Yeaay
akhirnya blog ini jadi sampah saya lagi, meskipun diawal pembuatan domain sendiri pakek .com ini diinisiasi tanpa sampah curhatan random, ternyata hanya
sebatas keinginan. Dan rasanya gak plong gitu kalo nyerocos tidak diblog
ataupun tumblr. Jadi yaudahlah ya jalani aja seperti cerita yang mau saya
ceritakan ini. Tentang tujuan hidup, klise sih sebenarnya saat semua yang ada
dihadapan saya benar-benar berongga dan kosong seperti akhir-akhir ini. Saya
sadar dari kecil saya seorang yang ambisius dan lumayan idealis. Selama ini
sifat itu masih menempel kuat didalam ingatan saya, hingga pada akhirnya semua
itu goyah saya tidak memiliki keseimbangan untuk bersikap idealis saya harus
realitis. Cerita itu adalah fase yang membuat saya harus menyeka air mata,
sedih sekali rasanya harus menepis setiap target hanya karena berbagai hal
salah satunya realitis. Hingga akhirnya saya merubah berbagai tujuan hidup dan
berbagai target yang ingin saya jalankan. Saya mulai pasrah tanpa adanya target
dan tujuan yang pasti. Diawal sih belom saya rasakan dampaknya, tapi akhir-akhir
ini rongga itu benar-benar nyata membuat saya benar-benar kosong sekali, tujuan
hidup mulai kabur dan tidak jelas. Impian-impian mulai terkubur rapi hanya
berada dicatatan dan Saya mulai lelah luar biasa menjalani hidup yang tanpa
kejelasan seperti itu. Hingga akhirnya saya putuskan untuk tidur, dan
mengistirahatkan diri, pergi ketempat yang menurut saya dapat mengurangi
kekecewaan saya, berakhir saya stalking
random dan blogwalking. Dari perjalanan panjang itu saya memiliki banyak sekali
hikmahnya, kadang roda itu meminta saya untuk berada paling bawah bukan untuk
mengecewakan diri atau menghapus target dan mimpi melainkan lebih bersyukur
menjalani kehidupan, Menjadi orang yang idealis dan ambisius luar biasa memang
tidak salah namun memiliki kerendahan hati lebih dibutuhkan untuk menjalani
target, Saya bukan orang yang bisa berdiam dan menjalani kehidupan yang ‘let it
flow’ jadi jangan sok-sok’an untuk let it flow. Perjalanan saya belom berakhir
dengan realistis saya, arah dari pergerakan roda harus saya putar kembali,
bergegas memberikan yang terbaik untuk tujuan hidup, mencangkan terget dan
impian yang lebih jelas, dan memberikan doa serta usaha terbaik. Mimpi itu akan
menjadi nyata sebentar lagi.
Rabu, 25 Mei 2016
Rabu, 18 Mei 2016
Hari ini, Bolehkan (Lebih) Bahagia?
Mungkin itu adalah pertanyaan yang tergiang-giang dalam benak saya hari ini, mungkin saya selalu bahagia setiap harinya tapi tidak untuk akhir-akhir ini terlalu banyak tanjakan, bukit, jurang yang membuat air mata saya sering menetes setiap harinya. Harus tidak tidur, semua konsentrasi terpecah hanya karena masalah. Dan saya ingin menyerah saja rasanya tidur saja, membiarkan mimpi itu seperti gantungan, tak begitu tertarik bersenda gurau dengan cerita yang telah saya perjuangkan. Lelah? tentu. Berkali-kali saya harus menyakinkan diri saya untuk tidak menyerah, Hiruk pikuk kesedihan mulai terekam jelas. Dibalik semua itu hari ini hari yang berkesaan sekali rasanya untuk saya. Teman saya wisuda, bangga, bahagia, menjadi satu. Teman paling diam dulu saat pertama kali saya kenal, tak begitu saya kenal jelas dengannya, sebatas say hy, tapi perjalaanan perkulihan menjadikan fase-fase say hy berubah menjadi hal-hal yang tak jelas, menjadi orang yang tau sekali tentang saya, yang selalu ngebuly saya yang sering ngeliat saya menangis, yang sering bikin saya harus tereak-tereak kalo ngomong #suatusaatnaantisayaakanmenceritakan. Tapi hari ini saya menemukan dia, dengan Rona kebahagiaan menyinari wajahnya, bahagiaa sekali rasaanya melihat orang yang kita sayangi bahagia.
Dibalik semua canda tawa dan tanya hari ini ada satu kisah yang masih bisa membuat saya tersenyum. Sebait rasa yang tak pernah tertimbun oleh rasa yang saya berikan kepada orang lain. Dibalik euforia GSP siang tadi, saya menemukan anda, Euforia GSP siang tadi, saya menemukan anda, Dari ribuan orang yang datang di GSP, dari semua orang yang tadi saya cari dan banyak yang tidak dapat saya temukan satu persatu, mata saya tertuju dengan anda. Degup itu mungkin masih sama, membuat tangan saya harus tremor saat berfoto, harus memakai masker dengan panasnya Jogja yang menyengat tadi, dengan caraNya hari ini saya bertemu dengan anda. Mungkin kesempatan terakhir dibalik semua ini, tertegun dengan banyaknya manusia di GSP. Entah kali terakhir ke-dua terakhir atau kesempatan keberapa kali lagi bertemu. Perjalanan hidup itu masih mengintai, panjang berduri, mulai ragu dan mulai tersenyum lagi dibalik pertemuan absurd hari ini. Terima kasih untuk secuil cerita dibalik kebahagiaan hari ini, Terima kasih menawarkan gusi saya terlihat jelas lagi dibalik tawa yang sering saya tutupi, terima kasih telah menawarkan racun yang selalu ingin membunuh saya karena kerinduhan yang bertubi-tubi akan hadir, tapi biarkan ucapan selamat tinggal saya kepada Jogja dan Anda akan saya ucapkan sebentar lagi, dan izinkan hati saya berkelana sampai saya tahu siapa yang akan membuat saya kembali dan bertahan saya perjuangkan. Meskipun melupakan anda dengan jarak itu, saya yakini akan lebih susah.
Selasa, 10 Mei 2016
Review Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2)
Judul Film : Ada Apa
Dengan Cinta 2
Pemeran : Dian Sastro (Cinta),
Nicholas Saputra (Rangga), Adinia Wirasti (Karmen),
Titi Kamal (Maura), Sissy Priscillia
(Milly).
Penulis Naskah : Mira Lesmana
Sutradara : Riri Riza
Well
kali ini saya akan mereview sedikit tentang film yang akhir-akhir ini hitzz
bangeet, dengan penanyangan 2jt penonton
untuk 8harinya SOO DAEBAK. Dan daebaknya saya bisa nonton sendiri (lagi) di
Bioskop #bahagiamaks. Film Ada Apa Dengan Cinta 2 ini merupakan film kedua dari
sekuelnya yang dulu Ada Apa Dengan Cinta Tahun 2001. Gejolak ceritanya masih
berkelanjut dari pemasalahan Cinta dan Rangga. Jika mengulas sedikit cerita
dari AADC 1, Cinta di tinggal oleh
Rangga yang akan melanjutkan sekolah ke New York, dengan perpisahan dramatis banget
di Bandara, Rangga juga memberikan untaian puisi sedikit baitnya adalah “aku akan kembali dalam satu purnama untuk mempertanyakan
kembali cintanya” .
- AADC 2
Bermula dari geng cinta yang liburan di
Jogja, saat yang bersamaan Rangga juga datang ke Jogja untuk menemui Ibunya.
Saat itu Cinta sudah memiliki Tunangan dengan Tristan, cerita berlanjut saat
Mili dan Karmen membeli sesuatu disalah satu toko tak terduga mereka melihat
Rangga. Diikutilah Rangga, oleh Mili dan Karmen. Malamnya pada acara pagelaran
seni Eko Nugroho, Rangga menemui Cinta dengan bantuan Karmen, namun Cinta tak
menanggapi Rangga. Cinta masih berfikir bahwa dia masih sakit hati akibat
Rangga yang memutuskan Cinta secara sepihak tanpa kejelasan pada tahun 2006
silam. Pagi hari berikutnya Mili dan Karmen menceritakan semuanya kepada Cinta,
Cinta yang masih merasa disakiti oleh Rangga bersikukuh tidak mau menemui
Rangga, namun dengan bujukan Cinta Geng akhirnya Cinta mau menemui Rangga.
Beberapa perdebatan masih mewarnai jalan cerita Rangga dan cinta saat itu,
penjelasan dari Rangga sedikit demi sedikit mulai mencairkan perasaan Cinta,
Meskipun begitu jalan ceritanya tak semulus paha SNSD. *Spoilernya sampai
disini aja ya*
- Setting
AADC 2 berlatar 3 tempat Jakarta,
Jogjakarta, dan Broklyn (NY) tapi kebanyakan berlatar di Jogja. Mau cerita yang
di Jogja, Gweeelaaak kereen bangget ngambil scene di Jogjanya, khas dan feelnya
Jogja dapet bangeet, saya yang udah
tinggal 3 tahun di Jogja aja masih terkagum-kagum dengan scenenya yang berlatar
di Jogjaa, mulai dari Di daerah malioboro yang banyak banget penginapannya itu setau
saya, Green Host Hotel, di Rumah doa
Rhema (Gereja Ayam) yang
hitzz bangget di Ig akhir-akhir ini, di Ratu Boko, Klinik Kopi, Puthuk Setumbu,
Papermoon Puppet Theatre, Pantai parang tritis, Sate klatak pak Bari, Pojok Bentheng dan selli Coffe dan masih banyak lagi. Sedikit
tentang anjuran-anjuran di Jogja yang ditempel didinding gang-gang sempit as
like ngebut benjot, Awas A*U, yang kental banget roman Jogjanya.
- Pemain
Nikholas Sahputra Sebagai Rangga Untuk
penokohan rangga disini tidak banyak berubah dengan Rangga di AADC 1, seorang
yang Cool, cuek, pujangga, jalan hidupnya tak dapat ditebak, membinggungkan
*Cowok emang gitu ngebinggungin bikin bete*, banyak banget minta maafnya
difilm. Tapii coolnya Rangga lebih dapet di AADC 1 sih mungkin karena jalan ceritanya
kalik ya, jadi kesan Rangga COOL maks itu dapet banget kalo yang sekarang sih
ya cool tapi keliatan menye-menye gimana gitu kurang greget sih kalo saya sendiri masih kurang nampol dihati ini Rangga Sang Pujangga ahhah. Rangga menjadi
sesosok pria banget sih tapi kebanyakn minta maaf, tapi wibawa
seorang cowok dapet lah pokoknya, meskipun derajat coolnya turun 49%. Dian
Sastrowardoyo sebagai Cinta, Masih samaaa dengan AADC 1 bedanya
pembawaan Cinta yang dulu abg SMA yang kalo ngomong enggak begitu dramatis mirip versi Dian
Sastro seperti pas di film 7 Hari 24 Jam, saat dian sastro bermain
film dengan Lukman Sahri. Tapi pas di AADC 2 feel Dian Sastro seperti Cuek, dan
dramatis banget kalo ngomong. Tapi Akting Dian Sastro masih dapet 2 Jempol,
pemikirannya mulai seperti Rangga tidak dapat ditebak. Geng Cinta masih tetep
samaa mereka keren-keren banget persahabatanya, Mili yang masih polos kayak di
AADC 1, Maura yang lebih keibuaan karena sudah punya 3 anak, dan Karmen yang
lebih dewasa aku liatnya, dibanding dengan AADC 1 tapi keliatan banget karmen mengantikan posisi Alya yang notabene dulu paling ngerti Cinta banget, Tristan Tunangan Cinta
sikapnya keras gitu kalo aku liat, cemburuan, Sibuk banget, Eksekutif muda. Masih ada banyak pemain sih tapi cuman sedikit
di liatin di film , jadi pemain figuran, jadi males buat nulis satu persatu *maafkan*
- Tambahan
Jika
berbicara tentang AADC yang adalah balutan romantis dengan puisi legendarisnya
Rangga, puisinya sendiri di tulis oleh Aan Mansyur. Jalan ceritanya seperti
yang telah saya pikirkan di Jalan, dengan melihat Trailernya dan saya tidak banyak kecolongan sih. Meskipun adegan di Bandara itu saya pikir bakal ada lagi
tapi ternyata cuman ada di Iklan Line, mungkin diawal cerita ada yang gak begitu
langsung kena sih malah pas awal-awal ngantuk, tapi pas mulai scene diJogja
udah yang bener-bener antusias sama jalan ceritanya dan nunggu endingnya. Btw
banyak banget dari Rangga dan Cinta yang bilang “Lalu” saya itung lebih dari 4
kali kayaknya dari film ini selalu bilang “LALU” hahah. Melihat jalan cerita
yang ada sih semua orang yang udah mau nonton pasti udah nebak Happy Ending kan
pasti, tapi buat Happy ending itu harus ada lautan yang harus disebrangi, jarak
yang harus ditepis, batuan terjal yang harus dilewati, naik bukit, turun bukit,
dan selanjutnya menyerah mungkin salah satu cerita AADC 2 ini tapi dengan
pembahasaan yg lebay maksimal, tapi dibalik semua itu jalannya tidak harus turbulensi dengan menggunakan pesawat jadi tidak senancep AADC 1 jika saya bilang. Penokohan dari pemainnya banyak yang berubah
tapi masih mengikat kuat dengan jalan cerita di AADC 1 sih. Film AADC 2 juga
enggak cuman menawarkan romantisme semata, ada komedi yang banyak diperankan
antar pemain yang enggak bikin ngantuk gara-gara keromantisan. Komedinya banyak
di perankan oleh Mili (Sisi Priscila) yang polos bikin ngakak :’D. Dan dari
keseluruhan jalan ceritanya AADC menang di karakter dan cerita yang dekat
dengan kita sehari-hari, seseorang yang belom bisa move on sepenuhnya dari
mantan, pemilik ego yang sama-sama tinggi diantara kedua belah pihak, keputusan
Rangga yang secara sepihak, sahabat-sahabat yang luar biasa seperti Geng Cinta,
yang akan disajikan dengan romantisnya Jogja, dengan keindahan kata setiap
pemaiannya terlebih Rangga dan Cinta. Yah pokoknya tipe film Romantis Baper tapi
belom bisa bikin saya ngusap air mata hahah J. Meskipun cerita klise dengan berbagai cara film AADC dapat ditebak, film ini memiliki setting tempat, soundtrack, dan penokohan yang menarik dengan kemasaan romantisnya.
-Yah
akhirnya saya menyelesaiakan Review AADC juga, karena sebenarnya Review ini
sudah saya tulis dari hari Sabtu kemaren tapi belom saya selesaiakan dengan
masih banyaknya hal yang perlu diselesaikan satu persatu, I hope you Like it.
Dan nantikan Review Captain America : Civil War selanjutnya Stay Tune ya, See
You-
Selasa, 26 April 2016
Bicara Tentang Penantian
Tempo lalu teman saya bercerita tentang seseorang, someone special for her. She tell about his bravery in our age said seriously about marriage, maybe is some stuff which make me wondering but till no i don’t have some bravery to talk someone about of this because don’t have or other, is one of problem wkkwkw, though i often writing about it its doesn’t mean i’m going to marriage in my age right now or sooner oh no i can’t imagine of this. Though my friend tell to me, he have been brave to propose her with her parent. After this my friend tell story why, how, what can make him to propose her. And its so sweet moment, make me wondering 5w+1h about of this. If we talk about of this, this it not far from mate. One of best make me comfort zone if my friend and other writer in tumblr talking of this. I just wondering of this but i know its so very dini to know, because my age and my priority in the now. Well my priority i have is how? doesn't Who. Who in this is who my mate or a half of my lifee *eeeaa* . I have been wondering because its one of the urgently topic whoever have to know sooner or latter.
Yesterday
i read about “Pernikahan TANPA Cinta” Tidak jauh dari hakekat pernikahan,
ideologi, dan berbagai hal latar belakang why she write about of this. And of
course its open some thing about dien To me. malah saya suka dengan tulisanya.
Menikah tidak melulu tentang cinta, ah its not about story of love in marriage.
Tidak melulu tentang perkenalan yang berbelit-belit, pendekatan yang lebih
5thaun. Its just simple talking about pernikahan tanpa pengenalan, tapi
pemilihan yang tepat. As long as i just think someday i want meet someone who
love me and i love him and build rumah tangga dengan ikatan yang bernama
pernikahan. Itu yang dinamakan jodoh dunia ketika kita telah bertemu dengan
tambatan hati, but till now when i love someone and he don’t love me back saya
harus giman? Enggak mau nikah gitu? Kan tidak juga, seseorang pernah berkata
bahwa sejatinya wanita diciptakan untuk dipilih tapi bukan berarti tidak dapat
memilih. Dengan hakekat simpel itu saya mulai berfikir ulang bahwa jodoh memang
tidak selalu tentang seseorang yang kita
cintaikan?. Jodoh selalu seseorang yang tidak jauh dari kita tentu, tidak jauh
amal perbuatanya, tidak jauh dari sifatnya, tidak jauh berbeda dengan
akhlaknya. Seperti diAl-quar’an kan Orang baik untuk orang baik, dan yang keji
untuk orang yang keji. Which is tinggal milih mau jodoh yang seperti apa
tergantung kitanya, jika ingin jodoh kelas yang kita inginkan, kita juga harus
memantaskan diri untuk memperbaiki diri sesuai dengan kelas yang diinginkan
bukan? Wait, tapi bukan semata-mata berubah jadi orang yang berkelas karena
jodoh juga sih, karena berubah adalah cara kita memantaskan diri hanya untuk
Allah SWT not for someone else. I ‘m so worried to myself #selfreminder sejak dini because of that haha
J.
Jika
saya dapat menarik beberapa hal dari tulisan tersebut adalah 1. . Cinta akan
tumbuh dengan seiringnya waktu berjalan 2. Hati dikontrol oleh otak kanan, yang berarti
dapat dikontrol dan dikendalikan 3. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino 4. Jodoh adalah cermin kita. Berbicara hati
yang dapat dikontrol saya setuju, selama ini saya serig mengendalikan perasaan
saya dengan berbagai dorongan intern dan ekstern, dan buktinya saya bisaa
mengendalikan sampai sejauh ini meskipun i need space and time to adaptation,
tapi sejauh ini i don’t worry because responsibily of heart i just worried
someone whom i love #alahapasih.well jika hati udah mau di kendalikan dengan
kita. Tentang cinta yang akan tumbuh seiringnya waktu, Pak Anis Baswedan di
acara Mata Najwa tempo lalu berkata “Jika anda mencintai seseorang jangan
biarkan cinta itu penuh diseluruh hati anda, tapi berikan ruang untuk cinta
itu tumbuh dengan seiringnya waktu” Well
jika kita berbicara tentang pernikahan tanpa cinta, tentu dengan seseorang yang
belom kita cinta, tapi hati kita dapat mengendalikan jadi biarkan saja perasaan
itu tumbuh nantinya dengan berjalanya waktu,dengan pepatah jawa “witing tresno
jalaran soko kulino”. Jika dengan berbagai dalih tentang perasaan, sampai
kapanpun saya berfikir dengan embel-embel cinta dan kemunafikan kita selalu
tidak akan puas dengan yang kita dapat. I mean semua orang memiliki expektasi
tersendiri dengan future yang
diharapkan, tapi jika kita tidak berfikir lilahitaa’ala dan pasrah dengan niat
suci dari pernikahan apa yang dapat diperbuat?. Pernikahan juga tidak melulu
soal perasaan kok bagi saya pribadi, toh buktinya banyak yang nikah dijodohin
tapi awet sampai sekarang dan bikin iri seperti
orang tua saya misalnya, tapi yang berembel-embel cinta, udah say
goodbye tengah jalan karena menikah sebagai cara membangun cinta.
Saya
pribadi yang notabene masih 19th pernikahan terlalu jauh jika harus
memikirkanya. Namun, ini adalah salah satu topik penting untuk maasa depan sih
kalo bagi saya. Jika ngomongin tentang pernikahan yang tanpa cinta, tanpa
mengerti betul perasaan kita, hanya keyakinan bahwa yes he is trust my half of
my life, *yang keyakinanya entah cari dimana, karena sampai sekarang saya belom
tertarik untuk mencari* Yang berlandaskan dengan hukum jadi kalo bukan untuk
menyalurkan rasa cinta kita kepada seseorang kenapa kita harus menikah,? *pemikiran saya yang masih awam*. Karena
menikah bukan hanya berlatar penyaluran perasaan, hasrat, ataupun hawa nafsu.
Lebih dari sekedar itu semua ketika kita memilih untuk menikah saya berfikir
bahwa saya ingin menyempurnakan agama saya seperti sunnah rasul, saya juga
tidak yakin suatu saat nanti saya dapat terbebas dari fitnah dengan menjadi
perawan tua, saya ngin menikah karena Allah SWT. Selain berdalih agama, saya
yakin diusia saya yang mungkin 30th akan adatang adalah usia dimana jati diri
telah saya dapat, tapi saya takut tanpa seseorang yang berada disamping saya
seumur hidup saya, saya dapat melalui semuanya dengan baik-baik saja. Saya
membutuhkan orang yang mengerti saya, mengayomi, penstabil jiwa dan menopang
saya nantinya. Lebih kepada bagiamana saya harus menjalani hidup saya dengan
mempercayai orang lain seratus persen yang dapat menjadi pengerti,pengayom,
penstabil, dan penopang jiwa saya tentu saja.
Siapapun
anda tuan, saya akan menanti anda sampai tangan anda berjabat tangan dengan ayah
saya, untuk ikrar janji suci.
-Yang
selalu ingin memperbaiki diri-
Sebatas Tanya
Tempo lalu aku melihatmu, dibalik jaket kebanggaan SMA yang selalu kamu banggakan didepan teman-temanmu. Aku hanya terdiam tak mengiyakan jantungku yang tak dapat aku kendalikan rasanya, seperti slow motion otakku mencerna semuanya, menunduk dan binggung. Disaat slow motion itu terjadi kamu berlalu dari hadapanku, tak kau hiraukan diriku yang mungkin masih menjadi patung ditempat dudukku. Raasaku masih sama bersama tawaan dan tanda tanya, tiga tahun itu berlalu dengan cepat bukan? 2 tahun 9 bulan lalu aku masih mengingat cerita itu bermula, Juni 2 tahun lalu detak jantung paling kencang aku dapati, kita sama-sama berjalan disatu tempat yang sama, mukena di fakultasmu menjadi saksi bisu air mataku pernah jatuh disitu. Aku masih hapal dengan detail hal yang kamu lakukan saat itu, setelah sholat kamu beranjak pulang namun kamu berhenti ditaman dekat parkiran, Aku telah berjalan memutar arah berharap aku tak berpapasan denganmu, namun motor kita parkir berdekatan bukan? kamu mengambil motormu, dan saat itu aku hanya berharap kamu tak mengenali suara detak jantungku yang berdetak kencang Ah lucu sekali rasanya.
Sebatas tanya, tak mengiyakan jawabannya.
-gip-
Kamis, 07 April 2016
Masih Indonesiakah Kita? #EdisiNetizenGatheringII
Pelajaran PKN atau P4 atau Kewarganaegaraan atau Pancasila merupakan pelajaran yang membosankan bagi sebagian besar orang-orang. Hal ini dikarenakan berbagai macam penyebab yang mengakibatkan pelajaran tersebut terasa membosankan. Mulai dari metode konevensional dalam penyampaian, teori yang terdengar hanya sebatas akademisi tanpa implementasi yang jelas, ideologi yang bermacam-macam, panjangnya narasi yang disampaiakan atau lain sebagainya. Namun, pada hakekatnya landasan Pancasila, UUD 45 , Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan aspek yang syarat makna untuk memaknai identitas kita sebagai bagian dari Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai kepulauan, bahasa, etnis, agama, suku dan lain sebagainya. Jika Perbedaan adalah masalah yang harus dihadapi oleh bangsa, lalu apakah persamaan yang dapat menyatukan dan membiaskan kesalahan?. Renungan tentang kewarga negaraan yang selama ini telah ditinggalkan, dan bukan sebagai hal yang penting dimasyarakat menjadikan konsep Kebangsaan, Kebhinekaan, Ideologi yang terkandung dari Pancasila, hal yang tidak perlu dimaknai atau dipelajari. MPR RI salah satu lembaga yang memiliki bertanggung jawab terhadap berperan strategis dalam membangun karakter bangsa melalui Empat Pilar yang kita miliki. Sosialisasi dengan berbagai cara pernah dilakukan, mulai dari konvensional hingga kekinian. Salah satu cara yang sekarang ini dilakukan dengan menyebar luaskan nilai kebangsaan untuk mencerdaskan dan mensejahterakan anak bangsa adalah dengan Netizen Gathering. Netizen Gathering merupakan implementasi dari visi MPR RI menjadi rumah kebangsaan, pengawal ideologi pancasila, untuk Kedaulatan rakyat. Sosialisasi secara strategis dengan mengajak pengguna internet terkhusus blogger untuk memaknai, memahami, menerapkan Empat Pilar di kehidupan sehari-hari. Diera digital sekarang ini sosialisasi yang dapat berkembang pesat adalah melalui media online, hal inilah yang dilakukan MPR RI untuk mensosialisasikan Empat Pilar dan Ini Baru Indonesianya, acara ini merupakan acara yang telah dilakukan beberapa kali di beberapa kota besar mulai dari Jakarta, Solo dan Jogjakarta. Acara dihadiri oleh netizen dari beberapa kota bukan hanya dari Jogjakarta. Sosialisasi ini bersifat strategis dengan mengikikuti perkembangan jaman tutur Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menyampaikan sambutanya dihadapan peserta Netizen Jogja di EastParc Hotel Yogyakarta.
Sambutan dari Bapak
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menuturkan bahwa perbedaan bukan suatu masalah, karena
kita memiliki satu kesatuan mimpi yang sama Berdaulatnya NKRI. Perbedaan
menjadikan sebuah keindahan peran
Kebhinka Tunggal ikaan yang dapat di implementasi. Secara umum penyampaian dari
bapak MPR RI Zulkifli Hasan tentang GBHN di Indonesia dengan arah akademisi dan
praktisi yang beliau sampaiakan. Acara diskusi kedua dengan Bapak Ma’aruf
Cahyono selaku Sekertaris Jendral MPR RI menegaskan peran EmpatPilar dalam
kehidupan sehari-hari. Beliau mengajak netizen berdiskusi tentang karakter
bangsa yang dapat dibentuk melalui peran Empat Pilar itu sendiri. Sedangkan
acara yang terakhir tentang Radikalisme dibawakan oleh Bapak Sumandjaja.
Dari kita sendiri untuk diri kita. Jika
saya menyimpulkan sosialisasi yang bersifat strategis dari MPR RI menjadikan
saya pribadi sadar ada banyak implementasi yang dapat kita lakukan sehari-hari
dengan landasan Empat Pilar itu sendiri. Contoh
Implementasinya adalah Berhenti saling menyakiti mulailah saling
menghargai implemetasi dari Sila Ke 1 Pancasila
-
Karena
mulai kini nilai-nilai itu
Kita lahirkan kembali
Kita Bunyikan dan Kita Bumikan
Menjadi jiwa dan raga setiap
manusia Indonesia
Salah satu bait yang disampaikan Bapak
Ma’ruf Cahyono, tentang implementasi yang dapat kita lakukan bukan sebagai
doktrinasi teori.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Pernah dengar tentang “red string theory” ? keyakinan bahwa orang lama yang dipertemukan kembali adalah bagian dari takdir masa depan. Tah...
-
Dulu salah satu targetku sebelum 30th adalah punya rumah sendiri. Apakah ini berlaku untuk saat ini? entah kenapa impian dan target s...
-
Kalo ditanya kamu milih September 2024 atau 2025 tentu aku tanpa pikir panjang akan memilih September 2024 tanpa tapi! Tapi entah gim...
-
Siapa yang tak mengenal kota ini? Kota dengan seribu hal yang akan selalu istimewa tanpa harus disebutnya satu persatu. Kota romantis d...
-
Helllo semesta, selamat malam buat kamu, yang mungkin tidak sengaja membaca cerita ini. Akhirnya saya ingin kembali menulis. Proje...
-
Kalo di pikir-pikir, hidup banyak gak sesuai rencananya dibanding sesuai, banyak nylenehnya dibanding teratur nya, banyak absurdnya dibandi...
-
Mau bersyukur sudah melewati Quarter 1 dengan berbahagia dan merayakan sepenuhnya meskipun banyak menghadehnya, dan ini beberapa hal yang ak...
-
Tentang jeda, sekiranya hari ini aku memberikan jeda dalam beberapa waktu belakangan. Sebuah cara menstimulasi diri kadang santai dengan...





