Minggu, 02 Desember 2018

What should I do Before Graduate Part I!



Is been a long to rilis this story, I have been stuck in my mind, and well to start this story why I write this? To evaluate what I want to do and what shoul I do! 

Ini adalah kompilasi dari berbagai hal, salah satunya bagaimana dan apa yang terjadi setelah saya akan lulus. Mungkin kebanyakan orang-orang akan berkata to give me suggestion untuk mendapatkan perusahaan bonafit dengan gaji yang mentereng, and totally yess Is our dream dude, itu bukan hanya mimpi dari sebagian orang tapi sebagian besar orang-orang yang telah lulus kuliah, tapi tidak semua hal yang kita harapkan selalu dapat kita dapatkan, tidak semudah itu fergusoo -__-. Saya mau lebih idealist dengan visi kehidupan yang saya miliki hehe. Meskipun sebenarnya itu semua juga nano-nano saya sadar banget, kalo dulu persimpangannya hanya sekedar lulus kuliah mau pendidikan lanjutan atau bekerja saat ini ada lebih banyak persimpangan. Meskipun untuk hubungan atau masalah relathionshit is really not my priority. So lets to break down what I have to doing 

1. Menentukan karir kedepan 
Setelah lanjut kuliah sekarang saya jadi banyak belajar tentang banyak hal, salah satunya tentang materi engineering yang so cool I love so much to be part of engineer student. Meskipun point of viewnya dengan kedepannya saya cukup merasa sedikit kuwalahan juga karir apa yang harusnya saya yakini, well karir disini dalam hal bekerja diluar sana ya of course. Saya mulai menemukan diri saya yang antushiast ke beberapa hal karena engineer studied is really so load, saking banyaknya jadi mulai banyak pertimbangan apa yang benar-benar saya suka tidak melulu tentang passion sih sekarang ini, karena bagi saya karir bukan hanya tentang passion yang saya miliki tapi tentang bagaimana kedepannya saya bisa bekerja Belajar dari pengalaman sebelumnya yang mana dalam bekerja bukan hanya tentang passion yang saya miliki tapi bagaiamana karya itu bisa sedikit bermanfaaat 

2. Jadi Idealist atau realistis? 
Saya tipe-tipe realistis ngak banyak pertimbangan setelah lulus kuliah dua tahun lalu tapi visi saya selalu idealist ada beberapa target yang memang saya highlight, jika ditanya kenapa jawabannya karena saat itu masih terlalu muda dengan karir awal, pertimbangan masa depan atau karir lanjutan tidak banyak saya pikirkan karena saya sadar banget karir itu salah satu cara untuk belajar bukan hanya tentang karya, tapi sebaik-bainya cara untuk mengembangkan diri. Mengutip beberapa prinsip hidup Jack ma, yang berpesan bahwa saat kamu muda banyaklah belajar diperusahaan kecil, belajar mengembangkan diri, belajar ditempa, belajar memperbaiki system, dll. Dan untuk kali ini setelah lulus nanti yang saya inginkan tidak melulu tentang sementereng apa gaji saya, asal cukup membuat saya bahagia dan pas mau beli sesuatu bisa, saya akan ambil apapun itu asal sesuai dengan visi, misi, passion dan value kehidupan saya realistis? realistis-optimis atau pragmatist aja heheh

3. Mau langsung lanjut kuliah S2 atau menunda? 
Saya akan mengusahakan apapun yang saya inginkan, apapun itu, saya masih ada waktu sekitar 8bulan untuk lebih menempa diri saya, menjadikan diri saya sebaik-baiknya versi yang saya dapat berikan, bukan terbaik tapi lebih baik. Sama halnya dengan lanjut kuliah S2 saya akan belajar lebih serius menekuni dunia akademisi sekarang, karena saya cukup passionate bidang akademisi, dan salah satu cita-cita saya adalah menjadi dosen, jadi mau sekarang ataupun nanti saya yakin itu sama halnya dengan rejeki yang kita miliki. Yang saya tahu saya hanya bisa berusaha untuk mendapatkan apa yang saya inginkan dan memperjuangkanya. 

4. Puas ikut Kompetisi, Pengabdian, Voluntering dan hal-hal tentang “Kuliah S1 Journey” 
Well sebenarnya selama saya 1th terakhir saya cukup tidak mengembangkan diri saya akan what should I want to doing well, heheh karena jujur selama s1 ini saya cukup tidak bisa mengatur waktu sebaik mungkin dengan banyak kegiatan, buat saya dengan ada beberapa project usaha saya sudah benar-benar membuat saya capek. Tapi besok saya akan mencobanya mencoba memberikan versi lebih baik dalam manajemen waktu saya, hey Intan ayo semangat!!! 

5. TOEFL MINIMAL 500 
Ini opsi wajib sih, belajar dari teman-teman saya setelah lulus, bukan tentang seberapa keren skripsi dan IPK yang dibuat, tapi seberapa yakin dengan langkah kedepan yang dibuat, seberapa usaha dan persiapan untuk melanjutkan estafet perjuangan yang benar-benar harus berlari, bukan hanya belajar berjalan ataupun berdiri 

6. Gadis Intan’s Project still be my soul 
Saya jatuh hati dengan art, dengan design, dan fungsional design to make a great product. So I want to build my own soul! Semangatt!! Beberapa hal terkait pasti GIPDesign ataupun GIPStuff 

7. Menikmati Perasaan 
Akhir-akhir ini saya cukup memaksakan perasaan yang saya buat rasa-rasanya, padahal nyatanya cukup saja dijalani, kalo jodoh gak akan kemana kok pasti!! Perjuangan dan persiapan setelah lulus lebih pasti dibanding hanya memperjuangan skripsi atau memperjuangkan doi. Saya juga cukup dibuat toksik sama perasaan saya sendiri sih, sering stalking gak jelas, suka pegang hp dst padahal saya gak suka banget kegiatan pegang hp -____- 

8. Let it flow with your journey. 
Apapun, kapanpun, dengan siapapun atau bagaimanapun kaki saya melangkah yang saya akan pelajari adalah saya punya cerita untuk membuat versi lebih baik dari saya, tapi tidak dengan terlalu berlebihan, yang biasa-biasa saja. Lakukan semampu kita, masalah hasil biarkan Tuhan yang bercerita 

9. Uang bukan segala-galanya 
Sebanyak apapun uang kita, itu bukan uang yang kita milikin tapi ada hak dari orang lain yang dititipkan kita, jadi saya mau belajar untuk tidak selalu menimbun uang, yang cukup-cukup aja buat bisa pangan, sandang, dan papan ataupun orang disekitar saya, kalo kata ayah saya asal berkah gak banyak gak papa tapi akan selalu ada kebermanfaatan pasti :). 

10. Belajar quality time dengan keluarga! 
Saya tidak tau kapan saya akan menikah, kapan saya merantau lebih jauh, kapan saya s2 yang saya rencanakan diluar negeri, kapan saya melakukan hal-hal yang sekiranya akan berjauahan dengan keluarga saya. Tapi yang saya tau saya harus menikmati waktu terbaik saya dengan mereka sekecil menanyakan kabar mereka sesering mungkin. 

11. Keridhoan-Nya itu yang UTAMA! 
Bagaimanapun akhirnya nanti yang saya pelajari dan saya tahu, tujuan hidup saya hanya untuk-Nya didunia ini, jadi yang harusnya saya perjuangkan mati-matian adalah kembali ketujuan saya yang Utama, untuk Dia, bukan untuk yang lain 

12. Nabung! 
Saya tidak mau menjadi orang yang kikir pun sebaliknya sya juga tidak mau menjadi orang yang hedon dalam membelajakan uang. Seadanya saya sebaik dan sebisa saya! Yang harus kamu ingat dis, setiapharta yang kamu miliki akan dipertanggung jawabkan diakhirat nanti jadi tolong belanjakan sebaik mungkin. 

13. Belajar menjadi pribadi yang tidak overthinking 
Fase quarter life crisis akan segera hadir, jika saya overthinking itu bukan solusi, karena saya kebanyakan mikir gak di jadiin aksi, jadi yang perlu digaris bawahi adalah how to growing up a great mindset from overthinking I’m building wkwkwk lol. 

14. Selalu menghargai diri sendiri apapun yang terjadi dengan cara 
1. Mencintai diri sendiri sepenuh hati do anythings that make you to growth your love, simpelnya be yourself, don't compare yourself with other people, just do anythings that make you happy, and do what you love.
2. Memaafkan diri sendiri don't blame yourself for anythings mistake that we did it. susah sih, tapi saya mau belajar untuk ini, untuk tidak melulu berfikir kesalahan saya dengan apapun yang terjadi, susah? i think so but nothing imposible hmm? i'm still a learner to anythings, dan yg sya pelajari akhir-akhir ini untuk tidak menyalahkan diri saya adalah dengan mensugesti diri saya atau how to respond with positiv thinking hufft sok wise sekali saya tapi saya bener2 berusaha untuk ini :(
3. Berterima kasih kepada diri sendiri apapun yang telah kita lakukan, ini kedengaranya remeh banget kan tapi coba deh bener-bener tulus terima kasih sama semua yang udah kita lakuin sampe titik ini. Udah seberapa banyak tekanan dan beban yang diri kita bisa handle dan bisa dilalui?
4. Beli suatu barang buat kado diri sendiri. Mungkin setelah suatu hal yang udah kita laluin, gak usah mahal-mahal cukup hal simpel yang kita pengenin atau kesukaan kita misalnya, bisa kayak es krim, coklat, bunga dll
5. Jaga Kesehatan! Ini juga satu diantara hal wajib yang harus dilakuin kalo emang bener-bener ingin menghargai diri sendiri. Udah sebanyak apa kita makan gak sehat? pola hidup yang kurang sehat? sampe mengabaikan jam tidur, noted banget sih aku juga masih sering abai sama hal ini. But is must banget to doing sih sbenernya
6. Kurangin menangapi dan mendengarkan komentar pedas dari orang-orang disekitar kita, kadang kita suka nyalahin diri sendiri salah satu pemicunya juga komentar orang-orang disekitar kita gak sih? jadi yg sekiranya memang menurut kita baik meskipun gak sesuai standar society ya just do it.
Oke ini sedikit kompilasi dari hal-hal yang perlu dan sebaiknya saya lakukan, maafkan jika banya bahasa yang berantakan, selamat menjadi versi terbaik dari diri sendiri setiap harinya :)

Kamis, 20 September 2018

Crazy Rich Asians : Romansa Basi dengan Bumbu cerita yang Menarik




Setelah berabad-abad saya males banget ngereview suatu film, hari ini saya mau mencoba nulis kembali maaf ya kalo berantakan, I’m still a learner. review ini adalah film terakhir yang saya tonton, Crazy Rich Asian, salah satu film bergenre komedi romantic, film yang diadaptasi dari novel best seller, Kevin Kwan. Karena sedari awal saya memang belum baca novelnya saya hanya sedikit tau dari membaca review novelnya yang banyak banget yang bilang bagus., dan akhirnya saya tertarik untuk datang ke bioskop dengan buy one get one (masih #crazycheapasians banget gw mah wkwkkw) 

Akan lebih menarik membaca review ini dengan mendengarkan soundtrack Crazy Rich Asians dan maaf akan sedikit Spoiler dibeberapa bagian 

Cerita Sinopsis
Ketika Rachel Chu, dosen ekonomi keturunan Cina, setuju untuk pergi ke Singapura bersama kekasihnya, Nick, ia membayangkan rumah sederhana, jalan-jalan keliling pulau, dan menghabiskan waktu bersama pria yang mungkin akan menikah dengannya itu. Ia tidak tahu bahwa rumah keluarga Nick bagai istana, bahwa ia akan lebih sering naik pesawat pribadi daripada mobil, dan dengan pria incaran se-Asia dalam pelukannya, Rachel seperti dimusuhi semua wanita.

Di dunia yang kemewahannya tak pernah terbayangkan oleh Rachel itu, ia bertemu Astrid, si It Girl Singapura; Eddie, yang keluarganya jadi penghuni tetap majalah-majalah sosialita Hong Kong; dan Eleanor, ibu Nick, yang punya pendapat sangat kuat tentang siapa yang boleh—dan tidak boleh—dinikahi putranya.

Dengan latar berbagai tempat paling eksklusif di Timur Jauh—dari penthouse-penthouse mewah Shanghai hingga pulau-pulau pribadi di Laut Cina Selatan—Crazy Rich Asians bercerita tentang kalangan jet set Asia, dengan sempurna menggambarkan friksi antara golongan Orang Kaya Lama dan Orang Kaya Baru, serta antara Cina Perantauan dan Cina Daratan. (Sinopsis from Novel CRA) 

Yupss, cerita di film ini tentang perjuangan cinta Rachel Chu seorang ABC (American Born Chinnes) dan seorang Crazy Rich (Kaya Tujuh Turunan) Nick Young. Mungkin buat kamu sudah dapat ditebak bagaimana cerita dari akhir dari film ini, Seperti dugaan akan berakhir dengan Happy Ending, dan cerita inipun cerita intinya related sama kehidupan orang asia kebanyakan. Dimana orang kaya harus menikah dengan orang kaya, dan konflik cerita seputaran tentang perjuangan seorang gadis dari kalangan biasa yang mencintai konglomerat, klise? Buat sebagian besar dari kita pasti sudah dapat menebak-nebak jalan ceritanya yang klise dan umum terjadi dikehidupan per-asiaan, romansa basi yang dihadirkan, dan bagaimana membosankan ceritanya, wkwkkw. Tapi tenangg kevin kwan memiliki bumbu-bumbu unik yang bisa memperlihatkan ketidak bosenan dalam cerita ini, kenapa? Karena jalan cerita yang klise dari konflik di susun dengan cerita yang lumayan unik, gak cheesy-cheesy banget hahah. Karena saya pengemar komedi romantic ini salah satu rekomendasi yang amat menarik dengan bumbu konflik yang dikemas lumayan epic, Sepanjang cerita. Cerita ini banyak di berikan bumbu-bumbu lawakan yang ditawarkan, perbedaan kultur yang amat mencolok antara Amerikaa dengan asia, ilusi kebahagiaan antara amerika dan asia, bagaimana orang kaya harus menikah juga dengan orang kaya ataupun kebudayaan yang sangat banyak terjadi di Asian. 

Genre komedi romantic tidak akan pernah lepas dari kekuatan tokohnya, tanpa kekuatan tokohnya genre ini pasti akan terkesan hambar. 
Jika saya ditanya siapa orang yang paling berkesan di cerita ini, pastinya Rachel Chu. Bagi saya, Bagaimana kevin menceritakan Rachel Chu  sebagai seorang Profesor Ekonomi, yang cantik, cerdas, percaya diri, dan benar-benar tangguh. Memperjuangkan apapun yang diinginkannya. Tapi dibalik ketangguhannya itu, ada sisi-sisi Rachel yang amat sangat releted dengan kehidupan kita, hahahha. Dimaana menyerah adalah pilihan yang harus diambil jika berada diposisi dan tertekan seperti dia. Meskipun air mata saya engak ada keluar sama sekali sepanjang film, (entah kenapa saya juga bingung), padahal perasaan saya cukup keaduk-aduk dibeberapa scane, apalagi di scane dengan Sound Track Cover lagu Cold Play (Yellow) yang diganti bahasa mandarin saat pertemuan terakhir Ibu Nick Young dengan Rachel dan pertemuan dipesawat antara Nick Young dan Rachel Chu, saya bener-benar ngerasa Cerdasss bangett si Rachel, atau saat pesta bujang dimana disuatu kejadian tragis scane itu Rachel bilang “Saya tidak mau menjadi orang yang banyak dilihat dan menarik perhatian” di scane yang cukup bikin omg! Orang kaya jahat itu gampang banget ya berasa nonton sinetron, tapi disini bukannya Rachel berteriak histeris ala sinetron klise, dia amat tenang dan elegan menghadapi terror. Atau discane yang dia benar-benar sekuat itu menghadapi tatapan merendahkan dari semua orang yang ditemuinya dan saat dia menghadapi dengan elegann dan percaya diri banget saat dengan ibu Nick yang amat jahat tetapi masih ada santunnya, How Great She did! Kalo di film genre komedi romantic saya selalu jatuh hati sama tokoh prianya, ini saya ngefanss banget sama tokoh perempuannya. 

Henry Golding sebagai Nick Young, Gantenggg bangett! Difinisi ganteng orang asia bangett, dengan kulit kuning langsat, dan senyum manis yang amaat sungguh bikin saya meleleh setiap dia senyum, apalagi pembawaan dia yang mengayomi gitu emmmm gilasihh! Rachel tidak akan sekuat itu tanpa nick yang mau sama-sama berjuang dengan dia tentunya, dan scane favorite jika nick menatap Rachel dengan tatapan Cinta yang rasa-rasanya pengen banget w sholawatin wkwkkw lol. 

Elenor Young, Seorang ibu Nick young super kejam di cerita ini, ibu-ibu bersifat asia banget, seorang ibu yang akan melakukan apapun untuk membentuk anaknya sesuai dengan yang diharapkannya! Disini banyak bumbu-bumbu pergulatan kultur yang diberikan di konflik cerita bukan hanya perbedaan kekayaan, selama ini Rachel dibesarkan di Amerika, adanya perbedaan kultur ataupun prinsip di keluarga Rachel, dimana Memberikan kebebasan dalam memilih segala sesuatu, dan berkedok Passion. Bagi Ibu nick ini sebuah kesalahan, karena bagi kebanyakan orang “Asia” seorang anak yang membentuk harus keluarganya, jadi lingkaran kehidupannya ya akan sesuai dengan apa yang diharapkan keluarganya bukan kemauannya sendiri, seperti saat Ibu Nick bilang “Bahagia hanya sebuah Ilusi, Kalian tidak tau cara mempertahankan kekayaan”.  atau pas bilang "I choose to raise a family. for me, it was a privilege. But for you, you may think its old-fashioned' salah satu ucapan yang cukup tajam dan meaningful

Astrid, Saudara Nick, yang juga memiliki porsi lumayan di film ini dimana diceritan astrid adalah seorang yang sempurna, cantik, anggun, memiliki standar fashion yang berkelas, pintar, pembawaan yang menawan dengan ketenangannya, dan sangat baik dengan beberapa kegiatan social yang dia lakukan dan dia salah satu orang yang tidak pernah membeda-bedakan orang lain termasuk kepada Rachel, disini konflik terjadi saat pernikahan astrid yang berantakan dengan suaminya, yang bukan dari kalangan konglomerat. Perbedaan perjuangan akan ketara antara Rachel dan Mickel (Suami Astrid). Cheesy? But related!. 

Peik Lin dan Keluarga, Peik lin merupakan teman Rachel yang berada di singapura dimana Peik lin dan keluarga memiliki peran penting, karena bumbu-bumbu komedi banya diberikan dari Peik lin, humor dan lawakannya yang bikin ngakak, meskipun porsinya sedikit kurang entah mengapa.

Latar Film
Crazy Rich, dari judul filmnya sudah ada gambarankan?! Tepatnya ploting tempat dicerita ini bener-bener bikin sadar jurang antara orang kaya tujuh turunan dengan kaum jelata itu emang amaaattt bedaa jauhh. Terpukau? Saya terpukau dengan sederet tempat yang super banget di film ini, mulai dari setiap mata memandang keindahan tempat-tempat eksekutif di Singapur, garden by singapure yang bikin nyolawatin teruss lol (krn dari 2015 lalu salah satu impian saya ke tempat ini, doain taun depan gak wacana ya! Wkwkkw), Private beach, holikopter pribadi, pesawat kelas vip 1, dan sebagainya, jadi kalo kamu satu diantara orang yang ingin ke singapura? Ini salah satu film yang saya rekomendasiin karena semua tempat 90% di Singapura yang mana pengambilan gambarnya sungguh menakjubkan! 

Soundtrack 
Everyone who wacth this film always melting with the sountrack, me too heheh. Salah satu sountrack yang memukau pasti pas adegan pernikahan Colin “Can’t Wait Falling in Love” sedangkan saya pribadi lebih menyukai di scane dengan Sound Track Cover lagu Cold Play (Yellow) yang diganti bahasa mandarin, saat scane yang semua orang kebanyakan nyeka air mata, kebanyakan sountrack menggunakan bahasa mandarin, hanya beberapa yang berbeahasa inggris, tapi itu perbedaan yang cukupp cool dengan film-film comedi romantic yang diproduksi dari Hollywood. Meskipun saya tidak begitu banyak feel sountrack yang sekilas nanggung tidak banyak chemistry yang dihadirkan saat film, I don’t know why. dan ini salah satu alasan yang saya pertimbangkan why I’m not tears padahal perasaan saya cukup teraduk-aduk. 

Namun dibalik beberapa rasa nanggung yang dihadirkan saya cukup setuju ini salah satu film yang cukup menarik untuk ditonton! Bagaimana romansa basi dikemas ceritanya dengan epic dan akan memberikan banyak cerita yang menarik termasuk lawakan yang banyak terjadi disekitar kita. Dan salah satu hal menarik lainnya kalo kata ko Ernest sih how brilliant about Mahjoung, dan setelah koh ernest bilang itu saya langsung googling tentang mahjong, dan saya setujuuuu berattttt!!! Karena permainan ini benar-benar di berikan sentuhan yang berkelas dan gak klise untuk ending suatu film romantic yang akan banyak tebakan jalan ceritanya. Meskipun pada akhirnya kejar-kejaran di pesawat dan bandara salah satu adegan yang rasa-rasanya cukup wajib untuk film romantic (I don’t know why?) but always I see this scane di beberapa film romantic, adegan kejar-kejaran. Tapi karena saya penyuka film genre ini ya oke-oke aja wkkwkw, ending yang super menarik dan sweet moment, dimana Nick melamar Rachel dan bilang “Menikahlah dengan ku, dan jadikan aku pria paling bahagia sedunia” eaaps 

Sekian review film kali ini, jika saya meranting 7,5/10 setelah pemikiran ulang memberikan ranting, karena diawal saya berpikir 8/10 tapi setelah saya membandingkan dengan beberapa film komedi romantic yang saya tonton ada beberapa kekurangan dan kenangguangan yang diberikan yang membuat saya sedikiit menurunkan nilainya, meskipun ini salah satu film yang Menarik dan rekomended untuk ditonton. 

Jumat, 31 Agustus 2018

Gadis Intan Project dan Tentang secuil Mimpi


 “Bergerak” apapun gerakan terbaiknya niatkan hanya untuk tujuan Utama mengapa kita diciptakan, seengak jelas apa kadang kehidupan membawanya, saya akan selalu bergerak tidak akan berdiam dan melapukan mimpi ataupun amanat yang sudah dititipkan kesaya!"



Selamat malam semesta, setelah cukup lama saya meninggalkan ruang bercerita saya disini, akhirnya saya kembali, kembali merajut mimpi baru, kembali bahwa blog masih menjadi milestone favorite untuk menertawakan dunia, atau sekedar berkeluh kesah tanpa ujungnya. Setelah hampir satu tahun saya meninggalkan blog ini, saya ingin menceritakan hal baru yang lain, ambisi yang mungkin cukup memuakan tapi setidaknya sedikit ambisi itu menjadi salah satu alasan saya bisa menikmati hari-hari saya dan memberikan yang terbaik sebisa saya.

Tentang Gadis Intan Project’s dan secuil mimpi, saya sudah lupa kapan terakhir saya mengebu-gebu bercerita kepada orang lain tentang secuil harapan saya, tentang sedikit mimpi saya, dan untuk pertengahan tahun ini saya memiliki sedikit harapan yang baru. Bukan tentang passion baru hanya sedikit semangat yang mungkin sudah pudar kapan terakhir saya meletup-letupkannya. Saya menamai project karena saya memiliki berbagai mimpi didalamnya, dulu kenapa Gadis Intan Project juga karena saya bingung menamai apa dan akhirnya terlintas, ini projectnya Gadis Intan trus disingkat GIP jadi apapun latar mimpinya saya akan menamainya dengan Gadis Intan Project’s.

Saat ini dipertengahan 2018 baru ada emapat mimpi yang sedikit ingin saya perbaiki dan kembangkan sedemikian rupa, karena sebenarnya Gadis Intan Project’s sudah running semenjak 2016. Tapi dulu hanya iseng, tidak tertarik menyerusinya sebagai mimpi, tapi berjalannya waktu, Gadis Intan Project’s banyak memberikan celah mimpi baru dan memberikan rasa, warna ataupun ada ruhnya. Kamu bisa bermanfaat dengan projectmu tan itu sedekit filosofisnya!.

Akhirnya distep ini, saya memiliki banyak hal yang saya jadikan project yang banyak diawali dengan GIP, jika dulu pas teman saya nanya GIP : itu nama lengkap kamu ya? Dan banyak yang menduganyya, tak mengapa heheh, pasaran sekali memang namanya. ada mimpi, harapan, dan keinginan kebermanfaat didalam ruhnya itu mengapa saya seperti menemukan puzzle yang dulu pernah menghilang satu tahun lalu mungkin. Saat saya ragu melanjutkan langkah kehidupan saya di pilihan yang saya miliki, tapi ini salah satu harapan baru yang membuat saya bahagia.

Project yang ada didalamnya sih tak banyak berubah dari 2 tahun lalu, hanya saya selalu ingin improve to be better not perfect, karena saya yakin tidak akan ada hal sempurna sampe kapanpun. Di project ini ada GIPBlog dimana project ini paling tua, tapi yang super terbengkalai, dan harapan itu akan segera hadir di cerita-cerita GIPBlog soon heheh. GIPDesign, mungkin ini lucu karena saya tidak pernah membayangkan bisa mendapat sedikit uang buat makan harian dari sini, pun tidak pernah membayangkan bisa mendesign, thank you so much telah banyak ngasih hal yang belum pernah saya ketahui mr.tersirat guru terbaik yang ngajarin design secara tersirat wkkwkw, project running ter-favorite karena entah kenapa saya menemukan diri saya yang ternyata design bukan hanya dari hal kecil tapi melihat hal yang kreatif dan unik saja saya bisa lebih menyukai dan menantang untuk selalu dipelajari karena dinamisnya, saya sudah cukup puas dengan pendapatan selama ini, asal dapur bisa ngebul setiap hari is okey, gak perlu tiap tahun sekali beli tas prada, kwkwk. Tapi bagi saya dari GIPDesign produknya cukup hanya digunakan tidak digunakan sebagai fungsional lain dari design, emm bagi saya orang menggunakan GIPDesign saat menggunakannya aja tidak bisa menikmati ataupun menginginkannya sebagai sebuah kreativitas untuk hal-hal bersifat art story. Tapi jelas nilai fungsional sebuah design pasti akan lebih laku jika disbanding dengan art story design kadang kala, dan ini yang saya rasakan. Meskipun pasti art design memiliki harga jual yang lebih tinggi, tapi tidak semua orang mengetahui dan membutuhkannya. GIPDesign bagi saya sebagai fungsional produk umum yang banyak dibutuhkan orang lain. Hingga akhirnya per agustust 2018 saya menjalannkan produk baru GIPStuff, bagi saya cukup nano-nano karena ini salah satu ambisi yang saya cukup menyukai dan tertantang masuk didalamnya, GIPStuff merupakan produk art and fungsional design, saya ingin berkreatifitas didalamnya, meskipun tantangan menengelamkan ego, GIPDesign lebih menjanjikan disbanding GIPStuff pasti akan ada. Karena 80% GIPDesign produk jasa, sedangkan GIPStuff sebuah hasil produk jadi pasti nano-nano, butuh kejelian dan improvement yang gak main-main didalamnya. Tapi HAJARAJADULU. Lets try to be best. Whatever the result say, but always believe Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Secuil harap di GIPStuff akan segera saya buat milestonenya di post yang lain karena ini baru tahap awal pengembangan, saya masih perlu banyak belajar tentang produknya apa saya masih menyukai hal kreativ terpadu dengan digitalisasi jadi tidak jauh akan hal-hal itu pastinya. Project lainnya tentang mimpi yang akan selalu ada untuk menjadi manfaat bukan hanya produk yang dibuat, tapi keikutsertaan dalam program kemanusiaan, dan peragustus ini saya mulai aktif lagi di volunterring, yeaayyy, dan namanya GIPVolunteering hehhe, jadi ini akan banyak menceritakan milestone volunteering yang nanti akan saya ikuti, dan so excited to this project karena saya yakin “Ketika kita membantu orang lain, Allah yang bakal membantu kita” dan pastinya volunteering ini bakal memberikan secuil tambahan di motto dan prinsip yang sering saya anut “Menjadi Insan Cendikia yang Bermanfaat”.

Ngomongin project GIPDesign dan mungkin sebagai sebuah evaluasi tersendiri bagi saya, karena produk ini yang ngasih saya makan setiap harinya yang memberikan banyak harapan untuk selalu menginprov kemampuan saya, dan memberikan cerita-cerita lain didalamnya. Mungkin sudah lebih 250an orang yang menggunakan jasa ini, bahagia? Tentuuu! Saya dulu tidak pernah membayangkan akan menekuni dunia ini jadi saat akhirny I do this without the other people, is make me confusing but excited. Do my best, is one of my motto, selain be better product you serve. Ngomongin running produk ini bakal banyak juga evaluasinya, sebulan lalu saya mulai memperbaiki system internal, yang notabene ini membuat saya exhausted duluan aseli! Sebelelum dilakuin hehhe, saking banyaknya yang harus dievaluasi dan diperbaiki, mulai system pelayanan, system transaksi, system financial planning, system design dan manajemen time yang lumayan masih banyak harus diselesaikan.   Tapi disatu sisi ketika ada custumer yang bilang “Saya puas dengan jasanya kak” is really my moodboaster, saya harus berusaha lebih baik lagi!. Financial Planning yang lumayan morat marit akhirnya kamis lalu saya sedikit perbaiki, karena ya akan banyak yang perlu diperbaiki pasti kalo tipe masalah ini karena saya belum jago-jago banget keuangan. Dan akhirnya kemaren mulai menerapkan tips and trik dari Jouska tentang financial management and planning, meskipun masih banyak alfanya ofcourse! tapi saya akan berusaha sebaik mungkin lagi. Mungkin suatu saat akan ada bahasan lain tentang ini bagaimana saya mengembangkan produk hanya bersifat instagram promotion just it! Gak pakek yang lain, tapi sedikit bisa membantu orang tua dan membahagiakan sayaa heheh. So waiting for the next post see yaa!!

Kuncinya untuk GIProject bagi saya hanya satu “Bergerak” apapun gerakan terbaiknya niatkan hanya untuk tujuan Utama mengapa kita diciptakan, seengak jelas apa kadang kehidupan membawanya, saya akan selalu bergerak tidak akan berdiam dan melapukan mimpi ataupun amanat yang sudah dititipkan kesaya!

Thank you for reading this long story I beginning for, meskipun gado-gado gak jelas, semoga ada sedikit harap untuk selalu bergerak kearah bermanfaat untuk saya sekarang ini. Semangat menebar kebermanfaatan



x

Selasa, 12 Desember 2017

1/24 Jam Menciptakan ruang sendiri "Me Time"

      Source Pict : Google
       Minggu ini adalah minggu terberat jika di hitung dari ranah tebaran deadline tugas dan kuis yang mengintai. Minggu tenang yang biasanya saya dapat di univ saya dulu tidak ada disini,  minggu sebelum uas adalah minggu terakhir perkuliahan dimana ada rentetan tugas yang menjerat tanpa ampun dan juga kuis yang menohok beberapa matkul setiap harinya. Saya cukup was-was menghadapi minggu ini karena yang saya ingat saya masih beradaptasi disini, beradaptasi dengan ritmenya, beradaptasi dengan kecepatan segala sesuatunya ataupun beradaptasi dengan lingkuangannya. Kacaunya belakangan saya punya banyak pikiran antah brantah negatif terus akan suatu keadaan, dan saya pikir ini terlalu melemahkan kejiwaan saya dibanding streessnya berbagai jeratan kampus yang saya bilang. Selama yang saya tahu saya memang mudah capek sekali dengan hal-hal yang bersifat "Feeling" atau hal-hal perasaan yang seringnya saya pikirkan secara permanent T.T. Saya akan mudah sekali lelah jika efek negatif itu dengan mudahnya masuk otak. Well, saya gak punya cukup ilmu sih buat menyembuhkan itu semua, tapi ada yang menarik dari semua rangkaian cerita saya ini. Saya menemukan banyak sekali adaptasi yang membuat habit-habit baru untuk "Self Healing" hal-hal tersebut. Salah satunya dengan 1 jam dari 24 jam setiap hari yang saya miliki dengan meditasi diri atau seringnya dibilang dengan me time, saya me time  tanpa HP, tanpa melihat tugas, tanpa melihat kerjaan, tanpa belajar, dan hanya fokus dengan membahagiakan diri selama 1 jam itu, wkwkwk, saya akan melakukan semua kegiatan yang saya sukai selama satu jam ini, tanpa komunikasi dengan siapapun atau meilihat sosial media sama sekali. Biasanya kegiatan yang saya lakukan adalah evaluasi diri dengan banyak menulis keluh kesah tak beraturan diotak di suatu note atau twiter atau tumblr yang memang saya design private account jadi hanya saya yang tahu account tersebut. Disana saya akan ngomel-ngomel atau ngeluapin semua hal yang saya alamin setiap harinya. Effektifnya saya akan mengurangi penumpukan pikiran negatif setiap hari, jadi hari berikutnya saya tidak akan banyak menumpuk pikiran-pikiran negatif untuk hari berikutnya. Evaluasi ini juga bersifat untuk memperbaiki habit setiap harinya mulai dari habit bangun tidur sampe tidur lagi, jadi ada banyak hal-hal yang akhirnya dievaluasi lalu tidak diulangin lagi jadi bisa lebih baik setiap harinya. Manfaat lainnya saya akan lega dengan apa yang saya lakukan hari itu, dan akhirnya lebih banyak menerima kekurangan karena saya tau saya udah ngasih yang lebih baik setiap harinya. Selain menulis saya akan banyak belajar hal-hal baru, yapps, mulai dari pengembangan diri, solving problem dengan metode baru, membaca buku, mendengarkan musik dan segala hal-hal yang berkaitan dengan kebahagiaan yang dapat saya lakukan. Sesimpel itu ya ternyata sebuah kebahagiaan, tapi yang utama adalah tetap selalu bersyukur bagaimanapun ceritanya Allah terlalu baik dengan saya jadi tidak mungkin saya selalu mengeluhkan keadaan. 


Selamat Berproses Lebih Baik Cheers!!


Rabu, 20 September 2017

Catatan Hijrah I : Life Is Dinamyc


(Source : Google)

              Beberapa waktu lalu setelah semua proses antah brantah yang bolak-balik kesana kemari saya mulai menemukan titik terang jika seringnya saya menyebutnya sebagai salah satu titik "Turning Point" dalam kehidupan saya terlebih saat saya mengalami proses pencarian diri, semua ini berawal dari resignnya saya dari pekerjaan yang memang dari awalnya saya mentargetkan resign bulan Juli sebelom peresmian mahasiswa Baru saya ketrima diuniv mana tapi maju karena banyak hal. Diawal waktu saya jadi penganguran parsial siklus hidup saya benar-benar hancur banget! Meskipun saat itu ada usaha kecil-kecilan yang sedikit bisa ada rutinitas setiap hari tapi kerja dan Usaha itu adalah hal yang beda untuk siklus kelangsungan hidupnya terlebih saya adalah orang yang berpedoman teguh dengan Planning entah jangka panjang ataupun pendek. Awal jadi penganguran parsial ritme tidur benar-benar berubah, yang awalnya mengapreciate diri untuk bangun ngak pagi-pagi banget karena sadar diri udah seringan bangun pagi lalu hetic selama ini, dan ini berlanjut dengan kebiasaan buruk lainnya, mulai saya yang punya hobi mageran karena udah lama meninggalkan hidup yang super duper seloow!, dengan kehidupan yang benar-benar seloow banget itu akhirnya membuat saya mulai menikmati zona nyaman saya, itu adalah masa transisi kenyamaan dan kebingungan rasanya. Saat saya harus belajar membiasakan diri untuk melist dan mencoret target-target malah sebaliknya. Dengan ritme hidup yang super selow itu akhirnya saya selalu telat sholat karena ya kayak gak ada rutinitas pasti gitu jadi mageran dan mengampangkan segala sesuatu termasuk sholat, Hingga ada masa saya malu banget sama adek saya saat itu, jadi ceritanya saya saat di Jogja bersama adek saya satu kost karena adek saya kuliah disalah satu ptn di Jogja juga, namun kebiasaan saya dengan adek saya itu benar-benarr jauh. Dia adalah manusia paling ontime nomer dua sholat tepat waktu dikeluarga saya nomer satunya adalah ayah saya, dan tau dong saya nomer berapa :”. Hingga akhirnya lambat laun saya menyadari Allah sedang menguji saya dengan memberikan kenikmatan padahal saat itu saya lagi banyak dosa, sholat telat, baca al-quran jarang, pokoknya masa-masa intan (minus banget), hingga akhirnya kesadaran-kesadaran saya itu menuntun pada banyak hal-hal yang saya syukuri, Hidayah itu pasti ada untuk siapapun dan kapapun, saya percaya banget akan hal itu, tiap sholat saya selalu bilang dikasih hidayah buat hidup lebih baik. Hingga akhirnya saya bertemu dengan teman-teman yang lebih dekat dengan Allah (Read Alim) tanpa sengaja entah di suatu tempat atau kampus, bener-bener Allah baik bangeet datengin orang-orang ini saat Aku mintain hidayah, lambat hari mulai memperbaiki kebiasaan buruk, hingga ada lebih banyak point-point utama yang di list udah ngak dunia lagi di kertas impian, yang awalnya banyak kearah dunia. As time by go akhirnya saya bertemu rahmadhan! Ini juga salah satu titik penting untuk perubahan saya,awal saya mendedikasikan diri saya sepenuhnya untuk dapetin keberkahan rahmadhan, salah satunya dengan keputusan resign biar focus sama Allah dulu. Tapi yah namanya juga manusia ya, tergelincir dikit aja pasti bisa jatuh, nah saya juga begitu di rahmadhan ini, karena kenikmatan yang Allah kasih lewat pintu rizki bernama usaha, saya jadi terfokus ke usaha, Hingga akhirnya ada masa sepuluh hari terakhir yang biasanya saya pengen itikaf ini ikut suatu acara, tapi bener-bener mood boster lebih baik untuk hijrah banget! Namanya RK Academic program karantina 3 hari dari PPSDMS, ini adalah salah satu lembaga beasiswa hitzz dikalangan anak UGM, program ini didesign kayak kita jadi anak bimbingannya RK (Rumah Kepemimpinan), subhanAlllah bangeet saya ketemu orang-orang yang super duper bagus banget dalam hal keimanan, akhwat-akhwat kecee badai yang banyak nunjukin saya jalan untuk berkeinginan keras untuk hijrah. Dari sana juga juga akhirnya saya punya prinsip nojeanseverywhere. Lalu setelah rahmadhan saya mengikuti program yang namanya ODALF (One Day A Half) ini program sejenis dengan ODOJ (One day one Juz) buat baca al-quran nah bedanya adalah kalo ODALF ini cuman setengah Juz, tapi dari program ini Alhamdullilaaah banget rasanya saya pengen bersyukur terus *lay mode*. Karena setelah program ini banyak sekali perubahan yang saya dapatkan entah lebih antusias menggunakan waktu sebaik mungkin, antusias sholat tepat waktu ataupun antusiat yang orientasinya buat Allah. Dan saya selalu percaya banget kalo Allah selalu ngasih hidayah untuk orang yang mau, ngak cuman siap, karena diawal program ODALF saya masih yang, ha setengah juzz yang bener aja?? Selembar perhari aja kayaknya masih yang bisa dihitung perminggu ini kok malah setengah juz, tapi disini tentang kemauan itu, setiap ada kemauan pasti ada jalan, dan Allah ngasih jalan saya buat “udah dis mulai dulu ngak usah dipikirin langsung lakuin aja ngak usah ngasih stimulasi yang buruk buat otak”, dan Allah Huakbar, saya bisa sedikit istiqomah sampai sekarang ini, karena siap pun percuma kalo kita gak mau dan gak niat.

Dari semua titik itu akhirnya, sampailah saya menentukan pilihan study lanjut di tempat ini, dan hidayah Allah itu masih ajaa saya bisa dapat, jadi saya berada dilingkungan mahasiswa ambis yang gak cuman ambis buat dunia tapi lebih akhirat, akhwat-akhwat kecee badaai yang ugh saya mah apa atuhh, remehan debu lah parah :”. Tapi tak mengapa saya suka menjadikan orang disekitar saya sebagai indikator Wheehe jadi saya selalu terpacu untuk menjadi yang lebih baik setiap hari. dari sana jugalah akhirnya saya mulai belajar membuat kehidupan baru, ya disini ditempat ini dengan orientasi dan tujuan hidup baru. Tujuan hidup yang orientasinya cuman satu, saya hidup di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah. Saya yang dulu ambis banget buat gak mau jadi mahasiswa biasa aja yang harus banget ikut banyak kepanitiaan, organisasi, part time sana sini, dan kompetisi. Sekarang jadi mulai mempelajari ulang, organisasi yang saya ikuti bisa jadikan saya yang lebih baik enggak? Jangan-jangan cuman numpang nama? Atau malah menjauhkan diri sama Allah, yang akhirnya buat sholat lebih telat, lebih sibuk organisasi dari tilawah, saya masih berusaha buat tidak tergelincir di aspek-aspek ini, dan masih mencari diri itu mengapa rasa-rasanya sekarang lebih sering bilang sama diri “Tugas kamu sekarang bukan membuat orang terkagum dengan diri kamu dis, tapi lebih dari hal remeh itu Tugas kamu buat menghebatkan diri buat Dia satu-satunya”. Saya juga ngrasa hidup saya bener-bener lebih tenaang sekarang berasa yang, udah dis tenang ada Allah, atau kayak yaudah ngakpapa harus iklas ini cuman dunia. Hidup bener-bener dinamisss bangeet ya, sampe di titik saya tak mempercayai diri saya bisa ngak pakek jeans, seperti sebuah kemustahilan tersendiri yang rasa-rasanya buat saya bersyukur banget dititik ini, bukan apa-apa sih, karena memang dari dulu saya tomboy parah, ngak ada kata everyday everywhere tanpa jeans, dan sekarang say by makss Jeans.

Memperluas Zona nyaman kehidupan, dititik ini mungkin saya masih hanya memperluas zona nyaman saya, tanpa keluar dari zona baru, tapi yang pasti saat ini saya hanya baru memulai memperluas zona saya, bisa jadi suatu hari hidayah itu menghilang dari diri saya lalu saya memulai kehidupan antah brantah lagi, who knows. Itu mengapa saya saat saya memulainya, yang saya butuhkan hanya konsistensi, konsistensi selalu berdoa minta selalu di berikan hidayah dari sang pencipta, konsistensi meperluas pertemenan dengan para calon penghuni surga, konsistensi beribadah sebaik-baiknya, konsisten lebih antusiast dengan kehidupan akhirat ataupun yang lainnya.








Yang Ingin menjadi lebih Baik


Sabtu, 26 Agustus 2017

Jogja Vs Malang


Gambar ini tentang Malang dengan bayangan Jogja-nya :")) source google dengan design by myself

“Setiap tempat adalah sekolah, dan semua orang yang pernah saya temui adalah guru bagi saya”


Tepat beberapa minggu yang lalu saya mengucapkan salam perpisahan untuk Jogja, saya benar-benar belom ngebayangin hari itu ternyata beneran hari terakhir saya buat ngak ketemu Jogja lagi untuk beberapa bulan kedepan. Sedih? Banget! Awalnya saya sih masih yang alah abis ini semua selese juga bakal balik kok, pasti bakal ketemu Jogja dan keluarga lagi sebelom merantau lebih jauh, tapi ternyata tidak, saya benar-benar harus berbenah diri dikota baru lagi!. Tapi dari perjalanan yang super duper tidak pernah saya bayangkan itu ternyata membuat saya benar-benar memperluas Zona Nyaman saya, Zona baru yang sedari awal pernah saya bayangkan tapi dikit! Karena ini bukan kota prioritas saya buat keluar dari zona nyaman saya. Prioritas kota pertama saya setelah dari Jogja adalah (Jog)Jakarta, saya melanjutkan pendidikan disalah satu univ disana dan bekerja, karena disana ada kelas malamnya, tapi Allah punyaa rencana yang super duper lebih seru dibanding saya harus melanjutkan ke sana, Allah punya plan terbaik yang akhirnya saya berada disini, sama-sama untuk melanjutkan study tapi tidak untuk bekerja, hanya melanjutkan pendidikan!

Well di tulisan saya kali ini saya pengen banget cerita tentang kehidupan baru yang amatlah berbeda dari Jogja sebelumnya, dan tentu tentang perjalanan kehidupan beberapa minggu ini yang telah sedikit banyak merubah saya hahah!. 

Edited  di 2020:
Sebagai seorang yang pernah menetap di kedua kota ini, mungkin akan sama-sama bingung jika ditanya lebih baik Jogja atau Malang?. Saya tinggal menetap di jogja selama sekitar 4th untuk menimba ilmu dan bekerja di universitas tertua di sana, sedangkan di Malang saya menghabiskan waktu kurang lebih 2,5th untuk menimba ilmu dan bekerja juga di salah satu universitas terfavorite di kota Malang. So, lest to chek perbedaan dan persamaan kedua kota ini

1.  Biaya Hidup

Ngomongin tinggal dan menetap disuatu tempat tidak akan jauh-jauh sama biaya hidup di kota tersebut. Bagi saya yang pernah menjadikan kedua kota tersebut sebagai pelajar dan pekerja, mungkin Malang lebih mengiurkan untuk UMR-nya. Bagaimana tidak, Jogja sampai saat ini masih menempati posisi buncit sebagai kota dengan UMK termurah. Sayangnya, biaya kehidupan di kedua kota ini tidak berbeda jauh. Makan di Malang dan Jogja akan sebelas dua belas harganya, nasi warteg isi ayam goring lengkap sekitar 10k Jogja dan Malang tidak berbeda jauh disini, jika berbeda mungkin kamu belum tau hidden gem di kedua kota tersebut, how to found lowest price food!, restoranpun harganya sebelas dua belas. Bagaimana dengan kopi-kopian atau gerai kopi local, mungkin beda lagi Malang punya harga yang cukup murah dibandingkan kedai kopi di Jogja. Untuk harga es kopi susu yang cukup legendaris di Malang kamu cukup merogoh kocek sebesar 10k, sedangkan di Jogja untuk kedai kopi yang menjual es kopi susu butuh sekitar 15k keatas, tapi tenang saja di Jogja punya Burjo di setiap sudut jalan, jadi harga es kopi susu sachet bisa murah meriah dan cukup enak!

2. Makanan

Makanan di kedua kota ini juga tidak berbeda jauh. Bagi pecinta pedas Malang lebih juara disbanding dengan Jogja, sedangkan Jogja seperti yang kita tahu Jogja dan Jateng memang terkenal dengan makanan manis sebagai cita rasa utama. Meskipun masakan pedaspun akan mudah ditemui jika kamu tau tempat-tempatnya di Jogja. Bagaimana dengan variansnya? Jenis makanan di Jogja dan di Malang tidak banyak berbeda jauh. Masakan rumahan, masakan padang, masakan citra nusantara banyak di jajakan di warung-warung makan di Malang. Tapi bagaimana denga sanitasi lingkungannya?, bagi saya Jogja lebih memikirkan sanitasi dan kebersihan lingkungan dalam menyajikan makanan. Mungkin ini pendapat pribadi saya ya, sekali lagi

3. Suasana 

Ngomongin suasana mungkin Malang lebih juara dibanding Jogja. Suasana perkotaan yang sejuk, dikelilingi dengan pegunungan akan membuat setiap orang betah di Malang. Apalagi bagi kamu anak rantau dari ibu kota dengan cuaca panas, Malang tempat refreshing terbaik untuk menyegarkan otak. Sedangkan jogja, tipe-tipe kota dengan udara yang cukup terik, tidak begitu panas banget tapi cukup terik pada kondisi-konsisi tertentu. Meskipun begitu angina/udara jogja juga mengarkan, jadi akan berbeda dengan udara lembab ibu kota.

4.  Suasana belajar

Sebagai kota pelajar Jogja salah satu kota terbaik untuk menuntut ilmu. Hal ini terbukti dengan banyaknya alternative tempat nugas atau belajar di luar kamar/kos yang menyenangkan!. Tempat-tempat ini ada yang berjenis café-café 24 jam, perpustakaan 24 jam, art festival, dll. Jika mencari café 24 jam, di Jogja lebih juara dibanding Malang karena memiliki berbagai spot menarik sesuai budget dan kebutuhan. Sedangkan di Malang perpustakaanya hanya sampai jam 20.00. café-café tidak banyak yang buka 24 jam. Jikapun ada, fasilitas untuk nugaspun tak se bagus di Jogja

 

Ada Juga Part personality life  disini (Jogja Vs Malang)

Kisah Perubahan Jogja Vs Malang

Karena Allah Lebih Tahu, Jogja Vs Malang

Selama beberapa minggu terakhir saya juga banyak bangeet dapet hal-hal yang super duper diluar kemampuan saya dan itu berkat bantuanNya, Allah di Jogja sama di Malang sama aja, tapi yang ngebedain cara saya buat dapet keridhoannya Allah mungkin #eaaps. Ada satu kisah di awal saya di Malang yang membuat saya speachless, jadi ceritanya selama saya ketrima dan jadi mahasiswa di UB (Universitas Brawijaya) univ saya sekarang, saya ngak ngerti sama sekali dengan kondisi dan semuanya disana, sampai pada akhirnya saya pusing banget nentuin kamar kost, pun dulu pas saya di Jogja saya bener-bener ngak stricki banget sama detail kamar kos yang saya pengeni, asal bersih ada kasur is fine tapi ngak di Malang ini, saya punya detail kamar kos saya harus gimana, jadi saya pengen kamar kos saya sirkulasi udaranya baik, ada kasur, meja belajar, lemari (ini perabot wajib) karena ngak mungkin banget saya beli, mengingat sedikitnya masa study saya juga dimalang (yang gak bakal selama di Jogja kan pasti dan saya udah males ribet pindahan), ada Dapur, ada wifi, kamar mandi bersih dan sebaiknya didalam kamar, Parkir luas, bisa bayar bulanan dan deket sama warung makan, atm, dll jeng-jeng pas saya cari di semua social media termasuk web dan aplikasi pencarian kost dengan fasilitas yang saya pengeni itu bener-bener jauh dari budget yang saya tentukan, basicly kehidupan Malang emang lebih mahal juga dibanding Jogja, duh tambah pusing kan ya terlebih saat itu saya masih ngurus administrative yang lumayan jugaa. Heuuh. Saya bener-bener pasrah banget akhirnya, mau dapet tempat kost kayak gimanapun pas tau semuanya, yang penting hari pertama di malang udah dapet KOST TAPI dari sejak semua itu saya sering banget doa sama Allah, bedanya di doanya ini saya nyantumin detailnya hahha, saya dapet cara doa kayak gini dari kajian ustad Hanan Ataki, yang beliau bilang kalo doa sama Allah harus detail dan spesifik, jadi saya bener-bener minta kamar kos yang kayak gimana dengan budget yang juga di maintain sama Allah. Tau ngak hasilnya? Saya bener-bener dapet yang saya pengenin itu dengan semua detail yang saya minta diatas dengan budget diatas, Masya Allah banget ngak sih, sampai harganyapun sama kategori maksimal yang saya pengen, padahal kalo saya bayangin itu ngak mungkin, tapi mungkin banget buat Allah, dan dari sejak saat itu, semua hal yang saya lakuin sekarang seringnya selalu saya mintain sama Allah meskipun hal yang super duper remeh, Allah maha segala-galanya. Dari sana jugalah saya belajar untuk selalu melibatkan semua hal karena Allah dan dengan Allah.

Lifestyle Jogja Vs Malang

Malang juga benar-benar ngajarin saya untuk punya lifestyle baru, hahha. Jadi dulu pas di Jogja, kost saya itu kamar mandinya di luar kamar, jadi apa-apa harus keluar dulu kan ya, yang akhirnya sering banget bikin mager, misalnya buat nyuci piring abis makan, jadi seringnya saya tumpuk dulu diluar kamar, atau cucian baju kotor, yang pas malem yang harusnya gosok gigi sebelom tidur, ngejaga wudhu, dan sholat tepat waktu karena mager wudhunya jauh -___-. Tapi selama di Malang alhamdullilah semua kebiasaan jorok itu udah bener-bener sedikit berubah terlebih buat ngejaga wudhu, kalo abis makan piring langsung dicuci, kalo ada cucian kotor langsung mikir kapan dicuci karena bikin sumpek kamar mandi, selalu ngejaga kebersihan kamar mandi! dulu mah santai banget ngebersihin kamar mandi karena gentian sama mbak-mbak kos dan ada tukang bersih-bersihnya juga dikos Jogja, jadi sekarang tottaly saya selalu ngebersihin setelah gunain kamar mandinya ada plus minusnya sih kalo ini tapi saya bahagia aja abis ngliat semuanya bersih dan rapi lagi hahha, dan Juga untuk sholat tepat waktu dgn ngejaga wudhu, ini yang saya sendiri baru ngrasain pas kamar mandi di dalam kamar ini, semuanya lebih bisa dimanage dengan baik more than kamar mandi diluar kamar yang jauh. Lifestyle kedua yang lebih baik adalah #NoJeans everywhere, sebenernya ini prinsip dari pas rahmadhan kemaren sih, tapi baru ngejalani bener-bener di Malang karena dulu pas di Jogja masih ada jeansnya dilemari, jadi masih pengen dipakek kadang, tapi setelah di Malang ini bener-bener berprinsip ngak mau pakek jeans, jadi semua jeansnya di tinggal di rumah, jadi ngak bakal pengen pakek lagi. Doain istiqomah ya! #Lifestyle ketiga, menikmati waktu buat Jalan kaki! Dulu mah pas dijogja saya mana pernah jalan jauh, ada motor gini ngapain coba jalan, ke olive yang jaraknya ngak ada 100m aja saya pakek motor kadang, kebangetan banget ngak sih? T.T. Tapi dari Malang saya banyak belajar menikmati jalan kaki, karena kemana-mana jalan kaki, sampai setiap malem pas awal pegeel banget karena jalan setiap hari 1-2 km buat kemana-mana tapi saya bahagia kok #HidupIntanLebihSehat

Memperluas Zona Nyaman, Jogja Vs Malang

Tempat baru bagi saya adalah zona baru. Dulu saat saya di Jogja saya bener-bener ngrasa sendirianpun, rumah saya dekat saya bisa pulang kapan aja pas stress ataupun ada masalah. Sekarang? Saat saya bener-bener ngrasa sendirian gini saya cuman punya diri saya dan rumah buat kembali itu Allah, jadi di Malang saya belajar untuk selalu bener-bener ngandelin Allah dimanapun dan kapanpun curhat semua-muanya sama Allah yang dulu seringnya sama ibu dirumah T,T, rumah jauh gini mau pulang seminggu sekali juga ngak mungkinkan ya, -___-.

Passion Baru Jogja Vs Malan

Dulu pas di Jogja, saya bahagia karena saya dapet UGM, tapi ngejalani kuliah yang biasa aja di jurusan saya saat itu, pas di UGM pun saya masih punya keinginan kuat buat dapet FK jadi selama 2 tahun kuliah saya benar-benar ngak nikmatin kuliah karena saya lebih suka di Bimbel buat ngerjain soal SBMPTN, saya benar-benar masih ambis dengan FK. Tahun terakhir banyak saya isi dengan mengejar ketinggalan biar bisa cumlaude dan nyeimbangin diri sama organisasi dan lallanya, jadi saya ngrasa banget saya belom menikmati passion saya di Teknologi Industri Pertanian, hingga akhirnya saat saya dikasih kesempatan sama Allah buat belajar lagi diUB, saya benar-benar antusiast banget hahah. Ternyata Allah punya rencana hebat banget ya sampai akhirnya saya masuk di Jurusan ini, karena entah mengapa saya benar-benar suka dengan dunia Food Technology yang dulu pas saat SMA tak pernah sekalipun di otak saya, tapi semuanya berubah dengan semua puzzle yang Allah berikan, satu persatu akhirnya passion saya sedikit terkuak. :D
Kisah Sedih Jogja Vs Malang


Jogja vs Malang dan Cerita awal Kuliah!

Dulu saat saya ketrima di UGM, saya diantarkan untuk pendaftaran/administrative ataupun lainnya oleh keluarga besar, iya keluarga besar men ngak cuman bapak dan ibu! Satu mobil penuhh hahah, saking bahagiannya cucu pertama mereka ketrima di PTN, UGM pula hahah. Bukan hanya itu sih, dulu saya masih culuuun banget ngak tau mana-mana jadi orang tua pasti takut banget kalo ngelepas saya seorang diri untuk mengurus perpindahan dan semua-muanya. Bedanya saat dimalang adalah saya benar-benar ngak mau diantar, sampai saya harus nangis buat bilang ke keluarga besar, keluarga besar saya memang masih mengangap saya anak kecil yang masih perlu di jagain kemana-mana padahal setiap hari saya kemana-mana sendiri #sedih. Sebenarnya saya ngak mau diantar adalah karena saya tau banget Solo-Malang itu gak deket, dan lama banget perjalanannya, pun kalo ngelibatin banyak orang seperti waktu di Jogja pasti “Rempong banget parah” dan dengan ongkosnya pasti ngak sedikit dong apalgi saya kalo pergi gak cuman sama bapak ibu doang tapi sekeluarga besar, jadi dengan semua dalih yang saya miliki saya akhirnya bilang “Ngak mau dianter” nah permasalahannya disini, saat saya ngak mau dianter ini, barang yang saya bawa juga ngak bisa banyak, walhasil saya bener-bener cuman bawa satu koper kecil dan tas baju aja, so simple, sampai temen saya bilang saya mau liburan bukan pindahan -____-.

Kehidupan Malang Vs Jogja

Jogja terlalu ISTIMEWA untuk difinisi kota NYAMAN, dan entah mengapa saya belom bisa move on dari tempat itu, sampai sekarangpun tiap saya ditanya ibu saya “Udah krasan kan disana” saya cuman bilang “enggak kayak pas di Jogja bu, disini bener-bener beda” saya selalu bilang seperti itu, dan selalu saya maintain doa sama keluarga saya kalo abis nelpon saya, semoga saya diberikan kenyamanan seperti saya merantau di jogja, ya aamiin. Di Malang mungkin fasilitas kehidupan yang saya miliki benar-benar lebih baik dari Jogja bagi saya, karena meskipun saya sama-sama anak kost dan diberikan beasiswa orang tua, saya pernah kerja(punya sedikit tabungan), dan masih ada sedikit usaha kecil-kecilan yang uangnya pasti lebih dibanding dulu di Jogja pas jaman Kuliah. Tapi ternyata bukan itu yang saya cari, nilai kenyamanan tidak dapat diukur dari material yang kita miliki. Dan buat move on itu ngak gampang ya, apalagi Jogja udah benar-bener zona nyaman!



Well itu sedikit perubahan kehidupan saya Jogja Vs Malang, semoga perubahan baik selalu ada dan semoga selalu bergerak berubah menjadi lebih baik bukan sebaliknya! 
Oke masih ada part 2 tentang   Transportasi, Kelengkapan Kota (Fasilitas Penunjang) dan Wisata di kedua kota ini, see you next story yaa!!!

Popular Posts