Senin, 24 April 2017

Mengapa (belom) ingin Menikah?



Jika  seringnya saya menyebut diri sedang mengalami Quarter Life Crisis, tapi saya merasa sedang mengalami fase diluar  Quarter Life Crisis tentang Cinta, Teman Hidup, ataupun hal-hal berkaitan dengan Jodoh menikah dll segala tetek bengek yang melingkupinya. Mungkin kedengaran aneh, disaat usia saya yang mengarah lebih dewasa pemikiran menjadi seorang isteri ataupun hal-hal itu tak pernah lagi terpikir diotak saya, bukan hanya itu membicarakan tentang pernikahan sekarang ini bagi saya adalah hal yang juga sama-sama tabu dan benar-benar tak ingin saya pikirkan saat ini. Mungkin fase ini diluar life crisis yang saya menyebutnya Fase mati perasaan, ya fase mati perasaan saat perasaan tak pmerespon sedikitpun tentang berbagai hal yang berkaitan dengan virus merah jambu. Bagi saya pribadi ini adalah tahun tanpa galau berkelebatan di otak saya berbulan-bulan selama beberapa tahun terakhir. Tapi disatu sisi saya merasa takut, takut saya benar-benar tidak tertarik menikah dan menjadi perawan tua sepanjang umur saya (amit-amit ya Allah). Saya single dan belom minat menikah, iya karena saya tahu:
1.  Bayangan pernikahan saat ini dan (belom) lurusnya niat sebuah pernikahan
Bagi saya bayangan saya tentang menikah sekarang ini masih semu dan terlalu abstrak. Bagi saya menikah gak segampang saya mendaftar jurusan kedokteran sebanyak 14 kali meskipun gak ada yang lolos, menikah gak segampang saya bisa tidur pules malam ini. Lol. Dan berbagai bayangan menakutkan saat kita akan menikah, lebih sering muncul dipikiran saya saat ini.  Yang tambah bikin saya kadang mikir adalah kata-kata yang sering bertebaran di lini masa sosmed saya “Memperbaiki diri untuk calon imamku kelak” (atau kalimat senada). Ini salah satu niat yang disalurkan lewat kata yang belom lurus bagi saya. Pun dengan niat saya pribadi, bisa jadi selama saya memperbaiki diri atau sedang memantaskan diri jatuhnya itu diniatkan untuk imam saya kelak bukan untuk Tuhan saya, meskipun tak salah sih ketika kita memantaskan diri maka kita juga mendapat imam yang sesuai dengan kita seperti di ayat Al-qur’an. Tapi menjadi hal paling konyol yang bikin saya mikir itu salah satu indikasi belom lurusnya niat buat nikah karena sebaik-baiknya niat ditujukan hanya karena Allah bukan untuk ciptaannya.
2.Bayangan : Mengarungi kehidupan berdua akan lebih menarik dibanding tanpa pasangan
Siapa yang bilang? Bagi saya sampai sekarang yang masih menganut paham single happy, ini salah satu hal terlampau jija* karena bagi saya dan analisis saya dari orang disekitar saya, menikah itu bukan hanya menyatukan kita dengan si pasangan, namun juga dengan keluarganya, dan semakin banyak orang yang berada di lingkup pernikahan semakin banyak probelitas sebuah masalah yang akan muncul.
3.  Saya belom memiliki, Komitmen pernikahan, komitmen tertinggi dari sebuah kehidupan
Bagi saya komitmen pernikahan gak segampang nulis komitmen seratus persen di lembar protofolio pendaftaran pekerjaan, atau melamar beasiswa, atau ndaftar organisasi. Komitmen pernikahan adalah komitmen yang dipertanggung jawabkan langsung dengan janji didepan penghulu dan langsung janji sama Tuhan. komitmen ini yang nantinya gak cuman untuk sekarang didunia. Kalo ditanya tentang (berkurangnya) komitmen dengan :  besok kan bisa cerai dis kalo gak cocok?  Well gue paling benci hal senada ini, emangnya janji  sama Tuhan lo bisa seenak jidatnya dikotori dengan Cerai, well kalo cowok sih banyak yang ngak masalahin ya tapi kalo cewek, dengan streotip “Janda” yakin gak dapet tatapan miring di masyakarat sekarang ini?. Dan saya masih bego yang masalah beginian, masih sering gak seratus persen dengan orang untuk mengikat komitmen lebih jauh dengan saya, dan masih sering mikir “jalani aja dulu” itu ngak berlaku dipernikahan . Itu mengapa saya masih cenderung no coment tentang pernikahan karena komitmen saya terhadap pernikahan saja nol persen.
4.  Saya sadar belom bisa menjadi ibu yang baik
Klise! Alasan lain saya menolak menikah muda atau saat ini adalah saya tau banget, I’m not really good mother if I marriage right now karena saya belom becus menurunkan ego saya  dan saya juga belom memiliki pengetahuan tentang pernikahan, belom ngerti caranya jadi istri yang baik, dan belom punya basic agama yang baik dalam segala sesuat. Bisa sih belajar, tapi saya tidak ingin tergesa-gesa belajar hal  seperti ini, terlebih hanya karena saya ingin menyegerakan tapi jatuhnya  tergesa-gesa seperti diburu-buru deadline
5.  Masih ingin sendiri
Klise kedua! Saya seorang introvert, tapi saya juga bisa jadi extrovert, namun untuk sekamar  dengan orang asing yang biasa disebut suami, Oh dear! itu hal yang bikin saya begidik ngeri sendiri sebelom membayangkan sekarang ini. Saya masih mencintai aktivitas kesendirian saya, bisa memiliki banyak quality time bersama keluarga, bisa kesana kesini sendirian, bebas ngelakuin apapun keinginan saya, bisa jalan kemanapun, Bisa ketawa ketiwi dengan sahabat-sahabat saya, bisa menikmati setiap sudut tempat atau hal baru setiap saat, dan tentunya masih bisa ngraih impian terbaik saya.
6.  Masih memiliki banyak keinginan
Well, ini juga klise sih, tapi saya gak ngak bisa menyalahkan hal ini, I have a lot of plans. Beberapa hal yang ingin saya capai sekarang adalah S2 dan menduduki jabatan bonafit di salah satu perusahaan multinasional *Oke ini mimpi saya*. Saya juga masih memiliki segudang harapan ingin melangkahkan kaki saya kemanapun keinginan saya, menyusuri belahan benua di dunia. Saya masih punya ambisi melanjutkan usaha kedua orang tua saya, dan masih memiliki ambisi memiliki sebuah usaha yang bisa survive, dan di bilang sebagai salah satu “Industri Kreatif”.  Masih punya tanggung jawab besar sebagai anak pertama serta untuk bermanfaat bagi orang disekitar saya, Dan ofcourse masih ingin lebih banyak berbakti terhadap keluarga terutama ayah dan ibu saya.
7.    Berekspektasi terlalu tinggi.
Bayangan berkedok bahagia abis nikah, Pernah membayangkan happily after ever abis nikah? Saya pikir banyaak dari teman saya yang seirng menyebutkannya dengan memiliki ambisi dan ekspektasi terlalu tinggi “Happily ever after” dari sebuah pernikahan. Pernikahan menjadi gerbang kebahagiaan selamanya, namun disatu sisi saat saya membayangkan ini sama sekali jauh tentang happily ever after.  Terutama dalam hal emosional dan finansial yang bagi saya belom sama sekali cukup untuk saya jika memikirkan menikah sekarang ini.  Dan ekspektasi saya terlalu jauh kebawah tentang pernikahan, yang membuat saya merasa saya belom yakin terhadap pernikahan pada saat ini.
8.   Tentang pernikahan dan called of Muslimah yang dirinduhkan surga
Pemikiran ataupun anjuran menikah hanya karena “Wanita yang dirinduhkan surga adalah wanita yang tunduk dengan suami” atau kata-kata senada yang memojokon wanita, bahwa wanita harus tunduk dengan suami jika ia ingin masuk surga. Bukannya saya menentang menjadi wanita soleh yang taat dengan suami, tapi bagi saya pribadi, seorang wanita sudah agung dari sejak ia dilahirkan, tanpa ataupun dengan suami pasti dia akan mendapat surga dengan ketaqwaannya, tanpa harus diiming-imingin dengan tunduk ataupun taat dengan suami. Dan jalan menuju surga gak semuanya harus melalui sebuah pernikahan bagi saya. tapi saya tidak meragukan bahwasanya kedudukan seorang istri sholeh di berbagai hadist dan ayat al-qur'an adalah sebuah keagungan dan perhiasan terbaik di dunia, tapi kembali lagi seperti yang saya bilang, tidak semua jalan masuk surga harus melalui tahap jadi istri kan?
9.  Ikut-ikutan
Takutnya, dengan niat saya yang emang belom lurus-lurus bangett, saya juga takut menikah hanya sebagai ajang ikut-ikutan, temennya yang lain udah pada nikah! Terus saya ikutan nikah, yang lebih ngak enaakin perasaan dan jiwa adalah saat pertanyaan “Kapan nikah?” bersaut-sautan di sekliling saya, dan membuat saya pengen cepet-cepet nikah hanya karena itu *nauzubillah dah masalah beginian*
10.      Belom mengetahui pentingnya pernikahan
Last but not leats, Sampai saat ini saya belom tahu mengapa seorang harus menikah? So far saya tidak menemukan why I should to be marriage. Kalo kata teman saya, because saya belom banyak ngebutuhin orang lain (read pasangan), dan untuk mencapai I know the urgent things about marriage, is when I believe saya tidak bisa hidup sendiri sampai kapanpun, semandirinya saya sekarang jadi saya butuh orang disamping saya dalam kehidupan saya. Hal lain yang membuat saya merasa saya tidak ingin  menikah sekarang adalah saya masih sering merasa saya bisa apa-apa sendiri. Meskipun belom 100% karena masih ada campur tangan kedua orang tua ataupun orang disekitar kadang.  Tapi btw beberapa waktu lalu saya mendapat sebuah meme yang membuat saya kesal, tentang seorang wanita yang mandiri dan tidak membutuhkan seorang disampingnya dalam kasus ini seorang pasangan. Ini meme-nya

Dan entah kenapaa saya gregetaaan!!! Hahaha, seperti yang saya bilang so far saya belom membutuhkan orang lain (read pasangan) sekarang tapi bukan berarti saya tidak ingin menikah atau tidak butuh pasangan suatu saat nanti, saya percaya suatu saat pemikiran-pemikiran ini akan dapat berubah dan yang merubahnya bukan saya yang harus menurunkan kemandirian saya, karena akan down grade dong jadinya, if I have to down my own perspective about independent person, tapi harusnya si pria yang harus me-upgrade diri mereka untuk bisa membuktikan kepada si wanita, bahwa dia bisa mengayomi dan melindungi tanpa si wanita harus menurunkan level mandirinya.
Mungkin ini curhatan ngaco saya hari ini. Percaya pada saya ini adalah curhatan 25 April 2017, bukan berarti satu atau dua tahun yang akan datang saya masih tidak ingin menikah, malah bisa jadi saya udah dilamar, ada rencana menikah, ataupun lainnya dan semua ini bisa berubah karena saya percaya Allah adalah sebaik-baiknya pembolak-balikan hati kapanpun itu.


Yang selalu Memperbaiki diri



Gadis Intan P

Sabtu, 25 Maret 2017

Rekomendasi Film Traveller di akhir pekan : Trinity, The Nekad Traveleller

             

           I came Backk akhirnya setelah beberapa minggu ketelan berbagai aktivitas yang padat merayap minggu ini saya menyelokan diri saya buat nulis, meskipun ini sebenarnya udah ngaak begitu fressh-fresh banget sih, but Hopefully i could get inspired from my blog. Tanggal 16 Maret kemaren akhirnya saya bisa nonton film yang udah saya nantikan di awal tahun 2017, dan menjadi salah satu daftar film yang harus saya tonton di tahun ini, wkwkk #maafkanalay. Akhirnya kamis kemaren setelah pulang kantor jam 17.30an saya cuss ke bioskop Jl Solo Jogja.  
         Trinity, The nekad Traveller adalah salah satu film indonesia yang bikin saya ngak ngantuk sama sekali saat nonton. Kereeen bagi saya orang yang suka jalan-jalan haha!. Mungkin bagian yang gak begitu keren adalah banyak cerita yang nangung dan terkesan gak dituntasin, antara  bikin penasaran dan malah aneh ditengah jalan. But, I really, Loved this film. Bukan hanya itu sih, di film ini juga banyak ngasih gambaran real kehidupan di Usia Quarter Life Crisis yang saya pelajari, Sebelom memasuki hal-hal Life Crisis yang saya pelajari disini saya mau bahas tentang film-nya dulu deh.
-Spoiler Alert 
Film ini bercerita tentang seorang yang bernama Trinity, salah seorang pegawai kantor berumur 20tahunan yang hobinya Jalan-jalan. Jatah cuti ataupun tanggal merah adalah hal terindah yang ia miliki untuk menuruti hobinya ini. Segala cara dan upaya harus ia lakukan untuk menuruti hobinya ini, tak terkecuali merengek-rengek dengan si Bos Galaknya. Trinity sendiri dimainkan oleh Maudy Ayunda, siapa sih yang nggak kenal sama artis yang satu ini? Bukan hanya cantik tapi jugaa pinteeer banget. Dan nilai 90 buat meranin Trinty disini. Kesan dramatis, romantis, komedi, realitis, piknik gratis dan unik campur aduk di film ini, bagi saya ini adalah film yang tidak banyak menawarkan kata romantis tapi membuat semua orang optimis mhahahah. Meskipun bukan film yang diisi dengan berbagai quote-quote sih, tapi buatpercaya deh ini film kereeen bangeet! Bikin mupeng jadi Trinity asli.
-Film piknik! 
Dari judulnya pun udah jelas, film ini akan banyak mengupas tentang jalan-jalan di banding romantisme anak muda. #HARPIKNAS salah satu hastag istagram yang di pakai di film ini, Hari Piknik Nasional, karena saat menonton film kita seperti diajakk piknik bukan lagi nonton film. Dari sini saya merasakan sekali bisa melihat keindahan Lampung, Way Kambas, Filipina dan tentunya Maldives. Dengan sinematografi yang bagus menurut saya, keindahan alam di Indonesia terutama dapat terlihat nyata, dan sungguh sangat menarik! Bikin geregetan kapan gue bisa kayak Trinity. Wkwkwk.
-Penokohan
Saya sukaaa banget dengan Maudy Ayunda disini, Maudy disini sangat memukau dalam penokohan menjadi Trinity, apalagi dengan citra Trinity yang keras kepala, dan memili banyak ambisi rasa-rasanya tepat banget si produser milih Maudy! Hamis Daud, Biasa aja sih buat saya, chemistery yang dibangun antara Trinity dan Pull  menurut saya juga just-so-so. Sedangkan buat Ayu Dewi dengan tingkahnya jadi atasan mungkin yang sering bikin saya ngakak disini. 
-Jalan Cerita
Aku suka nonton film apa aja sih,  meskipun banyak banget reviewer difilm trinity yang bilang bahwa film ini nanggung, but for me, this film is good so far. Meskipun ceritanya tidak diselsein secara tuntas. Tapi aku suka! #Subjectiveopinion buat kamu yang suka jalan sih, is woth it film to watching but buat kamu yang tidak menyukai film yang gak ada klimaksnya,  mungkin harus[[punya banyak antisipasi sebelum nonton. Karena totally film ini tidak menyediakan adegan romantis secara chemistery yang bikin kamu sesengukan nan dramatis apalagi suka sama penokohan pasangan yang dihadirkan. 
- Trinity dan Life Crisis                                 
Banyak hal yang saya bisa petik dari film ini, tentang impian yang akan menjadi sebuah kenyataan dengan kehendak semesta saat kita memiliki tekad untuk mewujudkannya, pilihan kehidupan saat quarter life, ataupun yang laiinya. Uniknya penyajian dari film ini memberikan sentuhan anak muda yang cukup antusias menikmati kehidupannya dengan melewati jalan yang “Berbeda”. Saat di usia mneginjak Quareter Life Crisis dengan berbagai pertanyaan “Kapan Kawin?” Si Trinity mampu memilih jalan yang berbeda untuk menikmati kehidupannya. Dia mampu memilih untuk Travelling dimanaun kakinya ingin melangkah bukan hanya dengan menuruti kehedak orang disekitarnya. Bukan hanya itu saya belajar tentang “Passion” dipilih bukan hanya karena realitas kehidupan. Misalnya saat trinity lebih memilih Cuti ataupun sampe keluar dari pekerjaanya untuk mewujudkan impiannya, bagi sebagian orang mengejar karir yang cemerlang adalah impian dan tujuan kehidupan "tanpa' ataupun 'dengan' kebahagian yang ia miliki. Pun sama dengan saya saat harus memilih menjadi seorang karyawan dibanding saya menekuni hobi jalan-jalan saya. Saat saya lebih memilih bisa makan tanpa minta orang tua dibanding harus menjadi seorang traveller yang selalu menikmati kehidupannya sendiri. Bukannya apa-apa sampai sekarangpun saya masih menjadi orang yang realistis bukan memilih passion yang ingin saya jalani saat menikmati kehidupan. Berkaca pada Trinity , tidak selamanya memiliki uang sendiri tanpa kesusahan dengan bekerja itu sebagai sebuah kesenangan saat kita menjalani kehidupan yang nyatanya juga butuh embel-embel “Love What You do’ yang sekarang ini lebih mengeruct ke passion saat generasi mileneals menyebutnya. Bukan berarti Trinity salah. Tapi saya (Tidak) ingin memiliki keberanian memilih seperti Trinity saat semua orang sedang berlomba-lomba dengan garis finish yang sama dia memilih untuk mengikuti jalan yang berbeda di kehidupannya. Its like strom in my mind, slowly but hard to know really.

Sabtu, 11 Februari 2017

Edisi Perdana #31HariMenulis : Turning On 20y.o



 Memulai lembar baru tak harus diawali di awal bulan ataupun di awal tahun kan. Ini salah satu lembar baru setelah banyak mencari, meskipun sampai sekarang masih harus menentukan arah, tapi tidak ada salahnya mulai mengawali hal baru meskipun bukan di bulan baru.#31Harimenulis ini adalah edisi perdana dan baru di blog yang sebenarnya tidaklah berpengaruh sekali di mesin pencarian, tapi sangat berpengaruh dalam hidup saya. mhahahah. well mulai tanggal 11 Februari ini saya ingin posting sekali setiap har, bukan-bukan untuk sekedar iseng ataupun peningkat ranting Google lebih ke memulai dari #31harilebihbermanfaat #31harimempertajamvisi #31harimerangkaiarahbaru.     
                 20tahun!! Usia peralihan ke dewasa yang sudah tidak bisa di bilang Abg. Menginjak usia 20tahun 6Bulan sekarang ini, ambisi ataupun nyali seperti dipertanggung jawabkan dengan waktu. Waktu juga lah yang mengiring saya hingga akhirnya menjadi saya yang sekarang ini. Jika saya sedikit belajar dari bos saya di tempat bekerja saya sekarang, beliau selalu bilang selain mentarget juga harus membuat indikator, di random thought saya kali ini, saya ingin menulis sedikit titik indikator dengan waktu yang sudah Tuhan saya titipkan ke saya di 20tahun ini. Indikator selama 20tahun ini lebih mengarah apa yang telah saya hasilkan?.  Tentunya indikator saya di sini lebih menagarah ke duniawi yang terlihat secara objectivie. Bagi sebagian orang 20 tahun pasti sudah banyak sekali pencapaian yang di hasilkan, mulai dari pencapaian skala nasional ataupun internasional, bukan hanya pencapaian tetapi juga sebuah prestisius dalam hal-hal tertentu, seperti tingkat transkrip nilai ataupun nilai saldo yang ada di ATM ataupun hal-hal lainnya. Atau ada juga yang masih stagnan dengan berbagai dalil kehidupannya, alias ngak move on-move on levelnya. Bagi saya 20years adalah fase awal untuk start dalam good choice tapi tida dapat dipungkiri, bad result yang sering akan kita dapatkan. Pun indikator ini lebih mengarah ke apa yang telah telah saya berikan untuk saya pribadi ataupun orang. Indikator dan katalisator ini juga mengarah bukan hanya dari target yang yang impikan tapi juga mengarah ke orang lainnya seusia saya.   
          Saya mau cerita sedikit, selama saya SD-SMP saya sama sekali tidak memiliki indikator  dan katalisator ataupun seseorang yang dapat memberikan saya insight, inspirasi ataupun memberikan saya pacuan dalam kehidupan saya, saya sadar sekali, karena lingkungan saya memang tidak menawarkan orang yang dapat saya jadikan pacuan, dan saya memang masih pasif dalam hal self management. Berbeda dengan saat saya SMA, saya dapat kenal dari beberapa lingkungan luar sekolah karena di SMA saya juga sama dengan lingkungan SD-SMP yang tidak memberikan insight banyak untuk lebih berkembang. Tapi saat SMA, saya lebih sering mencari indikator-indikator-Katalisator darimanapun itu, terlebih orang-orang diluar zona kenalan saya, mulai dari temen sesama bimbel, sekolah lain, ataupun saya sering saya orang-orang kenalan yang saya dapatkan dari internet. Puncaknya di Kuliah, dari segi mental pencarian jati diri saya aktive berkembang, saya sudah mendrive diri saya, dan Lingkungan yang totaly berbeda dari SD-SMA. Dari SD-SMA saya dari desaa banget, dan saat kuliah saya di Jogja notabene udah Perkotaan dan berada dilingkungan dari universitas paling Top di Indonesia *maaf bangga dikit* itu mengapa pandangan saya terhadap “Indikator” saya ini berubah drastisss sekalii!!.   Indikator dan katalisator saya dari orang-orang yang saya sekarang mungkin bukan titik klimaks tentang inspirasi ataupun insight yang saya ingin selalu gali, tapi setidaknya  ini gambaran orang-orang yang akhir-akhir ini bikin saya gregetan selama saya 20tahun apa aja yang sudah saya perbuat kok jika dibandingin kurvanya beda banget T.T Oke lets seee, tapi saya belum bisa mention namanya karena saya belum meminta izin, mungkin lain kali saya edit ulang jika sudah di acc saya postingan ini.
  1. Dokter PTT dari Unsoed
  1. Banking di CIMB, Founder Dreamdellion
  1. Mahasiswa Fisipol Jurusan PSDK
  1. Mapres Tekhnik 2012
  1. Presma Tekhnik 2015
  1. Presma UGM 2013
  1. Mahasiswa di Bem KM UGM
  1. Presma UGM 2016
  1. Presma UGM 2014
  1. Mahasiswa FK 
  1. Mhasiswa UGM lupa jurusannya
  1. Mahaswa PHD UK
  1. Beberapa penghuni setia tumblr
  1. Orang-orang FIM
  1. Semua orang di sekitar saya selama 4 tahun kebelakang
  1. PPSDMS RK
     Oke mungkin itu baru sedikit ataupun secuil orang yang menjadi indikator dan katalisator  saya selama ini, tapi dari mereka saya mulai menyukai apa yang namanya “Self Management”. Bagi saya orang-orang diatas adalah orang-orang hebat yang tak pernah meninggalkan apa itu “Self Management” malah bagi saya orang hebat seperti mereka adalah orang yang sangat sukses tentang value self management dengan EQ yang mereka miliki, bukan hanya dari segi pencapaian dengan IQ. Pencapaian diri! 20tahun ini juga saya mulai berpikir, saya termasuk orang-orang  “merugi” karena sejatinya saya juga sedang merugi dengan waktu yang saya gunakan,  saya yang sering mengabaikan waktu yang sejatinya harus saya usahakan namun yang saya dapatkan hanya kekosongan belaka.      
        Jadi memasuki usia-usia kritis semua hal sekarang ini, tentunya saya butuh katalisator dan indikator untuk membuat saya lebih terpacu menentukan arah kehidupan.  Nah darisanalah saya ingin menuliskan orang-orang hebat yang sering menginspirasai saya saat saya merasa lelah akan kehidupan dunia heheh. Well orang pertama yang ingin saya bagikan cerita adalah salah satu orang yang pernah menduduki deretan pemimpin di Fak Tehnik UGM. Dan ini bukan Firts indikator ataupun katalisator saya sebetulnya tapi, saya lagi mood nyeritain dia di hari ini, karena abis kepo yang terlalu terinspirasi. Panggil aja A, salah satu orang yang bisa menginspirasi saya karena kuatnya karakter yang beliau miliki. Mungkin sama dengan yang lainnya, saya menyukainya karena prestisiusnya ataupun betapa bersinarnya dia saat kata masih muda itu masih di sandang. Yang saya taksir dari dia mungkin bukan cuman tentang kehidupannya saat ini, tapi pendidikannya dari saat dia Lahir. Menariknya, saya menyukai cara orang tuanya dalam mendidik hingga menjadi dia yang sekarang.
            Like Father like Son, sering dengar quote itu? Mungkin sekrang ini, Ayahnya sedang merasa bangga dengan sesosok anaknya yang satu ini  karena 11 duabelas dengan dia sekarang. Dia mungkin seorang kakak dan adik yang bisa jadi panutan untuk keluarganya ataupun untuk orang lain. Kalo saya lihat-lihat dari kacamata kuda saya dia bisa seperti sekrang karena orang tuanya sukses mendidik dia. Hemmm berbicara cara mendidik orang tuanya, hal pertama yang soroti adalah dari karakter keluarga dia yang mirip-mirip, bersahaja, santun, kualitas keimanan secara kasat mata subhanallah dan masih ada banyak hal lain yang so amazed dari dia. Sedikit yang baru saya pelajari dari kehidupannya dari keluarganya, ketika kita ingin memiliki anak dengan Karakter A, ya kita harus sudah memiliki karakter ataupun sikap A secara maksimal, jadi anak punya contoh kongkret suri tauladan mana yang harus bisa iya jadikan panutan.    
 
            Selalu mementingkan Orang lain. Selain dari keluarga, bagi saya dia memiliki jiwa kepemimpinan dan kepahlawanan yang luar biasa, mungkin di lingkungan kampus saya dulu orang-orang seperti tidaklah sulit untuk ditemukan. Saya belajar dari dia, mengiklaskan peran itu susah susah gampang, ketika kita terjun untuk mementingkan orang lain saat itu kita seperti belajar untuk merelakan diri untuk menomor sekiankan kehidupan kita. Mungkin sedikit yang saya pelajari adalah Mengiklaskan peran itu bisa dilakukan siapa aja, terlepas status kita sekarang mau dari seorang siswa, mahasiswa, kuli ataupun apapun. Yang harusnya kita lakukan adalah bagaimana cara kita berperan dengan kemampuan yang kita miliki, karena sebenarnya bermanfaat itu tidaklah harus membagikan uang, Belajar mengiklaskan peran dan bermanfaat bagi orang lain dengan impact yang luar biasa mungkin bagi sekarang saya akan kesusahan sendiri bukannya saya mau menyerah sebelum berperang tapi itu nyatanya. hahahha. Wait, tapi saya masih bisa berperan untuk orang sekitar dan lingkungan saya kan? mungkin cerita tentang ini akan saya tulis lain waktu.       
               Tulisan itu juga sering menginspirasi tapi juga bisa memicu rasa di hati. Oke beranjak dari Why I should to be inspired by him because his writtten, about his life, and the other. Seringnya saya terinspirasi dari setiap celah kata yang selalu ditulis dengan epicnya seorang tokoh, dan itu berlaku dengan dia, dia mengajarkan saya, bahwa tulisan itu darimanapun itu meskipun hanya secuil caption dari Instagram bisa memicu hal lain dari orang lain entah bisa membuat orang lain menjadi bahagia, semangat, ataupun malah dilema, Secarik Caption!. Dia sering menginspirasi saya tapi tulisannya juga ada yang berbau memicu rasa #mahahha iya, hakikatnya semua orang bisa melakukan itu tapi sedikit yang saya kurang sukai, dia sering bikin baper semua ukhti diUGM! Catet! dia tampan, sholeh, karakter keren, calon orang mapan, sering jadi panutan,  pintar nan rupawan, hayoo ukhti mana yang ngak baper kalo liat captionnya yang berbau sendu, romantis, tapi saklek seperti akhi idaman?, mungkin ini termasuk saya. #maaaf. makanya kadang saya meghindari stalking yang udah semangat-semangat karena yang lainnya, ini jadi melow trus kebawa perasaaanya kemana-mana. hemmmm.    

Mungkin ini sedikit tulisan untuk mengawali #31harimenulis. Selamat bermalam Minggu Happy Satnight. Meskipun rancu, semoga sedikit tulisan saya lebih memicu kita untuk selalu bermanfaat meskipun hanya secarik tulisan lugu nan wagu ini.


                                                                     Yang selalu ingin menginspirasi

                                                                                                                                         Gip

Senin, 30 Januari 2017

Produktivenya si Creative digital dengan Notebook Mutakhir Asus



            Dunia blogger sudah saya geluti dari tahun 2012, hal ini saya lakukan karena dari kecil saya mencintai tulis menulis. Tahun puncaknya di 2015 lalu, saya menghadiri salah satu undangan dari intansi pemerintahan karena blog saya ini, dari sanalah saya mengenal tentang dunia blog sesungguhnya. Dengan sedikitnya pengalaman dan pengetahuan saya tentang dunia perblogan, membuat saya lebih tertantang untuk belajar tentang dunia blogging sekarang ini. Salah satunya dengan membuat sebuah kontent yang menarik bukan hanya karena tulisan namun juga karena content visual yang disajikan. Hal ini senada dengan pekerjaan yang sekarang ini sedang saya geluti.  Design adalah salah satu hal yang selalu ada di sekeliling saya. Berhadapan dengan Adobe Ilustratrator, Photoshop, dan Corel Draw menjadi teman terbaik saya setiap harinya.
            Berbicara membuat content yang menarik, dengan tuntutan jaman dan keinginan client bagi saya susah-susah gampang. Hal ini dikarenakan saya memang bukan terlahir dengan bakat seni yang tinggi, namun hal tersebut juga bukan menjadi salah satu penghalang saya dalam membuat content yang menarik sesuai dengan keinginan client, ataupun content yang menarik yang sering saya bagikan di blog saya ini. Hal yang membuat saya kesusahan selanjutnya dalam membuat content yang menarik adalah, kemampuan laptop yang sekarang ini saya gunakan. Selama saya bekerja hal yang membuat saya jengkel adalah kelemotan laptop saya sekarang, padahal deadline selalu menghampiri saya setiap waktu. Bukan hanya sering lemot atau not responding laptop saya juga memiliki visual yang kurang intensif dalam menangkap warna, mengakibtkan banyaknya kesalahan warna dalam hal design grafis.
            Menganti Laptop baru, menjadi salah satu resolusi saya di tahun 2017 ini, beberapa hari yang lalu saat saya iseng mencari tahu tentang notebook saya menemukan sebuah artikel menarik disini, artikel ini tentang ASUS Pro P2430 Dari satu artikel ini membuat saya sangat antusias mengumpulkan gaji saya untuk mencoret salah satu resolusi saya tahun ini menganti laptop baru. Hal ini dikarenakan Asus Pro P2430 memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan saya untuk menghasilkan content yang creative. Ada berbagai alasan mengapa saya jatuh hati dengan asus Pro yang dapat memudahkan saya dalam pembuatan content creative

  1. Gesit dalam pembuatan Content dengan Fitur One Piece Keybord Chiclet Asus Pro
         Di pekerjaan saya sekarang, menulis dan mendesign adalah hal utama yang harus saya lakukan, itu mengapa kecepatan pengetikan dengan 10 jari mutlak harus saya gunakan, fitur one piece keybord chiclet di notebook asus pro bagi saya sangat menarik karena Asus menawarkan kenyamanan dalam pengetikan agar menghindari  typo dengan menggunakan Chicklet Keyboard dimana jarak antar tombol lebih lebar so say goodbye untuk typo. Fitur chicklet ini juga memudahkan kita dalam pembersihan kotoran yang sering menempel disekital tombol keybord.

2.      Membuat kontent dengan visualisasi yang tajam



Content Creative tidak dapat dipisahkan dari visualisasi, pembuatan gambar yang tajam, dengan grafis yang mumpuni salah satu hal yang penting diperhatikan dalam pembuatan content. Hal inilah yang bikin saya tambah kepincut dengan notebook asus pro karena notebook ini mendukung Produktivitas yang tinggi dengan Intel Generasi ke-6 icore 6-i7. Kelebihan Intel Core i7 Processor sendiri adalah Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tanpa VGA di dalam prosesor ini, namun 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor. Hal ini akan membuat perfoma notebook kita dapat bersaing dengan destop. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus. Jadi, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), akan sangat didukung oleh Core i7. Bukan hanya dari segi prosesor yang mutakhir, Asus Pro P2430 juga mendukung grafis yang mumpuni dengan discrete grafis berbasis Nvidia Gefprce 920M. Notebook ini juga didukung dengan menggunakan kartu grafis sebesar 2 GB di dalamnya. So, buat design yang ciamik tidak akan dapat halangan dari notebook  yang satu ini.

3.      Efisiensi dalam bekerja


Pembuatan content creative juga tidak dapat dipisahkan dari file client ataupun data external diluar dari laptop kita, Perpindahan file dari komputer satu dengan komputer yang lain adalah hal yang sering banget melakukan itu, apalagi untuk produk dari clint, oper-operan file menjadi rutinitas sebelum memulai bekerja, dengan Asus Pro tidak perlu repot karena kehabisan port usb karena notebook Asus Pro memiliki 4 buah port. Jadi menunggu ngantri pemindahan data tidak akan terjadi dengan Asus Pro, bukan hanya itu port usb-nya juga menawarkan kecepatan data 10 kali lipat lebih cepat dibandingkan USB 2.0. Sering kehabisan colokan di kantor? Tenang Asus Pro P2430 USB 3.0 juga mendukung USB charge yang pastinya akan memudahan dalam melakukan charge gadget kita, tak perlu repot-repot lagi nyari terminal tambahan atau yang lainnya. Kan bikin tambah gak sabar gajian buat beli asus pro ini, kalo udah nerangin keungulan Asus Pro P2430u

4.      Keamanan yang Terjamin


           Seorang pekerja yang setiap waktu menggunakan Notebook, data yang dimiliki untuk pekerjaan seperti sebuah uang, jika di curi ataupun hilang sakitnyaa pasti ngak ketulungan. Sebagai notebook untuk segmentasi korporat, Asus Pro P2430u telah dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan yang terpasang pada hardware dan sistemnya. Sistem keamanan ini dapat diatur melalui aplikasi Asus Pro P2430 Business Manager, dengan menyetel fitur Security. Kita dapat mengunci fungsi USB dengan password, sehingga orang lain tidak bisa mentransfer maupun mengambil data pribadi dari notebook Asus Pro P2430 tanpa seizin kita. Harddisk-nya dapat di-lock menggunakan password dengan cara mengaktifkan fitur HDD user password protection. Wah keren banget kan?

5.      Jangan lupa menjaga kesehatan mata selama bekerja


      Melihat laptop lebih dari 12 jam setiap hari adalah pekerjaan dan hobi saya, apalagi untuk blogwalking mencari inspirasi 24 jam pun hanya disela mandi ataupun makan saya bisa!!  tapi seringnya mata saya akan memerah jika saya mengetik ataupun membuat design berjam-jam. Kelebihan lain dari notebook ini yaitu menawarkan disain display anti glare, yang mana permukaan layar matte di laptop ini dapat mencegah refleksi yang tidak diinginkan, jadi mata merah karena kelamaan di depan notebook dapat diminimalisir

6.      Membuat Content dengan Jari yang multi tasking.


Mouse adalah teman setia laptop setelah charge bagi saya, karena pembuatan design akan sangat berhubungan dengan drag, tapping, zoom in, scroling. Asus Pro P2430u saya pilih karena menawarkan design yang menarik juga menawarkan Multi Geasture Toucpad. Dengan Multi Geasture Toucpad ini kita tidak perlu repot-repot membawa mouse setiap waktu.

7.      Portabilitas Tinggi dengan Desain Penuh Gaya


Bagi saya yang ini juga penting, enggak cuman fasilitas pendukung korporat aja, Asus juga mengususng desain penuh gaya. Nah bagi generasi milineal “desain” menjadi hal yang sama-sama penting fasilitas utama yang diberikan, dengan asus pro memiliki desain solid, profesional namun di balik ke profesionalannya dalam hal komponen dan fasilitas, ASUS  Pro P2430 memmiliki desain yang simpel namun tetap terkesan elegan. Posturnya yang tipis dengan balutan warna gelap juga mendukung kebutuhan penggunanya akan style dengan cita rasa tinggi. Apalagi didukung dengan desain casing-nya yang ketjeh. Dengan travel distance sekitar 2,3mm, ia akan terasa lebih mantap saat digunakan. Adapun ketebalan yang hanya 2,3 sampai 2,6cm dan bobot yang relatif ringan, hanya 1,95Kg so mudah dalam penggunaan dan pembawaan itu pasti.

Well itu semua adalah alasan mengapa ASUS pro P243 ini mendukung pekerjaan saya dalam pembuatan Content Creative



Daftar Pustaka Gambar dan Referensi
1. http://www.anangbastomi.com/2016/11/asuspro-p2430u-dibekali-teknologi.html
2. https://www.facebook.com/ASUSIdOfficial/
3.http://bloggerperempuan.com/asus/
4. www.asus.com/id
5. https://www.asus.com/id/Commercial-Notebooks/ASUSPRO-P2430UA/

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.




Pria Di Bawah Hujan


Hujan sore ini dibalik koridor jendela kuamati hujan yang selalu hadir tanpa permisi, menjadikan ketidak pastian selalu ada saat ia datang begitu saja. Kopi pekat yang baru kupesan diantar waiters yang sudah hapal dengan kebiasanku di cafe ini. Lucu saja rasanya melihat gelagapan orang yang sering kecewa dengan ketidakpastian hujan, gelagapan tanpa persiapan ketika basah menjadi hal yang harus dilalui. Seorang pria jakung memasuki pelataran cafe, pria yang sama setiap harinya selalu sama di jam sama, keadaan yang sama dan pesanan kopi yang tak pernah berubah setiap hari, Expresso, Dengan wajah yang selalu sama menatap layar smarth phone dengan kebinggungan ketika hujan melanda. Tanpa berpikir panjang dia duduk di depanku, memberikan salam permisi lewat mata dan tanganya yang meminta perizinan duduk dikursi depan, aku hanya menganguk mengiyakan, senyumnya masih sama tulus dan berpemanis. Dengan hembusan napas berat dia mengeluarkan buku hitam yang sering ia bawa kemana-mana. Aku memang telah mengenalnya jauh-jauh hari sebelum aku tahu kebiasaanya menunggu hujan reda atau sekedar menengelamkan diri bersama kopinya di tempat ini.
Lucu rasanya, mengenal tanpa dikenal sekedar tahu tanpa ingin diketahui. Mencuri pandang dibalik buku tebal yang aku gunakan untuk menutupi mataku yang sering liar memandang kearahnya. Aku selalu melihatnya, keseriusanya mencorat-coret bukunya. Duduk di hadapanya adalah hal pertama dalam sejarah kehidupan paling istimewa yang sering aku tunggu. Meskipun ketakutan itu ada saat detak jantungku diketahuinya secara nyata, mungkin. Rasanya mengetahui semua orang yang menceritakanya dengan nama harum yang selalu ia bawa dibalik wajah tampannya, membuatku sadar hanya sebuah butiran tanpa kepercayaan saat aku mengetahui persaanku. Aku tersenyum menatap jendela.
“Apa yang istimewa dibalik jendela kaca yang selalu sama sepertinya?” ucapnya membuyarkan lamunanku
“Tidak ada, hanya menyukai orang yang menunggu hujan reda, atau sekedar membasahkan diri dengan derasnya ketidakastian hujan”
“Jadi anda menyukai kesusahan orang lain?” ucapnya
‘Tidak juga hujan bukan malapetaka untuk mengidentifikasi hujan adalah kesusahan”
“Untuk pecandu sastra iya? Untuk para penggila kerja? Hujan hanya sebuah permasalahaan semata”
“Jadi hujan salah?”
            “Aku tidak menyalahkan hujan, hanya kurang menyukai hujan dibalik permasalahan yang ia timbulkan”
“Mungkin anda disuruh menunggu atau memberikan jeda”
“Membosankan hidup seperti itu, memberikan jeda tanpa kepastian”
“Mungkin anda tidak pernah memberikan jeda dalam hidup, jadi terkesan kehidupan hanya harus diisi oleh hal yang pasti. Pasti menyisakan tawa atau malah luka”
“Bukankah itu lebih baik dibanding ketidak pastian, yang membuat orang-orang bertanya-tanya atau malah kepura-puraan saja”
“Mungkin?” Ucapku mengakhiri pernyataan klise filosofis yang baru kita buat.
1 tahun berlalu, Aku telah meninggalkan Jogja. Dengan berbagai cara aku membuang ketidakpastian perasaanku sendiri, mungkin benar aku terlalu menikmati sebuah jeda tapi lupa ada kepastian yang harus aku rasa. Mungkin hujan kali ini bukan sebagai jeda dalam hariku, melainkan sebuah cara harus melewatinya bukan sebuah masalah besar untuk ditunggu. Mungkin itu sama dengan perasaanku selama satu tahun ini menunggu tuan yang aku kenal tapi sama sekali tak mengenalku, dibalik jendela kaca yang sering aku tunggu. Namun, jika aku tetap menunggu dia aku lupa hakekatnya rasa itu sendiri. Ada saat menunggu tanpa kepastian adalah sebuah jeda yang menyenangkan dengan harapan palsu yang selalu aku biarkan mengerogoti logika yang tak semestinya. Kembali lagi, itu hanya sebuah ketidak pastian!. Dan ketidak pastian hanya dicintai orang yang tidak ingin terlukai oleh kenyataan, mungkin itu aku. Aku takut terluka. Selama satu tahun ini aku menata perasaanku sendiri menengalamkan rindu yang tiba-tiba muncul dengan fokus kepekerjaanku sekarang, selama itu artinya setiap detik ketika aku melewati waktu. Dia masih selalu terngiang dibalik harapan-harapan ketidak pastian yang selalu aku agung-agungkan tanpa kejelasan. Mungkin sekarang dia telah bersama orang lain, memadu cinta seperti semua orang harapkan. Pun aku juga ingin seperti itu, tentu dengan melupakan orang yang yang tak pernah benar-benar mengenalku, tapi rasanya semakin aku ingin melupakanya, semakin aku sadar rasa itu lebih mengikat diperasaanku.
Hujan mengguyur Jakarta, aku berjalan dengan payung yang selalu aku bawa ditasku, tidak ada lagi kata menunggu yang syarat akan kenangan bersama hujan deras, aku melepaskan diri bersama butiran hujan yang turun dari langit. Seorang pria berjalan mendekatiku menutup payungnya dan berjalan beriringan denganku, senyum tulus berpamanisnya masih sama tak pernah berubah meski satu tahun telah berlalu.
“Jadi, sekarang sudah menjadi seorang yang mencintai kepastian ucapnya”
“Tidak, hanya tidak mungkin membuang kesempatan hanya karena menunggu ketidakpastian”
“Bagaimana dengan Cappucino dicafe sebrang jalan?, sekedar penunggu ketidakpastian hujan yang katanya jeda sebuah rencana?”
“Bukankah itu sama saja membuang waktu dan membuang kesempatan dibuku agendaku?”
“Bukannya ini waktu yang kamu tunggu? Membuang ketidak pastian didalam benakmu?”
          Aku hanya tersenyum berjalan beriringan dengannya  dibawah hujan                        
-TAMAT-









Senin, 09 Januari 2017

Coretan 2016, dan sedikit cerita untuk 2017


               Setelah vakum beberapa minggu dari perblog, postingan ini menjadi salah satu postingan awal tahun di 2017, dan menjadi salah satu postingan tentang rangkuman jatuh bangun di 2016. 2016 menjadi tahun penuh ambisi, asumsi ataupun ekspektasi bagi saya, dan tahun 2017 ini menjadi salah  sesuatu banget, sesuai sedikit tentang curhatan saya tentang Quarter life Crisis disini, fiuhh :”, jadi saya mau cerita tahun 2016 yang lalu waktu yang di titipin Tuhan ke saya buat apa aja, tujuannya simpel buat ingetin aku untuk lebih mengupgrade diri di tahun 2017 sebagai seorang yang lebih baik.  
  1.  Agama
Well, tahun 2016, kondisi agama saya menurut saya gak banget, banyak banget kejadiaan saat saya marah dengan Tuhan cuman karena cobaan, padahal jika saya pikir lagi dan melihat kebelakang, ujian itu masih secuil banget engak ada ipity-ipitnya dengan yang lainnya ataupun sekarang. Tapi ya itu, semakin dewasa kita pasti pemahaman kehidupan kita akan lebih berkembang dan ini yang saya dapatkan setelah beberapa bulan kejadian semua itu.
2.      Kehidupan
Tahun ini jadi tahun paling penting buat start di hal-hal yang baru bagi saya. Banyak sekali kejadian yang akhirnya gue banting setir dari hal yang paling penting sampai gak penting-penting amat. Sulit ditebak, tapi dapat di usahakan ya itu salah satu caption  2016. Di mulai dari awal tahun saya merombah domain di blog ini, mendapatkan berbagai kesempatan kerja part time dan freelance bergengsi mulai dari kerja dengan Ditmawa, BNPT, dan MPR, menurut saya itu adalah sedikit yang istimewa di 2016. Di balik itu semua, ada kegagalan saya mencoret salah satu impian terbesar saya tahun ini, saya melanjutkan kuliah. Kejadian ini bermula ketika saya lebih asik untuk berpart time dan freelance ria, menunda kewajiban menyelesaikan Tugas Akhir saya segera hingga akhirnya harusnya saya Juli bisa yudisium, saya harus menunda sampai bulan Agustus. Mungkin itu waktu yang cukup sedikit hanya berjarak 1 bulan, tapi tidak untuk plan saya selanjutnya, periode satu bulan itu mengakibatkan banyak pilihan besar yang harusnya saya lakukan tahun ini, terpaksa harus saya tunda. Jujur saya sempet kecewa dengan diri saya sendiri saat itu, saya sering nangis didepan temen saya saat curhat, padahal jika saya pikir-pikir saya jarang sekali curhat sampe nangis sebelumnya mau putus pun ngak nangis tapi pas ini, berasa gue males nyelesein tahun 2016, karena akhirnya gue ngeliat 2016 seperti 2015 juga,bulan agustus ngasih liat kegagalan gue. Tapi dari bulan agustus itu saya mulai banting plan-plan saya, Jika Plan A tidak berhasil, masih ada plan A-Z yang bisa kita laksanain, SO?. Daari situ gue mulai nyusun plan baru, mulai dari saya pengen melanjutkan pendidikan menjadi seorang pekerja. Saya mulai plan perusahaan mana saja yang saya inginkan dan berbagai target baru lainnya. Kehidupan masih harus saya lanjutkan dengan berbagai tantangan, september 2016 saya putuskan untuk ke Pare, salah satu fase upgrade diri di 2016 bagi saya, sebelum dari pare, saya sudah merencanakan apa yang akan saya lakukan setelah lulus, salah satunya mendapatkan pekerjaan segera,!! Target utama saya setelah saya dari pare, saya mendapatkan pekerjaan, malah keinginan saya, Pare sebagai tempat mengisi waktu luang sebelum di panggil kerja. Tapi, lagi-lagi saya harus membanting setir kehidupan saya, di awal setelah yudisium saya ingin kerja di JABODETABEK, tapi tidak diridhoi oleh orang tua, dan naasnya, saat mendaftar beberapa perusahaan saya juga tidak dapat kelanjutan, akhirnya saya manut dengan pilihan orang tua yang menginginkan saya bekerja di solo-jogja-semarang. Setelah dari pare, saya pulang kerumah beberapa hari. Setelah itu kembali ke Jogja, karena saya takut akan kelamaan di zona nyaman jika dirumah, itu kenapa saya balik ke Jogja. Di Jogja, saya banyak menikmati quality time saat itu, tapi hanya 7 hari :”(. Setelah saya galau karena males jadi penganguran, Allah langsung turunkan pekerjaan saat itu juga, disaat saya pengen bekerjaa sekali, akhirnya dari beberapa tawaran pekerjaan, dan beberapa analisis papassion yang saya miliki saya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dnegan minat saya yeaah!! After this, menikmati menjadi seorang karyawan, ternyata tak semenarik yang pernah saya bayangkan. Di tempat pertama saya bekerjaa itu banyak sekali habit buruk yang saya miliki, karena lingkungan yang  memang mendukung, belum lagi dengan banyaknya hal-hal yang menurut saya tidak sesuai hingga akhirnya saya mengambil keputusan untuk resign. Setelah ssekitar 2 bulan kurang saya menjadi karyawan tempat itu.. Resign  disini yang saya inginkan adalah saya tahu dan ingin tahu who i’m, terutama, karena jelas saat ini saya sedang mencari jati diri itu kenapa saya pikir itu semua adalah hal urgent untuk saya lakukan, Beberapa hari saya masih sering di kamar, setelah itu quality time dengan diri saya, ketempat yang sering saya kunjungi dan lain sebagainya. Resign saat itu juga keputusan besar bagi saaya, tapi saat itu saya pikir sudah tidak ada pilihan mau bagaimana lagi. So i did this. After it, gue yang saat itu emang berkeiginan untuk enggak bekerja dulu dan pengen pulang kerumah buat quality time dengan keluarga dirumah, belum bisa!! Setelah beberapa hari resign saya dipanggil interview lagi, dengan berbagai pertimbangan dan sholat isthikharah akhirnya fix gue mau nerima kerjaan disana, dan tepat sekarang gue jadi karyawan lagi hahah. Bolak balik amat ya cerita hidup di 2016 ini bagian yang ini.
3.      Teman
Saya ngerasain banget kehilangan temen di 2016 juga, hal paling saya takuti dan beneran terjadi di 2016 adalah satu persatu temen saya ningalin saya buat ngejar cita-cita meraka, ternya mereka yang ningalin saya bukan saya yang ninggalin mereka hahaha, karena sampai sekarang saya masih di Jogja. Fase yang menurut gue ngedewasain saya banget, dan buat saya baper banget. Tahun ini saya udah gak ada buat tahun baruan karena biasanya kita sering punya acara entah ngecamp atau yang lainnya. Saya kangen banget nikmatin jogja bareng mereka, jogja sekarang bukan lagi berasa Jogja yang dulu bagi saya. T.T. Meskipun dari semua itu saya juga punya banyak temen baru, tapi tetep aja, mereka enggak pernah keganti sampai kapanpun itu. Mereka terlalu istimewa.
4.      Relathishionshitt
Di tahun 2016, saya masih jomblo dan stay cool, masih tetep sama lebih milih jomblo dibanding nyakitin orang lain lagi kayak tahun-tahun sebelumnya efek saya ngak bisa move on-_-. Tapi kabar gembiranya di tahun ini saya udh 70% move on dari orang yang udah ngisi 3,5 tahun di hati saya. Akhirnya tan, salah satu prestise tersendiri yang bikin saya ngetawain masalah ginian. Daebaak diss!!! Hahah. Karena pada akhirny saya tahu kunci itu saya taruh dimana, dan saya bisa ngebuka gemboknya lagi, meskipun belum sukses besar sih. Tapi tetep aja kan bikin saya bahagia. Semua ini di awali dari saya ke pare, Pare emang oke banget buat pelarian ternyataa hahah, mujarab saya bisa move on 50% dari sana, dari sana juga gue bisa sedikit keketuk hatinya oleh orang lain pernah gue tulis disini... tapi gak sukses juga sih karena balik di jogja saya masih sering dilema sama perasaan saya sendiri. Dan akhirnya ada seseorang yang bisa ngetuk perasaan gue lagi dengan pelan tapi pasti, -____- radak gak terima sih, karena gue paling gak bisa baper sama orang kayak gitu, tapi saat itu entah karena apa gue bisa baper banget, dan setelah kejadi itu semua akhirnya gue sedikit ngibiasain perasaan gue sama tu cecenguk 3,5th gue taksir T.T.
5.      Kesehatan
Yeaah tahun ini Alhamdullilah saya lebih sedikit punya banyak habit baru yang lebih bagus dibanding tahun sebelumnya, mulai kesadaran saya buat ke Gym ataupun yoga, kalo yang ini emang pas masih jadi mahasiswa sih karena sekarang udah gak ada kartu sakti KTM buat nge-GYM dan Yoga cuman 2k wkwkkw. Saya juga mulai sedikit sadar akan minum air putih setiap hari, joging, dan kebiasaan bangun lebih pagi yeaaah!!!
6.      Keuangan
Tahun 2016 menurut saya tahun paling boroos dibanding tahun sebelumnya, karena tabungan saya lebih dikit banget dibanding tahun sebelumnya, T.T tapi semoga uang itu saya manfaatin sebaik mungkin aamiin
7.      Yang lain
Tahun ini, saya masih memiliki tempat ternyaman seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu di perpustakaan pusat, satu-satunya tempat yang selalu dapat membuat saya tenang meskipun saya sedang sebete apapun, tempat yang sampai sekarang dapat menetralkan diri saya segera, saat saya suntuk, gak jelas, absurd tempat itu adalah satu-satunya tempat yang dapat mengembalikan enegergi positif saya segera, i’m so glad know you so well my fav place, Perpustakaan Pusat UGM. Dan tahun ini juga tahun aplikasi spotify buat gue. spotify punya kenangan banyak banget dengan gue. Dan satu-satunya aplikasi yang tahun ini bisa bikin gue bapernya selalu keulang *loh?* di bagian relathionshit tadi gue sempet nyinggung tentang perasaan 3,5th Nah dia orang di balik aplikasi ini, bukan yang nemuin atau bikin. Jadi ceritanya gue nemuin spotify dia karena kita temenan di fb, dari situ gue ngeliat playlist dia, dan you know? 80% playlist dia adalah semua lagu yang gue sukain. Gue paling anti nyamain kesukaan musik, tapi kalo ini beneran sukaa -____-. Dia punya banyak genre musik yang sama kayak gue, apa emang karena kita yang pasaran ya sukanya? Wkkwkw tapi cuman dari dia ada playlist lagu lawas yang I love it banget!! Semacam Weslife, Air supply, All 4 One, Natasha Bedigfield, Train, Iwan false, Sheila on 7, sampe Crisye dia adaa hahah. LOL


Hikmah 2016
Setiap kejadian pasti ada hikmahnya dan gue nysuun sedikit hikmah itu
1.      Kehidupan
a.       Tahun ini saya memang gagal untuk melanjutkan pendidikan saya, tapi Allah mengntikannya lebih dari apa yang sebenarnya saya butuhkan. Dunia kerja!!! Proses yang sama sekali saya rasa lebih memberikan saya banyak ilmu dan banyak waktu untuk tau apa sejaatinya yang saya cari. Mungkin sedikit gambar tentang Who i want di dunia kerja pernah saya tulis disini, dan sekarang 50% dari semua itu sudah saya dapat. Yeahh!!! 
b.  Berproses lebih baik dan lebih cepat, setelah semua proses patah arrah dan bangkit berkali-kali itu, Allah banyak mendewasakan saya lewat banyak hal yang sering saya tidak sadari selama ini. The Power of 2016 adalah saat banyak sekali keajaiban yang saya tidak pernah menyangkanya, dan semua itu karena skenario terhebat Tuhan saya
3.      Teman
Sekarang teman saya satu persatu telah meninggalkan saya, tapi saya bahagia, ternyata teman saya seambisius itu semua ya :”) i’m so glad hear them resolution or them status, is so amazing when your friend said about their happines. And I’m realize that mereka se mandiri-mandiri dan amazing itu semua. Saya juga banyak belajar tentang pertemenan tahun ini.
4.      Relationship(t)
Tahun ini banyak belajar, ternyata Tuhan ngasih tau perasaan yang dulu karena saya banyak belajar dari dia. Dia yang mengajarkan saya untuk selalu mengupgrade diri saya, dan saya melakukan itu, saya mempelajari apa passion saya dan apa yang saya inginkan dan salah satunya design! Karenanya, saya bisa mencintai dunia unik dari design meskipun saya paling nol besar bidang seni tapi saya akan mencobanya, thank you untuk 2016-nya kamu mengajarkanku banyak hal :)

Popular Posts