Rabu, 25 Mei 2016

Random Story I


Yeaay akhirnya blog ini jadi sampah saya lagi, meskipun diawal pembuatan domain sendiri pakek .com ini diinisiasi tanpa sampah curhatan random, ternyata hanya sebatas keinginan. Dan rasanya gak plong gitu kalo nyerocos tidak diblog ataupun tumblr. Jadi yaudahlah ya jalani aja seperti cerita yang mau saya ceritakan ini. Tentang tujuan hidup, klise sih sebenarnya saat semua yang ada dihadapan saya benar-benar berongga dan kosong seperti akhir-akhir ini. Saya sadar dari kecil saya seorang yang ambisius dan lumayan idealis. Selama ini sifat itu masih menempel kuat didalam ingatan saya, hingga pada akhirnya semua itu goyah saya tidak memiliki keseimbangan untuk bersikap idealis saya harus realitis. Cerita itu adalah fase yang membuat saya harus menyeka air mata, sedih sekali rasanya harus menepis setiap target hanya karena berbagai hal salah satunya realitis. Hingga akhirnya saya merubah berbagai tujuan hidup dan berbagai target yang ingin saya jalankan. Saya mulai pasrah tanpa adanya target dan tujuan yang pasti. Diawal sih belom saya rasakan dampaknya, tapi akhir-akhir ini rongga itu benar-benar nyata membuat saya benar-benar kosong sekali, tujuan hidup mulai kabur dan tidak jelas. Impian-impian mulai terkubur rapi hanya berada dicatatan dan Saya mulai lelah luar biasa menjalani hidup yang tanpa kejelasan seperti itu. Hingga akhirnya saya putuskan untuk tidur, dan mengistirahatkan diri, pergi ketempat yang menurut saya dapat mengurangi kekecewaan saya,  berakhir saya stalking random dan blogwalking. Dari perjalanan panjang itu saya memiliki banyak sekali hikmahnya, kadang roda itu meminta saya untuk berada paling bawah bukan untuk mengecewakan diri atau menghapus target dan mimpi melainkan lebih bersyukur menjalani kehidupan, Menjadi orang yang idealis dan ambisius luar biasa memang tidak salah namun memiliki kerendahan hati lebih dibutuhkan untuk menjalani target, Saya bukan orang yang bisa berdiam dan menjalani kehidupan yang ‘let it flow’ jadi jangan sok-sok’an untuk let it flow. Perjalanan saya belom berakhir dengan realistis saya, arah dari pergerakan roda harus saya putar kembali, bergegas memberikan yang terbaik untuk tujuan hidup, mencangkan terget dan impian yang lebih jelas, dan memberikan doa serta usaha terbaik. Mimpi itu akan menjadi nyata sebentar lagi.


Rabu, 18 Mei 2016

Hari ini, Bolehkan (Lebih) Bahagia?

                                            
Mungkin itu adalah pertanyaan yang tergiang-giang dalam benak saya hari ini, mungkin saya selalu bahagia setiap harinya tapi tidak untuk akhir-akhir ini terlalu banyak tanjakan, bukit, jurang yang membuat air mata saya sering menetes setiap harinya. Harus tidak tidur, semua konsentrasi terpecah hanya karena masalah. Dan saya ingin menyerah saja rasanya tidur saja, membiarkan mimpi itu seperti gantungan, tak begitu tertarik bersenda gurau dengan cerita yang telah saya perjuangkan. Lelah? tentu. Berkali-kali saya harus menyakinkan diri saya untuk tidak menyerah,   Hiruk pikuk kesedihan mulai terekam jelas. Dibalik semua itu hari ini hari yang berkesaan sekali rasanya untuk saya. Teman saya wisuda, bangga, bahagia, menjadi satu. Teman paling diam dulu saat pertama kali saya kenal, tak begitu saya kenal jelas dengannya, sebatas say hy, tapi perjalaanan perkulihan menjadikan fase-fase say hy berubah menjadi hal-hal yang tak jelas, menjadi orang yang tau sekali tentang saya, yang selalu ngebuly saya yang sering ngeliat saya menangis, yang sering bikin saya harus tereak-tereak kalo ngomong #suatusaatnaantisayaakanmenceritakan. Tapi hari ini saya menemukan dia, dengan Rona kebahagiaan menyinari wajahnya,  bahagiaa sekali rasaanya melihat orang yang kita sayangi bahagia.

       Dibalik semua canda tawa dan tanya hari ini ada satu kisah yang masih bisa membuat saya tersenyum. Sebait rasa yang tak pernah tertimbun oleh rasa yang saya berikan kepada orang lain. Dibalik euforia GSP siang tadi, saya menemukan anda, Euforia GSP siang tadi, saya menemukan anda, Dari ribuan orang yang datang di GSP, dari semua orang yang tadi saya cari dan banyak yang tidak dapat saya temukan satu persatu, mata saya tertuju dengan anda. Degup itu mungkin masih sama, membuat tangan saya harus tremor saat berfoto, harus memakai masker dengan panasnya Jogja yang menyengat tadi, dengan caraNya hari ini saya bertemu dengan anda. Mungkin kesempatan terakhir dibalik semua ini, tertegun dengan banyaknya manusia di GSP. Entah kali terakhir ke-dua terakhir atau kesempatan keberapa kali lagi bertemu. Perjalanan hidup itu masih mengintai, panjang berduri, mulai ragu dan mulai tersenyum lagi dibalik pertemuan absurd  hari ini. Terima kasih untuk secuil cerita dibalik kebahagiaan hari ini, Terima kasih menawarkan gusi saya terlihat jelas lagi dibalik tawa yang sering saya tutupi, terima kasih telah menawarkan racun yang selalu ingin membunuh saya karena kerinduhan yang bertubi-tubi akan hadir, tapi biarkan ucapan selamat tinggal saya kepada Jogja dan Anda akan saya ucapkan sebentar lagi, dan izinkan hati saya berkelana sampai saya tahu siapa yang akan membuat  saya kembali dan bertahan saya perjuangkan. Meskipun melupakan anda dengan jarak itu,  saya yakini akan lebih susah. 

Selasa, 10 Mei 2016

Review Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2)



Judul Film           : Ada Apa Dengan Cinta 2
Pemeran             : Dian Sastro (Cinta), Nicholas Saputra (Rangga), Adinia Wirasti (Karmen),  Titi Kamal (Maura), Sissy Priscillia (Milly)
Penulis Naskah    : Mira Lesmana
Sutradara               : Riri Riza

            Well kali ini saya akan mereview sedikit tentang film yang akhir-akhir ini hitzz bangeet,  dengan penanyangan 2jt penonton untuk 8harinya SOO DAEBAK. Dan daebaknya saya bisa nonton sendiri (lagi) di Bioskop #bahagiamaks. Film Ada Apa Dengan Cinta 2 ini merupakan film kedua dari sekuelnya yang dulu Ada Apa Dengan Cinta Tahun 2001. Gejolak ceritanya masih berkelanjut dari pemasalahan Cinta dan Rangga. Jika mengulas sedikit cerita dari AADC 1,  Cinta di tinggal oleh Rangga yang akan melanjutkan sekolah ke New York, dengan perpisahan dramatis banget di Bandara, Rangga juga memberikan untaian puisi sedikit baitnya adalah “aku akan kembali dalam satu purnama untuk mempertanyakan kembali cintanya” .
  1. AADC 2
            Bermula dari geng cinta yang liburan di Jogja, saat yang bersamaan Rangga juga datang ke Jogja untuk menemui Ibunya. Saat itu Cinta sudah memiliki Tunangan dengan Tristan, cerita berlanjut saat Mili dan Karmen membeli sesuatu disalah satu toko tak terduga mereka melihat Rangga. Diikutilah Rangga, oleh Mili dan Karmen. Malamnya pada acara pagelaran seni Eko Nugroho, Rangga menemui Cinta dengan bantuan Karmen, namun Cinta tak menanggapi Rangga. Cinta masih berfikir bahwa dia masih sakit hati akibat Rangga yang memutuskan Cinta secara sepihak tanpa kejelasan pada tahun 2006 silam. Pagi hari berikutnya Mili dan Karmen menceritakan semuanya kepada Cinta, Cinta yang masih merasa disakiti oleh Rangga bersikukuh tidak mau menemui Rangga, namun dengan bujukan Cinta Geng akhirnya Cinta mau menemui Rangga. Beberapa perdebatan masih mewarnai jalan cerita Rangga dan cinta saat itu, penjelasan dari Rangga sedikit demi sedikit mulai mencairkan perasaan Cinta, Meskipun begitu jalan ceritanya tak semulus paha SNSD. *Spoilernya sampai disini aja ya*
  1. Setting
            AADC 2 berlatar 3 tempat Jakarta, Jogjakarta, dan Broklyn (NY) tapi kebanyakan berlatar di Jogja. Mau cerita yang di Jogja, Gweeelaaak kereen bangget ngambil scene di Jogjanya, khas dan feelnya Jogja dapet bangeet,  saya yang udah tinggal 3 tahun di Jogja aja masih terkagum-kagum dengan scenenya yang berlatar di Jogjaa, mulai dari  Di daerah malioboro yang banyak banget penginapannya itu setau saya, Green Host Hotel, di Rumah doa Rhema (Gereja Ayam)  yang hitzz bangget di Ig akhir-akhir ini, di Ratu Boko, Klinik Kopi, Puthuk Setumbu, Papermoon Puppet Theatre, Pantai parang tritis, Sate klatak pak Bari, Pojok Bentheng dan selli Coffe dan masih banyak lagi. Sedikit tentang anjuran-anjuran di Jogja yang ditempel didinding gang-gang sempit as like ngebut benjot, Awas A*U, yang kental banget roman Jogjanya.
  1. Pemain
             Nikholas Sahputra Sebagai Rangga Untuk penokohan rangga disini tidak banyak berubah dengan Rangga di AADC 1, seorang yang Cool, cuek, pujangga, jalan hidupnya tak dapat ditebak, membinggungkan *Cowok emang gitu ngebinggungin bikin bete*, banyak banget minta maafnya difilm. Tapii coolnya Rangga lebih dapet di AADC 1 sih mungkin karena jalan ceritanya kalik ya, jadi kesan Rangga COOL maks itu dapet banget kalo yang sekarang sih ya cool tapi keliatan menye-menye gimana gitu kurang greget sih kalo saya sendiri masih kurang nampol dihati ini Rangga Sang Pujangga ahhah.   Rangga menjadi sesosok pria banget sih tapi kebanyakn minta maaf,  tapi wibawa seorang cowok dapet lah pokoknya, meskipun derajat coolnya turun 49%. Dian Sastrowardoyo  sebagai  Cinta, Masih samaaa dengan AADC 1 bedanya pembawaan Cinta yang dulu abg SMA yang kalo ngomong enggak begitu dramatis mirip versi Dian Sastro  seperti pas di film 7 Hari 24 Jam, saat dian sastro bermain film dengan Lukman Sahri. Tapi pas di AADC 2 feel Dian Sastro seperti Cuek, dan dramatis banget kalo ngomong. Tapi Akting Dian Sastro masih dapet 2 Jempol, pemikirannya mulai seperti Rangga tidak dapat ditebak. Geng Cinta masih tetep samaa mereka keren-keren banget persahabatanya, Mili yang masih polos kayak di AADC 1, Maura yang lebih keibuaan karena sudah punya 3 anak, dan Karmen yang lebih dewasa aku liatnya, dibanding dengan AADC 1 tapi keliatan banget karmen mengantikan posisi Alya yang notabene dulu paling ngerti Cinta banget, Tristan Tunangan Cinta sikapnya keras gitu kalo aku liat, cemburuan, Sibuk banget, Eksekutif muda.  Masih ada banyak pemain sih tapi cuman sedikit di liatin di film , jadi pemain figuran, jadi males buat nulis satu persatu *maafkan*
  1. Tambahan
            Jika berbicara tentang AADC yang adalah balutan romantis dengan puisi legendarisnya Rangga, puisinya sendiri di tulis oleh Aan Mansyur. Jalan ceritanya seperti yang telah saya pikirkan di Jalan, dengan melihat Trailernya dan saya tidak banyak kecolongan sih. Meskipun adegan di Bandara itu saya pikir bakal ada lagi tapi ternyata cuman ada di Iklan Line, mungkin diawal cerita ada yang gak begitu langsung kena sih malah pas awal-awal ngantuk, tapi pas mulai scene diJogja udah yang bener-bener antusias sama jalan ceritanya dan nunggu endingnya. Btw banyak banget dari Rangga dan Cinta yang bilang “Lalu” saya itung lebih dari 4 kali kayaknya dari film ini selalu bilang “LALU” hahah. Melihat jalan cerita yang ada sih semua orang yang udah mau nonton pasti udah nebak Happy Ending kan pasti, tapi buat Happy ending itu harus ada lautan yang harus disebrangi, jarak yang harus ditepis, batuan terjal yang harus dilewati, naik bukit, turun bukit, dan selanjutnya menyerah mungkin salah satu cerita AADC 2 ini tapi dengan pembahasaan yg lebay maksimal, tapi dibalik semua itu jalannya tidak harus turbulensi dengan menggunakan pesawat jadi tidak senancep AADC 1 jika saya bilang. Penokohan dari pemainnya banyak yang berubah tapi masih mengikat kuat dengan jalan cerita di AADC 1 sih. Film AADC 2 juga enggak cuman menawarkan romantisme semata, ada komedi yang banyak diperankan antar pemain yang enggak bikin ngantuk gara-gara keromantisan. Komedinya banyak di perankan oleh Mili (Sisi Priscila) yang polos bikin ngakak :’D. Dan dari keseluruhan jalan ceritanya AADC menang di karakter dan cerita yang dekat dengan kita sehari-hari, seseorang yang belom bisa move on sepenuhnya dari mantan, pemilik ego yang sama-sama tinggi diantara kedua belah pihak, keputusan Rangga yang secara sepihak, sahabat-sahabat yang luar biasa seperti Geng Cinta, yang akan disajikan dengan romantisnya Jogja, dengan keindahan kata setiap pemaiannya terlebih Rangga dan Cinta.  Yah pokoknya tipe film Romantis Baper tapi belom bisa bikin saya ngusap air mata hahah J. Meskipun cerita klise dengan berbagai cara film AADC dapat ditebak, film ini memiliki setting tempat, soundtrack, dan penokohan yang menarik dengan kemasaan romantisnya.
            -Yah akhirnya saya menyelesaiakan Review AADC juga, karena sebenarnya Review ini sudah saya tulis dari hari Sabtu kemaren tapi belom saya selesaiakan dengan masih banyaknya hal yang perlu diselesaikan satu persatu, I hope you Like it. Dan nantikan Review Captain America : Civil War selanjutnya Stay Tune ya, See You-





Selasa, 26 April 2016

Bicara Tentang Penantian

    
  
Tempo lalu teman saya bercerita tentang seseorang, someone special for her. She tell about his bravery in our age said seriously about marriage, maybe is some stuff which make me wondering but till no i don’t have some bravery to talk someone about of this because don’t have or other, is one of problem wkkwkw, though i often writing about it its doesn’t mean i’m going to marriage in my age right now or sooner oh no i can’t imagine of this. Though my friend tell to me, he have been brave to propose her with her parent. After this my friend tell story why, how, what can make him to propose her. And its so sweet moment, make me wondering 5w+1h about of this. If we talk about of this, this it not far from mate. One of best make me comfort zone if my friend and other writer in tumblr talking of this. I just wondering of this but i know its so very dini to know, because my age and my priority in the now. Well my priority i have is how? doesn't Who. Who in this is who my mate or a half of my lifee *eeeaa* . I have been wondering because its one of the urgently topic whoever have to know sooner or latter.            
Yesterday i read about “Pernikahan TANPA Cinta” Tidak jauh dari hakekat pernikahan, ideologi, dan berbagai hal latar belakang why she write about of this. And of course its open some thing about dien To me. malah saya suka dengan tulisanya. Menikah tidak melulu tentang cinta, ah its not about story of love in marriage. Tidak melulu tentang perkenalan yang berbelit-belit, pendekatan yang lebih 5thaun. Its just simple talking about pernikahan tanpa pengenalan, tapi pemilihan yang tepat. As long as i just think someday i want meet someone who love me and i love him and build rumah tangga dengan ikatan yang bernama pernikahan. Itu yang dinamakan jodoh dunia ketika kita telah bertemu dengan tambatan hati, but till now when i love someone and he don’t love me back saya harus giman? Enggak mau nikah gitu? Kan tidak juga, seseorang pernah berkata bahwa sejatinya wanita diciptakan untuk dipilih tapi bukan berarti tidak dapat memilih. Dengan hakekat simpel itu saya mulai berfikir ulang bahwa jodoh memang tidak selalu tentang  seseorang yang kita cintaikan?. Jodoh selalu seseorang yang tidak jauh dari kita tentu, tidak jauh amal perbuatanya, tidak jauh dari sifatnya, tidak jauh berbeda dengan akhlaknya. Seperti diAl-quar’an kan Orang baik untuk orang baik, dan yang keji untuk orang yang keji. Which is tinggal milih mau jodoh yang seperti apa tergantung kitanya, jika ingin jodoh kelas yang kita inginkan, kita juga harus memantaskan diri untuk memperbaiki diri sesuai dengan kelas yang diinginkan bukan? Wait, tapi bukan semata-mata berubah jadi orang yang berkelas karena jodoh juga sih, karena berubah adalah cara kita memantaskan diri hanya untuk Allah SWT not for someone else. I ‘m so worried to myself  #selfreminder sejak dini because of that haha J.                                                                                                                    
Jika saya dapat menarik beberapa hal dari tulisan tersebut adalah 1. . Cinta akan tumbuh dengan seiringnya waktu berjalan 2.  Hati dikontrol oleh otak kanan, yang berarti dapat dikontrol dan dikendalikan 3. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino  4. Jodoh adalah cermin kita. Berbicara hati yang dapat dikontrol saya setuju, selama ini saya serig mengendalikan perasaan saya dengan berbagai dorongan intern dan ekstern, dan buktinya saya bisaa mengendalikan sampai sejauh ini meskipun i need space and time to adaptation, tapi sejauh ini i don’t worry because responsibily of heart i just worried someone whom i love #alahapasih.well jika hati udah mau di kendalikan dengan kita. Tentang cinta yang akan tumbuh seiringnya waktu, Pak Anis Baswedan di acara Mata Najwa tempo lalu berkata “Jika anda mencintai seseorang jangan biarkan cinta itu penuh diseluruh hati anda, tapi berikan ruang untuk cinta itu tumbuh  dengan seiringnya waktu” Well jika kita berbicara tentang pernikahan tanpa cinta, tentu dengan seseorang yang belom kita cinta, tapi hati kita dapat mengendalikan jadi biarkan saja perasaan itu tumbuh nantinya dengan berjalanya waktu,dengan pepatah jawa “witing tresno jalaran soko kulino”. Jika dengan berbagai dalih tentang perasaan, sampai kapanpun saya berfikir dengan embel-embel cinta dan kemunafikan kita selalu tidak akan puas dengan yang kita dapat. I mean semua orang memiliki expektasi tersendiri dengan future  yang diharapkan, tapi jika kita tidak berfikir lilahitaa’ala dan pasrah dengan niat suci dari pernikahan apa yang dapat diperbuat?. Pernikahan juga tidak melulu soal perasaan kok bagi saya pribadi, toh buktinya banyak yang nikah dijodohin tapi awet sampai sekarang dan bikin iri seperti  orang tua saya misalnya, tapi yang berembel-embel cinta, udah say goodbye tengah jalan karena menikah sebagai cara membangun cinta.                                  
Saya pribadi yang notabene masih 19th pernikahan terlalu jauh jika harus memikirkanya. Namun, ini adalah salah satu topik penting untuk maasa depan sih kalo bagi saya. Jika ngomongin tentang pernikahan yang tanpa cinta, tanpa mengerti betul perasaan kita, hanya keyakinan bahwa yes he is trust my half of my life, *yang keyakinanya entah cari dimana, karena sampai sekarang saya belom tertarik untuk mencari* Yang berlandaskan dengan hukum jadi kalo bukan untuk menyalurkan rasa cinta kita kepada seseorang kenapa kita harus menikah,?  *pemikiran saya yang masih awam*. Karena menikah bukan hanya berlatar penyaluran perasaan, hasrat, ataupun hawa nafsu. Lebih dari sekedar itu semua ketika kita memilih untuk menikah saya berfikir bahwa saya ingin menyempurnakan agama saya seperti sunnah rasul, saya juga tidak yakin suatu saat nanti saya dapat terbebas dari fitnah dengan menjadi perawan tua, saya ngin menikah karena Allah SWT. Selain berdalih agama, saya yakin diusia saya yang mungkin 30th akan adatang adalah usia dimana jati diri telah saya dapat, tapi saya takut tanpa seseorang yang berada disamping saya seumur hidup saya, saya dapat melalui semuanya dengan baik-baik saja. Saya membutuhkan orang yang mengerti saya, mengayomi, penstabil jiwa dan menopang saya nantinya. Lebih kepada bagiamana saya harus menjalani hidup saya dengan mempercayai orang lain seratus persen yang dapat menjadi pengerti,pengayom, penstabil, dan penopang jiwa saya tentu saja.                                     
Siapapun anda tuan, saya akan menanti anda sampai tangan anda berjabat tangan dengan ayah saya, untuk ikrar janji suci.



                                                                        -Yang selalu ingin memperbaiki diri-

Sebatas Tanya


Tempo lalu aku melihatmu, dibalik jaket kebanggaan SMA yang selalu kamu banggakan didepan teman-temanmu. Aku hanya terdiam tak mengiyakan jantungku yang tak dapat aku kendalikan rasanya, seperti slow motion otakku mencerna semuanya, menunduk dan binggung. Disaat slow motion itu terjadi kamu berlalu dari hadapanku, tak kau hiraukan diriku yang mungkin masih menjadi patung ditempat dudukku. Raasaku masih sama bersama tawaan dan tanda tanya,  tiga tahun itu berlalu dengan cepat bukan?  2 tahun 9 bulan lalu aku masih mengingat cerita itu bermula, Juni 2 tahun lalu detak jantung paling kencang aku dapati, kita sama-sama berjalan disatu tempat yang sama, mukena di fakultasmu menjadi saksi bisu air mataku pernah jatuh disitu. Aku masih hapal dengan detail hal yang kamu lakukan saat itu, setelah sholat kamu beranjak pulang namun kamu berhenti ditaman dekat parkiran, Aku telah berjalan memutar arah berharap aku tak berpapasan denganmu, namun motor kita parkir berdekatan bukan? kamu mengambil motormu, dan saat itu aku hanya berharap kamu tak mengenali suara detak jantungku yang berdetak kencang Ah lucu sekali rasanya.
Sebatas tanya, tak mengiyakan jawabannya.

-gip-

Kamis, 07 April 2016

Masih Indonesiakah Kita? #EdisiNetizenGatheringII


Pelajaran PKN atau P4 atau Kewarganaegaraan atau Pancasila merupakan pelajaran yang membosankan bagi sebagian besar orang-orang. Hal ini dikarenakan berbagai macam penyebab yang mengakibatkan pelajaran tersebut terasa membosankan. Mulai dari metode konevensional dalam penyampaian, teori yang terdengar hanya sebatas akademisi tanpa implementasi yang jelas, ideologi yang bermacam-macam, panjangnya narasi yang disampaiakan atau lain sebagainya. Namun, pada hakekatnya landasan Pancasila, UUD 45 , Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan aspek yang syarat makna untuk memaknai identitas kita sebagai bagian dari Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai kepulauan, bahasa, etnis, agama, suku dan lain sebagainya. Jika Perbedaan adalah masalah yang harus dihadapi oleh bangsa, lalu apakah persamaan yang dapat menyatukan dan membiaskan kesalahan?. Renungan tentang kewarga negaraan yang selama ini telah ditinggalkan, dan bukan sebagai hal yang penting dimasyarakat menjadikan konsep Kebangsaan, Kebhinekaan, Ideologi yang terkandung dari Pancasila, hal yang tidak perlu dimaknai atau dipelajari. MPR RI salah satu lembaga yang memiliki bertanggung jawab terhadap berperan strategis dalam membangun karakter bangsa melalui Empat Pilar yang kita miliki. Sosialisasi dengan berbagai cara pernah dilakukan, mulai dari konvensional hingga kekinian. Salah satu cara yang sekarang ini dilakukan dengan menyebar luaskan nilai kebangsaan untuk mencerdaskan dan mensejahterakan anak bangsa adalah dengan Netizen Gathering. Netizen Gathering merupakan implementasi dari visi MPR RI menjadi rumah kebangsaan, pengawal ideologi pancasila, untuk Kedaulatan rakyat. Sosialisasi secara strategis dengan mengajak pengguna internet terkhusus blogger untuk memaknai, memahami, menerapkan Empat Pilar di kehidupan sehari-hari. Diera digital sekarang ini sosialisasi yang dapat berkembang pesat adalah melalui media online, hal inilah yang dilakukan MPR RI untuk mensosialisasikan Empat Pilar dan Ini Baru Indonesianya, acara ini merupakan acara yang  telah dilakukan beberapa kali di beberapa kota besar mulai dari Jakarta, Solo dan Jogjakarta. Acara dihadiri oleh netizen dari beberapa kota bukan hanya dari Jogjakarta. Sosialisasi ini bersifat strategis dengan mengikikuti perkembangan jaman tutur Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menyampaikan sambutanya dihadapan peserta Netizen Jogja di EastParc Hotel Yogyakarta.
Sambutan dari Bapak Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menuturkan bahwa perbedaan bukan suatu masalah, karena kita memiliki satu kesatuan mimpi yang sama Berdaulatnya NKRI. Perbedaan menjadikan sebuah  keindahan peran Kebhinka Tunggal ikaan yang dapat di implementasi. Secara umum penyampaian dari bapak MPR RI Zulkifli Hasan tentang GBHN di Indonesia dengan arah akademisi dan praktisi yang beliau sampaiakan. Acara diskusi kedua dengan Bapak Ma’aruf Cahyono selaku Sekertaris Jendral MPR RI menegaskan peran EmpatPilar dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengajak netizen berdiskusi tentang karakter bangsa yang dapat dibentuk melalui peran Empat Pilar itu sendiri. Sedangkan acara yang terakhir tentang Radikalisme dibawakan oleh Bapak Sumandjaja.
Dari kita sendiri untuk diri kita. Jika saya menyimpulkan sosialisasi yang bersifat strategis dari MPR RI menjadikan saya pribadi sadar ada banyak implementasi yang dapat kita lakukan sehari-hari dengan landasan Empat Pilar itu sendiri. Contoh  Implementasinya adalah Berhenti saling menyakiti mulailah saling menghargai implemetasi dari Sila Ke 1 Pancasila
-          Karena mulai kini nilai-nilai itu
Kita lahirkan kembali
Kita Bunyikan dan Kita Bumikan
Menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia

Salah satu bait yang disampaikan Bapak Ma’ruf Cahyono, tentang implementasi yang dapat kita lakukan bukan sebagai doktrinasi teori.





Popular Posts