin ngakak :’D. Dan dari keseluruhan jalan ceritanya AADC menang di karakter dan cerita yang dekat dengan kita sehari-hari, seseorang yang belom bisa move on sepenuhnya dari mantan, pemilik ego yang sama-sama tinggi diantara kedua belah pihak, keputusan Rangga yang secara sepihak, sahabat-sahabat yang luar biasa seperti Geng Cinta, yang akan disajikan dengan romantisnya Jogja, dengan keindahan kata setiap pemaiannya terlebih Rangga dan Cinta.  Yah pokoknya tipe film Romantis Baper tapi belom bisa bikin saya ngusap air mata hahah J. Meskipun cerita klise dengan berbagai cara film AADC dapat ditebak, film ini memiliki setting tempat, soundtrack, dan penokohan yang menarik dengan kemasaan romantisnya.
            -Yah akhirnya saya menyelesaiakan Review AADC juga, karena sebenarnya Review ini sudah saya tulis dari hari Sabtu kemaren tapi belom saya selesaiakan dengan masih banyaknya hal yang perlu diselesaikan satu persatu, I hope you Like it. Dan nantikan Review Captain America : Civil War selanjutnya Stay Tune ya, See You-





Popular Posts